Tim Voli Putra Nabire Harus Mengakui Keunggulan Fakfak Di Final Turnamen Kapolda Papua

Tim voli putra Nabire (kostum merah) harus mengakui keunggulan Tim Voli Fakfak di babak Final Turnamen Voli Piala Kapolda Papua, tadi malam, Sabtu 15/6). Tim Nabire kalah dengan skor ketat 3-2 (25:22,25:17,15:9/17:29,20:25). Dengan hasil ini Tim Fakfak berhak atas Trofi Kapolda Papua, sementara Tim Voli Putra Nabire harus puas menjadi runner up. Posisi ketiga dan keempat ditempati Kabupaten Asmat dan Sorong Selatan.

Di tim putri, Kota Jayapura berhasil mengatasi Kabupaten Jayapura dengan skor 3-0 (25:11, 25:23, 29:27). Dengan demikian Kabupaten Jayapura menempati posisi kedua dan posisi ketiga dan keempat ditempati Kabupaten Deiyai dan Paniai. Kota Jayapura mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 15 juta  dan tim Kabupaten Jayapura mendapatkan uang pembinaan Rp 30 juta dan piala tetap serta kabupaten Deiyai berhak atas uang pembinaan sebesar Rp 10 juta  dan piala tetap.

Untuk tim putra Kabupaten Asmat mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 20 juta dan kedua Kabupaten Nabire mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 30 juta dan juara pertama Kabupaten Fakfak mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 50 juta dan piala tetap.

Kapolda Papua, Irjend Polisi, Tito Karnavian dalam sambutannya mengatakan Kejurda bola voly yang diselenggarakan itu adalah salah satu program kerja yang dibuat oleh Pengprov PBVSI Papua setelah resmi dilantik beberapa waktu lalu.

“Dari pertandingan selama seminggu, saya kira tidak ada kata lain yang bisa kita ucapkan satu-satunya kata yang tepat adalah luar biasa. Meskipun dengan persiapan yang sangat minim, waktu yang sangat pendek, kegiatan ini dapat kita lakukan dengan baik,” ungkap Karnavian yang juga Ketua Pengprov PBVSI Papua.

Dia menilai antusias peserta dari 33 Kabupaten dari dua provinsi yakni  Papua dan Papua Barat dan juga antusias supporter yang begitu banyak dari berbagai wilayah, sebagai pertanda hal ini menunjukkan hal yang luar biasa.

“Lebih dari itu prestasi yang dihasilkan berkualitas semua. Hampir selama satu minggu, GOR ini penuh dan membludak sampai diluar orang tidak bisa nonton. Ini menunjukkan antusiasme. Kalau kita lihat potensi bola voly, dari kualitas pertandingan sangat luar biasa,” ujar orang nomor satu di Polda Papua itu.

Dari dua konstentan final antara Nabire dan Fakfak kata Kapolda kualitas mereka bisa disejajarkan dengan kelas nasional yang ada di Papua Jayapura. “Kita harapkan Papua bangkit di bidang olahraga. Semua komponen di Papua harus mendukung. Kita harapkan voly bisa tampil, bukan hanya Persipura saja,” ujar Karnavian.

Selain juara dari Kabupaten, panitia juga mendaulat pemain terbaik spiker putra atas nama Aser Rumahena dari Kabupaten Fakfak. Dan untuk putri didaulat kepada Reiske dari Kota Jayapura. Untuk blocker terbaik putra didaulat Fransiskus Aipas dari Kabupaten Asmat.  Untuk blocker terbaik putri didaulat kepada Ance Tebay dari Kabupaten Deiyai.

Sementara untuk server terbaik putra didaulat kepada Anshori dari Kabupaten Nabire dan serger terbaik putri didaulat kepada Magda Wafumilena dari Kota Jayapura. Liner Yeswan dari Sorong Selatan didaulat sebagai  Libero terbaik dan untuk putri didaulat kepada Eva Fele dari Kabupaten Jayapura. Dan untuk toser terbaik putra dan putri masing-masing kepada Oky Latulawar dari Fakfak dan Kiki Intan Pratiwi dari Kota Jayapura.

Khusus untuk juara voly pasir putri dimenangkan oleh Kabupaten Jayapura dan berhak atas piala tetap dan uang pembinaan Rp 15 juta, dan tempat kedua dan ketiga masing-masing Kota Jayapura dan Kabupaten Merauke, mendapatkan piala tetap dan uang pembinaan masing-masing sebesar Rp 10 juta dan Rp 7,5 juta.

Dan untuk putra voly pasir, juara pertama Kabupaten Mappi,  dan tempat kedua Kota Jayapura dan tempat ketiga Pegunungan Bintang juga mendapat hadiah uang dan tropy yang sama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *