Rencana Aksi Demo Mahasiswa Intan Jaya Di Bandara Nabire Dihentikan

(Massa aksi demo dicegat pihak kepolisian di Kampung Harapan, dan diminta untuk tidak melakukan demo di Bandara Nabire)

Nabire – Sejumlah mahasiswa asal kabupaten Intan Jaya, senin pagi (12/08) berencana melakukan aksi demo di Bandara Nabire, terkait tuntutan dana pendidikan di kabupaten Intan Jaya. Namun aksi tersebut dihentikan karena mengganggu obyek vital di Nabire.

Aksi demo ini sendiri mengacu pada surat ijin unjuk rasa mahasiswa yang mengatasnamakan dirinya Gerakan Mahasiswa se-Indonesia asal kabupaten Intan Jaya (GMI).

Dalam surat yang diberikan kepada Polres Nabire pada hari Jumat (09/08), GMI berencana menggelar aksi demo damai di Bandara Nabire pada hari senin (12/08), dengan titik kumpul di Asrama Intan Jaya Kalibobo.

Namun diketahui, rencana aksi ini ditolak oleh Polres Nabire, mengingat aksi dapat mengganggu ketertiban umum dan bandara sebagai obyek vital.

Pada senin pagi (12/08), mahasiswa Intan Jaya tetap melaksanakan aksi demo, tetapi karena sebelumnya tidak disetujui, aksi ini dibubarkan pihak kepolisian.

Keterangan Dari Mahasiswa Intan Jaya Sesuai Rilis Pers yang diterima Nabire.Net dari GMI

Dalam rilis informasi dari GMI kepada Nabire.Net, senin siang (12/08), mahasiswa Intan Jaya mengakui hal tersebut bahwa aksi mereka dibubarkan pihak kepolisian.

Menurut mahasiswa, mereka kemudian dibawa ke Mapolres Nabire dan ditahan selama 1 jam. Bahkan menurut mahasiswa, ada rekan mereka yang mendapat tindakan kekerasan dari pihak kepolisian.

Keterangan Dari Kapolres Nabire, AKBP Sonny Nugroho S.IK Mengenai Aksi Demo

Untuk memastikan kebenaran hal ini, Nabire.Net meminta keterangan langsung dari Kapolres Nabire, Senin siang (12/09).

Kapolres Nabire, AKBP Sonny Nugroho menuturkan, sesuai informasi yang diterima dari jajarannya, aksi yang akan digelar mahasiswa Intan Jaya tak diijinkan karena mengganggu obyek vital di Nabire.

Lanjut Kapolres, aksi tersebut dikoordinir oleh Agus Bagau dan diikuti kurang lebih 50 orang massa baik mahasiswa maupun pelajar.

Alasan pihak kepolisian tidak memberikan ijin aksi demo karena hal tersebut dapat mengganggu obyek vital di Nabire yaitu Bandara, dan hal itu sesuai UU Nomor 9 Rahun 1998 bahwa pelaksanaan penyampaian pendapat umum tidak dapat dilakukan di obyek vital Nasional seperti Bandara, Rumah Sakit, Pertamina dan lain sebagainya.

Sehingga jika mahasiswa tetap bersikeras melakukan aksi demo, maka kepolisian memiliki dasar untuk membubarkan kegiatan tersebut.

Sekitar pukul 09.00 Wit, massa telah berkumpul di Pasar Karang Tumaritis Nabire dan hendak menuju Bandara Nabire. Namun sesampaianya di depan Gereja Sion Kampung Harapan, massa dicegat pihak kepolisian.

Kepada massa, kepolisian menyampaikan untuk tidak melanjutkan aksinya karena sudah tidak sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Jika ingin menyampaikan aspirasinya, maka mahasiswa harus menyampaikannya ke pejabat pemerintah kabupaten Intan Jaya dan tidak boleh dilakukan di tempat umum dan obyek vital, dan atau berkonsolidasi kembali dengan mengikutsertakan Kabag Kesra Kabupaten Intan Jaya agar dapat mencari solusi dan melakukan pertemuan dengan Pemda Intan Jaya guna membahas permasalahan yang ada.

Mahasiswa juga dihimbau untuk mengikuti aparat kepolisian ke Polres Nabire menggunakan truk untuk didata. Sekitar pukul 10.30, terjadi cekcok antara massa dengan kepolisian dikarenakan peserta demo tidak mau dibawa ke Polres Nabire untuk didata.

Setelah negosiasi, massa akhirnya bersedia dibawa ke Polres untuk didata. Mereka kemudian didata oleh jajaran Satreskrim di lapangan apel Mapolres Nabire.

Usai didata, massa kemudian dipulangkan menggunakan kendaraan dinas Polres Nabire pada pukul 11.30 Wit, danĀ  situasi kembali aman terkendali.

Asal Usul Munculnya Rencana Unjuk Rasa di Bandara Nabire

Keinginan mahasiswa Intan Jaya untuk menggelar aksi unjuk rasa di bandara Nabire berangkat dari kekecewaan mereka terhadap dana pendidikan kabupaten Intan Jaya.

Sebelumnya mereka meminta agar penerbangan dari Nabire ke Intan Jaya untuk dihentikan sementara hingga pihak kepolisian menangkap Kabag Kesra, Kepala Keuangan & Bupati Intan Jaya, yang menurut mahasiswa telah menggelapkan dana pendidikan.

Hal itu tertuang dalam Surat Pemberitahuan GMI, tanggal 8 Agustus 2019, yang ditujukan kepada Kepala Bandara Nabire dan maskapai penerbangan yang melayani penerbangan ke Intan Jaya.

(Baca Juga : Mahasiswa Intan Jaya Minta Semua Penerbangan Ke Intan Jaya Dihentikan. Ini Alasannya)

Dalam surat tersebut, mahasiswa memprotes tak kunjung cairnya dana pendidikan tahun anggaran 2018-2019.

Oleh karena itu mahasiswa meminta agar Kabag Kesra Intan Jaya, Titus Agimbau, Kepala BPKAD Intan Jaya, Fulgensius Wiran, dan Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni segera ditahan terkait persoalan ini.

[Nabire.Net]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *