Semaraknya Peringatan HUT GIDI Ke 51 Di Nabire

Ibadah Syukur Memperingati Hari Ulang Tahun Gereja Injil Di Indonesia (GIDI) di klasis Nabire, yang dilaksanakan dalam suatu bentuk Ibadah syukuran di gedung gereja Jemaat Immanuel stadion siriwini pada hari Rabu, tanggal 12 februari 2014 dengan dihadiri kurang lebih 2890 jiwa yang terdiri dari Bupati kabupaten Nabire, para Muspida, tokoh-tokoh adat, Pimpinan denominasi gereja lainnya serta anggota jemaat se-kota nabire, acarapun berlangsung dengan khidmat.

Acara tersebut diawali dengan pembacaan sejarah gereja oleh Pdt. David Mosip, S.Th selaku ketua klasis, yang dimulai dengan cikal bakal berdirinya gidi terbentuk pada tahun 1963 di bokondini yang sekarang disebut tolikara oleh tiga badan misi yaitu APCM, RBMU Internasional, dan UFM Internasional. Berawal dari nama Gereja Injil Irian Barat (GIIB) karena adanya perubahan nama irian barat menjadi irian jaya maka dirubah lagi menjadi Gereja Injil Irian Jaya (GIIJ) kemudian melalui sidang raya sinode GIIJ yang ke XIII (13), selanjutnya pada bulan Juni tahun 1988 bertempat di karubaga status gereja dirubah lagi menjadi gereja injil di Indonesia (GIDI) hinggah sekarang, alasannya karena pelayanan gereja telah menjangkau pulau-pulau di nusantara hinggah mencapai usia ke-51 tahun, dan ada 966 GIDI yang juga sudah ada di Australia, PNG, dan yerusalem terdiri dari 8 wilayah dan 47 klasis.

Pada kesempatan ini juga ibadah berlangsung dengan refleksi singkat yang disampaikan oleh Pdt. Jhon Imbiri S.Th., dalam matius 28 : 16 – 20 dengan thema gereja yang menabur Injil (kisah pararasul 1 : 28), dalam kotbahnya ada tiga hal penting yang harus di lakukan yaitu yang pertama penyerahan diri secara total kepada Tuhan (pasal 16-18) , kedua bertindak untuk pergi memberitakan injil (ayat 19), ketiga bekerja keras untuk melayani dihadapan Tuhan (ayat 20) pada akhir dari refleksinya di katakan bahwa jika kita tidak memberitakan injil maka tugas kita adalah berdoa bagi para penginjil, berikan upah kepada Penginjil, bekerja keras diladang Tuhan, melalui itu juga kita bersama-sama berdoa dengan sungguh-sungguh untuk pelayanan Tuhan maka Upah kita luar biasa.

GIDI harus berdiri tegak dalam satu hati satu iman dengan mengenang kisa-kisa sejarah kedepan 100 tahun gereja GIDI nantinya dierah Globalisasi pada akhirnya dikatakan bahwa jangan pernah sakiti orang tetapi tunjukkan senyummu untuk semua orang demikian sambutan dari Ketua Presiden GIDI yang dibacakan oleh Pdt. Darman Wandedrauw.

Selanjutnya sambutan Bupati kabupaten Nabire yang disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama, Reki Lumentah S.pd.K bahwa dengan jumlah yang semakin banyak dan diimani selalu bangkit untuk menerangi jiwa bagi kristus (matius 5 : 13 – 16 ) yakni menjadi garam dan terang bagi pribadi, keluarga, masyarakat, pemerintah, bangsa dan Negara. Dalam kesempatan ini kepala kantor mengharapkan kepada seluruh umat DIGI bahwa iman yang baik apapun profesi kita, mari kita sukseskan visi dan misi kabupaten Nabire dari talenta sesuai thema kita miliki untuk memuliakan Tuhan.

Pada penghujung acara di adakan pemotongan kue ulang tahun yang ke- 51 yang kemudian kue ulang tahun dibagikan kepada 10 orang perwakilan masing-masing pengurus jemaat dan para muspida, setelah ibadah dilanjutkan dengan basar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *