Warga Siriwo Klaim LKPJ Bupati Nabire Terkait Pengaspalan Jalan KM 165 & Pembangunan Jembatan Gantung, Fiktif ?

(DPRD Nabire)

Nabire – DRPD kabupaten Nabire diminta untuk melakukan pengecekan terkait Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban Bupati Nabire. Pasalnya ada beberapa hal yang dianggap masyarakat tidak sesuai dengan kondisi riil.

Hal itu disampaikan Enato Butu, warga Distrik Siriwo, kabupaten Nabire. Kepada Nabire.Net, senin malam (12/10), Enato menegaskan bahwa ada dua laporan pada LKPJ Bupati yang tidak sesuai kenyataan di lapangan.

Pertama yaitu pembangunan jembatan gantung sungai Siriwo KM 117, dan kedua yaitu pengaspalan jalan di Distrik Siriwo KM 165 kampung Tibai dan kampung Labou.

Menurut Enato, untuk pembuatan jembatan gantung di KM 117, dananya menggunakan dana desa. Sedangkan pengaspalan jalan di Distrik Siriwo KM 165, hal tersebut tidak benar.

“Kami meminta kepada anggota DPRD Nabire agar segera tanyakan kepada Bupati dan minta klarifikasi LKPJ terkait pembuatan jembatan gantung di KM 117 dan pengaspalan jalan di KM 165,” kata Enato.

Lanjut Enato, “laporan pada LKPJ itu menipu publik supaya melengkapi laporan LKPJ. BPK harus audit eksekutif dalam hal ini pejabat pengguna anggaran dan kontraktor atau siapapun yang terlibat dalam hal tersebut.

Enato menegaskan, jika hasil audit ternyata tidak sesuai fakta maka BPK harus mengambil tindakan atau merekomendasikan hal ini ke KPK untuk diproses berkaitan dengan tindak pidana korupsi.

[Nabire.Net/Enato Butu]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *