Setelah Diperjuangkan, RSUD Nabire Batal Turun Tipe

(Dirut RSUD Nabire, dr. Andreas Pekey Sp.PD)

Nabire – Beberapa waktu lalu, ratusan rumah sakit di tanah air diminta untuk melakukan penyesuaian kelas (turun kelas) karena dianggap tidak sesuai antara data yang dihimpun oleh Kementerian Kesehatan dengan kondisi riil di lapangan.

Hal tersebut sesuai dengan Surat Dirjen Pelayanan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI nomor HK.04.01/I/2963/2019 tentang Rekomendasi Penyesuaian Kelas Rumah Sakit Hasil Reviu Kelas Rumah Sakit.

Dalam surat tersebut, sebanyak 615 rumah sakit di seluruh Indonesia diminta turun kelas, salah satu diantaranya adalah Rumah Sakit Umum Daerah Nabire, yang direkomendasikan turun dari tipe C ke tipe D.

Sejumlah kriteria yang menentukan rekomendasi penurunan kelas oleh Kemenkes diantaranya sarana dan prasarana di rumah sakit serta tenaga kesehatan khususnya dokter.

Menanggapi hal tersebut, Direktur RSUD Nabire, dr. Andreas Pekey Sp.PD saat itu kepada Nabire.Net menjelaskan bahwa rekomendasi tersebut tanpa ada koordinasi yang jelas dengan pihak RSUD Nabire, sehingga data yang masuk di Kemenkes tidak sesuai dengan kondisi riil.

(Baca Juga : Direkomendasikan Turun Kelas Ke Tipe D Oleh Kemenkes, Dirut RSUD Nabire Akan Ajukan Keberatan)

Oleh karena itu, RSUD Nabire langsung mengajukan keberatan ke Kementerian Kesehatan terkait rekomendasi yang diturunkan oleh Kemenkes.



Akhirnya RSUD Nabire Batal Turun Tipe

Setelah diverifikasi oleh Dirjen Yankes Kemenkes, pada tanggal 28 Agustus 2019, ditetapkan RSUD Nabire tidak jadi turun ke tipe D, atau tetap di tipe C seperti sebelumnya.

Keputusan tersebut sesuai Surat Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes tanggal 28 Agustus 2019 dgn nomor Yr.05.01/III/3787/2019.

Hal itu disampaikan Dirut RSUD Nabire, dr. Andreas Pekey Sp.PD, kepada Nabire.Net, minggu (15/09).

Dijelaskan dr. Andreas, dari 601 Rumah Sakit di seluruh Indonesia yang diturunkan tipenya pada review pertama, termasuk RSUD Nabire, hanya tersisa 194 RSUD yang tetap diturunkan tipenya. Sementara sisanya termasuk RSUD Nabire tidak jadi diturunkan.

Hal itu patut disyukuri ungkap dr. Andreas Pekey. Tentunya diharapkan RSUD Nabire kedepannya justru bisa naik ke Tipe B, sehingga pelayanan kesehatan kepada warga Nabire semakin optimal.

Andreas menjelaskan bahwa rekomendasi penyesuaian kelas dari Kemenkes terhadap RSUD Nabire untuk turun ke tipe D diakibatkan data SDM dan Data Aplikasi Sarana Prasarana Kesehatan (ASPAK) RSUD Nabire rendah (kurang).

(Baca Juga : Keberatan RSUD Nabire Terkait Turun Kelas Akan Dijawab Kemenkes Akhir Agustus)

Lanjut Andreas, pihak RSUD Nabire sangat berusaha untuk mempertahankan tipe RSUD di tipe C, dan diupayakan untuk naik ke tipe B, karena kalau tipenya turun maka ketersediaan dokter spesialis akan terbatas sehingga secara langsung berdampak pada pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Saya kasih contoh, rencana pengembangan Unit Hemodialisa (Cuci Darah), pengembangan tersebut akan menjadi terhambat jika RSUD Nabire turun ke tipe D”, imbuhnya.

[Nabire.Net]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *