INFO NABIRE

INFORMASI SEPUTAR KOTA NABIRE

Keluarga Korban Penembakan Di Trans Nabire – Ilaga Minta Polda Papua & Komnas HAM Usut Tuntas Kasut Ini

Last modified on 2014-09-21 12:55:13 GMT. 0 comments. Top.

1(1)

Videlis (Jhon) Agapa (36) ditembak mati di tempat oleh dua orang bersenjata laras panjang di Jalan Trans Irian Nabire-Ilaga KM 74, Kamis, (18/09/14) lalu, Pukul 15.00 waktu setempat.

Terkait penembakan ini, keluarga besar Agapa kembali meminta Polda Papua dan Komnas HAM untuk selidiki dan mengungkap pelaku penembakan.

“Kami minta Polda Papua segera ungkap pelakunya. Pelakunya apakah tentara atau polisi, kami mau ungkap pelaku. Ini bukan binatang tembak pakai alat Negara. Kami mau bilang senjata itu alat tenaga, bukan untuk tembak masyarakat sembarang. Berikan kami keadilan. Ada tiga istri menjadi janda,” kata salah satu keluarga yang tidak ingin namanya disebutkan.

Petronela Dumupa (istri dari korban) tetap berharap pelaku pembunuh suaminya segera ditangkap dan diberikan hukuman sesuai perbuatannya.

Kemarin, Sabtu, 20/09/14,  Willem Agapa, keluarga korban, mendesak Pangdam Cenderawasih, Kapolda Papua, dan Komnas HAM RI untuk segera mengungkap kedua pelaku penembakan ini.

“Kami mau pelakunya harus diungkap ke publik. Kami mau keadilan karena orang palang saja ditembak. Ini di luar batas kemanusiaan,” kata Willem yang juga anggota DPRD Kabupaten Nabire.

Kapolres Nabire, AKBP Tagor Hutapea mengatakan, pihaknya sedang mendalami pelaku penembakan.

(MS)

Dinas Perhubungan Nabire Berupaya Agar Transportasi Laut, Darat & Udara Dapat Terlayani Secara Baik

Last modified on 2014-09-20 13:04:10 GMT. 0 comments. Top.

2

Untuk menjangkau, menghubungkan dan membuka akses dalam rangka percepatan pengembangan pembangunan, Dinas Perhubungan Nabire mengupayakan agar transportasi laut, darat maupun udara dapat terlayani secara baik, sehingga dapat membuka akses dan menghubungkan semua kampung, distrik, kota dan pulau yang ada di Nabire.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan Nabire, Ham Nawipa.

Menurut Ham Nawipa, pihaknya berupaya secara maksimal untuk melaksanakan percepatan pembangunan di kota Nabire agar warga Nabire dapat terlayani dengan adil.

Ham Nawipa juga meminta warga kota Nabire agar bersabar, karena Bupati dan Pemerintah Daerah terus berupaya melakukan pemerataan pembangunan disegala bidang yang dilaksanakan secara bertahap.

(RRI Nabire/Jeffry Panjaitan)

 

Polres Nabire Masih Selidiki Penembakan Videlis John Agapa

Last modified on 2014-09-20 12:47:30 GMT. 0 comments. Top.

b

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Papua Komisaris Besar Polisi Sulistyo Pudjo mengatakan pihaknya sedang melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait penembakan yang menewaskan seorang warga Nabire.

“Kasus ini kami masih selidiki, termasuk apa motifnya,” katanya di Jayapura, Papua, Sabtu (20/09).

Ia menjelaskan bahwa masalah penembakan berawal saat korban, Videlis John Agapa bersama beberapa rekannya sedang melakukan pemalangan di jalan tersebut, pada Kamis siang silam.

“Dalam aksi pemalangan itu, mereka menarik uang kepada warga yang melalui jalan tersebut karena kondisi jalan sedikit longsor. Dan sekitar pukul 12.00 WIT itu, dua orang berpakaian sipil melakukan penembakan di sekitar tempat pemalangan yang dilakukan oleh beberapa orang tadi sehingga menewaskan Videlis John Agapa,” kata Sulistyo.

Mengenai motif penembakan, kata Sulistyo, Polres Nabire masih selidiki dengan membentuk tim guna mengungkap kasus tersebut, termasuk pelaku penembakan.

Sementara, langkah awal yang telah dilakukan oleh kepolisian setempat, lanjut Sulistyo, Kapolres Nabire AKBP Tagor Hutapea telah memerintahkan bawahannya mengevakuasi mayat korban ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan visum.

Visum tersebut akan digunakan alat bukti kepolisian untuk menentukan penyebab kematian John Agapa di Kilo 74, Jalan Trans Nabire, Distrik Diva, Kabupaten Nabire.

“Jadi sudah ada tim yang dibentuk untuk ungkap kasus itu. Pak Kapolres Nabire juga saat menerima laporan bersama Kasatintel dan Kasatreskrim langsung bergerak ke TKP,” katanya.

Diketahui, Jalan Trans Kilometer 74 Nabire, sangat vital karena menghubungkan dua kabupaten terdekat yakni, Dogiyai dan Paniai. Masyarakat di kedua daerah itu, menggunakan Jalan Trans sebagai penghubung utama dan kerap kali dilaporkan ada pemalangan disekitar jalan tersebut.

“Kami mengimbau agar, masyarakat bisa membantu polisi ungkap kasus ini dengan memberikan informasi. Dan berharap tidak ada reaksi yang berlebihan, karena kami (polisi) sedang menyelidiki,” Sulistyo menambahkan.

Temu Ilmiah Guru Besar UGM Dengan Rektor & Dosen USWIM Nabire

Last modified on 2014-09-20 12:29:17 GMT. 0 comments. Top.

0_4f21e8266a4b6

Guru Besar Fakultas MIPA Universitas Gajah Mada Yogyakarta, Prof DR. rer. Nuryono, M.S, mengadakan acara temu ilmiah bersama Rektor Universitas Satya Wiyata Mandala Nabire (USWIM) dan Dosen USWIM Nabire, sabtu lalu (13/09) di Kampus USWIM Nabire.

Dalam pertemuan tersebut, Prof DR. rer. Nuryono, M.S memberi pelatihan metode ilmiah da penulisan jurnal ilmiah. Dalam pemaparannya, Nuryono mengingatkan pentingnya peran aktif para dosen untuk meningkatkan minat baca dan minat tulis di kampus. Hal lain juga yang diingatkan Nuryono bahwa jangan sampai semata-mata penulisan ilmiah hanya untuk digunakan sebagai persyaratan Kenaikan Pangkat. Sangat disayangkan bila berfokus seperti itu, karena ilmu pengetahuan terus berkembang.

Sementara itu ditempat yang sama, Ketua LP3M, Christina M. Lewerissa, S.Sos., S.Pd. M.Si, mengatakan, dengan adanya temu ilmiah dengan materi pelatihan metode ilmiah dan penulisan jurnal ilmiah oleh Prof. Dr. rer. Nuryono, M.Sc. menambah wawasan baru dosen USWIM yang dapat digunakan dalam penulisan jurnal ilmiah. Apalagi selaku ketua LP3M, pengetahuan penulisan jurnal ilmiah menjadi bagian dari program kerja LP3M USWIM kedepan. Sehingga harus dipelajari baik dan dapat diimplementasikan kepada mahasiswa. Dengan demikian, USWIM tidak kalah bersaing dengan perguruan tinggi lain.

Rektor USWIM Drs. P.I. Suripatty, M.Si. sangat berterima kasih atas kehadiran Guru Besar FMIPA Universitas Gajah Mada Jogyakarta, Prof. Dr. rer. Nuryono, M.S. di Kampus USWIM.

Sebagai Rektor USWIM yang baru, merasa kehormatan didatangi Guru Besar pada salah satu Perguruan Tinggi terbaik di Indonesia. Rektor mengharapkan kegiatan seperti ini kiranya terus dikembangkan dan meningkatkan kerja sama di bidang-bidang lain.  Bila ini dikembangankan, maka Pengajar pun dapat dengan mudah membagikannya kepada mahasiswa. Apalagi tuntutan SDM sekarang harus memiliki  Pengetahuan dalam bidang Sosial, Ekonomi, Budaya dan Politik untuk membangun  Tanah Papua  secara khusus  Papua Tengah ke depan.

Permasalahan Distribusi Minyak Tanah Di Nabire Dibahas Kembali

Last modified on 2014-09-19 16:38:20 GMT. 0 comments. Top.

2

Bertempat di ruang rapat Setda Nabire, diadakan rapat pembahasan hasil verifikasi dan evaluasi pangkalan, tentang penatalayanan Bahan Bakar Minyak (BBM) kabupaten Nabire, yang lebih khusus membahas minyak tanah, yang digelar kamis pagi (18/09).

Hadir dalam rapat pembahasan tersebut, Asisten I Setda Nabire, Drs I Wayan Mintaya, Kabag Perekda, Daniel Maipon SSTP, Kepala Distrik Nabire Maikel Danomira SSTP, Kepala Dinas Koperindagkop, Kepala Pertamina Nabire, Kepala-Kepala Kampung dan Lurah se-Distrik Nabire.

Dalam rapat itu, dibahas tindak lanjut pertemuan beberapa waktu lalu terkait masalah pendistribusian minyak tanah di kota Nabire khususnya di Distrik Nabire.

Permasalahan yang tampak jelas yakni mengenai data penduduk yang dipergunakan Dinas kependudukan & Catatan Sipil Nabire yang tidak sesuai dengan distribusi minyak tanah real di lapangan.

Hal itu diungkapkan Kabag Perekda Nabire, Daniel Maipon SSTP.

Ditambahkan Daniel, pada tahun 2013 kuota BBM minyak tanah adalah sebanyak 9.230 KL. Namun pada tahun 2014 ini berdasarkan SK BP Migas, kuota BBM Nabire menjadi 7.830 KL. Dengan demikian terjadi penurunan sebanyak 2.000 lebih KL. Terkait hal ini, pihak Pertamina yang akan menjelaskan supaya diketahui bersama.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Pertamina Nabire, M Gultom. Dirinya menjelaskan, satu bulan kita bisa dapat 652 kilo liter. Sehingga apa yang dijelaskan Kabag Perekda ini memang benar dan data kependudukan juga sangat kecil sehingga kita tidak verifikasi ulang lagi. Dan sementara ada penambahan data penduduk dari distrik-distrik sangat susah. Sebab proses waktu semakin panjang sementara kita layani data riil yang ada dan yang lain akan dilayani kedepan.

Sementara itu menurut Asisten I Setda Nabire, Drs I Wayan Mintaya, perkembangan penduduk di kota Nabire semakin hari semakin bertambah, da warga Nabire masih banyak yang menggunakan minyak tanah sebagai bahan bakar sehari-hari.

Namun dari kondisi di lapangan distribusi minyak tanah di kota Nabire cukup rumit dan semrawut. Banyak dijumpai antrian panjang hingga berakibat gesekan antar warga. Ditakutkan akibat hal-hal kecil seperti ini bisa berkembang luas menjadi hal-hal besar yang tidak diinginkan.

Oleh karena itu menurut I Wayan Mintaya, dirinya berharap kedepannya hal in bisa segera terselesaikan. Masyarakat dilayani secara adil dan nyaman sehingga suasana kota Nabire tetap tenang sesuai harapan bersama.

Waspada, Kasus Penjambretan Mulai Marak Di Nabire

Last modified on 2014-09-19 16:25:28 GMT. 0 comments. Top.

1

Kasus penjambretan dan perampokan mulai merambah ke kota Nabire, setelah baru-baru ini, salah seorang nasabah Bank BRI dirampok oleh sindikat perampok dari Palembang, kali ini nasib naas kembali menimpa IR. IR yang bekerja sebagai PNS, dijambret didepan Masjid Al Muhajirin Nabire.

Menurut keterangan IR, dirinya saat itu baru pulang meminjam laptop dari adiknya FK. Dalam perjalanan pulang ke Nabarua, tiba-tiba dirinya dipepet dan dijambret orang tak dikenal yang menggunakan motor Jupiter Z berwarna hitam. Pelaku juga cukup berani karena melakukan aksinya siang hari, kamis kemarin (18/09/2014).

Korban sendiri tak dapat mengenali ciri-ciri pelaku penjambretan karena pelaku menggunakan helm tertutup (cakil) dan berlalu begitu cepat setelah melakukan aksinya.

Kasus penjambretan pun juga pernah terjadi di tikungan Pantai Nabire. Penjambret merampas tas berisi uang 2 juta dan handphone dari 2 orang ibu. Uang tersebut dijambret saat tas tersebut digendong oleh korban ketika menaiki motor.

Situasi di kota Nabire sendiri saat ini mulai tidak aman dengan kejadian-kejadian seperti ini, oleh karena itu warga kota Nabire diharapkan selalu siaga dan waspada saat akan keluar rumah.

Ketua DPD KNPI : RUU Pilkada Tak Langsung Layak Didukung

Last modified on 2014-09-19 10:24:18 GMT. 0 comments. Top.

Norbertus-Mote

Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) hingga kini hangat dibicarakan dan menuai tanggapan dari berbagai pihak. Kali ini, media ini mencoba mengangkat dari suduh pandang dari kalangan pemuda yang diwakili Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Nabire.

Melalui perbincangan dengan media ini, Ketua DPD KNPI Nabire, Norbertus Mote, SE, M.Si berpendapat, untuk sekarang ini memang sebaiknya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) baik itu Gubernur, Walikota/Bupati itu dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

“Untuk saat ini ya, menurut hemat kami sebaiknya Pilkada tidak langsung dengan berbagai pertimbangan dan alasan. Sambil menunggu kesiapan berdemokrasi masyarakat itu sendiri,” jelas Norbert.

Ditambahkan, sebenarnya antara langsung dan tak langsung itu perbandingannya tipis antara baik dan tidaknya. Artinya sama-sama memiliki kekurangan dan kelebihan.

Dicontohkan dan dirinya memberikan alasan, yakni pertama sisi lemahnya ketika pemilihan langsung yakni biaya politik atau anggaran yang akan dikeluarkan dalam pelaksanakan Pilkada langsung itu biayanya lebih besar ketimbang pemilihan tak langsung atau oleh DPRD. Artinya biaya untuk coas social itu sangat besar.

Kedua, pemilihan atau Pilkada langsung itu cendrung adanya ataupun timbul gesekan-gesekan social di tengah-tengah masyarakat, bahkan di keluarga sekalipun. Maksudnya, seperti dalam satu keluarga yang sebelumnya telah terjalin hubungan kekerabatan ataupun satu hubungan masyarakat satu dengan lainnya berjalan baik, karena adanya Pilkada kemungkinan didalam keluarga ataupun bermasyarakat tersebut menjadi rengang atau rapuh lantara tidak sama pandangan ketika dia harus memilih contohnya.

Disini, kita sebenarnya bukan dalam rangka mengabaikan bahkan mengkabiri hak berdemokrasi masyarakat secara langsung, tetapi kita juga perlu memberikan pemahaman dan pembelajaran yang baik dulu kepada masyarakat, tentang berpolitik yang baik.

“Karena di Papua ini, secara umum masyarakat awam akan pendidikan berpolitik yang baik. Banyak kejadian dan kasus terjadi disini terkait sengketa ataupun masalah Pilkada. Bahkan kalau kita mau jujur dampak dari Pilkada langsung itu berpengaruh kepada kedudukan masyarakat ketika Pilkada itu dilangsungkan, seperti di satu kampung dia memilih calon satu, ketika calon lain yang naik, isu ataupun suara-suara akan terdengar bahkan kampung yang itu bisa tidak dapat perhatian,” urainya.

Ini mungkin satu dari sekian dampak yang terjadi, termasuk dilingkungan birokrasi. Ketika pejabat satu ini diketahui mendukung atau tidak mendukung, kelak pada posisi birokrasi dia bisa tersisi atau tersingkir, bahkan bisa non job. “Inilah yang terjadi dewasa ini, jadi untuk saat ini sambil berjalan pembinaan, pembelajaran dan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat, mungkin hemat saya Pilkada kita serahkan ke DPRD atau Pilkada tak langsung,” tambah Norbert.

Lanjut Norbert panggilan akrabnya, beberapa bulan lalu kita kan sudah memilih wakil rakyat untuk duduk dikursi DPRD Nabire. Kita disini coba tidak berbicara dulu menyangkut kapabilitas dan kapasitas seorang anggota DPRD, tapi kita kan sudah memilih wakil kita untuk duduk di parlemen. “Ya coba kita serahkan ke mereka yang merupakan wakil kita. Sambil apa yang saya katakan tadi terkait pendidikan politik masyarakat berjalan dan partisipasi rakyat itu kita dongkrak atau dorong lebih maju dulu,” urainya.

Menjawab pertanyaan media ini terkait Pilkada tak langsung maka yang diuntungkan adalah anggota DPRD dan Partai Politik (Parpol), jelas Norbert, anggapan ataupun penilaian itu saya tidak setuju. Di Negara kita ini kan ada namanya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), PPATK dan BPK RI. Mereka-mereka inilah yang nanti mengawasi dan mungkin bisa mengontrol langsung dibantu mungkin masyarakat atau melalui LSM. Jadi tidak semerta-merta karena Pilkada itu yang pilih DPRD atau di Nabire 25 anggota DPRD yang kenyang, ini menurut saya tidak demikian.

Jadi menurut hemat saya, apa yang dibahas ataupun akan diparipurna oleh DPR RI di Jakarta terkait RUU Pilkada itu kita harus dukung sambil berjalan pendidikan politik, partisipasi dan pemahaman berpolitik masyarakat kita tingkatkan. Andaikan mungkin sudah siap yang saya juga mendukung Pilkada langsung oleh rakyat.

Terkait dengan itu maka demokrasi langsung rakyat dikabiri itu juga memang ada benarnya, tapi DPRD seperti apa yang diamademenkan dalam Pancasila sila keempat, yakni Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Dalam Permusyawatan dan Perwakilan itu benar-benar terealisasi dengan baik. Kita kan sudah memilih dan menyalurkan hak politik kita pada Pemilihan Legislatif (Pileg) lalu dan semestinya mungkin demikian, sambil kita sama-sama perbaiki cara pandangan, berpikir dan  berpolitik masyarakat itu sendiri.

Dengan harapan, imbuh Norbert, kelak ketika benar-benar kita sudah siap, yang boleh-boleh saja kita melaksanakan Pilkada langsung. “Ini mungkin pandangan saya, ya namanya kita hidup saat ini pandangan atau cara berpikir kita berbeda kan tidak ada salahnya untuk kemajuan daerah, bangsa dan Negara kita Indonesia,” akhirnya.

(Papuaposnabire)

Silahkan Komentar

Komentar Anda

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216