RPM SIMAPITOWA Turut Berduka Atas Meninggalnya Hagar Aksamina Madai

(RPM SIMAPITOWA Turut Berduka Atas Meninggalnya Hagar Aksamina Madai)

Jayapura – Rumpun Pelajar Mahasiswa Siriwo Mapia Piyaiye Topo Wanggar (RPM SIMAPITOWA) turut berduka dan merasa sangat kehilangan atas meninggalnya tokoh perempuan sekaligus tokoh politik asal Meepago, Hagar Aksamina Madai, Jumat 11 September 2020.

Kepergian Hagar tentu menjadi duka yang mendalam bagi para pelajar dan mahasiswa asal Meepago, karena Hagar Madai adalah tokoh pendidkan dan seorang perempuan Papua yang hebat. Hal itu disampaikan Ketua RPM SIMAPITOWA, Hengki Mote.

“Mama Hagar Madai adalah misi yang khusus dan sangat luar biasa. Mama pernah ciptakan satu buah lagu yang berjudul Dobiyayokagi Owa Ubaubah. Lagu ini menjadi motivasi bagi ibu Hagar hingga akhirnya dia bangun Asrama Swadaya guna mengumpulkan pelajar dan mahasiswa dari bebagai daerah untuk menempuh pendidikan di Jayapura,” kata Hengki.

Lanjut Hengki, Hagar adalah perempuan yang paham tentang pendidikan dan masa depan bagi anak-anak muda dari Meepago. Melalui Asrama Kasih Hagar Madai, Hagar membuktikan bahwa dia perempuan Meepago yang hebat dan ingin mengangkat harga diri Meepago di Papua bahkan lebih dari itu.

“Mama Hagar adalah seorang perempuan yang gigih dalam berjuang demi masa depan generasi muda Meepago. Mama juga membangun asrama swadaya bagi pelajar dan mahasiswa. Kami yang ditinggalkan sangat sedih dan kehilangan seorang ibu dan pemimpin. Kami tidak tahu siapa lagi yang akan lihat kami,” kata Hengki sedih.

Dikatakan Hengki, di Papua khususnya Meepago, ada banyak orang hebat, tapi yang paling mengerti dan sayang sama generasi muda Meepago adalah Mama Hagar.



“Mama engkau ceritakan dengan saya bahwa pak ketua beberapa tahun kedepan mama kita lagukan pesta adat;/huwo; mama lagukan pesta pendidikan yang adakan di halaman asrama disini. Pesta huwo yang mama akan lagukan; mama undang sarjana yang tamat dari Asrama disini dan mama undang perwakilan pejabat Meepago yang kerja di provinsi Papua mama akan undang dan hadirkan semua. Pada saat huwo mama akan umumkan sarjana yang selesai dari Asrama Kasih Hagar; setelah itu baru mama puas. Mama pernah bicara dengan saya bahwa Mama bangun Asrama ini ada maknanya; lalu saya pernah bertanya apa tujuan dari pada asrama Kasih Hagar; lalu mama cerita ade ketua asrama sesuai dengan mama punya judul lagu Dobiyayogagi owa ubauba maknanya dan tujuan disitu,” ungkap Hengki dengan penuh air mata.

“Mama, engkau tokoh perempuan Meepago yang mampu mempersiapkan tempat tinggal generasi muda Meepago.
Oleh sebab itu atas nama organisasi RPM SIMAPITOWA, kami turut berduka cita atas kepergian mama terkasih yang Tuhan panggil menghadap Allah di surga. Semua kebaikan dan perhatian mama tidak akan kami lupakan,” tutupnya.

[Nabire.Net/Musa Boma Mapia]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *