Direkomendasikan Turun Kelas Ke Tipe D Oleh Kemenkes, Dirut RSUD Nabire Akan Ajukan Keberatan

(RSUD Nabire)

(RSUD Nabire)

Nabire- Ratusan rumah sakit di tanah air diminta untuk melakukan penyesuaian kelas (turun kelas) karena dianggap tidak sesuai antara data yang dihimpun oleh Kementerian Kesehatan dengan kondisi riil di lapangan.

Hal tersebut sesuai dengan Surat Dirjen Pelayanan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI nomor HK.04.01/I/2963/2019 tentang Rekomendasi Penyesuaian Kelas Rumah Sakit Hasil Reviu Kelas Rumah Sakit.

Dalam surat tersebut, sebanyak 615 rumah sakit di seluruh Indonesia diminta turun kelas, salah satu diantaranya adalah Rumah Sakit Umum Daerah Nabire, yang direkomendasikan turun dari tipe C ke tipe D.

Sejumlah kriteria yang menentukan rekomendasi penurunan kelas oleh Kemenkes diantaranya sarana dan prasarana di rumah sakit serta tenaga kesehatan khususnya dokter.

Tanggapan Direktur RSUD Nabire, dr. Andreas Pekey Sp.PD, Terkait Rekomendasi Kemenkes

Menanggapi rekomendasi Kemenkes RI tentang penurunan kelas RSUD Nabire, Direktur RSUD Nabire, dr. Andreas Pekey Sp.PD membenarkan hal tersebut.

Menurutnya bukan hanya di Nabire saja tapi di daerah lain termasuk sejumlah rumah sakit di Papua juga mendapat rekomendasi yang sama.

Dikatakan, rekomendasi RSUD Nabire turun kelas tersebut berdasarkan penilaian Kemenkes. Namun ia menyayangkan rekomendasi tersebut tanpa ada koordinasi yang jelas dengan pihak rumah sakit, sehingga data yang masuk di Kemenkes, tidak sesuai dengan kondisi atau keadaan yang sebenarnya.

Ia mencontohkan untuk Rumah Sakit Tipe D, harus mempunyai minimal harus memiliki 4 dokter spesialis dasar yaitu 1 spesialis penyakit dalam, 1 spesialis anak, 1 spesialis kandungan dan 1 spesialis bedah.

Kemudian untuk rumah sakit Tipe C minimal harus ada 8 dokter spesialis dasar yaitu 2 spesialis penyakit dalam, 2 spesialis anak, 2 spesialis kandungan dan 2 spesialis bedah.

Sedangkan rumah sakit Tipe B, minimal harus mempunyai 12 orang dokter spesialis masing-masing 3 spesialis penyakit dalam, 3 spesialis anak, 3 spesialis kandungan dan 3 spesialis bedah.

Sementara rumah sakit Nabire sendiri sudah memiliki 10 dokter spesialis dasar masing-masing spesialis penyakit dalam 3 orang, spesialis anak 2 orang dan spesialis bedah 2 orang. Belum termasuk spesialis lainnya.

Oleh karena itu, dirinya sedang mengajukan keberatan ke Kementerian Kesehatan terkait rekomendasi yang diturunkan oleh Kemenkes.

“Saat ini kami sedang mengajukan keberatan ke Kemenkes karena diberikan waktu 30 hari untuk konfirmasi penentuan tipe. Tidak hanya tenaga dokter, tapi juga jenis pelayanan rumah sakit termasuk IGD 24 jam, peralatan medis dan lain sebagainya”, kata Andreas Pekey kepada Nabire.Net, Sabtu sore (27/07).

Kata Andreas Pekey, rumah sakit Nabire sebenarnya sudah lebih mendekati rumah sakit Tipe B, namun karena kurangnya koordinasi dan input data ke Kemenkes sehingga ada rekomendasi penurunan kelas dari Kemenkes.

Di Provinsi Papua Ada 10 Rumah Sakit Yang Turun Kelas Sesuai Rekomendasi Kemenkes

Seperti diketahui, sesuai rekomendasi Kemenkes RI, selain RSUD Nabire, ada 9 rumah sakit lainnya di Papua yang diminta turun kelas.

Kesembilan rumah sakit tersebut masing-masing 1 rumah sakit di Wamena, 2 rumah sakit di kabupaten Jayapura, 1 rumah sakit di Kepulauan Yapen, 1 rumah sakit di Biak, 1 rumah sakit di Merauke, serta 3 rumah sakit di kota Jayapura.

[Nabire.Net]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *