INFO NABIRE
Home » Blog » Rabu Pagi, Enam Ribu Massa Koalisi Nabire Membangun Siap Gugat Proses Pilkada Nabire

Rabu Pagi, Enam Ribu Massa Koalisi Nabire Membangun Siap Gugat Proses Pilkada Nabire

a

Pilkada serentak 9 desember 2015 di kabupaten Nabire akan memasuki babak baru yakni pleno perhitungan hasil suara oleh KPUD Nabire yang kemungkinan akan dilaksanakan pada tanggal 18 desember 2015.

Dari data perhitungan Form C1 KPUD Nabire, pasangan nomor urut 1 Isaias Douw dan Amirullah Hasyim atau yang lebih dikenal dengan julukan IDOLA berada di urutan teratas perolehan suara Pilkada Nabire.

Namun kepastian pemenang Pilkada baru akan diputuskan dalam Pleno KPUD Nabire, dan jika nanti ada pihak-pihak yang melayangkan gugatan kepada KPUD Nabire akibat hal-hal yang tidak sesuai dengan proses pelaksanaan Pilkada maka keputusan final pemenang Pilkada akan menunggu putusan akhir dari Mahkamah Konstitusi (MK).

Terkait hal tersebut Koalisi Nabire Membangun sudah menyiapkan bahan gugatan terkait Pilkada Nabire yang dianggap sarat dengan kecurangan.

Menurut salah satu dari anggota Koalisi Nabire Membangun yang juga menjadi kandidat calon Bupati Nabire nomor urut 7, Hendrik Andoi,  penyelenggara pilkada telah menjadi hamba kandidat tertentu pesta demokrasi lima tahunan Kabupaten Nabire.

“Pilkada meninggalkan bebagai persoalan mendasar yang mencederai demokrasi lebih khususnya di Kabupaten Nabire. Tanggal 9 Desember 2015 adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh setiap warga Negara di kabupaten ini tetapi, yang terjadi dipagi yang didera dengan hujan deras, hak asasi masyarakat nabire dirampas bahkan dirampok oleh masyarakat liar dari kabupaten lain baik dari Paniai, Deyai dan Dogiyai yang notabene dikerahkan oleh kandidat tertentu yang menghalalkan segala cara untuk mencapai kemenangan” tutur Hendrik.

Ditambahkan Hendrik Andoi, hari ini kandidat tersebut berpesta pora seakan-akan perolehan suaranya didapat dengan cara-cara demokratis. Lebih ironis lagi penyelenggara yang mestinya independen, secara sistematis terstruktur dan massif terlibat sangat jauh sebagai tim sukses untuk memenagkan kandidat tertentu. Hal ini dapat dibuktikan dengan teracaknya seluruh DPT dikabupaten Nabire, penggelembungan suara yang luar biasa besarnya, distribusi undangan oleh penyelenggara yang tidak sampai kepada pemilih, sementara undangan diklaim oleh kandidat tertentu dan sebagian diperjual belikan oleh penyelenggara.

Menurut Hendrik Andoi yang tergabung dalam Koalisi Nabire Membangun, aparatur pemernitah ditingkat Distrik dan kelurahan, kampung yang semestinya menjadi Pembina politik ditingkat terendah, terlibat menjadi tim sukses kandidat tertentu.

“Kalau penyelenggara telah menjadi hamba dari kandidat tertentu, sudah pasti akan menuruti kemauaan dan perintah dari sang raja. Akibat sepak terjang dari penyelenggara demokrasi di kabupaten Nabire dicederai dan hari ini atas nama demokrasi kita semua berduka. Kecurangan secara masif, terjadi didepan mata penyelenggara , pengawas, bahkan aparat keamanan dan sangat memalukan. Semua tidak berdaya untuk mencegah mobilisasi yang luar biasa terjadi dihari itu. Kecurangan dan perampokan hak asasi manusia seolah-oleh sudah menjadi hal yang biasa, lebih tragis lagi banyak pernyataan yang keluar dari aparatur pemerintah maupun penyelenggara bahwa Pilkada Nabire telah berjalan dengan sukses dan tampa masalah,” tutur Hendrik Andoi.

Lanjut dikatakan, penyelenggara hanya mau melihat hasil akhir tanpa menggrubis proses yang amburadul dan begitu memalukan, atau mungkin semua kita sudah terjangkit dengan penyakit yang tidak tahu malu, yang ditularkan oleh kandidat tertentu yang ambisius,serakah dan menggunakan cara-cara yang biadap untuk mencapai tujuan.

“Saya juga harap panwas tidak terkontaminasi dengan penyakit tidak tahu malu dan mudah-mudahan Panwas juga tidak menjadi hamba kandidat tertentu, pungkas Hendrik.”

Terkait hal tersebut, Koalisi Nabire Membangun siap menggelar aksi unjuk rasa dengan mengerahkan 6000 massa untuk menggugat proses pelaksanaan Pilkada di Nabire 9 desember 2015.

Menurut Hendrik Andoi, Surat Ijin Aksi Demo sudah dilayangkan ke Pihak Polres Nabire, dan rabu esok menunggu jawaban dari Kapolres Nabire.

Rencananya aksi demo atau unjuk rasa akan dipusatkan di Taman Gizi Nabire.

Berikut surat ijin aksi unjuk rasa Koalisi Nabire Membangun yang sudah dilayangkan kepada Polres Nabire :

a b c

Post Related

Leave a Reply

  • Natto Tebai
    16 December, 2015 15:50 at 15:50

    Jika Sesuatu dimulai dengan Baik, hasilnya pun Pasti baik. Jika sesuatu dimulai dengan kecurangan yang ada hanyalah korupsi Nantinya.

    Maju Terus.
    Tuhan yang Maha Benar memberkati Perjuangan yang Benar.

Your email address will not be published.