Upacara HUT RI ke-78 di PT. Freeport Indonesia Dilakukan di Atas Ketinggian 2.000 mdpl Dalam Cuaca Ekstrem

Tembagapura, Bertempat di Sporthall PT. Freeport Indonesia, Tembagapura, kabupaten Mimika, Rabu pagi (17/08/2023), telah dilaksanakan upacara detik-detik proklamasi HUT Kemerdekaan RI ke-78.
Upacara yang dilaksanakan di ketinggian kurang lebih 2.000 mdpl dengan cuaca ekstrem ini dimulai pukul 08.00 WIT dan berakhir pukul 09.10 WIT. Bertindak selaku Inspektur Upacara, Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas.
(Baca Juga : Nabirenet Siap Meliput Upacara Kemerdekaan ke-78 di Tambang Perut Bumi Grasberg Freeport Papua Tengah)
Sementara yang menjadi Komandan Upacara adalah Kapten Infanteri Sidiq Sumantri S, Than, Mhi, yang menjabat sebagai Danki Satgas Pam Obvitnas PT Freeport Indonesia.
Upacara dipandu oleh Gibson dan Jessie, diawali pembacaan teks proklamasi oleh Vice Presiden Oreflow, Ayep Darmawan, dilanjutkan pembacaan Pembukaan UUD 1945 oleh Fikky Hartono selaku Manager DMLZ Construction & Production Underground.
Dalam sambutannya, Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, mengatakan, pada HUT Kemerdekaan RI tahun ini, Pemerintah mengusung tema “Terus Melaju untuk Indonesia Maju”. Tema ini mengandung makna bahwa sebagai anak-anak bangsa, kita semua harus bergerak bersama dalam harmoni untuk terus membangun Indonesia.
“Indonesia adalah salah satu negara di dunia yang mampu bangkit dan pulih dengan cepat setelah diterpa pandemi. Pada tahun lalu, pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di atas angka 5%, dan performa ini dapat kita pertahankan hingga kuartal kedua tahun ini yaitu pada angka 5,17%. Ini adalah cerminan nyata dari resiliensi dan semangat kesatuan bangsa kita dalam menghadapi tantangan. Pencapaian ini harus kita pertahankan dan kita tingkatkan”, kata Tomy Wenas.
Lanjut dikatakan, “kegiatan pertambangan PTFI turut berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Di tahun 2022 saja, kita mampu mencatatkan angka manfaat langsung terhadap penerimaan negara sebesar US$ 3,6 miliar atau sekitar Rp 55 triliun, dalam bentuk pajak, royalti, dividen, serta pembayaran lainnya, dimana Rp 8,7 triliun diantaranya berupa manfaat langsung yang diterima Papua. Sementara, angka manfaat tidak langsung PTFI untuk Indonesia di tahun 2022 mencapai US$ 5,9 miliar atau sekitar Rp 90 triliun, dalam bentuk pembayaran gaji karyawan, pembelian dalam negeri, pengembangan masyarakat, pembangunan daerah, dan investasi dalam negeri.”
Jika dilihat selama periode tahun 1992 hingga 2022, total manfaat langsung PTFI terhadap penerimaan negara mencapai US$ 26,6 miliar atau Rp 407 triliun, dan manfaat tidak langsung PTFI mencapai US$ 59 miliar atau Rp 903 triliun. PTFI adalah salah satu perusahaan kontributor terbesar bagi perekonomian Indonesia. Hal ini dapat kita lakukan karena kerja sama harmonis antara seluruh elemen yang ada di dalam PTFI. “Kita Satu”, seperti tema yang kita tetapkan pada ulang tahun PTFI yang ke 56 tahun ini.
Lebih lanjut Tomy Wenas menegaskan, peringatan HUT Kemerdekaan RI selalu menjadi salah satu agenda utama di PTFI, setiap tahun, sejak 50 tahun silam, bahkan jauh sebelum PTFI dimiliki secara mayoritas oleh Pemerintah.
“Pada tanggal 17 Agustus 1973, bertempat di halaman Recreation Hall Tembagapura, untuk pertama kalinya kita melaksanakan upacara bendera untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Bertindak sebagai Inspektur Upacara saat itu adalah Almarhum Bapak Ali Budiardjo, Presiden Direktur pertama PT Freeport Indonesia. Dan sampai hari ini, selama puluhan tahun, peringatan Hari Kemerdekaan RI tetap kita laksanakan dengan penuh semangat. Bahkan saat Covid-19 mengganas di tahun 2020, kita tetap melaksanakan Upacara Bendera HUT Kemerdekaan RI meskipun dengan jumlah peserta minimal. HUT Kemerdekaan RI juga adalah momen kita merayakan persatuan dan keberagaman suku bangsa yang ada di dalam keluarga besar PTFI. HUT Kemerdekaan RI dirayakan di semua area kerja PTFI, baik di Tembagapura, Kuala Kencana, Jayapura, Jakarta, hingga Gresik”, urai Presdir PTFI, Tomy Wenas.
Tomy Wenas menuturkan, PTFI telah menggelar konser musik di tambang Grasberg, yang telah dicatat oleh Museum Rekor Indonesia sebagai konser musik di titik tertinggi di Indonesia. Pagelaran musik yang sama juga akan dilaksanakan pada malam ini di Ridge Camp. Tidak hanya itu, tahun ini, PTFI juga mencatatkan rekor di Guinness World Records, untuk pembentangan bendera terbesar di dunia. Bendera Merah Putih itu kini terbentang megah di lereng tambang Grasberg, sebagai pernyataan kita kepada dunia, bahwa kita cinta Indonesia, kita bangga akan tanah air, dan kita bersyukur karena kita memiliki kesempatan untuk berkarya bagi bangsa dan negara.
(Baca Juga : Bentangkan Merah Putih di Ketinggian 4.285 mdpl, PTFI Dapat Penghargaan Guiness Book of World Record)
“PTFI adalah salah satu aset bangsa yang luar biasa, yang dikelola oleh putra-putri terbaik Indonesia. Ini adalah berkat sekaligus tanggung jawab bagi kita semua. Pada bulan September tahun lalu, kita mendapatkan kehormatan dimana Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo berkenan berkunjung ke area kerja kita. Dalam kunjungan tersebut, beliau berpesan kepada saya dan kepada kita semua, untuk menjalankan kegiatan pertambangan dengan sebaik mungkin, terutama karena mengingat dampak ekonomi siginfikan yang dihasilkan dari kegiatan operasional PTFI”, tandas Tomy Wenas.
Dikatakan Tomy Wenas, “saya ingin kembali menggaungkan pesan tersebut untuk kita semua. Indonesia Maju adalah visi kita bersama sebagai bangsa, dan sebagai anak-anak bangsa di PTFI, kita memiliki kesempatan untuk berkontribusi di dalamnya. Tidak hanya bagi keberlangsungan perusahaan, namun yang lebih besar lagi, bagi kemajuan tanah air tercinta, Indonesia. Janganlah kita sia-siakan kesempatan ini.”
Ada banyak pencapaian yang kita raih bersama, di saat yang sama, ada banyak tantangan yang juga kita hadapi bersama. Mulai dari tantangan alam, tantangan keamanan, hingga tantangan dari sisi regulasi, semua kita hadapi bersama dengan kerja sama tim yang kompak. Proyek smelter tembaga baru di Gresik, Jawa Timur, juga tetap dapat kita teruskan di tengah berbagai tantangan yang menghadang. Hingga akhir bulan Juli 2022, pembangunan smelter tembaga baru kita telah mencapai kemajuan 75,28% dengan total biaya yang telah dibelanjakan mencapai US$ 2,5 miliar atau Rp 38 triliun. Ini semua adalah karya kita bersama, sebagai satu tim kerja dan sebagai satu keluarga.
“PTFI tidak hanya sebuah organisasi tempat kita bekerja, namun juga sebuah rumah tempat kita bernaung. Sebuah rumah yang di dalamnya ada satu keluarga besar yang saling menghormati, saling mengasihi, saling mengingatkan, dan saling menjaga satu sama lain. Kita Satu! We are one; one big happy family. Pada peringatan Hari Kemerdekaan ini, saya mengajak saudara semua untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berkorban demi Indonesia tercinta. Saya juga mengajak kita semua untuk mengenang jasa para pemimpin perusahaan yang telah mendahului kita, yaitu Almarhum Bapak Ali Budiardjo dan Almarhum Bapak Armando Mahler; juga mengenang 14 anggota keluarga besar PTFI yang gugur akibat aksi Kelompok Kriminal Bersenjata di area kerja PTFI”, beber Tomy Wenas.
Dalam sambutannya, Tomy Wenas menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat di sekitar wilayah tambang PTFI dan masyarakat Papua pada umumnya. Juga kepada jajaran Pemerintah Daerah, para tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat, atas seluruh dukungannya sehingga PTFI dapat terus mendedikasikan pengabdiannya kepada bangsa dan negara Indonesia.
Ucapan terima kasih juga disampaikan Tomy Wenas kepada panitia HUT ke-78 Kemerdekaan RI di lingkungan PTFI dan para petugas upacara. Terima kasih untuk upaya yang Anda berikan, sehingga kita semua dapat memperingati HUT Kemerdekaan RI pada hari ini dengan baik.
“Saya ucapkan selamat memperingati Hari Ulang Tahun ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia kepada segenap keluarga besar PTFI dimanapun berada. Mari bersama-sama, dari tanah Papua, dari rumah kita, terus kita harumkan nama Indonesia. Terus Melaju untuk Indonesia Maju! MERDEKA! Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberkati kita semua”, tandas Presdir PTFI, Tomy Wenas, mengakhiri sambutannya.
Upacara diakhiri dengan doa yang dipimpin Bashir Nurhuda selaku General Superintendent Strategic Manpower Planning.
Acara juga dimeriahkan dengan pagelaran budaya dan berlangsung dengan meriah.
*Semua foto adalah hak cipta Nabire.Net. Dilarang mengcopy foto!
[Nabire.Net/Edi Sutrisno]



















Leave a Reply