Warga Minta Pemkab Lindungi Pengungsi, Pemprov Minta Bupati Tak Tinggalkan Intan Jaya

(Ilustrasi AK-47)

Intan Jaya – Warga Intan Jaya meminta pemkab Intan Jaya untuk segera membentuk Tim untuk melindungi warga pengungsi, akibat kontak senjat antara TNI/Polri dengan TPN-PB sejak kemarin.

Hal itu disampaikan Silex Mirip, kepada Nabire.Net, senin malam (27/01).

Dikatakan Silex, hingga hari ini (27/01), kontak senjata antara TNI/Polri dengan TPNPB masih berlangsung. Namun ia sendiri tidak mengetahui pasti korban tewas berasal dari pihak mana, apakah TPNPB, TNI/Polri atau bahkan warga sipil.



Oleh karena itu, Silex meminta pemkab Intan Jaya untuk bisa membentuk tim guna melindungi warga pengungsi yang terdampak hal tersebut.

Sementara itu, melansir pemberitaan Wartaplus, Asisten Bidang Politik, Pemerintahan Hukum dan Keamanan Sekda Papua, Doren Wakerkwa, meminta kepada Bupati Intan Jaya agar tidak meninggalkan Intan Jaya untuk saat ini,

Menurut Doren, suatu daerah itu aman jika dapat dikendalikan oleh Kepala Daerahnya.

“Itu tergantung pemerintah (bupati dan jajaran) bagaimana lakukan pembinaan terhadap masyarakatnya. Sehingga masyarakat tidak gampang terpengaruh dengan ajakan orang dari luar yang sengaja ingin mengacaukan daerah itu,” ungkap Doren

Menurutnya guna meminimalisir terjadinya konflik, pendekatan kepada masyarakat melalui tokoh gereja, agama, adat, para kepala suku, tokoh pemuda harus dilakukan pemerintah dan TNI Polri

“Sebagai mantan camat, saya sering menghadapi masalah seperti itu. Tapi kalau kita pemerintah selalu kompak menjalin kebersamaan dengan tokoh agama, TNI/Polri dan kaum intelektual, dengan pasti masalah bisa diselesaikan disana,” ujar Doren.

Doren mengharapkan  bupati dibantu TNI Polri dapat segera turun ke masyarakat menggelar dialog, mencari solusi penyelesaian dan mengamankan seluruh masyarakat Intan Jaya

“Saya mengharapkan semua yang ada di sana bangun komunikasi, terutama dengan kelompok yang bersebarangan KKB, koordinasi yang baik sinkronisasi yang baik supaya masalah tidak timbul seperti di kabupaten lainnya. Ini saya melihat kurang sinergi antara pemerintah dan para tokoh disana,” katanya.

[Nabire.Net]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *