Polres Nabire Mediasi Sengketa Lahan Tambang Di Nifasi Makimi

Baru-baru ini di wilayah kabupaten Nabire terjadi keributan antar pengelola atau investor tambang yang saling mengklaim berhak atas pengelolaan lahan tambang di kilometer 50 Kampung Nifasi Distrik Makimi.

Untuk itu Kapolres Nabire AKBP Semmy Ronny Thabaa, SE, Senin (16/1) siang mengumpulkan para pelaku usaha pertambangan tersebut, untuk mendengar secara rinci permasalahan yang terjadi di antara mereka.

Pertemuan yang berlangsung di ruang Reformasi Birokrasi Polri (RBP) Markas Polisi Resor Nabire tersebut di hadiri beberapa pengusaha dan pihak masyarakat serta tokoh adat, khususnya di wilayah adat nifasi dan makimi nabire.

Dalam pertemuan tersebut Kapolres Nabire Semmy Ronny Thabaa mempersilahkan para pengusaha tambang menyampaikan pendapat mereka terkait sengketa lahan, dan juga para masyarakat dan tokoh adat juga menyampaikan solusi untuk menyelesaikan masalah ini.

pertemuan tersebut memang belum menghasilkan kesepakatan, lantaran forum mengingingkan adanya rapat bersama di tingkat masyarakat ulayat  dengan pemangku adat setempat bersama para  investor yang bersengketa, khususnya di lokasi tambang di kilometer 50 nifasi makimi.

“Kami Polres Nabire tidak ada kepentingan terkait masalah sengketa lahan tambang ini, namun selaku pengayom dan pelindung masyarakat kami tidak ingin adanya korban jiwa dalam persoalan di lokasi tambang di kampong nifasi ini,”

“Sehingga bagi kamu hal ini perlu dilakukan mediasi, agar permasalahan tersebut tidak melebar dan berlarut-larut karena nantinya akan berdampak negatif pada kehidupan masyarakat di kampung sekitar,” Ujar Kapolres Semmy.

Ia menambahkan usai dari pertemuan ini dalam waktu dekat pihak Polres Nabire akan melakukan pengecekan ke lokasi tambang kilometer 50 nifasi makimi yang menjadi sengketa sehingga memperjelas, masing-masing tempat dari pengusaha, sehingga tidak menimbulkan konflik ditengah-tengah masyarakat.

Sebelumnya terdapat dua pihak dalam hal ini investor dan pengelola lokasi tambang di kilometer 50 kampung nifasi makimi yakni Mr.Kim dan Johanes Dharma, saling mengklaim berhak atas pengelolaan lokasi tambang dimaksud.

(RRINabire/Arnold.Saudilla)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *