Serda Rikson Edi, Anggota TNI Yang Meninggal Di Deiyai Akan Dievakuasi Ke Nabire

(Ini Serda Rikson yang menjadi korban ricuh Deiyai/Sumber Foto Papua Movement)

Nabire – Anggota TNI korban meninggal akibat ricuh di kabupaten Deiyai, Papua, Rabu (28/08), diketahui bernama Serda Rikson Edi. Almarhum akan dievakuasi dari Deiyai ke Nabire.

Berdasarkan informasi dari Kapendam Cendrawasih, Letkol CPL. Eko Daryanto, korban akan dievakuasi ke Nabire melewati jalan darat.

Diketahui, Serda Rikson merupakan anggota TNI dari satuan Kodam II Sriwijaya. Sementara 5 anggota TNI/Polri lainnya mengalami luka-luka.

Sedangkan korban dari warga sipil yang dinyatakan meninggal sebanyak 2 orang, namun hingga saat ini belum diketahui nama-nama korban. Selain itu belum diketahui juga jumlah korban luka dari masyarakat.

Satu korban dari warga sipil meninggal karena terkena tembakan di kaki dan meninggal di RSUD Enarotali Paniai, sedangkan 1 korban lagi meninggal karena terkena panah di perut saat berada di halaman Kantor Bupati Deiyai, kemudian dievakuasi ke RSUD Enarotali.

Hingga saat ini Nabire.Net juga kesulitan menghubungi sejumlah pihak di Deiyai untuk mencari tahu pasti jumlah korban dari warga sipil.

Kronologis Kejadian Sesuai Keterangan Kabid Humas Polda Papua

Berdasarkan keterangan Kabid Humas Polda Papua, aksi unjuk rasa ini diikuti kurang lebih 100 orang sekitar pukul 13.00 Wit di halaman Kantor Bupati Deiyai.

(Baca Juga : Kabid Humas Polda Papua : 1 Anggota TNI Meninggal, 2 Warga Meninggal, 4 Aparat Terluka)

Setelah 1 jam melakukan orasi, situasi masih terkendali sembari menunggu kehadiran Bupati Deiyai. Kemudian pada pukul 14.00 WIT, tiba-tiba massa lain dalam jumlah banyak datang dengan senjata tajam berupa panah, tombak dan parang lalu bergabung dengan pendemo yang sudah ada sebelumnya sambil menari Waita (Tarian adat perang) dan melakukan pelemparan batu kepada aparat yang sedang melaksanakan pengamanan serta memprovokasi dengan teriakan-teriakan, namun anggota yang melaksanakan pengamanan tidak terprovokasi.



Tiba-tiba massa melakukan penyerangan dan penganiayaan kepada anggota TNI yang berada di Mobil Kijang super di samping kantor Bupati Deiyai, maka pada saat itu juga anggota yang sedang melaksanakan pengamanan berupaya untuk menghentikan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh massa, namun terjadi perlawanan secara membabi buta dengan menggunakan alat tajam yang sudah dibawa sebelumnya. Kemudian massa memanah dan melempar batu anggota yang sedang melaksankan pengamanan di halaman kantor Bupati Deiyai bahkan terdengar suara tembakan dari arah massa, sehingga anggota membalas tembakan massa yang menyerang anggota TNI dan Polri.

(Baca Juga : Aksi Di Deiyai Papua Ricuh, Ini Keterangan Kapendam Cendrawasih)

Saat ini situasi di Kabupaten Deiyai sudah aman dan kondusif, Bupati dan Forkopimda Deiyai sedang melaksanakan rapat untuk menghimbau massa agar tidak melakukan aksi anarkis pasca unjuk rasa hari ini.

[Nabire.Net]



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *