Tiga Kota Di Papua Tengah Akan Gelar Aksi Damai Senin 26 Agustus 2019

(Aksi mengecam tindakan rasisme)

Nabire – Warga Papua yang tergabung dalam Solidaritas Anti Rasisme berencana akan melakukan aksi mengecam tindakan rasisme yang terjadi pada mahasiswa Papua di Jawa.

Aksi ini direncanakan akan digelar serentak di 3 kota masing-masing Dogiyai, Paniai dan Deiyai, pada hari senin pagi 26 Agustus 2019.

Di Dogiyai, titik kumpul aksi dipusatkan di lapangan Theo Makai Dogiyai. Di Paniai, titik kumpul aksi akan dipusatkan di lapangan Karel Gobai. Sementara di Deiyai, titik kumpul aksi bertempat di lapangan sepakbola Thomas Adii.

Aksi damai ini sendiri direncanakan akan dimulai pukul 08.00 waktu setempat hingga selesai. Dari titik kumpul, peserta aksi akan menuju Kantor DPRD di masing-masing kota untuk menyuarakan tuntutannya.



Saat menanyakan perihal rencana aksi damai kepada Kapolres Nabire yang wilayah kerjanya juga termasuk di kabupaten Dogiyai, Kapolres AKBP Sonny Nugroho S.IK berharap kepada para peserta aksi untuk melaksanakan aksinya dengan tertib dan damai.

Melalui sambungan telepon, Kapolres Nabire menjelaskan kepada Nabire.Net bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan koordinator aksi di Dogiyai, dan mereka menjamin bahwa aksi damai yang akan dilaksanakan di Dogiyai akan berjalan dengan tertib dan damai.

Kapolres Nabire dan Dandim 1705/Paniai berencana akan berada di kabupaten Dogiyai pada hari senin (26/08) untuk memantau sekaligus mengamankan jalannya aksi damai ini.

Sementara saat meminta keterangan dari Kapolres Paniai, AKBP Wakhid Utomo terkait rencana aksi di Paniai dan Deiyai, hingga saat ini Nabire.Net belum mendapatkan jawaban.

Sebelumnya aksi anti rasisme yang sama telah dilakukan di Nabire selama dua kali yakni di tanggal 20 Agustus dan 22 Agustus 2019.

(Baca Juga : Aksi Damai Di Kantor DPRD Nabire Berakhir)

Aksi dengan tuntutan yang sama di kabupaten Nabire tersebut berjalan dengan tertib hingga selesai. Aspirasi aksi sendiri telah dibawa oleh perwakilan DPRD Nabire ke Jayapura.

Dan direncanakan pada hari senin (26/08), tuntutan aspirasi rakyat Papua akan disampaikan oleh Gubernur Papua, Lukas Enembe kepada Presiden Jokowi.

[Nabire.Net]



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *