Akses Transportasi Laut ke Nabire Masih Belum Dibuka

(Akses Penerbangan Ke Nabire Akan Dibuka Dengan Protokol Kesehatan Ketat/Foto.Humas Pemkab Nabire)



Nabire – Asosiasi Bupati Wilayah Meepago baru merencanakan akan membuka akses transportasi udara di kabupaten Nabire. Hal itu disepakati dalam rapat yang digelar hari ini (24/06), di Kantor Bupati Nabire.

Dalam rapat tersebut disepakati bahwa akses transportasi udara secara terbatas di kabupaten Nabire akan dibuka untuk rute penerbangan Jakarta – Jayapura – Nabire dan Nabire – Jayapura – Jakarta, satu minggu dua kali, yakni hari Senin dan Kamis dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Berbeda dengan akses transportasi udara, untuk akses transportasi laut masih belum dibuka. Hal tersebut masih menunggu perkembangan kasus Covid-19 di wilayah Meepago dan wilayah lainnya di Indonesia.

(Baca Juga : Ini Persiapan Pelni Cabang Nabire Sambut New Normal)

Berkaitan dengan masih belum dibukanya akses transportasi laut di Nabire, Kepala Pelni Nabire, Suyatno, dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa nantinya jika akses transportasi laut sudah dibuka, maka perlu adanya pengawasan sangat ketat.

Hal itu menurut Suyatno untuk mengantisipasi lonjakan penumpang yang akan menggunakan kapal laut dari dan keluar Nabire.

Kepala Pelni Nabire, Suyatno, berharap jika akses transportasi laut sudah dibuka, calon penumpang kapal Pelni bisa membeli tiket dilengkapi surat ijin dari Tim Gugus Covid-19 setempat.

Selain itu, jika pelayaran kapal Pelni kembali dibuka, maka proses pembelian tiket hanya dapat dilakukan melalui loket kantor cabang Pelni, tentu dengan persyaratan baru yang diterapkan.

Sementara itu dalam rapat ini, Bupati Nabire, Isaias Douw mengatakan bahwa relaksasi transportasi laut maupun udara sebenarnya sangat berat untuk dibuka, tetapi hal itu akan dibicarakan bersama untuk dicarikan solusinya.

[Nabire.Net]

2 Responses to Akses Transportasi Laut ke Nabire Masih Belum Dibuka

  1. Riyan Tabu berkata:

    Jika pemerintah daerah mengambil kebijakan sendiri dengan berani membuka akses masuk dan keluar Provinsi Papua. Maka lihat saja nanti dampaknya. Jangan main main, sebap VIRUS ini bukan menurun, bukan mengurang, bukan berahir. Tapi semakin bertambah dan bertambah..

  2. Riyan Tabu berkata:

    Untuk mengutamakan kepentingan anak daerah yg sekarang sedang kesulitan, Mestinya pemerintah daerah utamakan dulu akses darat, laut dan udara yg menghubungkan antara daerah di wilayah Provinsi Papua. Bukan membuka langsung akses ke luar Papua, saya kira’ ini hanya membuka peluang bagi kepentingan segelintir orang saja. Bicara soal penyakit atau Virus Corona, kita tidak bisa mengandalakan pada hasil Rapid Tes yang di lakukan pertama atau terahir sebelum keberangkatan. Karna kemungkinan bisa saja terjadi sesuatu yg tidak mungkin dalam perjalanan atau sampai tempat tujuan.( Hati-hati’, Hari yg abu-abu penuh dengan ketidak pastian..)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *