PBB Bereaksi Atas Kasus Kekerasan Aparat Tanggal 1 Mei

Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Hak Asasi Manusia , Navi Pillay, menyatakan keprihatinan serius atas tindakan kekerasan terhadap demonstrasi massa di seluruh Papua sejak 30 April hingga 1 Mei 2013. Pilay menyebutkan polisi telah menggunakan kekuatan yang berlebihan dan menangkap orang karena mengibarkan bendera pro-kemerdekaan.

Tim Investigasi Penembakan Sorong Belum Olah TKP Dikarenakan Penolakan Massa

Dalam rangka penyelidikan terhadap adanya penyerangan oleh ratusan massa terhadap patroli gabungan TNI-Polri pada Selasa (1/5) dini  hari yang mengakibatkan satu anggota TNI atas nama Pelda Sultoni mengalami luka serius di bagian kepala dan beberapa unit kendaraan mengalami kerusakan ketika upacara peringatan penyerahan kembali Papua  ke pangkuan NKRI di Sorong pada  Kamis (2/5),  Wakapolda Papua Brigjen (Pol) Drs. Paulus Waterpauw memimpin langsung investigasi yang didampingi  Wakil  Direktur  Reskrim Umum Polda Papua  AKBP  Parlindungan Silitonga dan .Kabid Propam Polda Papua Kombes Pol Usman Heri Purnomo, SH.

Inilah ke-16 Orang Yang Ditahan Di Polres Timika

Perayaan Hari Aneksasi Papua, 1 Mei 2013 lalu di Timika, Papua diwarnai pengibaran bendera Bintang Kejora di Jalan Trikora, Kwamki Baru. Atas aksi itu aparat polisi di bawah pimpinan Kepala Kepolisian Resort Mimika AKBP Jermias Rontini berhasil membubarkan paksa disertai tembakan peringatan dan menangkap 16 warga sipil.