Peternak Sapi Di Nabire Keluhkan Pencurian Ternak Mereka

Sejumlah petani yang juga peternak di wilayah eks pemukiman transmigrasi yang ada di wilayah Distrik Nabire Barat, Wanggar dan Distrik Yaro, mulai merasa takut dan waspada dengan adanya aksi pencurian ternak sapi yang dilakukan sejak tahun 2013 lalu hingga saat ini.

Aksi pencurian ini dilakukan secara sadis oleh para pelaku. Rata–rata ternak yang dicuri itu dipotong kurang lebih 200 sampai 300 meter dari kandang ternak, isi perut dan kepala ditinggalkan. Sementara seluruh isi daging diambil dan juga ada aksi memberikan makanan beracun (potas) pada ternak sapi.

Namun yang lebih ironis lagi, secara tiba-tiba ada seseorang yang datang dan mengaku tahu ada sapi yang beracun alias makan potas. Sehingga dirinya akan menghubungi pembeli agar ternak sapi yang terkena racun itu bisa dibeli untuk selanjutnya dapat dipotong dan dijual lagi di pasar  agar pemilik tidak merasa rugi.

2 sumber terpercaya staf Dinas Peternakan Kabupaten Nabire membenarkan adanya laporan dari masyarakat peternak yang akhir-akhir ini dihebohkan dengan adanya laporan sesama peternak tentang ternak sapi yang hilang.

Dan pihak peternak pun sudah melaporkan kasus pencurian sapi kepada pihak kepolisian. Namun hingga saat ini belum ada tindak lanjutan dari pihak aparat kepolisian. Apabila hal ini dibiarkan terus, justru akan meresahkan masyarakat peternak. Disisi lain juga akan mengurangi jumlah ternak sapi yang ada di Kabupaten Nabire.

Sehingga kelompok–kelompok ternak sapi yang ada di Kabupaten Nabire diarahkan untuk tidak lagi dikurung atau pelihara dalam kandang. Tetapi dibagikan kepada masing–masing anggota kelompok untuk dikasih makan dan dijaga. Sehingga pemeliharaan ternak sapi sistim kelompok yang ada tidak berjalan maksimal.

(Papuaposnabire)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *