Sudah Dilimpahkan Ke Pengadilan Negeri Nabire, 21 WNA Ilegal Mulai Disidang 15 Oktober 2018

Kantor Kejaksaan Negeri Nabire resmi telah melimpahkan perkara 21 Warga Negara Asing (WNA) yang bekerja secara ilegal di beberapa perusahaan tambang di Nabire ke Pengadilan Negeri Nabire, selasa (09/10).

Pelimpahan perkara tersebut dilakukan setelah penuntut umum menyatakan berkas perkara sudah memenuhi persyaratan untuk dapat dilimpahkan ke Pengadilan.

Ke -21 WNA tersebut diberikan waktu penahanan di penuntut umum selama 20 hari sejak 27 September 2018 setelah penyidikannya diserahkan oleh Kantor Imigrasi Timika.

Selanjutnya di Pengadilan Negeri Nabire, waktu penahanannya diperpanjang paling lama 30 hari untuk proses persidangan.

Jika penahanan hakim 30 hari akan habis maka akan diperpanjang oleh Ketua Pengadilan Negeri Nabire selama 60 hari terhitung sejak habisnya penahanan hakim, dengan catatan kalau Majelis Hakim mengganggap perkara tersebut dibutuhkan untuk diperpanjang.

Sementara jadwal persidangan ke -21 WNA asal China, Korea dan Jepang tersebut direncanakan akan dilaksanakan pada hari senin (15/10) dengan acara persidangan pertama berupa pembacaan surat dakwaan oleh penuntut umum.

Para tersangka terancam pasal 122 huruf A UU no 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian yakni penyalahgunaan izin tinggal dengan melakukan kegiatan bekerja dengan ancaman hukuman penjara maksimal 5 tahun.

Sementara itu, Kasi Pidum Kejari Nabire, Arnolda Awom SH menjelaskan kepada Nabire.Net (05/10) bahwa ke -21 WNA tersebut akan menjalani tahanannya di Nabire. Namun jika di kemudian hari ada permintaan dari pihak kedutaan mereka terkait pemindahan tempat penahanan mereka, tidak menutup kemungkinan mereka bisa dipindahkan.

Seperti diketahui, ke -21 WNA tersebut menyalahgunakan visanya sebagaimana diatur dalam Pasal 122 huruf a UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Adapun tersangka terdiri dari 4 (empat) warga negara Jepang dengan inisial (TH, KI, YT, HK), 1 (satu) warga negara Korea Selatan dengan inisial (GSY), dan 16 (enam belas) orang warga Negara Tiongkok dengan inisial (TG, LY, WJ, LY, LS, LC, WJ, OW, GX, WX, YE, LX, ZS, WY, MJ, HY).

Puluhan WNA Tiongkok tersebut bekerja pada dua lokasi perusahaan tambang emas rakyat. Ada yang bertugas mengoperasikan alat berat, sopir truk, operator peralatan untuk pemurnian emas. Bahkan ada satu perempuan bertugas sebagai juru masak dan dua orang bertugas sebagai penerjemah bahasa.

Dua lokasi pertambangan emas rakyat di wilayah Lagari, Nabire tersebut juga diketahui menjalin kerja sama usaha dengan 12 perusahaan tambang.

Keberadaan puluhan WNA Tiongkok yang bekerja sebagai buruh di dua perusahaan tambang emas rakyat di Lagari, Nabire diduga melanggar aturan keimigrasian lantaran mereka menggunakan visa kunjungan sebagai wisatawan untuk bekerja.

[Nabire.Net]


Silahkan Komentar

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] monkey emoticons by andreasandre Modified from nartzco source code.