Aparat Polisi Ringkus 1 Orang Anggota KSB Yang Terlibat Penembakan Di Mulia Papua

Polisi telah menangkap pelaku penembakan di Ketinggian Pintu Angin, Mulia, Papua. Aksi tembak menembak ini menyebabkan Pratu Sugiarto gugur pada 24 Januari lalu.

“Anggota TNI yang mati pelakunya tertangkap satu orang. Dari ya (diduga OPM). Kita temukan senjatanya satu F 16,” jelas Kapolri Jenderal Sutarman di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Mabes Polri, Jakarta, Senin (27/1).

Polri berjanji akan tegas menindak kelompok bersenjata ini. Sutarman berharap agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi.

“Kita akan melakukan penegakan hukum, tidak boleh melakukan tindakan-tindakan begitu,” tegas dia.

Di lain pihak Polda Papua terus melakukan upaya antisipasi agar penembakan misterius tidak terulang, salah satunya dengan razia dan patroli. “Kita lakukan patroli patroli ke wilayah yang banyak berkumpul tersebut dalam rangka penegakan hukum,” jelas Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono dalam pesan singkatnya kepada merdeka.com.

Pratu Sugiarto tewas dalam baku tembak antara aparat keamanan dan Kelompok Sipil Bersenjata (KSB) di Ketinggian Pintu Angin, Mulia, Papua. Dia tewas saat akan mendatangi lokasi tertembaknya seorang anggota KSB.

Kejadian bermula ketika pasukan gabungan TNI dan Polri melakukan penghadangan di Ketinggian Pintu Angin, Papua. Dalam baku tembak yang berlangsung sekitar pukul 07.15 WIT tersebut, aparat keamanan berhasil melumpuhkan seorang KSB dan merebut senapan laras panjang dari tangannya.

Untuk melakukan pengecekan, mereka lantas membentuk tim penguatan berjumlah 25 orang menuju lokasi tertembaknya anggota KSB. Anggota ini berisi Dandim, Kapolres Puncak Jaya dan Danyon 751/Raider. Di tengah perjalanan, mereka dihadang kembali oleh KSB.

“Sekitar pukul 10.10 WIT, tim perkuatan yang sedang merapat ini dihadang oleh kelompok radikal bersenjata pimpinan Yambi di Ketinggian Pintu Angin sehingga mengakibatkan satu anggota TNI tewas karena tertembak,” tandas Kadispenum TNI AD, Brigjen Andika Perkasa dalam keterangan persnya di Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *