Sejumlah Staf Palang RSUD Paniai, Ini Penyebabnya

(Sejumlah Staf Palang RSUD Paniai, Ini Penyebabnya)

Paniai – Sejumlah staf RSUD Kabupaten Paniai hari ini melakukan pemalangan Kantor RSUD, rabu pagi (16/09). Pemalangan tersebut ditengarai sejumlah hal, salah satunya kekhawatiran akan penyebaran Covid19.

Dalam aksi tersebut, massa aksi mempertanyakan transparansi RSUD Paniai terkait dengan adanya kasus positif Covid19. Menurut massa, mereka sebagai staf RSUD Paniai wajib mengetahui hal tersebut, karena mereka khawatir dengan keselamatan mereka sendiri.

Koordinator aksi, Imanuel Mote, A.Md.Kep, dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa pihaknya meminta manajemen RSUD Paniai untuk tidak menutup-nutup informasi terkait kasus Covid19 kepada staf RSUD baik tenaga medis, cleaning service dan pasien non Covid19 yang dirawat di RSUD Paniai.

Imanuel juga menegaskan, hingga saat ini, staf RSUD Paniai kekurangan APD. Oleh karena itu, dengan minimnya APD, maka petugas tentu enggan untuk menangani pasien Covid19.

Selain itu, pihaknya mendesak agar Pemkab Paniai melalui Satgas Covid19 dan Manajemen RSUD Paniai untuk menyiapkan tempat isolasi khusus bagi pasien Covid19, dan tidak digabung dengan pelayanan lainnya di RSUD, mengingat ketakutan staf serta minimnya APD.

Terakhir, Imanuel meminta agar ada transparansi penggunaan dana Covid19 di RSUD Paniai sehingga bisa diketahui staf.

Jika tuntutan ini tidak ditanggapi dengan baik maka sejumlah staf mengancam akan mogok bekerja hingga awal bulan Oktober 2020.

Dalam aksi ini, massa sempat bertemu dengan Direktur RSUD Paniai, dr. Grace Catherine, Sp.KJ, dan Ketua Tim Covid19 RSUD Paniai serta manajemen.

Menurut Direktur RSUD Paniai, dr.Grace, informasi lengkap terkait adanya pasien Covid19 belum bisa disampaikan karena pasien masih dalam pemeriksaan lengkap.

Terkait ruang isolasi, saat ini ruang tersebut sedang diperbaiki dan akan diperuntukkan bagi pasien Covid19 yang akan menjalani isolasi.

Sedangkan terkait mengapa pasien Covid19 tidak dirujuk ke RSUD Nabire, dr.Grace mengatakan bahwa saat ini kondisi ruang isolasi RSUD Nabire belum memungkinkan untuk penambahan pasien Covid19.

Di tempat yang sama, anggota DPRD Paniai, Marten Tenouye menegaskan, pihaknya hadir menemani para staf yang melakukan unjuk rasa untuk memastikan kebenaran adanya pasien Covid19 di Paniai.

“Saya tegaskan kepada Direktur dan Pimpinan, apabila ada penemuan kasus Covid-19 jangan sembunyikan karena ini masalah besar. Kami Pemerintah Daerah, Tim Satgas, DPRD belum dapat informasi karena hari ini perawat demo, makanya kami hadir dan kami bisa tahu informasi Pasien Covid-19 tersebut. Untuk dana penaganan Covid-19 kami sudah anggarkan untuk RSUD, jika APD di RSUD tidak lengkap sesuai pengakuan petugas, maka kami akan periksa kembali,” tegas Tenouye.

Sedangkan untuk pasien Covid19 yang akan dirujuk ke Nabire, hal itu akan dikoordinasikan oleh DPRD dengan pemerintah daerah guna mencari solusi.

[Nabire.Net/Jhon Iyowogi Nawipa]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *