Pengawas SMK Nabire Raih Peserta Terbaik Penulisan Best Practice Tingkat Nasional

B

Melalui penulisan karya ilmiah best practice dengan judul “Ko Tau, Ko Bisa” Strategi Pembinaan pembelajaran Aktif dan inovatif guru SMK Kabupaten Nabire”, akhirnya Ir. Ruth MA Widianti, M.Pd, pengawas SMK yang juga Koordinator Pengawas (Korwas) Kabupaten Nabire mewakili Provinsi Papua menjadi salah satu peserta terbaik penulisan best practice tingkat Nasional yang dilaksanakan tanggal 7-9 Oktober 2014 di Hotel Jayakarta Jakarta, beberapa waktu lalu.

Hasil ini merupakan karya dan perjuangan panjang yang dilakukan Ir Ruth MA Widianti, M.Pd sebagai pengawas sekolah di 4 SMK binaan yaitu SMK Negeri 1, SMK Negeri 2, SMK Petra dan SMK Anigou yang berakhir pada Reviuw dan diseminasi hasil penulisan Best Practice pengawas sekolah dalam pelaksanaan tugas kepengawasan melalui presentasi dan ujian.

Dihadapan tim penguji yang terdiri dari Prof. Dr Tri Marhaeni, M.Pd, Dr Samsul Hadi, M.Pd dan Dr. Mahnuri, akhirnya Ir Ruth MA Widianti, M.Pd mampu mempertahankan karya ilmiahnya untuk bersaing dengan 100 pengawas sekolah seluruh Indonesia dan menjadi salah satu peserta terbaik.

Penulisan Best Practice ini berisikan upaya yang dilakukan pengawas SMK dalam memotivasi dan meningkatkan kemampuan guru SMK binaan di Kabupaten Nabire dalam menyusun dan melaksanakan pembelajaran aktif dan inovatif.

Yaitu bukan metode pembelajaran konvensional yang selama ini dilakukan oleh kebanyakan tenaga pendidik tetapi metode pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran. Pembelajaran aktif mengkondisikan agar peserta didik selalu melakukan pengalaman belajar yang bermakna dan senantiasa berpikir tentang apa yang dapat dilakukannya selama pembelajaran.

Wujud pembelajaran menarik harus interaktif, berpartisipasi aktif serta memberikan ruang gerak cukup bagi prakarsa, kreatifitas, dan kemandirian sesuai bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis siswa.

Latar belakang penulisan Best Practice ini berpijak pada tugas dan fungsi guru sebagai ujung tombak pendidikan yang harus kreatif dan inovatif terutama dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 sehingga tujuan akhir pembinaan ini adalah meningkatkan kemampuan guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran aktif dan inovatif, agar peseta didik dapat belajar secara aktif dan menyenangkan.

Sebagai salah satu peserta terbaik, Ir Ruth MA Widianti, M.Pd memperoleh sertifikat dan tabanas dari Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan, tetapi hal yang paling penting adalah kebanggaan dan tekat untuk menjadikan Kabupaten Nabire sebagai barometer pendidikan di Tanah Papua.

(PPN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *