Tim Buser Polres Nabire Ringkus Pembunuh Siswi SMA YPPK Sion Samabusa Nabire

Tim Buser Polres Nabire, berhasil melumpuhkan AW (23 tahun), yang adalah pelaku pembunuhan siswi pelajar kelas XII SMA YPPK Sion Samabusa Nabire, Nur Aisyah (17 tahun). AW diringkus di jalan Brawijaya Kotalama Nabire.

AW ditembak di betis kanannya saat mencoba melarikan diri dari Tim Buser saat akan diajak untuk mengidentifikasi TKP di Tanjung Boratei Kimi Nabire.

Kapolres Nabire, AKBP. Tagor Hutapea, S.Ik., M.Si melalui Kasat Reskrim Polres Nabire, Widy Setiawan, S.Ik, membenarkan adanya penangkapan terhadap AW (23) yang merupakan otak sekaligus pelaku pembunuhan korban Nur Aisya (17), yang bertempat tinggal di Kampung Samabusa Distrik Teluk Kimi.  Kata dirinya, sesuai hasil penyelidikan dan saat ini, pelaku pembunuhan telah mendekam di jeruji besi Polres Nabire.

Terungkapnya kasus tersebut berawal dari ditemukannya mayat korban di sekitar Tanjung Boratei Kampung Kimi pada tanggal 31 Januari 2014 pukul 13.00 Wit, oleh Saksi EK (21) dan DW (44). Saat ditemukan oleh saksi EK (21) mayat korban sudah dalam keadaan membusuk dan telah terlihat tulang rangka korban. Pada saat ditemukan korban menggunakan pakaian berwarna merah, celana panjang berwarna merah dan kalung besi putih yang masih melingkar dileher korban.

Setelah saksi EK dan DW melihat korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dan membusuk, saksi langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak Kepolisian. Dalam waktu tidak berselang lama, Satuan Reskrim Polres Nabire langsung mendatangi TKP dan melakukan olah TKP dan melakukan penyelidikan mendalam terhadap kematian korban. Dengan ditemukannya mayat tersebut, dari pihak keluarga korban langsung melaporkan kepada pihak terkait tentang hilangnya korban sejak tanggal 12 Januari 2014. Dan setelah diidentifikasi, benar bahwa korban tersebut adalah Nur Aisya.

Kata Setiawan, berdasarkan hasil penyelidikan selama hampir 1 bulan, akhirnya pihak Polres Nabire melalui Satuan Reskrim Polres Nabire berhasil mengungkap kasus pembunuhan terhadap Nur Aisya. Keberhasilan terungkapnya kasus tersebut, berdasarkan hasil keterangan dari beberapa saksi. Termasuk teman-teman korban yang telah dimintai keterangan oleh Satuan Reskrim Polres Nabire.

“Setelah AW (23) ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan terhadap korban Nur Aisya, akhirnya tersangka yang juga merupakan pelaku pembunuhan, berhasil diringkus Satuan Reskrim Polres Nabire, Selasa (25/2) bertempat di Jalan Brawijaya Kotalama Distrik Nabire, pukul 15.00 Wit. Setelah pelaku AW (23) berhasil diringkus oleh Sat. Reskrim Polres Nabire, pelaku langsung dibawa ke TKP, untuk menunjukkan barang bukti dan bukti-bukti lainnya yang disembunyikan oleh pelaku,” tuturnya.

Setelah sampai di TKP, lanjut Kasat Reskrim Polres Nabire, AKP. Widy Setiawan,S.Ik, ternyata pelaku langsung berteriak histeris ketakutan, karena mungkin mengingat perbuatan tersangka terhadap korban. Bahkan pelaku AW (23) sempat berhasil lari dan ingin kabur dari TKP, sehingga pelaku terpaksa harus dilumpuhkan dengan timah panas oleh Polisi.

Akibat perbuatan tersangka, akhirnya AW (23) harus digotong pihak kepolisian ke RSUD Nabire untuk melakukan perawatan medis, akibat luka tembak yang dialaminya.

Kata Kasat, sesuai dengan hasil penulusuran dan hasil investigasi, serta kerena dari tersangka, bahwa AW (23) melakukan pembunuhan terhadap korban karena sakit hati terhadap korban yang juga merupakan pacar tersangka. Korban sudah tidak lagi ingin berhubungan dengan tersangka. Dengan alasan sudah mempunyai kekasih yang lain, yang menurut keterangan tersangka AW (23) dalam waktu dekat korban ingin menikah dengan pria tersebut.

“Keterangan tersangka AW (23), bahwa dirinya tega menghilangkan nyawa korban dengan cara mencekik korban dengan kedua tangannya hingga tewas. Setelah itu, tersangka AW (23) menggunakan sweater yang dikenakan korban lalu mengikatnya dileher, dengan alasan, agar korban mudah dipindahkan oleh tersangka ke tempat atau lokasi korban ditemukan. Korban ditemukan tewas dalam kondisi terikat dengan sweater yang dipakinya di bawah salah satu pohon yang sudah tumbang,” ujarnya.

Dari kejadian tersebut, Satuan Reskrim Polres Nabire berhasil mengamankan beberapa barang bukti. Diantaranya, 1 unit sepeda motor Yamaha Mio Soul GT berwarna putih milik korban, 1 buah helm, 1 buah celana panjang berwarna merah, 1 buah sweater milik korban dan 1 buah sandal milik korban. Dan pada saat ditemukan, kondisi korban sudah hampir tidak dikenali lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *