Tersangka Kasus Korupsi PU, Mantan Kabid Pengairan PU Kabupaten Nabire

Tersangka Mantan Kabid Pengairan Dinas Pekerjaan Umum (PU)  Kabupaten Nabire inisial  SB  yang  terlibat  kasus  dugaan   korupsi  pekerjaan  normalisasi dan pemasangan bronjong Sungai Wanggar di  Kabupaten Nabire  tahun 2009 senilai Rp 6 Miliar,  akhirnya  diserahkan ke Kejaksaan Negeri  (Kejari)  Nabire,  Senin (22/4) setelah dinyatakan lengkap atau P21.

“Kasus  dugaan korupsi  mantan Kabid  PU  Nabire  ini pernah dinyatakan P 19 oleh JPU, karena belum dinyatakan lengkap. Kemudian pada 6 Maret lalu, penyidik melakukan P21 dan menahan tersangkanya  pada 3 April lalu, guna  proses hukum selanjutnya,” tukas  Kabid Humas Polda Papua  Kombes Pol I Gede Sumerta Jaya, SIK ketika  dikonfirmasi diruang  kerjanya, Selasa (23/4).

Dikatakan,  SB  tersangka tungggal, karena mitranya  Direktur  PT. Paradiso Pakarindo yang tak disebutkan identitasnya, karena   telah meninggal dunia.

Dia menegaskan,   penetapan tersangka oleh penyidik  Kejari Nabire, menyusul hasil  audit  BPKP dugaan penyalahgunaan wewenang  ketika   yang  bersangkutan  bertindak selaku Kuasa Pengunaan Anggaran (KPA) pada proyek pekerjaan normalisasi dan pemasangan  bronjong Sungai Wanggar, sehingga  proyek tak berjalan dan negara  menderita  kerugiaan Rp 5.984.738.787.600.

I Gede menegaskan,   tersangka selaku KPA diduga telah menyalahgunakan wewenang dengan cara tak melakukan pengawasan  terhadap kontrarktor PT. Paradiso Pakarindo yang bekerja tak sesuai  bestek. Akibatnya,  proyek tersebut tak mencapai 100 %.

I Gede menjelaskan, tersangka SB  dijerat   pasal 2, pasal 3 dan pasal 9 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambahkan dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dengan ancaman  pidana minimal 4 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *