Penyerahan Kunci Mobil Ambulans Kepada Puskesmas Kokobaya Deiyai

(Penyerahan Kunci Mobil Ambulans Kepada Puskesmas Kokobaya Deiyai)

Deiyai, Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Deiyai, Dr. Korneles Pakage, S.KM, M.Kes, secara resmi menyerahkan kunci dan STNK mobil puskesmas keliling kepada Puskesmas Kokobaya, Deiyai.

Kunci dan STNK tersebut diteruma Kepala Puskesmas Kokobaya, Onesimus Dogopia, A.Md.Kep. Puskesmas Kokobaya merupakan puskesmas percontohan dibanding puskesmas lain di Deiyai, penilaian kinerja dinas kesehatan Deiyai memberi sangat apresiasi atas kinerjanya selama setahun ini.

Pemberian berupa satu buah mobil pusling itu, diberikan langsung kepala dinas kesehatan Deiyai, Dr. Korneles Pakage, SKM., M. Kes, pemberian tersebut akan disaksikan langsung pihak legislatif ketua DPRD Deiyai Petrus Badokapa, M. Th menyusung anggota Hendrikus Maday, ST Naftali Magai, S. Pd Sefanya Agapa, S. Th Yason Edowai, Kepala bidang P2P Hosea Pigome, SKM Yankes dinas kesehatan Deiyai, Naomi Edowai, SKM., M. Kes, ketua DPRD Deiyai Petrus Badokapa, Kepala Dinas BPMK Deiyai, kepala kampung kokobaya, Marianus Pinibo, kepala kampung Pekepa, Alpius Pinibo, kepala kampung Dakebo Nus Apoga dan pihak Gereja Badan Pengurus Kelasis Wagamo, Philipus Edowai.

Dengan adanya mobil pusling ini, harapan saya, bermanfaat buat masyarakat diwilayah kerjanya guna menjemput dan mengakses pelayanan kesehatan dasar dari satu kampung ke kampung yang lain, jangan tunggu kematian yang menjemputnya. Ungkap Korneles.

Kepala kampung kokobaya Marianus Pinibo, semua yang menyangkut umum seperti puskesmas, pendidikan itu adalah semata kepentingan milik kita bersama, sehingga kita tetap terus menjaga baik.

Saya bangga buat petugas medis disini selama ini untuk pelayanan karena demi pelayanan kesehatan terpaksa mereka perpaksa berjalan kaki menuju ke puskesmas, kita sudah melihat halaman ini, itu bukan karena mesin yang babat karena itu adalah injakan bekas kaki dari pada petugas medis disini. Ungkap Pinibo

Saya mewakili kepala kampung Kokobaya sangat kecewa dengan beberapa sekelompok pemuda yang adalah selalu dilakukan pemalangan jalan karena jalan itu kita pahami bahwa kepentingan milik umum, dan akses jalan itu sangat penting dari satu kampung ke kampung yang lain.

Kepala desa Dagou, Alpius Pinibo, menyampaikan jangan seakan terima orang datang ke pelkes dengan tujuan ber-KB karena tak menghasilkan keturunan itu pihak petugas medis tahu.

Dewan perwakilan ketua komisi C Yason Edowai, setelah menanggapi terkait lontoran dari ibu Naomi Edowai sebagai Yankes bahwa itu tunjukkan saya tetapi bidang yang menangani kesehatan itu bukan saya lagi karena sudah dilakukan pergantian sebab saya saat ini tanggani pembangunan jalan, jembatan dan lain lain.

Di Deiyai berjumlah ada 10 puskesmas, dilihat dari kinerja urutan pertama puskesmas kokobaya, kita melihat pertimbangan satu dan lain sehingga tahun ini pusksemas tersebut berhasil mendapat juara satu.

Wilayah kerja puskesmas Kokobaya, ada 6 kepala kampung, saya tidak tahu termasuk penambahan kampung tersebut berapa jumlahnya, jadi dari ke enam kampung tersebut, kita mengecek kinerja setahun sekali, urutan pertama mendapat kinerja terbaik adalah puskesmas kokobaya, diusung lagi mendapat juara ke II puskesmas Damabagata, sehingga pengamatan kami dinas kesehatan Deiyai berhasil menterjemahkan visi dan misi bupati Deiyai Ateng. Ujar Korneles.

PHBS ada ditangan masing-masing kampung, kepala kampung, seperti bagaimana cara menjaga kebersihan kampungnya sendiri, termasuk peliaraan ternak harus aman terlindung dari dalam kandang dan lain lain.

Bupati tempatkan kalian kepala-kepala kampung itu supaya semua kepala-kepala kampung menjaga masing-masing kampungnya dengan pola perilaku hidup sehat dan bersih/ber PHBS.

Cara pemanfaatan mobil pusling ini, umpamanya pasien dari kampung Bagumoma sakit, pihak medis datang jemput dengan mobil pusling ini, guna akses pelkes pasien. Ungkap Korneles Pakage.

Kebiasaan kita disini baik itu khusus kita laki-laki, memang benar secara kebiasaan sakit tetapi hanya biasa saja jadi berdiam diri didalam tubuh, kalau kita contohkan di Indonesia, mereka itu tahu datangnya sakit .

Lanjut Korneles,” Mobil pusling sekarang, kita tempatkan disini, dan hari ini juga kita serahkan kunci dan administrasi STNK kepada kepala puskesmas kokobaya.

Jika ada orang dari kampung Epeiyako sakit mobil ini yang akan menjemput pasien ke pelayanan kesehatan terdekat, jika pasien tersebut tidak tertolong di pelayanan kesehatan dasar, pasien bisa rujuk ke rumah sakit pratama Deiyai, terus lagi ke rumah sakit tipe yang lebih tinggi.

Oda, Owada, yii beu, yimu beu itu mohon kembali terapkan ke semua masing-masing kepala kampung kalau bahasa Indonesia semua orang ber-PHBS, karena saat ini datangnya penyakit itu banyak pintu masuk, jadi sekarang sifat seperti itu kita khusus di wagamo harus tertibkan , nanti kedepan disebut desa terbaik jika kepala kampung dan masyarakat hendak melaksanakan tugasnya.

Kepala kampung Kokobaya Marianus Pinibo, kepala kampung Dokeyauwo Nus Apoga, kepala kampung Pekepa Alpius Pinibo, kepala kampung Yaba II Zet Mote, kepala kampung Waitakotu Yosafat Pakage, kepala kampung Kopai satu.

Kami berkomitmen bahwa yang pertama, kami pemerintah kabupaten Deiyai melalui dinas kesehatan Deiyai, bidang Yankes dan P2P menyerahkan satu buah mobil mobil pusling kepada puskesmas Kokobaya terlengkap dengan nomor registrasi STNK dan tipenya untuk pelayanan kampung ke kampung atau rumah ke rumah. Ujar Korneles.

Menyantar pasien sakit, dari kampung ke Kokobaya, dari puskesmas Kokobaya ke Waghete, dari Waghete ke Nabire, Paniai penangung jawab mobil adalah kepala pusksemas kokobaya Onesmus Dogopia, Amd. Kep.

Lanjut Korneles, honorarium sopir adalah tanggungjawab dinas kesehatan Deiyai, Kerusahkan mobil, BBM tanggungjawab kapus kokobaya dan 5 kepala desa karena bidang kesehatan ada, tanggung jawab sarana prasarana dalam penanganan pemanfaat mobil pusling kokobaya kepala puskesmas kokobaya. Saran untuk semua kepala-kepala kampung, semau saya BBM solar taru disini.

Kalau laki-laki yang sakit biasanya tahan saja terhadap sakitnya, jadi setelah naik stadium pertama kedua ketiga lewat kematian yang jemput.

Moment ini pas karena saat ini kepala BPMK juga hadir, Saya mohon kepada BPMK tolong tekankan kepada kepala-kepala kampung, guna mempertimbangkan pustu di setiap kampung yang ada. Sehingga bagaimana dana yang ada perhatian dan jeli melihat itu.

Jika pergantian kepala puskesmas baru tolong tinggalkan mobil pusling ini kepada kepala puskesmas baru agar manfaatkan dengan baik demi pelkes.

Kapiraya juga SK-Pator sudah masuk untuk kerja tahun ini, kita datangkan semua alat dari surabaya.

Saya harap, mohon jaga nama baik kepala puskesmas, dari kita semua dan untuk kita semua karena beliau orang kerja dan orang pemerintah.

Usulan masyarakat kepada kepala pusksemas kokobaya Onesmus, Jika masyarakat tiba-tiba patah tulang ataupun sakit parah darurat pasiennya itu tolong agar jemput oleh petugas kesehatan dengan menyendarai mobil pusling.

Siapa dia ibu hamil, datangi ke pusksemas dulu, jangan anggap antar ke layanan lain, kalau ibu hamil tersebut tak sempat kunjungi pelkes dasar. Semua aset negara itu ada aturannya untuk pemanfaatan bukan milik pribadi masing-masing orang tertentu, kita kerja diatas aturan.

Dengan adanya pemanfaatan mobil ini, saya jelaskan, ibu hamil datangi ke pusat pelayanan kesehatan dasar terdekat dulu, sebelum ke waghete, pengunjung pasien datangi ke pusksemas kokobaya dulu, sebelum ke rumah sakit yang lain.

Jika pasien tersebut tidak sempat datangi ke layanan pelayanan kesehatan dasar, kita tak keluarkan rujukan pasien, ke rumah sakit, jangan harap karena ada aturan yang bicara.

[Nabire.Net/Derik Pinibo]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *