Peneliti Balai Arkeologi Papua Ceritakan Mitos Unik Pulau Kapotar Distrik Moora Nabire

(Foto.Mambor Nabire)

Nabire – Keberadaan Situs Momorikotey, di Pulau Kapotar, Kampung Mambor, Distrik Moora kabupaten Nabire perlu dikembangkan menjadi destinasi wisata yang menarik tanpa meninggalkan kearifan lokal yang ada.

Hal itu diungkapkan Peneliti Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto, kepada Nabire.Net, Sabtu (22/06).

(Baca Juga : Arkeolog Temukan Situs Prasejarah Austronesia 3000 Tahun Lalu Di Distrik Moora Nabire)

Menurut Hari Suroto, Pulau Kapotar ini memiliki mitos unik yang berlaku bagi pengunjung yang baru pertama kali datang ke pulau ini, terlebih khusus bagi pengunjung yang bermaksud tinggal di pulau tersebut beberapa hari.

Dikatakan, pengunjung yang baru datang ke Pulau Kapotar, wajib membasuh kaki, tangan dan mukanya dengan air laut di pantai Pulau Kapotar.

Lanjut Hari, jika hal ini tidak dilakukan maka menurut keterangan yang ia terima dari warga kampung Mambor, akan ada hujan badai dan petir yang tak akan berhenti.

Hujan petir ini berhenti jika orang yang melanggar aturan adat tersebut, telah membasuh kaki, tangan dan muka, namun lebih baik lagi jika langsung mandi di air laut.

“Hal ini pernah saya alami, saat penelitian di Pulau Kapotar, ada teman peneliti yang melanggar, sungguh-sungguh terjadi, pada petang harinya ada hujan badai disertai petir”, kata Hari Suroto.

Sebagai informasi, Pulau Kapotar merupakan pulau kecil bagian dari Kepulauan Moora. Sekeliling pulau Kapotar berpasir putih, banyak pohon kelapa, sangat indah namun belum dimanfaatkan dan dikembangkan sebagai destinasi wisata.

[Nabire.Net]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *