Wow, APBD Nabire Tahun 2017 Defisit 35 Miliar Lebih

Bupati Nabire menegaskan, Realisasi Pendapatan daerah kabupaten Nabire, tahun anggaran 2017 sebesar Rp. 1.231.469.575.077,- atau 88.85% dari target yang telah ditetapkan yakni Rp. 1.386.036.089.315,-. Hal tersebut dikatakan Bupati Nabire saat membacakan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) kabupaten Nabire tahun 2017, pada Sidang Paripurna Istimewa DPRD Nabire, kamis malam 26 Juli 2018.

Dari realisasi pendapatan tersebut, rincian capaian kinerja pendapatan berdasarkan jenis penerimaan sebagai berikut :

1. Pendapatan Asli Daerah (PAD), dapat direalisasikan sebesar Rp. 47.298.707.017,-, atau 83.96 % dari target yang ditetapkan yakni Rp. 56.330.911.000,-

Adapun rinciannya sebagai berikut :

a. Penerimaan pajak daerah sebesar Rp. 15.008.237.472,- atau 89.75%
b. Penerimaan retribusi daerah sebesar Rp. 3.344.269.298,- atau 44.45%
c. Penerimaan dari pengelolaan kekayaan sebesar Rp. 0,- atau 0%
d. Lain-lain PAD sebesar Rp. 28.946.200.247,- atau 101.42%

2. Dana perimbangan sebesar Rp. 991.021.363.019.- atau 93.38%

Adapun rinciannya sebagai berikut :

a. Penerimaan dana hasil bagi pajak/bagi hasil bukan pajak sebesar Rp. 47.936.031.083,- atau 55.01%
b. Dana alokasi umum sebesar Rp. 723.706.992.000,- atau 100%
c. Dana alokasi khusus sebesar Rp. 219.378.339.936,- atau 75.67%
d. Transfer pemerintah pusat lainnya sebesar Rp. 193.149.505.041 atau 70,17% yang terdiri dari dana penyesuaian dan dana Otsus sebesar Rp. 172.004.680.002 atau 105,81%
e. Transfer pemerintah provinsi terealisasi sebesar Rp. 18.820.570.539 atau 18,23%.
f. Lain-lain pendapatan yang sah terealisasi sebesar Rp. 1.703.404.400 atau 18,04%.

3. Lebih lanjut disampaikan Bupati Nabire, belanja daerah dalam tahun 2017 dialokasikan setelah perubahan sebesar Rp. 1.411.675.769.817,- dengan Realisasi Belanja sebesar Rp. 1.267.066.048.547,- atau 89,76%.

Dilihat dari komponennya, realisasi belanja daerah terbagi ke dalam belanja tidak langsung dan belanja langsung :

a. Realisasi belanja tidak langsung sebesar Rp. 742.270.220.041,- atau 92,21% dari target yang ditetapkan.
b. Realisasi belanja langsung sebesar Rp. 524.795.828.506,- atau 86,51% dari target yang ditetapkan.

Untuk penerimaan pembiayaan daerah dalam tahun anggaran 2017, dianggarkan sebesar Rp. 93.407.663.495, dengan realisasi sebesar Rp. 105.262.930.495,- atau 112,69% terdiri dari realisasi penggunaan, Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SILPA) sebesar Rp. 12.407.663.495,- atau 100 persen dari target yang ditetapkan.

Untuk pengeluaran pembiayaan daerah terealisasi sebesar Rp. 66.653.620.290,- atau 98,36% dari target yang ditetapkan dengan rincian :

a. Realisasi penyertaan modal pemerintah daerah sebesar Rp. 5.000.000.000,- atau 100% dari target yang ditetapkan
b. Realisasi pembayaran pokok pinjaman dalam negeri, Lembaga keuangan bank sebesar Rp. 61.653.620.290,- atau 98,22% dari target yang ditetapkan.

Oleh karena itu, Realisasi APBD tahun 2017 mengalami defisit anggaran sebesar Rp. 35.596.473.470,- (Realisasi Pendapatan –  Realisasi Belanja), dan Netto sebesar Rp. 38.609.310.205,-  dari target setelah perubahan sebesar Rp. 25.639.680.502.-

[Nabire.Net]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *