Pendatang Miskin Dari Luar Daerah, Sumbang Tingginya Angka Kemiskinan Papua

Sekretaris Daerah Provinsi Papua drh.Constant Karma, menilai penyebab tingginya angka kemiskinan di bumi cenderawasih, karena hampir setiap minggu sekitar ratusan bahkan ribuan warga miskin dari luar daerah masuk dan mencari pekerjaan di Papua.

Hal tersebut sebagaimana penegasan Sekda Papua Constant Karma saat memberikan keterangan kepada pers, diruang kerjanya, kemarin. Jadi, selama ini angka kemiskinan di Papua sangat tinggi, sehingga IPM Papua juga menjadi rendah. Bertahun-tahun kita di Papua telah mengurus orang miskin, tetapi yang masuk di Papua juga banyak orang miskin yang datang menggunakan kapal, sementara yang datang menanam investasi tidak sebanding dengan,” katanya

Karma mencontohkan, Pemerintah Provinsi Papua setiap tahunnya menganggarkan biaya penanganan masyarakat miskin dengan berdasarkan pada jumlah penduduk yang ada di daerah ini. Hanya saja dengan adanya kedatangan orang miskin dari luar daerah yang masuk ke Papua sehingga menambah beban pembangunan. “Jadi bayangkan saja kita sementara mengurus orang miskin 1000 orang, lalu masuk lagi dari luar 800 atau 500 orang. Nah, ini menyebabkan APBD kita habis mengurus 1500 orang miskin. Padahal dianggarkan cuma 1000 orang,” tuturnya.

Lanjut Karma, bahwa masuknya orang dari luar Papua tersebut tentunya menyebabkan kompetisi yang ketat antara pendatang dengan orang asli daerah. Hal ini juga berimbas pada rendahnya kesempatan kerja bagi orang asli. Dilain pihak, ketambahan orang miskin dari luar, juga menyebabkan letak geografis Papua menjadi hambatan. “Bayangkan penduduk kita hanya tiga juta tetapi luas wilayah kita tiga kali lipat dari besarnya pulau Jawa. Tentu ini juga menyebabkan hasil produksi masyarakat sangat susah untuk dijual. Bagaimana pendapatan masyarakat meningkat,” jelasnya.

Meski begitu, tambah Karma, hal demikian merupakan tantangan bagi pemerintah untuk dituntaskan. Oleh karena itu, untuk mengurangi kemiskinan di kampung-kampung Pemerintah Provinsi juga Prospek yang masuk ke kampung-kampung untuk mengendalikan kemiskinan. “Dengan dana ini ditambah lagi dari dana PNPM Mandiri, maka semua ini masuk kekampung untuk mendorong kemiskinan berkurang di kampung-kampung,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *