Presdir PTFI : Freeport Telah Berkontribusi Semaksimal Mungkin untuk Bangsa dan Negara

Tembagapura, Presiden Direktur PT. Freeport Indonesia, Tomy Wenas mengatakan, PTFI telah berkontribusi semaksimal mungkin untuk bangsa dan negara.
Hal itu disampaikan Tomy Wenas saat diwawancarai awak media usia upacara HUT Kemerdekaan RI ke-78 di Sporthall Tembagapura, Kabupaten Mimika, Kamis (17/08/2023).
(Baca Juga : Upacara HUT RI ke-78 di PT. Freeport Indonesia Dilakukan di Atas Ketinggian 2.000 mdpl Dalam Cuaca Ekstrem)
“Tadi mungkin rekan-rekan sudah melihat bagaimana hikmatnya ya, ada juga yang sampai terharu kalau upacara kesini melihat berbagai macam suku bangsa, semua suku di Indonesia ini karyawan kita ada semuanya. Jadi itulah jika saat itu walaupun memang berbagai macam suku bangsa, berbagai macam agama dan lain-lainnya tapi kita menyatu dengan satu keluarga, keluarga besar PT Freeport Indonesia maka itu temanya adalah kita satu”, kata Tomy Wenas.
(Baca Juga : Nabirenet Siap Meliput Upacara Kemerdekaan ke-78 di Tambang Perut Bumi Grasberg Freeport Papua Tengah)
Lanjut kata Tomy Wenas, “kalau dilihat tahun lalu saja kita itu 3,6 Miliar Dollar, atau sekitar 55 Triliun, dan ini kalau kembali ke tahun 1992 sudah hampir 35 Miliar Dollar, lebih dari 400 Triliun. Dan itu manfaat langsung, belum manfaat tidak langsungnya yang dari tahun 1992 itu hampir 1000 Triliun. 900 Triliun hampir 60 Miliar Dollar. Dan kedepannya dari sekarang, itu kira-kira itu rata-rata 4 Miliar Dolar atau sekitar 50 Triliun per tahun. Dan ini tentu saja apalagi sekarang pemerintah memiliki 50% jadi memang kontribusinya lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya.”
(Baca Juga : Bentangkan Merah Putih di Ketinggian 4.285 mdpl, PTFI Dapat Penghargaan Guiness Book of World Record)
Terkait perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-78 ini, Tomy Wenas mengatakan, hal yang paling mencolok adalah PTFI mengadakan konser di Puncak Grasberg di ketinggian 4.285 Meter di atas permukaan laut. Itu bersama dengan Slank yang kemarin tampil disana. Dan ini pencapaian rekor MURI baru yaitu konser tertinggi di Indonesia. Dan juga pembentangan bendera merah putih yang terbesar, bendera terbesar di dunia di Gunung Grasberg di ketinggian 4.285 meter itu luasnya 3.400 meter persegi atau sekitar 40×79 meter.
“Inilah yang berbeda dengan tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya dan harapan saya adalah bahwa terus ini harus dilanjutkan terus sampai PTFI itu berhenti beroperasi berhenti menambang. Jadi memang upacara kemerdekaan ini adalah membangkitkan semangat nasionalisme kita, semangat persatuan, berbagai macam suku ada disini menyatu dalam satu keluarga besar Freeport Indonesia”, ujarnya.
Saat ditanyakan awak media terkait pembangunan Smelter, Tomy Wenas mengatakan, sekarang sudah 75% dan sudah 2.5 Miliar Dollar dihabiskan disitu.
Pengharapannya bahwa akhir tahun ini, konstruksi fisik itu akan selesai, Lanjut dengan precomissioning dan comissioning di awal 2024. Dan diharapkan atau direncanakan mulai beroperasi di bulan Mei tahun 2024″, pungkas Tomy Wenas.
[Nabire.Net/Edi Sutrisno/Clivans Marcyano Halim]


Leave a Reply