Warga Binaan Lapas Kelas IIB Nabire Tetap Antusias Laksanakan Ibadah Puasa

Bulan suci Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, rahmat, dan ampunan. untuk mengisi berbagai macam kegiatan keagamaan dibulan bulan suci Ramadhan, bagi Warga Binaan yang tinggal di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Nabire provinsi papua, bertujuan untuk menerima siraman rohani dari Lapas agar Supaya semakin mendakatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam kegiatan itu warga binaan mendapatkan ilmu keagamaan, diantaranya, latihan Qasidah, pengajian, tadarus, dan buat kaligrafi sehingga diharapkan ada perubahan kepribadian dan prilaku yang lebih baik ke depannya. Melalui aktivitas religi itu WBP bisa insaf terhadap dirinya, dan menyadari bahwa suatu saat nanti kita akan kembali menghadap sang pencipta.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas II B Nabire Yosep Yambise, SH, MH menjelaskan, bagi napi yang beragama Islam di bulan puasa ini, banyak sekali kegiatan keagamaan yang bisa mereka kerjakan dan bisa berguna untuk mereka.

“Setiap Napi ingin bermanfaat di masyarakat ketika keluar dari lapas. Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini Karena akan menjadi bekal kelak di masyarakat dan lebih dekat lagi dengan Tuhan ketika masih dalam binaan kami,” tutur yosep, sabtu (03/06/17).

Seraya menambahkan, kegiatan diatas bertujuan untuk memberikan siraman rohani bertujuan untuk meningkatkan semangat para narapidana yang ingin kembali ke jalan benar, Karena para narapidana ingin menjadi pribadi yang jauh lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat ketika menghirup udara bebas nantinya.

“Mudah-mudahan meraka bisa kembali lagi menjadi insan yang lebih baik lagi kedepanya,” tutur yosep, yang akrab dengan rekan media.

Saat disentil mengenai kondisi Lapas, Yosep menjelaskan bahwa dengan segala keterbatasan dan minimnya fasilitas yang dimiliki oleh Lapas kelas II Nabire yang sudah over kapasitas dan hanya mempunyai 52 pegawai untuk menjaga 165 warga binaan.

“Kami tetap bekerja semaksimal mungkin demi kenyamanan para warga binaan, dan dengan keterbatasan tersebut kami masih mendapat kepercayaan dari pemerintah pusat mendapat penghargaan Unit Pemasyarakatan Teknis terbaik selama 2 tahun ini, “imbuhnya.

Yosep berharap kedepan, agar kiranya pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Sosial, Dinas Tenaga Kerja, aparat Desa, RT, RW untuk memberikan Pembinaan lanjutan kepada warga binaan yang sudah bebas.

“Warga binaan yang sudah kembali, harus diberikan pembinaan yang baik ketika dia kembali kelingkunganya. Takutnya kalau dia kembali dan bergaul dengan hal hal berkaitan dengan kejahatan, otomatis dia akan kembali melakukan kejahatan lagi, maka dari itu pemerintah daerah dan dinas terkait harus proaktif dalam hal ini, “paparnya.

(Medinas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *