Pilkada Papua Digelar

Setelah tertunda selama dua tahun, Rabu (29/1) pagi, pemilihan kepada daerah (pilkada) untuk memilih gubernur dan wakil gubernur Papua digelar. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua menyiapkan 7.116 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 29 kabupaten/kota untuk menyukseskan pilkada.


Surat suara yang disiapkan 2.781.301, ditambah 2,5 persen dari daftar pemilih tetap (DPT) yang mencapai 2.713.465 pemilih. Dari 29 kabupaten/kota yang ada pemilih terbanyak di Kabupaten Yahukimo yang mencapai 258.522 pemilih, disusul Kabupaten Tolikara 172.568, Kabupaten Mimika 175.987, Kota Jayapura 249.034, dan Kabupaten Jayawijaya 185.548 pemilih.

Ketua KPU Papua, Beny Sweny, Selasa (29/1), mengatakan pilkada Papua dilakukan serentak hari ini. “Pilkada hari ini dilakukan dan saya berharap semua berlangsung dengan aman,” ujarnya.

Enam kandidat gubernur dan wakil gubernur memperebutkan suara rakyat. Mereka adalah pasangan Noack Nawipa-Jhon Wob, MR Kambu-Blasius Pakage, Lukas Enembe-Klemen Tinal, Welington Wenda-Waynand Watori, Alek Hesegem-Marthen Kayoi, dan Habel Melkias Suwae-Yop Kogoya.

Sementara itu, dua TPS di Kabupaten Supriori dipastikan menunda pencoblosan, menyusul musibah terbakarnya kapal pengangkut logistik Pemilu ke Pulau Mapia, Senin (28/1) siang. Hal tersebut dikemukakan Ketua KPU Kabupaten Supriori, Adolf G Mamaribo. “Surat suara semua selamat, namun ada yang rusak, kami benahi dulu. Rencananya tanggal 31 Januari, kami lakukan pemungutan suara,” ujarnya.

Sementara itu, Polda Papua bersama TNI menambah kekuatan personel di tingkat polres di seluruh Papua, khususnya di wilayah pegunungan. “Polda Papua bersama TNI menyiagakan setiap anggota. Artinya, bila waktu pencoblosan terjadi gangguan keamanan, maka anggota Polri/TNI yang disiagakan siap diturunkan ke daerah-daerah yang dilanda gangguan keamanan,” kata Kapolda Papua, Irjen Pol Tito Karnavian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *