Warga Kalisapi Minta Pemda Nabire Buat Selokan & Jalan Aspal Di Kompleks Mereka
(Dok.mama-mama dari Kalibobo minta Pemda bangun bronjong di Kalisapi)
Warga masyarakat Kalisapi, tepatnya RT.7,Kelurahan Kalibobo, yang didominasi oleh Keluarga besar Nabire-Barat,kampung; Yaur,Kwatisore,Teluk Umar, Yerisiam dan Keluarga Besar Wasior dari teluk wondama.
Kompleks yang posisinya juga tepat diblakangi oleh Kantor Kelurahan Kalibobo ini,warganya menuntut pembangunan Selokan/Got dan juga Aspal bagi kompleks mereka.
Alasan mereka;Akibat tak ada selokan yang bisa ada pembuangan air, akibatnya bila musim hujan,rumah warga Kalisapi sering digenangi air dan berdampak pada maraknya wabah nyamuk. Dan warga Kalisapi juga mereka meminta agar jalur RT.7 harus diaspal, berhubung jalur-jalur baru di RT lain sudah diaspal, padahal mereka termasuk kompleks tertua di Nabire, yang bisa di bilang jauh dari perhatian Pemerintah Kabupaten Nabire.
Menurut Ketua RT.7 “Simon Worengga”,sudah sering mereka adukan keinginan dan problem RT mereka ke tingkatan diatas mereka yaitu Lurah Kalibobo disetiap kali Kesempatan, namun tak ada tindak lanjut.
“Kalisapi ini kompleks tua, dia ada seiring nabire ini dibuka, dan yang berperan penting dalam membuka Kalisapi ini adalah pemuda-pemuda Yaur,Kwatisore,Yerisiam,Teluk Umar dan Keluarga Wondama, yang tergabung dalam Karang Taruna Kalisapi era 90-an, namun seiring waktu berjalan, kompleks ini macam dilupakan akan pembangunannya ? Terang Worengga, sambil menjelaskan sejarah singkat.
Lanjut Worengga; Persoalan yang kami alami biasa hujan tu…air tergenang di masyarakat dong punya rumah, jadi kami minta Pemda bikin got biar kalau hujan air bisa langsung ke laut. Kami juga minta bangun jalan aspal di RT.7 nie, masa sudah kurang lebih 25 Tahun sejak kompleks ini dibuka hingga orang ramai, jalur satu ini tak pernah di aspal sedangkan yang lain di aspal. Jadi… kami minta jalur ini diaspal…itu saja…Permyataan tersebut sekaligus menutup pembicaraannya.
Sedikit tentang Kalisapi Kelurahan-Kalibobo; Kompleks ini termasuk kompleks tertua di Nabire. Kompleks ini awal didiami oleh Suku Wate, tepatnya keluarga Raiki sekitar Tahun 1973, kemudian mereka menyerahkan Kalisapi yang kini menjadi RT.7 kepada Alm.Sefnat Monei, Ayah Kandung Imanuel Monei, karena bercampur darah keturunan Wate dan Yerisiam, sekitar Tahun 1975, lalu Alm.Sefnat Monei dan saudara-saudaranya dari Yerisiam; Hutrek Inggeruhi,Abraham Inggeruhi dan SP.Hanebora mereka tinggal dan menebang wilayah Kalisapi dan tinggal diwilayah tersebut.
Sekitar tahun 1983, datang keluarga suku-suku lainya dari Nabire Barat dan sama-sama tinggal diwilayah Kalisapi hingga kini. Kalisapi dibuka dan tersentuh pembangunan lewat Karang Taruna Kalisapi, sekitar tahun 1990. Penyebutan nama “Kalisapi” populer oleh Bapak “Wataha” sebagai Kepala Dinas Peternakan Belanda di Nabire, karena wilayah Kalisapi banyak sapi yang diternaknya, sehingga orang menyebut wilayah tersebut “Kalisapi”.
Roberthino Hanebora



Leave a Reply