Warga Bumi Mulia Nabire Resah Dengan Gangguan Keamanan Dan Pembunuhan

Kasus penemuan mayat tukang ojek beberapa hari lalu di kampung Bumi Mulia Distrik Nabire Barat, cukup membuat warga di daerah sekitar merasa terganggu dan was-was. Hal ini dikarenakan di kasus-kasus sebelumnya, kejadian tersebut belum ada penyelesaiannya oleh pihak kepolisian.

Hal ini diungkapkan beberapa warga yang ada di distrik Bumi Mulia Nabire. Salah seorang rekan dari tukang ojek yang diketemukan meninggal tersebut mengatakan, kasus ini sudah pernah terjadi dan belum ada penyelesaiannya.

“Saat mayat teman kami diketemukan, kami langsung melakukan demo di Polsek Nabire Barat, dan kami minta pihak kepolisian segera menuntaskan kasus ini demi keamanan dan kenyamanan warga,’ tutur warga Bumi Mulia yang tak mau disebutkan namanya ini.

Disamping itu, diketahui satu hari setelah penemuan jenazah tukang ojek di sekitar jalan bendungan Bumi Mulia tersebut, warga juga meresahkan terjadinya gangguan dan ancaman kekerasan terhadap para petani yang ada di wilayah sekitar oleh orang tak dikenal.

Salah seorang warga bernama Muji mengatakan, “Waktu hari kamis itu, erjadi percobaan perampokan terhadap seorang petani di kebunya. Hal ini terjadi 1 hari setelah penemuan sesosok mayat tukang ojek di kampung bumimulya. Hal ini membuat para warga cemas dan khawatir, apalagi para ibu-ibu petani yang harus terkadang di kebun sendirian. Aparat polisi pun tak nampak kinerja untuk melindungi dan mengayomi masyarakat pada umumnya.”

Seperti diketahui, pada hari rabu (20/11), warga menemukan sesosok jenazah yang bernama Munir berasal dari Lumajang Jawa Timur. Korban diketemukan tewas dengan cukup mengenaskan, diduga karena dianiaya dan dibunuh. Kasus ini sendiri saat ini masih dalam penyelidikan aparat kepolisian Nabire.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *