Porseni Bas VII Se-Dekenat Paniai & Tigi Akan Dilaksanakan 7 Juli 2019

Paniai – Pekan Olahraga Seni dan Bazar (Porseni Bas) VII Mudika se-dekenat Paniai dan Tigi tahun 2019 akan diadakan pada bulan Juli mendatang, di Paroki Salib Suci Madi, kabupaten Paniai.

Pelaksanaan Porseni Bas ini bertujuan untuk mengembangkan seni dan budaya terutama kualitas dan kreativitas seniman dan budayan di Paroki dan Stasi se-dekenat Paniai.

(Baca Juga : Porseni Bas VII Se-Dekenat Paniai & Tigi Siap Dilaksanakan Juli Mendatang)

Selain itu Porseni Bas ini juga dimaksudkan untuk melestarikan budaya kesenian didalam Owada dan Emaawa di setiap Kombas, diperintah tarian Emaida dan lagu rakyat Emaida dari setiap Stasi dan Paroki se-dekenat Paniai, serta meningkatkan mutu dan fungsi seni budaya yang layak dan mampu bersaing di era globalisasi.

Kegiatan Porseni Bas sendiri direncanakan akan digelar mulai tanggal 7 Juli 2019 dipusatkan di Aula Utama Paroki Salib Suci Madi, Dekenat Paniai, dengan tema yang diusung yaitu “Pemuda Dekenat Paniai dan Tigi Menjadi Agen Pembaharuan Kebutuhan Ciptaan Tuhan dalam Emaawa Owada”.

Mulai tanggal 6 Juli akan dilakukan pengumpulan peserta dari Dekenat Paniai dan Deiyai, dilanjutkan misa perayaan pada tanggal 7 Juli yang dipimpin oleh Wakil Uskup Marten Kuayo Pr didampingi para Imam Dekenat Paniai dan Tigi.

Pada tanggal 8 Juli dilanjutkan dengan pembukaan Porseni BAS oleh pemkab Paniai dan didampingi Pastor Dekenat Tigi, Damianus Adii Pr.

Deknat Harian, Aruben Bunai berharap kepada 8 paroki Dekenat Paniai dan Tigi agar bisa menyukseskan acara ini dengan tepat waktu, penertiban keamanan, tak boleh menciptakan konflik, harus proaktif selama kegiatan berjalan, apa yang didapat bisa dilakukan di masing-masing paroki, serta menaati semua peraturan yang ditetapkan panitia.

Dekenat akan diisi selama seminggu dengan materi pembinaan iman berupa seminar dan perlombaan. Sedangkan penutupn akan dilaksanakan 12 Juli 2019.

Panitia Porseni, Andreas Kayame dalam pertemuan yang digelar oleh Panitia pada tanggal 14 Juni 2019 di Aula Utama Gereja Katolik Salib Suci Madi, menjelaskan, kegiatan Porseni BAS ini direncanakan akan diikuti 100 hingga 150 peserta per Paroki dan tim dari Timpas, Dewan Paroki, Para Mudika dua Dekenat Paniai dan Tigi, para pewarta Paroki dan Stasi se-dekenat Paniai.

Adapun nama-nama Paroki se-dekenat Paniai yaitu Paroki Kristus Jaya Komopa, Paroki St. Yusuf Enarotali, Paroki Salib Suci Madi, Paroki St. Fransusiskus Asisi Epouto, Paroki K3 Dama Bagata, Paroki St. Tohanes Pemandi Waghete, Paroki st. Pransiskus Obano, Paroki Segala Orang Kudus Diyai dan rayon-rayon yang berada luar dekenat Paniai Seperti Timika, Jayapura dan Nabire.

Jenis Kegiatan yang akan dilaksanakan dalam Porseni Bas VII tahun 2019 diantaranya adalah seminar, tarian tradisional bergaya”Emaida” Polksong musik dan lagu rakyat, lomba baca Alkitab, cerdas cermat, vokal grup, Mazmur tanggapan dan petik melodi.

Andreas Kayame juga berharap agar seluruh Paroki, Stasi dan Kombas se-dekenat Paniai dan Tigi bisa turut ambil bagian dalam kegiatan ini.

Sedangkan Ketua Umum Porseni Bas se-dekenat Paniai, Aruben Bunai mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi pembahasaan utama pada MUSMEE tahun 2018 lalu di Madi.

[Nabire.Net/Demianus.Bunai]



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *