Sejumlah Warga Nabire Tak Bisa Memilih Karena Surat Suara Habis Di TPS

Nabire – Rabu 17 April 2019, seluruh warga negara Indonesia yang sudah memiliki hak pilih, berbondong-bondong ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk melakukan pencoblosan Presiden/Wakil Presiden, serta Caleg DPR-RI, DPD, DPRD Provinsi dan kabupaten. Demikian halnya di kabupaten Nabire.

Namun pelaksanaan Pemilu 2019 di kabupaten Nabire, sarat dengan keluhan dan kecaman warga, terkait pelaksanaan pemungutan suara atau pencoblosan yang semrawut serta banyak indikasi terjadinya kecurangan.

Berikut ini Nabire.Net akan menginformasikan sejumlah kecurangan dan ketidakberesan pelaksanaan Pemilu 2019 di kabupaten Nabire, sesuai laporan yang diterima Nabire.Net dari warga Nabire.

TPS Tutup Lebih Cepat Karena Habisnya Surat Suara

Sejumlah TPS di Nabire diketahui tutup lebih cepat karena kehabisan surat suara. Hal itu membuat warga yang ingin mencoblos di TPS tersebut mengaku kecewa dan marah.

Seperti yang terjadi di TPS 05 Kelurahan Oyehe, Distrik Nabire, kabupaten Nabire (Dapil 1). Dari laporan warga yang tak ingin disebutkan namanya, dikatakan TPS tersebut tutup pada pukul 11.30 Wit dan menurut keterangan petugas KPPS, diketahui surat suara telah habis.

Hal yang sama juga terjadi di TPS 25 Kelurahan Karang Mulia, Distrik Nabire, kabupaten Nabire (Dapil 1). Warga lain yang tak ingin disebutkan namanya mengaku kaget saat antri dan ketika sudah berada di meja petugas, ia mendapat informasi bahwa surat suara telah habis. Padahal menurutnya antrian warga yang masih ingin memilih cukup panjang.

Akibat hal tersebut, banyak warga mengaku kecewa karena tidak bisa memilih.

[Nabire.Net]


Silahkan Komentar

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[+] monkey emoticons by andreasandre Modified from nartzco source code.