Sudah Setahun ULP Tak Cair, Guru SMA/SMK Gelar Aksi Demo Di Nabire

Nabire – Buntut belum dibayarkannya Uang Lauk Pauk sejak Januari 2018 hingga saat ini, ratusan guru SMA/SMK di kabupaten Nabire, menggelar aksi demo di Kantor Bupati Nabire, Kamis (14/02).

Massa guru terlebih dulu berkumpul di Kantor Dinas Pendidikan Nabire, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Kantor Bupati Nabire, dikawal oleh pihak Kepolisian dari Polres Nabire.

Massa guru diterima oleh Sekda Nabire, Drs. I Wayan Mintaya, Sekretaris Dinas Pendidikan Nabire, Victor Tebay, serta Richard Kahubung selaku Kabid Pembelanjaan BPKAD Nabire.

Dihadapan Sekda serta Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kabid Pembelanjaan Nabire, para guru SMA/SMK se-Nabire menuntut hak mereka yang sampai saat ini belum dibayarkan.

Para guru mengecam, jika hak tersebut tak dibayarkan maka mereka tidak ingin disalahkan jika mereka melakukan mogok kerja.

Massa guru juga meminta kepada pemprov dan pemkab bisa segera mengambil keputusan terkait hal ini, dan jangan dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut hak hidup orang banyak.

Menanggapi tuntutan para guru, Sekda Nabire, Drs. I Wayan Mintaya menyampaikan bahwa hal ini akan didiskusikan dengan Bupati Nabire dan Pemprov Papua untuk mencari jalan keluar pembayaran ULP para guru.

Seperti diketahui, sejak statusnya dialihkan dari kabupaten/kota ke Provinsi, para guru SMA/SMK di Papua terkendala dalam hal pembayaran gaji dan Uang Lauk Pauk (ULP), demikian halnya juga di kabupaten Nabire. Jika persoalan gaji sudah teratasi, tidak demikian dengan Uang Lauk Pauk.

(Baca Juga : Guru SMA/SMK Di Nabire Mengeluh Sudah Setahun ULP Tak Cair, Pencairan ULP Menunggu Dana Otsus 2019 Tersedia)

Polemik pembayaran ULP sendiri bukan hanya terjadi di Nabire, tapi juga di beberapa kabupaten lain di Papua, pasca beralihnya tanggung jawab pembayaran gaji dari kabupaten ke Provinsi.

Namun persoalan ini sudah menemui titik terang. Dinas Pendidikan Provinsi Papua sudah memberikan lampu hijau akan membayarkan ULP kepada para guru SMA/SMK di 6 kabupaten/kota se-Papua.

Keenam kabupaten/kota se-Papua tersebut masing-masing kabupaten Nabire, Jayapura, Mimika, Yapen, Waropen, Yalimo dan kota Jayapura.

Hal itu dipastikan oleh Elias Wonda S.Pd MH, selaku Kadis Pendidikan Provinsi Papua, saat menggelar pertemuan dengan Komisi C DPRD Jayapura, 25 Januari 2019 lalu.

Menurut penjelasan Elias Wonda S.Pd MH, seperti dilansir Nabire.Net dari media Cepos, pembayaran ULP kepada guru SMA/SMK di 6 kabupaten/kota tersebut, dananya bersumber dari dana Otsus tahun 2019.

Namun pembayarannya menunggu ketersediaan dana otsus 2019 terlebih dahulu, sehingga pihak Dinas Pendidikan Provinsi Papua belum dapat memastikan kapan ULP para guru SMA/SMK di 6 kabupaten/kota tersebut cair.

Sedangkan untuk kabupaten lainnya diluar 6 kabupaten/kota yang dimaksud, ULP-nya sudah dibayarkan menggunakan APBD 2018.

[Nabire.Net/R.L]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *