STAK Nabire Hadir Untuk Menjawab Kebutuhan Guru Agama Kristen

1

Untuk mencoba menjawab tantangan pemenuhan guru-guru khususnya di pendidikan agama Kristen, hadir Sekolah Tinggi Agama Kristen (STAK) di Nabire yang didalamnya terdapat beberapa jurusan, diantaranya, Jurusan Teologi (S-1 dan S-2), Jurusan Kepemimpinan Kriten (S-1 dan S-2) serta Pendidikan Agama Kristen (PAK) (S-1 dan S-2). Sekolah ini juga telah diakreditasi dengan nomor BAN-PT No.004/BAN-PT-AK-SI/IV/2012. jo rekomendasi Bupati Nabire No.420/516 SET dan bekerja sama dengan STT IKAT Jakarta yang dikelola oleh Yayasan B.W Sumilat yang belamat di Kelurahan Karang Mulia, Nabire.

“Sebuah komitmen yang dibuat pihak yayasan dan sekolah bahwa dengan kehadiran STAK ini akan menjadi pendidikan Tinggi Kristen yang unggul dalam ilmu, iman dan pengabdian dalam membangun teologi, pendidikan kristen dan kepemimpinan. Dimana para guru yang akan diorbitkan nantinya akan membimbing, melatih dan membentuk, mengembangkan dan melengkapi, para peserta didik dalam kuasa roh kudus agar menjadi pemimpin yang takut Tuhan,”ujar Ketua STAK IKAT Jakarta Dr. Mr Lumintang, M.BA, M.Th, pada kuliah perdana, Jumat (8/8) kemarin.

Dalam kuliah perdananya, ia juga menyampaikan untuk membuat orang menjadi pintar adalah hal yang luar biasa dan itu hanya ada di sekolah. Sehingga sekolah itu dinamakan sumber mata air yang dapat dipancarkan oleh para dosen untuk ditimba oleh mahasiswa dan dibagikan kepada yang membutuhkan.

“Para guru atau dosen bisa membuat orang itu menjadi orang yang hebat. Di dunia tidak ada yang bodoh karena Tuhan telah memberikan hikmat, marifat, dan disetiap manusia itu sama. Tetapi yang persoalannya adalah soal malas. Seperti yang dikatakan dalam Amsal 18:9 berkata orang yang bermalas-malas dalam pekerjaannya sudah menjadi sahabat si perusak,”ucapnya.

Dikatakan, kalau manusia ingin maju maka standarnya ialah Alkitab dan itu harus di ekspresikan dan itu jadikan suatu ilmu. “Tidak hanya orang Nabire, kita berupaya buat orang Papua ini pintar semua. Terlebih kita mulai dari STAK ini dengan menyiapkan tenaga-tenaga yang terampil, dan yang siap merubah wajah tanah Papua,” ujar Lumintang.

Karena itu dirinya berharap agar kedepannya STAK ini selalu berkembang dari waktu ke waktu untuk menciptakan sarjana-sarjana yang berkualitas unggul, terampil dan profesional di Nabire. Serta Nabire dijadikan sebuah contoh dari daerah-daerah yang lain sebagai daerah pendidikan di Papua ini.

Sementara itu, menurut Ketua Sekolah Pdt Dr. Yance Nawipa, M.Th, mengatakan, setiap manusia harus belajar dari orang yang sudah berhasil dan sudah mempunyai visi yang jelas. “Setelah kita belajar, setelah kita mengerti barulah kita mengolah semua taman eden yang Tuhan tempatkan di Tanah Papua,”tuturnya.

Dirinya berujar bahwa di papua sejumlah sekolah baik di pedalaman mapun pesisir terdapat kekurangan guru. Karena itu STAK akan mencoba menjawab persoalan ini, sembari berharap adanya dukungan Gereja, Pemerintah, lembaga-lembaga masyarakat.

“Saya yakin dan percaya bahwa STAK mempersiapkan sarjana-sarjana takut Tuhan karena Tuhan punya rencana yang baik bagi tanah ini yang sudah diberkati.

(BP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *