Perbaikan Selesai, Layanan Telkom Group (Telkom & Telkomsel) Yang Terganggu Sejak 22 Maret 2018 Sudah Kembali Normal Di Nabire, Timika & Merauke

Pasca mengalami gangguan pada Kamis malam, 22 Maret 2018 akibat putusnya kabel laut Sistem Komunikasi Kabel Laut SMPCS (Sulawesi Maluku Papua Cable System/SMPCS) milik Telkom yang putus pada jarak 1.108 km dari kota Sorong atau 814 km dari Merauke, link Telkom Group baik Telkom maupun Telkomsel dipastikan kembali normal, Senin 16 April 2018.

Hal tersebut resmi diinformasikan Lonely Baringin selaku General Manager Telkom Witel Papua, yang diteruskan kepada Nabire.Net melalui Corporate Communications Telkomsel Regional Papua Maluku, Muhammad Kadri, Senin siang (16/04).

Berikut rilis resmi yang disampaikan Lonely Baringin selaku General Manager Telkom Witel Papua :

1. Sejak Kabel Optik Bawah Laut Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS) putus pada 22 Maret 2018, hal ini berdampak pada tidak optimalnya layanan dan produk komunikasi Telkom Group (Telkom & Telkomsel) yang dinikmati oleh pelanggannya di Timika, Merauke dan Nabire.

2. Telkom Group segera berusaha semaksimal mungkin melayani kebutuhan komunikasi pelanggan di Timika dan Merauke dengan menggunakan media transmisi satelit dengan kapasitas 1,338 Mbps.

3. Pada perkembangannya, penyambungan di titik 34,9 km dari Timika ini telah selesai pada 12 April 2018. Sebenarnya layanan Telkom Group sudah kembali pulih di Timika dan Merauke tanggal 13 April 2018, namun setelah dilakukan pengukuran ruas Merauke-Timika-Sorong ternyata ditemukan titik putus baru yakni 30.3 km dari Timika, namun team engineer Telkom di kapal Nusantara Explorer berhasil melakukan penyambungan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

4. Pada tanggal 15 April 2018 final splicing (finishing penyambungan) sudah selesai dilaksanakan dengan baik. Hasil ukur kabel optik laut bagus. Tanggal 16 April 2018 traffic/service Telkom Group sudah kembali normal dengan kualitas dan kapasitas yang sama sehingga layanan komunikasi Telkomsel kembali menggunakan SMPCS.

5. Pada proses penyambungan, beberapa fakta yang ditemukan di lapangan adalah banyak kapal nelayan besar yang beroperasi di sekitar titik putus. Arus yang kuat di dasar laut juga menjadi faktor kesulitan untuk mencari kabel.

6. Telkom Group sangat berterima kasih kepada seluruh masyarakat di Nabire, Merauke dan Timika atas doanya sehingga pekerjaan perbaikan ini berjalan dengan baik serta sesuai jadwal.

7. Atas nama manajemen PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dirasakan oleh seluruh pelanggan.

Seperti diketahui sebelumnya, baru sembuh dari sakitnya 8 Maret 2018 lalu karena mengalami gangguan selama sebulan, jaringan milik operator Telkomsel kembali bermasalah, kamis malam 22 Maret 2018, pukul 20.00 wit.

(Baca Juga : Kabel FO SMPCS Timika-Kaimana Terganggu, Berakibat Pada Gangguan Telkomsel Di Nabire, Timika Dan Merauke)

Layanan telepon (Voice), pesan singkat (SMS) maupun data/internet milik Telkomsel sama sekali lumpuh dan tak bisa diakses warga Nabire mulai pukul 22.00 wit.

Namun pada jumat pagi 23 Maret 2018 sekitar pukul 05.00 wit, layanan pesan singkat dan voice bisa kembali digunakan, namun tidak dengan layanan data atau internet. Layanan data baru kembali aktif sekitar Jumat sore, namun dengan kualitas yang sangat terbatas.

[Nabire.Net]



Silahkan Komentar

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[+] monkey emoticons by andreasandre Modified from nartzco source code.
CLOSE
CLOSE