Polda Jatim Tahan 2 Tersangka Kasus Asrama Papua

(Dua tersangka pelaku rasisme terhadap mahasiswa Papua, Tri Susanti dan Samsul Arif, resmi ditahan/Sumber Foto Willy Irawan (Antaranews) & Luhur Pambudi (TribunJatim)

Surabaya – Dua tersangka pelaku rasis terhadap mahasiswa Papua di Surabaya, akhirnya resmi ditahan Polda Jawa Timur mulai selasa 3 September 2019.

Hal itu dikatakan Wakapolda Jawa Timur, Brigjen Toni Harmanto, Selasa (03/09), seperti dilansir dari Kantor Berita Antara.

Wakapolda menjelaskan, kedua tersangka masing-masing Tri Susanti selaku Koordinator Aksi di Asrama Mahasiswa Papua dan Samsul Arifin, akan ditahan 20 hari kedepan untuk menjalani pemeriksaan.

Lanjut Wakapolda, penahanan Tri Susanti dan Samsul Arifin didasarkan atas tiga aspek hukum acara pidana, yaitu dikhawatirkan akan mengulangi tindak pidana, menghilangkan barang bukti dan menghambat proses penyidikan.

Toni menuturkan, penyidikan atas kasus ini akan terus berlanjut, dan pihaknya akan terus memeriksa saksi-saksi atas insiden ini.



Seperti diketahui, Tri Susanti dan Samsul Arifin diperiksa penyidik Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim lebih dari 12 jam, pada Senin (2/9) terkait status keduanya sebagai tersangka penyebaran informasi hoaks dan provokasi serta ujaran rasialisme kepada mahasiswa Papua di Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya.

Kedua tersangka dijerat pasal 45A ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2 UU 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan/atau Pasal 4 UU 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Rasis dan Etnis dan/atau Pasal 160 KUHP dan/atau Pasal 14 ayat 1 dan/atau ayat 2 dan/atau Pasal 15 KUHP.

[Nabire.Net]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *