Yuk Cari Tahu Sejarah Berdirinya Bandara Nabire

(Bandara Nabire)

(Bandara Nabire)

Nabire – Bandara Nabire atau yang juga disebut Bandara Douw Aturure Nabire, merupakan salah satu bandara yang cukup strategis melayani penerbangan dari Nabire ke wilayah pegunungan tengah Papua maupun ke wilayah lainnya di Papua.

Namun siapa sangka, bandara ini sudah cukup lama dirintis, sejak masih disebut sebagai lapangan terbang yang dijadikan pangkalan militer Belanda hingga tempat persembunyian tentara Jepang.

Yuk cari tahu awal mula perintisan bandara Nabire dari masih lapangan terbang hingga diresmikan menjadi Bandara Nabire.

Diperkirakan, sekitar tahun 1941, bandara Nabire dibuka menjadi lapangan terbang oleh militer Belanda sebagai basis pangkalan militer sekaligus untuk memobilisasi logistik bagi pasukan belanda.

(Pesawat milik Militer Belanda sekitar 1941/Dok.Marine.Holland)

(Pesawat milik Militer Belanda sekitar 1941/Dok.Marine.Holland)

Belanda kemudian menyerahkan kekuasaan kepada Jepang, yang saat itu menjajah Indonesia dari tahun 1942-1945. Oleh militer Jepang, lapangan terbang Nabire dijadikan basis militer.

Lapangan terbang Nabire yang dibuka militer Belanda sekitar tahun 1941/Dok.Marine.Holland)

Lapangan terbang Nabire yang dibuka militer Belanda sekitar tahun 1941/Dok.Marine.Holland)

Pada tahun 1944, Jepang terlibat perang Pasific dengan Sekutu yang diboncengi Amerika. Banyak pasukan Jepang terbunuh oleh pasukan sekutu. Dan kawasan lapangan terbang Nabire dijadikan tempat persembunyian peralatan perang tentara Jepang. Namun pasca pengeboman Hiroshima dan Nagasaki oleh Amerika pada tahun 1945, Jepang kemudian menyerah.

Kemudian pada tahun 1958, Direktorat Penerbangan Sipil Irian Barat berubah nama menjadi Kantor Daerah Wilayah Penerbangan V Irian Jaya.

Pada tahun 1969, untuk mempersiapkan Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera), Kantor Daerah Wilayah Penerbangan V Irian Jaya mengirimkan pejabat atas nama J.P Berotabuy untuk menjadi Kepala Perhubungan Nabire. Ia diminta untuk mempersiapkan peresmian pelabuhan udara Nabire atau Bandara Nabire.

(Kantor Bandara Nabire saat dalam proses pembangunan/Dok.Robertliston)

(Kantor Bandara Nabire saat dalam proses pembangunan/Dok.Robertiliston)

Akhirnya pada tanggal 6 Agustus 1973, Kantor Bandara Nabire diresmikan oleh Kepala Perhubungan Nabire bersama Bupati Nabire saat itu, Drs. Andreas Soenarto.

Kemudian operasional Bandara Nabire diresmikan pada tanggal 15 Agustus 1973 oleh Dirjen Perhubungan Udara, Marsekal Muda TNI Kardono, bersama istri Menteri Perhubungan saat itu, Ibu Emil Salim.

(Dirjen Perhubungan Udara Marsekal Muda Kardono, tiba di Nabire untuk meresmikan operasional Bandara Nabire/Dok.Robertliston)

(Dirjen Perhubungan Udara Marsekal Muda Kardono, tiba di Nabire untuk meresmikan operasional Bandara Nabire/Dok.Robertiliston)

Sejumlah maskapai yang mulai merintis penerbangan di Nabire seperti maskapai milik MAF (Mission Aviation Fellowship) adalah pesawat misi milik Gereja Kristen. Kemudian maskapai AMA (Association Mission Aviation) milik Gereja Katolik memiliki AMA (Association Mission Aviation). Keduanya hingga saat ini masih terus beroperasi di Nabire, tak hanya untuk misi gereja namun juga penerbangan komersil.

(Tampak Bandara Nabire sekitar tahun 80-an/Dok.Robertliston)

(Tampak Bandara Nabire sekitar tahun 80-an/Dok.Robertiliston)

Selain itu maskapai lainnya yang melayani bandara Nabire diantaranya Merpati Nusantara, Garuda ATR, Avia Star, Wings Air, NAM Air, Susi Air, Trigana, Enggang Air, Heli SAS & Gatari, hingga pesawat angkut militer Transall juga pernah menyinggai bandara Nabire.

(Suasana di ruang tunggu bandara Nabire, sekitar tahun 80-an/Dok.Robertliston)

(Suasana di ruang tunggu bandara Nabire, sekitar tahun 80-an/Dok.Robertiliston)

Nama bandara Nabire sendiri diubah oleh Bupati Nabire, Isaias Douw, menjadi bandara Douw Aturure. Jika ditelusuri, nama Douw Aturure sendiri merupakan gelar kehormatan yang diberikan kepada Bupati Nabire Isaias Douw oleh masyarakat pesisir dan kepulauan Kabupaten Nabire melalui para tua-tua adat pada tanggal 29 april 2011. Aturure sendiri memiliki arti Pengintai, Pelindung, Pengayom, Pemimpin Pembaharu.

Karena kebutuhan akan angkutan udara semakin hari semakin terus bertambah, maka Pemerintah Pusat membantu Pemerintah kabupaten Nabire untuk membangun Bandara bertaraf internasional di Kaladiri, Distrik Wanggar Nabire, yang direncanakan akan selesai tahun 2020 jika tak ada kendala.

(Baca Juga : Presiden Jokowi Optimis Bandara Internasional Douw Aturure Karadiri Nabire Akan Jadi Bandara Besar)

Nantinya bandara internasional di Kaladiri Nabire diharapkan mampu menghubungkan antara Nabire dengan berbagai kabupaten yang ada di Papua, seperti Dogiyai, Deiyai, Paniai, Intan Jaya, Puncak, Puncak Jaya, Waropen, Teluk Wondama dan Kaimana, serta dapat menurunkan tingkat kemahalan harga tiket pesawat di Nabire dan Papua.

*Referensi : Sekilas Tentang Bandar Udara Nabire ; http://suribandaranabire.blogspot.com/

[Nabire.Net]



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *