Pengolahan Telur Ikan Terbang Di Fakfak Perlu Dioptimalkan

(Telur Ikan Terbang/Sumber Foto.MancingMania)

(Telur Ikan Terbang/Sumber Foto.MancingMania)

Fakfak – Sudah lama ikan terbang menjadi komoditas berharga bagi nelayan di perairan Fakfak, Provinsi Papua Barat. Salah satu penyebab ikan ini cukup banyak diburu yakni pemanfaatan telurnya.

Tak hanya lezat, ternyata telur ikan terbang memiliki beragam nutrisi yang sangat baik bagi kesehatan seperti asam lemak omega 3, protein, selenium dan vitamin B12 dan D.

Selama ini, telur ikan terbang dari Fakfak selalu dikirim ke Makassar lalu diekspor ke negara-negara di kawasan Asia Timur.

Guna mendorong pertumbuhan ekonomi nelayan ikan terbang yang lebih khusus memanfaatkan telurnya, maka sangat perlu dilakukan pelatihan pengolahan telur ikan terbang.

Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan para nelayan di Fakfak untuk mengolah telur ikan terbang yang berkualitas dan siap ekspor.

Dengan demikian kedepannya diharapkan tak hanya diekspor ke Makassar saja, namun bisa langsung diekspor ke luar negeri.

Pemerintah kabupaten Fakfak juga diharapkan bisa membuka pintu kepada para investor guna menanamkan modalnya dalam usaha ini, sehingga selain dapat meningkatkan ekonomi warga di Fakfak, optimalisasi pengolahan telur ikan terbang juga dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah setempat.

Sebagai informasi, ikan terbang atau Torani adalah salah satu ikan yang sering terlihat terbang di permukaan air. Hal itu dilakukan ketika ikan ini dikejar ikan pemangsa, atau saat menghindari perahu nelayan.

(Ikan terbang)

Sebenarnya ikan ini hanya melayang di udara. Dengan sirip dadanya yang lebar terkembang, ikan ini dapat melayang-layang di atas air beberapa saat lamanya, dengan siripnya yang tidak bergerak-gerak. Setelah itu ikan ini menyelam ke dalam laut, kemudian melayang lagi.

Sesekali ikan ini menyentuh gelombang air dengan ekornya untuk menambah kecepatan. Ikan ini tidak sepenuhnya melayang lurus, tetapi kadang berbelok mengikuti arah gelombang.

[Nabire.Net/Hari.Suroto]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *