Warga Penambang Emas Di Degeuwo Gelar Aksi Berjemur Dibawah Terik Matahari Karena Menolak PT Madinah Qurataain

1

Warga penambang Emas di sungai Degeuwo Paniai, menggelar aksi berjemur di bawah matahari. Aksi ini di lakukan guna menyampaikan aspirasi penolakan terhadap rencana masuknya perusahaan tambang Emas PT Madinah Qurataain di wilayah sungai Degeuwo.

Penyampaian penolakan dilakukan dihadapan Trevor Neale, warga berkebangsaan Australia yang merupakan Direktur PT Madinah Qurataain, perusahaan tambang yg berencana melakukan operasi tambang Emas di sungai Degeuwo.

Warga menolak karena khawatir akan kehilangan mata pencaharian sebagai penambang, di wilayah tersebut.  Warga juga menolak karena wilayah Degeuwo secara lisan telah diakui oleh Gubernur Papua Lukas Enembe sebagai wilayah penambangan rakyat, pengakuan ini dilakukan Gubernur Lukas Enembe, saat melakukan kunker ke wilayah Degeuwo 2014 lalu.

Sementara untuk melangkah menuju Degeuwo, PT Madinah Qurataain, juga melakukan kesepakatan dengan salah satu lembaga swadaya masyarakat, LPMA Swamemo.  PT Madinah Qurataain juga memback-up keamanan perusahaan, dengan pasukan brimop Polda Papua.

2

Ketika dikonfirmasi via telepon seluler, pihak PT Madinah Qurataain mengatakan, aksi penolakan warga di Degeuwo, didalangi oleh para pengusaha dan penambang liar yg beroperasi di wilayah tersebut.

PT Madinah Qurataain nekad masuk di wilayah Degeuwo, berdasarkan perjanjian kerja yg pernah dilakukan bersama pengusaha lokasi 81 Degeuwo.

(Dok.R.W)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *