Puluhan Dokter Minta Dievakuasi Dari Wamena, 8 Jenazah Warga Sumbar Diterbangkan Ke Padang

(Kerusuhan Wamena)

Jayawijaya – Kerusuhan yang terjadi di Wamena, senin 23 September lalu, hingga saat ini menyebabkan 32 orang meninggal dunia dan 75 lainnya luka-luka. Selain itu ribuan warga mengungsi ke sejumlah lokasi pengungsian karena ketakutan.

Sebagian besar korban tewas yang merupakan warga pendatang, ditemukan dalam keadaan hangus terbakar, lainnya ada yang terkena sabetan benda tajam, panah, dan juga luka akibat benda tumpul.

Data ini kemungkinan masih akan bertambah, karena bar 80% penyisiran yang dilakukan pihak keamanan.

Dampak dari kerusuhan yang membuat warga menjadi takut dan trauma, turut dialami para dokter yang bertugas di Wamena. Pasca terjadinya kerusuhan, puluhan dokter meminta untuk dievakuasi keluar dari Wamena.

Hal itu dibenarkan Sekretaris Dinkes Papua, dr. Silvanus Sumule, kamis (26/09).

(Baca Juga : Korban Tewas Kerusuhan Wamena Menjadi 30 Orang)

“Memang benar dokter-dokter yang bertugas di Wamena minta dievakuasi karena ketakutan, bahkan ada yang sudah tiba di Jayapura,” kata dr. Silvanus Sumule, seperti dilansir dari Kantor Berita Antara.

Dinkes sendiri tak bisa menahan niat para dokter yang minta dievakuasi, karena hal itu berkaitan dengan traumatis dan ketakutan mereka pasca kerusuhan. Bahkan salah satu dokter diantaranya meninggal dunia yaitu dr. Soeko, yang diduga dianiaya para pendemo.

Untuk itu, Dinkes Papua akan mengirim tenaga kesehatan ke Wamena, sebagai pengganti para dokter untuk tetap melakukan pelayanan kesehatan.



Sementara itu, sebanyak 8 jenazah warga Sumatera Barat yang menjadi korban kerusuhan di Wamena akhirnya diterbangkan ke Padang, kamis pagi (26/09).

Berdasarkan data yang dihimpun, korban kerusuhan asal Sumatera Barat yang tewas tercatat sepuluh orang. Empat orang berasal dari Nagari Lakitan Utara, Kecamatan Lengayang yakni Hendra Eka Putra (22), Safrianto (36), Jafriantoni (24), dan Riski (3,5).

Berikutnya, Nofriani (40), Ibnu Rizal (8), Nurdin Yakub (28) asal Nagari Taluk, dan Muhamad Iswan (23) asal Nagari Koto Nan Tigo IV Koto Hilie, Kecamatan Batang Kapas.

Selanjutnya warga Kampung langgai, Kecamatan satu warganya juga meninggal dunia pada insiden tersebut yang bernama Nurdi (28). Serta satu lainnnya berdasarkan keterangan dari Camat IV Nagari Bayang Utara, Ronal Bernando, bahwa satu warganya yang bernama Ari Murdani (28) asal Nagari Puluik-Puluik Selatan juga meninggal dunia akibat insiden tersebut.

[Nabire.Net/Ant]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *