DKPP Copot Wilhelmus Degei Dari Jabatan Ketua KPU Nabire

(DKPP Copot Wilhelmus Degei Dari Jabatan Ketua KPU Nabire)

Jakarta, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menjatuhkan sanksi Pemberhentian Tetap kepada dua penyelenggara pemilu. Sanksi tersebut dibacakan dalam sidang pembacaan putusan sebanyak 12 perkara di Ruang Sidang DKPP, Gedung DKPP, Jakarta, Rabu (23/6/2021) pukul 09.30 WIB.

Dalam sidang ini, DKPP menjatuhkan sanksi Peringatan serta Pemberhentian dari Jabatan Ketua kepada Wihelmus Degei selaku Ketua KPU Kab. Nabire yang merupakan Teradu I dalam perkara nomor 116-PKE-DKPP/III/2021.

Namun, walau dicopot dari jabatan Ketua KPU Nabire, Wilhelmus Degei tetap menjabat anggota KPU Nabire.

Selain mencopot Wilhelmus dari jabatannya sebagai Ketua KPU Nabire, DKPP juga memberikan peringatan kepada anggota KPU Nabire lainnya masing-masing Nelius Agapa, Jhon Kambu dan Syaiful Rahman.

Sebagai informasi, perkara ini diadukan oleh Adriana Sahempa dan Yulianus Nakuwo (Ketua dan Anggota Bawaslu Kab. Nabire). Pengadu mengadukan Ketua dan Anggota KPU Kab. Nabire yakni Wihelmus Degei, Nelius Agapa, Jhon Kambu, dan Rahman Syaifull sebagai Teradu I sampai IV.

(Baca Juga : Tidak Follow Up Rekomendasi Bawaslu, DKPP Periksa 4 Komisioner KPU Nabire)

Para Teradu didalilkan tidak menindaklanjuti tiga rekomendasi Bawaslu Kab. Nabire yakni 320/K.Bawaslu/KabNabire/PM.06.02/XII/2020, 323/K.Bawaslu/KabNabire/PM.06.02/XII/2020, dan 321/K.Bawaslu/KabNabire/PM.06.02/XII/2020.

Ketiga rekomendasi tersebut terkait dengan penerusan pelanggaran administrasi untuk melakukan pemungutan suara ulang (PSU) di 18 TPS di Distrik Dipa, penerusan pelanggaran kode etik terhadap Ketua dan Anggota Panitia Pemilihan Distrik (PPD) Dipa.

Tidak hanya itu, Pengadu juga menemukan kejanggalan saat KPU Kab. Nabire membuka kotak suara dan menemukan dokumen Form C Hasil KWK dari 20 TPS. Peristiwa itu terjadi pada 25 Januari 2021 pukul 12.13 WIT.

Majelis sidang terdiri dari Ketua dan Anggota DKPP, yaitu Dr. Alfitra Salamm, APU (Ketua Majelis), Dr. Ida Budhiati, Prof. Teguh Prasetyo dan Didik Supriyanto, S.IP., M.IP.

[Nabire.Net]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *