Prihatin Dengan Pendidikan di Kampungnya, Anton Edowai Buka Pokjar ‘Kebada’

(Prihatin Dengan Pendidikan di Kampungnya, Anton Mote Buka Pokjar ‘Kebada’)

Deiyai – Membagikan ilmu pengetahun kepada generasi muda tentu adalah hal yang sangat mulia, apalagi jika ilmu pengetahuan tersebut, diperuntukkan bagi anak-anak yang terlantar dan jarang mendapatkan layanan pendidikan.

Hal itu dilakukan oleh Anton Edowai, ST, salah seorang pemuda asal Deiyai, yang membuka kelompok belajar bagi anak-anak di kampung Tenedagi, kabupaten Deiyai, Papua.

Anton yang menamatkan pendidikannya di jurusan Teknik Sipil Universitas Cenderawasih Papua, 2018 lalu, memang berniat untuk mendidik anak-anak Papua, khususnya di kampung Tenedagi, dalam hal menulis, membaca dan menghitung.



“Saya membuka kelompok belajar ini agar saya dapat mendidik adik-adik saya sehingga mereka juga tahu dan paham 3M yaitu Menulis, Membaca dan Menghitung,” ujar Anton.

Lanjut Anton, niatnya tersebut berangkat dari keprihatinannya kepada anak-anak di kampung Tenedagi yang tidak pernah sekolah, karena tidak ada kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Sementara nama yang ia pilih untuk kelompok belajar yang ia bina adalah ‘Kebada’. Semua yang dilakukan Anton, dilaksanakan secara sukarela dan swadaya, demi pendidikan anak-anak di kampungnya.

“Saya mau adik-adik saya tidak terlantar, mereka punya masa depan yang lebih baik. Saya akan sangat berdosa jika ilmu yang saya dapatkan selama ini tidak saya bagikan kepada adik-adik saya. Apalagi pendidikan saat ini di Meuwdodie sedang menuju kehancuran,” imbuh Anton.

Anton juga mengajak generasi muda khususnya mereka yang sudah selesai kuliah namun belum memiliki pekerjaan, agar mau meluangkan waktunya untuk mengajar dan mendidik anak-anak di kampung, anak-anak yang putus sekolah karena kelalaian pemerintah dan orang tua, karena merekalah calon generasi penerus di masa medantang.

“Mari kita selamatkan adik-adik kita dari kebodohan, ketertinggalan, kenakalan dan kegelapan,” tutup Anton Edowai.

[Nabire.Net/Domin Badii]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *