INFO PAPUA

INFORMASI SEPUTAR PAPUA

Lomba Fashion Show Tingkat Anak-Anak Meriahkan HUT Kartini Ke 136 Di Kabupaten Deiyai

Last modified on 2015-04-19 16:34:03 GMT. 0 comments. Top.

kartini

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) RA. Kartini yang ke 136, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Deiyai mengadakan lomba busana atau Fashion Show tingkat Sekolah Dasar (SD), Taman Kanak-Kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang ada di daerah Deiyai.

“Kami lakukan kategori SD khusus kelas I dan II, TK dan PAUD, saja,” ujar Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Deiyai, Petronela Giyai, di aula Distrik Tigi, Waghete, Sabtu (18/4/2015).

Perlombaan itu melibatkan sejumlah SD, TK dan PAUD yang ada di sekitar Kota Wakeitei, ibukota Kabupaten Deiyai, yakni SD YPPK Wakeitei, SD YPPGI Wakeitei, SD Yapis Wakeitei, TK Komugai, TK Antiokhia dan TK Yapis. “Sementara untuk PAUD hanya PAUD Emudai,” ujarnya.

Kriteria yang dinilai dalam fashion show ini, kata Petronela, keserasian jenis pakaian, keserasian busana, keserasian saat lomba sedang berlangsung. “Tetapi paling penting ialah peserta percaya diri dalam pelaksanaan perlombaan ini,” katanya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Deiyai, Basilius Badii mengatakan RA. Kartini memperjuangkan dan mengangkat harkat dan martabat kaum perempuan di Indonesia, juga perempuan di wilayah Deiyai.

“Sehingga, perlombaan ini harus berjalan dengan sportif, dan harus memaknai HUT RA Kartini sebagai motivasi dalam hidup,” ujar Basilius Badii yang juga penasehat Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Deiyai.

(Jubi)

Dinas Pendidikan & Kebudayaan Papua Berencana Masukan Bahasa Daerah Dalam Kurikulum SD

Last modified on 2015-04-19 13:30:21 GMT. 0 comments. Top.

rp_nglk_PetaPropinsi_Papua.jpg

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Papua berencana memasukkan bahasa daerah dalam kurikulum pendidikan di kelas I, II dan III pada tingkat Sekolah Dasar (SD).

Kepala Disdikbud Provinsi Papua, Elias Wonda, di Jayapura, Sabtu, mengatakan, sebenarnya sangat bagus jika awalnya dari kelas I, II dan III menggunakan bahasa daerah lalu selanjutnya menggunakan bahasa Indonesia.

“Dengan adanya kurikulum yang menggunakan bahasa daerah maka akan melengkapi pembelajaran yang diterima siswa di sekolah,” katanya.

Elias menjelaskan, misalnya saja dalam mengenalkan huruf kepada siswa, bisa menggunakan bahasa daerah agar lebih mudah dikenal dan dipahami.

“Program bahasa daerah tersebut kini tengah diterapkan di Kabupaten Sarmi, Kota Wamena dan Kabupaten Jayapura khususnya di Sentani,” ujarnya.

Dia menuturkan, pihaknya berharap anak-anak Papua sudah lebih mengenal huruf, membaca, menulis dan berhitung di tingkat SD sehingga ketika memasuki Sekolah Menengah Pertama (SMP) tidak kesulitan.

“Melalui program Gerbang Mas milik pemerintah, siswa di kelas I dan II sudah harus bisa membaca dan menulis,” katanya.

Dia menambahkan, pihaknya juga akan memberikan perhatian kepada sekolah-sekolah di kampung yang juga membantu anak-anak Papua mengenal huruf, membaca, menulis dan berhitung.

Komisi IV DPR Papua Pertanyakan Dana Pembangunan Jalan Di Intan Jaya

Last modified on 2015-04-17 18:39:46 GMT. 0 comments. Top.

f

Komisi IV DPR Papua bidang infrastruktur mempertanyakan dana pembangunan jalan trans Intan Jaya–Paniai yang dialokasikan dalam dua tahun anggaran (2014–2015) dari APBD Provinsi Papua dengan sebesar Rp50 miliar.

“Ketika kami melakukan reses ke daerah pemilihan III, termasuk Intan Jaya. Di sana kami menemukan fakta lapangan, pembangunan jalan trans Sugapa, Ibukota Kabupaten Intan Jaya ke Enarotali, Paniai belum juga dikerajakan. Padahal alokasi anggaran pada 2014 mencapai Rp20 miliar, dan pada 2015 senilai Rp 30 miliar,” kata Thomas Sondegau kepada wartawan, Rabu (15/4).

Dengan jumlah anggaran yang begitu besar, sayangnya realisasi dilapangan tidak ada, maka pihaknya mempertanyakan kepada Dinas PU alasan apa sehingga anggaran yang sudah ditetapkan tak difungsikan.

“Masyarakat setempat mengharapkan jalan itu segera dikerjakan. Inikan anggarannya sudah bertumpuk selama dua tahun anggaran. Masih ada kurang lebih 180 km yang belum tembus. Harus dijelaskan dan kalau tidak maka jadi pertanyaan besar bagi kami dan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, jika sudah ada jalan darat dari Intan Jaya ke kabupaten terdekat seperti Paniai, Dogiyai dan Nabire, akan lebih memudahkan akses untuk masyarakat. Katanya, selama ini masyarakat terbebani karena Intan Jaya hanya bisa dijangkau dengan pesawat berbadan kecil.

“Kalau sudah ada jalan darat, tentu akan lebih memudahkan masyarakat dan membuka keterisolasian akses ke Intan Jaya. Akses ekonomi akan lebih mudah. Kami mendesak agar pengerjaan jalan itu segera rampung.  Kami akan desak pembangunan jalan itu selesai. Jalan itu sudah dua tahun dianggarkan. Pekerjaan yang jadi bagian kabupaten, mereka sudah kerjakan. Tapi provinsi yang belum,” ucapnya.

Untuk itu, ia meminta agar orang yang ditempatkan Dinas PU Papua di lapangan merupakan orang-orang yang mengetahui lokasi dan menguasai kondisi daerah serta bisa menjalankan pekerjaan.  “Itu baru satu kabupaten, belum di kabupaten lainnya,” katanya.

Selain itu, kata Thomas, pihaknya juga menemukan sejumlah kegiatan yang belum dikerjakan oleh Dinas PU. “Kami minta kepada pihak dinas terkait supaya melihat anggaran yang tak dimanfaatkan itu. Pemerataan pembangunan itu penting. Kalau pada anggaran 2016 kegitan – kegiatan lanjutan di berbagai kabupaten dan tak jalan, akan kami coret, dan anggarannya dialihkan ke daerah lain. Daerah lain juga butuh pembangunan,” katanya.

(BP)

Komite Independen Papua Minta Polda Bebaskan 4 Anggotanya

Last modified on 2015-04-17 17:20:17 GMT. 0 comments. Top.

Komite Independen Papua (KIP) meminta Kepolisian Daerah (Polda) Papua segera membebaskan empat anggotanya yang ditahan di Mapolda Papua atas dugaan kasus makar, sejak Selasa 14 April 2015.

Eni Tan bertindak sebagai penghubung KIP dengan Pemerintah Indonesia menegaskan, pihak KIP akan melakukan upaya apa pun, agar ke empat anggota KIP masing-masing berisial LM, OB, DF dan MES segera dibebaskan.

“Rekan kami yang empat orang ini harus dibebaskan, mereka tidak bersalah,” kata Eni kepada wartawan, Jumat (17/4/2015).

Eni mengaku, empat anggota KIP tersebut bukan bagian dari Negara Republik Federal Papua Barat (NRFPB) yang dituduhkan Polda Papua sebagai pelaku makar.

Terkait keterlibatan empat anggota KIP dengan Jenderal NRFPB bernama Elias Ayakeding, yang juga ikut bersamaan ditangkap aparat. Eni mengaku sama sekali tidak mengetahuinya sosok pria yang mengaku Jenderal NRFPB tersebut.

“Kita baru saja melakukan pertemuan dengan Menteri Pertahanan (Ryamizard Ryacudu). Kenapa usai pertemuan, mereka ditangkap? Apakah pertemuan itu merupakan tindakan makar?” kata Eni.

Eni menegaskan, bila keempat anggota KIP tersebut tidak dibebaskan, maka KIP akan mempraperadilankan aparat Polda Papua.

Diakui Eni, pada 10 April 2015 di Jakarta, dirinya bersama empat anggota KIP melakukan pertemuan tertutup bersama Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu. Pertemuan itu guna membahas dialog antara Pemerintah Indonesia dan Papua.

“Kami ke Jakarta atas permintaan Bapak Menteri secara lisan kepada kami,” ujar dia.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua, Kombes Polisi Patridge menuturkan, ke empat anggota KIP yang ditangkap aparat kepolisian di Bandara Sentani, terbukti melakukan kasus makar sehingga mereka ditahan di Mapolda Papua.

“Penetapan status ini sesuai dengan hasil penyelidikan yang dilakukan anggota reskrim terhadap para tersangka,” kata Patridge.

BPTP Papua Akan Mengadakan Kegiatan Pendampingan Pengembangan Kawasan Ternak Sapi Potong Untuk 4 Kabupaten Termasuk Nabire

Last modified on 2015-04-17 16:45:56 GMT. 0 comments. Top.

a

Dalam upaya mendukung pencapaian program swasembada daging tahun 2019, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua berupaya mendampingi para peternak sapi potong di Papua melalui kegiatan Pendampingan Pengembangan Kawasan Ternak Sapi Potong, untuk mendukung keberhasilan pencapaian swasembada daging.

Kegiatan ini akan dilakukan pada 4 Kabupaten yaitu Nabire, Keerom, Jayapura dan Merauke. Agar tujuan kegiatan pendampingan pengembangan kawasan ternak sapi potong tercapai, perlu didahului dengan Sosialisasi dan FGD (Focus Grup Discussion) bersama kelompok ternak yang akan didampingi.

Pada hari Rabu, 15 April 2015, Penanggung Jawab Kegiatan (Dr.Ir.Batseba M.W.Tiro,MP) bersama tim melakukan Sosialisasi dan FGD Kegiatan Pendampingan Pengembangan Kawasan Ternak Sapi Potong pada Kelompok Ternak Wiwa Papua Bangkit Mandiri di Kampung Efia-Fia, Distrik Arso 11, Kabupaten Keerom.

Kelompok Wiwa Papua Bangkit Mandiri yang beranggotakan 36 orang, merupakan kelompok yang masih baru dan memerlukan banyak pengetahuan berkaitan dengan teknologi ternak sapi potong mulai dari pakan sampai kesehatan hewan.

Acara Sosialisasi dan FGD dihadiri oleh Kabid Peternakan Dinas Pertanian,Peternakan dan Perikanan Kabupaten Keerom (Ir.Tamiun) beserta staff, Kepala Kampung Efia-Fia (Bapak Hari Mulya), Kepala Kantor BP3K Arso (Bapak Charis Susiyanto,SP).

Tanggapan yang positif dari semua pihak yang hadir membuat suasana kegiatan Sosialisasi dan FGD berjalan lancar. Melalui Kegiatan FGD diperoleh beberapa permasalahan yang dihadapi peternak, antara lain minimnya wadah minum sapi potong yang tersedia, kawasan yang digunakan sebagai kandang ranch sapi belum mempunyai tempat berteduh, cara budidaya HMT dan manajemen pemberian pakan sapi belum sesuai anjuran serta pengetahuan berkaitan dengan kesehatan/obat-obatan hewan masih minim.

Dengan adanya kegiatan pendampingan ini dapat membantu kelompok ternak dalam kegiatan budidaya ternak sapi sapi serta kelembagaan kelompok. BPTP Papua, yang merupakan perpanjangan dari Badan Litbang berupaya memberikan pendampingan teknologi yang bisa diaplikasikan dan Dinas Peternakan untuk membantu menangani masalah kesehatan ternak.

Kerjasama dari berbagai instansi/lembaga yang terlibat, diharapkan Kelompok Ternak Wiwa Papua Bangkit Mandiri mampu berkembang.

(PLP)

Silahkan Komentar

Komentar Anda

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245