Semoga Kasus Pelanggaran HAM Di Papua Bisa Dituntaskan

Untitled-1

(Foto.Pembakaran Mapolsek Sugapa & penembakan seorang pelajar di Sugapa Intan Jaya Papua (atas), jenazah korban penembakan kelompok bersenjata di Lanny Jaya Papua)

Pasca penembakan terhadap salah seorang anak Kepala Suku, Otianus Sondegau (15) oleh Brimob, dan dibakarnya Mapolres Sugapa oleh massa pada tanggal 27 agustus 2016 di Sugapa Intan Jaya, situasi keamanan di kabupaten Intan Jaya kondusif.

Hal tersebut ditegaskan Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw, senin (29/07). Ditegaskan pihaknya yang diwakili Wakapolda Papua, Brigjen Pol Rudolf Rodja, bersama Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni akan menggelar pertemuan dengan warga masyarakat setempat.

Hingga berita ini diturunkan, Nabire.Net belum mendapatkan kabar hasil pertemuan antara Polda Papua dengan Bupati Intan Jaya dan warga setempat.

Berbagai pihak sendiri telah meminta agar kasus ini segera diselesaikan, dan pelaku penembakan (Brimob) agar segera diproses.

Seperti yang disuarakan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai yang meminta aparat kepolisian segera menuntaskan kasus ini.

Demikian halnya dengan Majelis Rakyat Papua yang senin tadi (29/07) telah mengadakan pertemuan dan berencana akan mengecek langsung tempat kejadian di Sugapa Intan Jaya, selasa esok (30/07).

Sementara mahasiswa asal Papua juga meminta pertanggungjawaban dari Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni yang mendatangkan Brimob dari Biak ke Intan Jaya.

Tapi sebentar, kemana kabar tentang kasus penembakan yang menewaskan salah seorang operator alat berat milik PT Asjaya, Simon Tarukbabu (36) di Kabupaten Lanny Jaya, Senin (22/8) lalu ?

Ramai diberitakan di media massa, kasus yang terjadi ‘hanya’ tujuh hari yang lalu seperti tenggelam ditelan bumi.

Kasus penembakan yang memakan satu korban jiwa ini menambah daftar kelam kasus serupa yang juga terjadi di Papua, dimana masyarakat sipil yang sedang bekerja mencari nafkah mendapat serangan dari kelompok bersenjata.

Namun kita berharap bersama, semoga kasus kekerasan di Papua baik oleh aparat kepada warga sipil, maupun kelompok bersenjata kepada warga sipil, bisa segera dituntaskan tanpa memandang status, sehingga semua pihak mendapatkan keadilan, baik kepada keluarga korban penembakan di Sugapa Intan Jaya, maupun keluarga korban penembakan di Lanny Jaya Papua.

[Nabire.Net]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *