Pemprov Papua Luncurkan Program Gerbang Mas Untuk Kurangi Kemiskinan

Provinsi Papua meluncurkan Program Gerakan Membangun Masyarakat Harapan Seluruh Rakyat Papua atau disingkat Gerbang Mas Hasrat Papua, di Sasana Krida Kantor Gubernur Papua, Rabu (12/2).

Kegiatan launching dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pemimpin Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov Papua, dan pemimpin dari sejumlah lembaga donor dan staf kedutaan negara sahabat.

Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal mengatakan, program ini menjadi langkah awal  Pemprov Papua dibawah kepemimpinannya bersama Gubernur Lukas Enembe untuk mempercepat pembangunan menuju Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera.

Ia menjelaskan, selain mendukung program pembangunan di kabupaten/kota, program ini juga akan merancang proyek percontohan di lintas kabupaten. Misalnya, di lima kabupaten yang mewakili lima wilayah adat di Papua antara lain, Kabupaten Keerom, Lanny Jaya, Mappi, Deyai dan Supiori. Karenanya, ia meminta dukungan dari para pemangku kepentingan.

“Kami berharap dengan pelaksanaan peluncuran Gerbang Mas Hasrat Papua didukung oleh pemerintah pusat, kementerian lembaga dan seluruh Negara negara sahabat, beserta lembaga mitra kerja pembangunan di Papua,” harap Klemen.

Empat Aspek Pogram

Klemen Tinal menyebutkan, ada empat aspek dari program ini antara lain, mewujudkan generasi emas Papua melalui perbaikan pendidikan dan kesehatan. Misalnya, menuntaskan buta akasara dan pendidikan dasar wajar 9 tahun. Aspek kedua di bidang kesehatan, akan fokus untuk seribu hari kehidupan dan menghasilkan generasi terbaik di papua.

Sementara, aspek ketiga adalah bidang ekonomi pemberdayaa ekonomi masyarakat melalui program Strategis Pembangunan Ekonomi dan Kelembagaan Kampung (Prospek). ”Ini diharapkan bisa menjadi lokomotif pengembangan pendapatan masyarakat terutama di tingkat kampung,” ujar Klemen.

Sementara program lainnya yakni infrastruktur akan disiapkan perumahan layak huni, penyediaan air bersih dan energi listrik. Program terakhir yakni bidang reformasi birokrasi terkait penguatan sumber daya aparatur terutama di tingkat kampung dan distrik.

“Jadi Program Gerbang Mas ini dikerangkakan untuk untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) dan mengurangi kemiskinan di Papua,” tegasnya.

Adapun alokasi anggaran awal yang disediakan pemerintah Papua untuk program ini adalah sebesar Rp 150 miliar.

Sementara itu, Direktur Badan Pembangunan Internasional AS (USAID), Derek Brown mengaku, dalam program strategi lima tahun kerja mereka di Indonesia, Papua selalu menjadi fokus perhatian terutama di bidang pendidikan dan kesehatan. Dia mencontohkan seperti dukungan dalam program pendidikan dasar. “Dukungan ini harus dilanjutkan, meski daerah lain sudah ditinggalkan,” tutur Derek.

Setidaknya, kata dia, sudah lebih satu dekade berada di Papua, USAID sudah menggelontorkan lebih dari US$ 15 Juta atau sekitar Rp 180 miliar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *