Yayasan Kasih Bapa Dogiyai Hadiri Konsultasi Pimpinan Yayasan Kristen Seluruh Indonesia Di Surabaya

(Konsultasi Pimpinan Yayasan Kristen Seluruh Indonesia)

Surabaya – Bertempat di Hotel Novotel Samator, Surabaya, Jawa Timur, telah dilaksanakan acara Konsultasi dengan Pimpinan Yayasan Kristen dari seluruh Indonesia, yang diprakarsai oleh Dirjen Bimas Kristen, Kementerian Agama RI.

Ketua Panitia kegiatan, Ibu Levina Nahumury saat dimintai keterangannya oleh Nabire.Net terkait maksud dan tujuan kegiatan ini dilaksanakan, menuturkan, kegiatan ini bertujuan untuk memberi pemahaman kepada Yayasan khususnya di bidang kegiatan seperti keagamaan, sosial dan bidang kemanusiaan.

Oleh karena itu nara sumber yang dipilih berasal dari Kementerian Agama, dengan materi tentang status badan hukum dari yayasan keagamaan kristen, dengan tujuan agar memberi pemahaman kepada Yayasan untuk mengetahui petunjuk teknis yang dibuat oleh Dirjen Binmas Kristen dalam hal ini untuk pendaftaran baru maupun pendaftaran ulang dari yayasan keagamaan Kristen.

Lanjut Ibu Levina yang juga menjabat sebagai Kepala Seksi Penguatan Lembaga, Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama RI ini, Panitia menghadirkan nara sumber dari Kementerian Agama sendiri, Kementerian Hukum Dan HAM, Kementerian Keuangan dan Kementerian Sosial.

Kemenkumham dalam kegiatan ini memaparkan tentang independensi dan kedudukan dan fungsi dari Yayasan keagamaan Kristen, dilihat dari regulasi Kemenkumham.

Kemudian nara sumber lainnya dari Kementerian Keuangan, berbicara tentang tanggung jawab dari Yayasan Keagamaan Kristen sebagai objek pajak. Yayasan harus tahu tugas dan tangung jawabnya baik dalam lingkup lembaga maupun perorangan.

Sedangkan nara sumber dari Kementerian Sosial memaparkan tentang kegiatan yang dilakukan di bidang sosial, sehingga yayasan bisa memahami 3 bidang kegiatan yang dilakukan berdasarkan akta notaris yaitu bidang keagamaan, sosial dan kemanusiaan. Dalam bidang kemanusiaan, Kemensos masuk melalui lembaga LKS.

Kegiatan ini diikuti oleh 70 peserta dari Papua hingga Sumatera. Harapan Panitia, setelah mengikuti kegiatan ini, peserta bisa melakukan ketiga bidang kegiatan yang ada dalam akta notaris pendirian mereka.Sumber dana kegiatan berasal dari DIPA Dirjen Binmas Kristen.

Yayasan Kasih Bapa Dogiyai Turut Hadir Dalam Kegiatan Ini

Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari dari tanggal 7-9 Oktober 2019 tersebut, turut dihadiri Yayasan Kasih Bapa Dogiyai (Yakbado), kabupaten Dogiyai Papua, yang langsung dihadiri Ketua Yayasan, Ones Yobee, SE, MM.

Ones mengaku bangga dan bersyukur bisa mengikuti kegiatan ini sekaligus bertatap muka dan berdiskusi dengan berbagai pimpinan Yayasan Kristen dari seluruh Indonesia.

“Puji Tuhan, saya Ketua Yayasan Kasih Bapa Dogiyai bisa diundang dalam acara ini. Ini adalah pengalaman pertama saya bisa bertatap muka dan duduk bersama sambil berdiskusi dengan Pimpinan Yayasan Kristen dari seluruh Indonesia yang sudah sukses membangun sekolah, sukses di bidang sosial dan mandiri dalam kegiatan lainnya”, tutur Ones.

Lanjut Ones, ia juga mengakui mendapat banyak pelajaran berharga sebagai pekerja Yayasan, dengan harapan Yayasan yang ia pimpin bisa terus maju dan berkembang khususnya dalam pelayanan kepada umat gereja, sesuai kondisi di daerah.

“Dalam kegiatan ini saya mendapat pelajaran berharga bahwa pekerja Yayasan jangan pernah mau mengklaim bahwa semua kekayaan yang ada di Yayasan adalah milik pengurus Yayasan, tapi kekayaan itu adalah aset yang harus dikembangkan dan diwariskan kepada pengurus berikutnya hingga anak cucu kita bisa menikmati hasil jerih payah Yayasan, baik aset maupun metode kerja Yayasan yang relevan”, katanya.

Yayasan Yakbado sendiri merupakan yayasan milik Gereja Kemah Injil (Kingmi) di Tanah Papua yang pertama kali tampil di kegiatan Nasional ini.

“Saya memohon dukungan doa dari seumua umat Kingmi di tanah Papua, agar yayasan Yakbado yang baru berumur 3 tahun ini bisa terus berkarya dan membawa bendera gereja Kingmi dimuka Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama, sehingga gereja kita tetap diterima di Kementerian Agama RI, dan gereja kita tidak dipandang hanya sebagai gereja lokal saja”, tutup Ones.

[Nabire.Net]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *