INFO PAPUA

INFORMASI SEPUTAR PAPUA

Menteri Agama Buka MTQ Papua & Pesta Paduan Suara Gerejawi I Jayapura Secara Bersamaan

Last modified on 2016-05-28 10:39:01 GMT. 0 comments. Top.

0

(Menteri Agama Lukman Hakim membuka MTQ & Pesparawi ditandai pemukulan Tifa di lapangan Bas Youwe Sentani/Dok.Kementerian Agama RI)

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXVI tingkat Provinsi Papua, sekaligus pembukaan pesta paduan suara gerejawi (Pesparawi) I Kabupaten Jayapura, yang digelar di Stadion Barnabas Youwe, di Sentani, Sabtu.

Pembukaan dua kegiatan keagamaan secara bersama-sama itu digelar di Sentani, Kabupaten Jayapura pukul 17.30 WIT, yang dihadiri ribuan umat Islam dan Kristen, serta pada tamu undangan.

MTQ XXVI tingkat Provinsi Papua itu akan berlangsung sejak 28 Mei hingga 2 Juni, sementara Pesparawi I Kabupaten Jayapura akan berlangsung hingga 6 Juni 2016.

Tampak hadir dalam acara keagamaan yang dipadukan dengan pencanangan zona integritas kerukunan umat beragama itu, Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal, Bupati Jayapura Matius Awoitau, dan Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Papua Jannus Pangaribuan.

1

Mengawali sambutannya, Lukman Hakim mengungkapkan bahwa masyarakat Papua merupakan bagian dari rakyat Indonesia yang lebih dulu menikmati matahari (daerah paling timur Indonesia).

“Oleh karena itu ada baiknya lagu dari Sabang sampai Merauke perlu diubah menjadi dari Merauke sampai Sabang,” ujarnya sembari menyanyikan lagu nasional itu dan disambut tepuk tangan para hadirin.

Selanjutnya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin menyampaikan bahwa kerukunan merupakan suatu keniscayaan dalam kehidupan bangsa Indonesia yang multikultural, multiagama, dan multi suku.

Hal tersebut menjadi tantangan sekaligus taruhan besar bagi bangsa Indonesia kini dan masa depan.

“Jika kita bisa melewati tantangan tersebut maka bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang maju dan besar,” ujarnya.

Lukman juga mengungkapkan bahwa dua acara keagamaan yang digelar itu merupakan sejarah baru, karena selain baru pertama kali terjadi di Indonesia, juga karena sangat terkait erat dengan program bersama yakni mewujudkan kerukunan antarumat bergama, antarsuku, dan antargolong serta antarwarga.

“Ini sejarah baru karena integritas dan kerukunan menjadi satu kebersamaan, dan rakyat Papua teristimewa di Kabupaten Jayapura telah mendeklarasikan diri untuk konsiten untuk menjunjung tinggi nilai-nilai luhur untuk mewujudkan kerukunan,” ujarnya.

2

Menag Lukman juga mengungkapkan apresiasi atas terselenggaranya acara keagamaan secara bersama-sama itu sebagai bukti nyata nilai-nilai luhur bangsa Indonesia telah tertanam dalam jiwa luhur rakyat Papua.

(Antara)

Disaksikan Kapolda Papua, Dua Pihak Yang Bertikai Di Timika Sepakat Damai

Last modified on 2016-05-28 10:34:37 GMT. 0 comments. Top.

timika

Dua kelompok warga di Timika yang terlibat pertikaian di Jalan Sam Ratulangi dan Jalan Pattimura sejak Selasa (24/3) lalu, akhirnya sepakat berdamai dan menghentikan pertikaian untuk selamanya. Kesepakatan tersebut tertuang dalam pertemuan yang digelar di Kantor DPRD Mimika, Jumat (27/5).

Pertemuan dengan menghadirkan Ketua Kerukunan Sulawesi Selatan (KKSS) H. Basri, Wakil Ketua Ikatan Kerukunan Toraja (IKT) Yohanes Batto, Ketua Kerukunan Kei Piet Rafra dan pewakilan masyarakat Kei seperti, Thomas Temorubun, Benediktus Renyaan dan Bruno Fatubun serta sejumlah pengurus dari kedua kerukunan tersebut, difasilitasi Ketua DPRD Mimika Elminus B Mom, SE, Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw, Danrem 174/ATW Brigjen TNI Achmad Marzuki dan Wakil Bupati Mimika Yohanes Bassang, SE.

Hadirpula dalam pertemuan itu, Sekda Mimika Ausilius You, S.Pd., MM, Kapolres Mimika AKBP H. Yustanto Mujiharso, SIK.,M.Si, Dandim 1710/Mimika Andi Kusworo, Ketua Komisi A DPRD Mimika Saleh Al Hamid, para petinggi satuan TNI-Polri, perwakilan tokoh agama, tokoh adat, serta perwakilan dua lembaga adat yaitu, Lemasko dan Lemasa.

Pertemuan yang berlangsung dari pukul 16.00-23.00 WIT, kedua pihak menyepakati semua yang tertuang dalam kesepakatan. Termasuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika untuk membentuk tim terpadu dalam rangka rekonstruksi dan rehabilitasi akibat dari pertikaian ini.

Berikut 6 Pasal yang disepakati :

Pasal 1:

(1) Para PIHAK berjanji dan telah sepakat mulai Jumat 27 Mei 2016, melakukan perdamaian.

(2) Para PIHAK berjanji, tidak akan melakukan perberbuatan konflik ataupun pertikaian setelah dilaksanakan perdamaian ini.

Pasal 2:

(1) Para PIHAK berjanji dan sepakat, bila setelah ditandatanganinya perjanjian perdamaian ini, bila ada pihak ataupun oknum yang melakukan tindak pidana, akan dikategorikan tindak pidana umum yang tidak melibatkan atas nama suku dan kelompok, dan bertanggungjawab atas nama pribadi.

(2) Para PIHAK sepakat bila dikemudian hari terjadi konflik ataupun pertikaian, antara suku Kei dan suku Toraja, akan dikategorikan tindak pidana umum, dan masing-masing kelompok mempertanggungjawabkan perbuatannya dihadapan penegak hukum sampai putusnya keputusan pengadilan atas perbuatan yang dilakukan.

Pasal 3 :

Para PIHAK sepakat berjanji bila terjadi dikemudian hari konflik atau pertikaian antara suku Kei dan suku Toraja, tidak akan menjadi tanggungjawab pemerintah daerah, tetapi menjadi tanggungjawab masing-masing pihak atau kelompok.

Pasal 4 : Dalam rangka rekonstruksi dan rehabilitasi akibat dari pertikaian ini yang berupa jiwa dan harta benda, maka pemerintah daerah Kabupaten Mimika bertanggungjawab untuk membentuk tim terpadu untuk menangani hal tersebut.

Pasal 5 :

Dengan ditandatanganinya perjanjian ini kedua pihak sepakat menjaga perdamaian dan keamanan di wilayah para PIHAK atau Kabupaten Mimika.

Pasal 6 :

Demikian perjanjian ini kami buat dengan kesadaran penuh tanpa paksaan dari pihak manapun juga dan tanpa syarat-syarat apapun juga.

Sebelum disepakati kesepakatan damai, Ketua DPRD Mimika menyampaikan bahwa, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin agar konflik yang terjadi beberapa hari terakhir ini yang menelan korban jiwa serta mengakibatkan kerugian materil di masyarakat, dapat segera diakhiri. Pasalnya, banyak pihak yang dirugikan di Kabupaten Mimika dengan ada konflik yang terjadi.

“Kita akan berusaha semaksimal mungkin untuk membantu saudara-saudara kita yang mengalami kedukaan dan kerugian material dalam konflik ini, juga mengakhiri konflik,” kata Elminus.

Sementara itu Kapolda Papua menjelaskan, para pihak yang sudah hadir dalam pertemuan ini, sudah berarti akan sepakat untuk perdamaian atas konflik antar kelompok warga yang sudah terjadi, dengan cara membicarakan permasalahan yang ada secara baik.

“Masyarakat kita sangat mendengar pemimpinnya, kalau pemimpinnya bagus maka masyarakatnya mau mendengar, tapi kalau pemimpinnya tidak bagus maka tidak sinkron dengan masyarakatnya. Jadi saya mau bilang kepada saudara-saudara yang hadir ini, mari kita bicarakan dengan baik,” terang Kapolda.

Mewakili masyarakat Kei Thomas Temorubun, SH menyatakan bahwa, konflik yang ada di daerah Timika harus segera diatasi. Ia juga memohon maaf kepada 7 kepala suku, Lemasko dan Lemasa karena telah lalai mendidik anak muda yang berkonflik.

“Kami inginkan perdamaian di atas status hukum,” kata Thomas.

Mewakili KKSS, H. Basri mengatakan, pihaknya selalu taat dan memegang teguh adat istiadat. Jika berbicara perdamaian, maka pihaknya meminta kepada pihak keamanan dan Pemkab Mimika untuk betul-betul membuat kesepakatan damai secara konkrit.

“Jangan hanya di tempat ini saja. Kami punya  adat saling mengingatkan dan saling menghargai. Kami tidak bisa mengingkari hal-hal seperti ini. Kalau berdamai kita siap berdamai,” kata Basri.

Setelah penyampaian demi penyampaian disampaikan dari masing-masing pihak, segala hal yang menjadi permasalahan sehingga konflik terjadi, maka disepakati secara bersama dan dirumuskan dalam satu bentuk dokumen surat pernyataani perdaimaian. Selanjutnya dari situ, masing-masing pihak terkait menandatangani surat pernyataan perdamaian tersebut dan disaksikan oleh pihak terkait sebagai saksi atas pernyataan yang telah dibuat.

(Humas Polda Papua)

Menteri Agama & Gubernur Papua Akan Membuka Secara Resmi Pelaksanaan MTQ Ke 26 Tingkat Papua Tahun 2016

Last modified on 2016-05-27 15:33:17 GMT. 0 comments. Top.

3

(Tempat pelaksanaan MTQ Papua)

Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim, direncanakan akan membuka secara resmi kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke 26 tingkat Provinsi Papua, tahun 2016, di Sentani Jayapura Papua, sabtu (28/05).

Perhelatan MTQ akan dipusatkan di Masjid Al Aqsa, Sentani Jayapura. Menteri Agama nantinya akan membuka MTQ ke 26 tahun 2016 tingkat Provinsi Papua, bersama Gubernur Papua, Lukas Enembe, sekaligus melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Jayapura.

Adapun untuk pendaftaran peserta sudah dilaksanakan hari jumat tadi (27/05) bersamaan dengan pelantikan Dewan Hakim MTQ.

Kontingen Nabire yang mengikuti MTQ ke 26 tahun 2016 tingkat Provinsi Papua terdiri dari 33 orang peserta. Ke 33 orang peserta tersebut akan mengikuti berbagai kategori lomba yakni lomba Tartil Quran cabang anak, Lomba Tilawah cabang anak, remaja dan dewasa, lomba Hifzil Quran 5 juz, lomba syahril Quran, dan lomba Kaligrafi.

Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat provinsi Papua tahun 2016 akan digelar di Sentani Papua mulai tanggal 28 mei – 2 juni 2016.

Kegiatan Senam Gabungan Dilingkungan Pemkab Paniai

Last modified on 2016-05-27 12:50:35 GMT. 0 comments. Top.

b

Kegiatan senam gabungan yang dilaksanakan pada setiap hari Jumat di Enarotali kabupaten Paniai merupakan program Bupati/Wakil Bupati Paniai untuk menjalankan Visi dan Misinya yaitu hidup sehat tercipta masyarakat yang sehat pula, Jum’at (27/05).

Tujuan dilaksanakan senam gabungan ini adalah, disamping menjalankan Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati, juga untuk memelihara hubungan yang baik antara TNI, Polri dan Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Daerah yang ada di wilayah Kab. Paniai. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan hubungan dan pergaulan sehari-hari tidak merasa ada batas pemisah di antara sesama termasuk kepada masyarakat sehingga selalu tercipta hubungan kekeluargaan.

Senam gabungan ini dipimpin oleh guru-guru senam yang sudah disekolahkan oleh Pemda Paniai melalui pelatihan baik di Jayapura maupun diluar Papua.

Dalam kegiatan senam gabungan tersebut dihadiri oleh anggota Koramil (Komando Rayon Militer) Enarotali, anggota Yonif 509/Kostrad (Komando Startegis Angkatan Darat), anggota Polres, anggota Brimob dan Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemda Paniai.

(Kodam17)

8 Wartawan Di Jayapura Laporkan Wartawan Berinisial AAY Atas Dugaan Penyebaran Fitnah Di Facebook

Last modified on 2016-05-26 17:28:59 GMT. 0 comments. Top.

2

Hati-hati jika Anda membuat status di media sosial seperti Facebook, apalagi dalam status itu telah melakukan penghinaan atau pencemaran nama baik kepada seseorang, tanpa ada bukti yang akurat. Sebab Anda dapat dikenakan UU Informasi dan Teknologi (ITE) dan juga pencemaran nama baik.

Petang tadi, sebanyak 8 wartawan di Kota Jayapura melaporkan seorang wartawan di Jayapura berinisial AAY dan seseorang lain berinisial JEM ke Polda Papua, atas dugaan telah menyebarkan fitnah di dalam akun facebooknya. Status Facebook AAY ditulis: “Setelah ditactir makan siang, dapat uang saku full, bakar BK di halaman RM Bagus Pandang, jadilah berita” lantas ditanggapi banyak orang.

Salah satunya ditanggapi JEM yang juga menyebutkan: “ORANG2 INIKAH YANG DISEBUT WARTAWAN YANG HANCRKAN PAPUA DEMI PERUTNYA SENDIRI……??? ISTILAH SAMA DENGAN MAIN LAIN DAN LATIHAN LAIN…… Bersama dengan itu pula JEM memposting foto selfie wartawan yang hadir di Rumah Bagus Pandang, Kota Jayapura. Tak hanya itu, di dalam foto para jurnalis ini juga tertulis “Wartawan Pengemis di Jayapura.”

Wartawan Vivanews di Papua, Banjir Ambarita yang ikut dituduhkan dalam foto yang diposting JEM menyebutkan, pelaporan 8 wartawan hari ini dilakukan agar ada efek jera bagi pelaku yang biasa memposting sembarangan status ataupun foto seseorang tanpa ijin yang jelas.

“Di dalam postingan itu jelas menyebutkan wartawan dan profesi wartawan adalah melekat pada kami yang dituduhkan dalam foto tersebut. Kami sangat dirugikan dengan tuduhan ini yang jelas tidak pernah kami lakukan,” jelas Bram, panggilan lelaki yang telah menjalani profesinya selama 13 tahun di Papua yang ditemui usai melapor ke Polda Papua, Kamis 26 Mei 2016.

Lanjut Bram, pihak kepolisian sudah menerima laporan 8 jurnalis ini dan akan menindaklanjuti dengan memanggil para pihak terkait status dalam akun Facebook terlapor, agar kasusnya menjadi jelas.

Jurnalis lainnya yang ikut menjadi korban pencemaran nama baik, Denny Alvino Tonjauw, wartawan Cenderawasih Pos sangat menyesalkan dengan tindakan oknum wartawan yang memposting status dalam akun Facebook dengan maksud menjatuhkan sesama jurnalis.

“Jurnalis harus netral dan tidak seharusnya tak memihak kelompok manapun. Saya akan minta ketegasan dan tidak bisa dibiarkan, sehingga kasus seperti ini tidak terulang kembali pada jurnalis, maupun warga lainnya,” tandasnya.

Koordinator Divisi Advokasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jayapura, Fabio Costa yang juga ada dalam foto selfie para wartawan ini meminta aparat kepolisian menindaklanjuti laporan ini, agar ada tindakan hukum bagi oknum wartawan atau seseorang yang sengaja mencemarkan nama baik orang lain.

“Kami berharap ada efek jera bagi pelaku, sehingga tidak menjatuhkan atau menuduh orang lain di media sosial tanpa memiliki bukti, untuk suatu kepentingan tertentu,” kata Fabio yang keseharaiannya sebagai wartawan Kompas di Papua.

Sementara itu, Ketua Indonesia Journalist Network (IJN) Papua, Roberth Vanwi menyampaikan dukungannya terhadap pelaporan dugaan pencemaran nama baik teman-teman jurnalis.

“Kalau tidak ada bukti, jangan asal bicara. Jadi, hati-hati jika memposting hal yang menyudutkan pihak lain. Postingan tersebut tak hanya merugikan masing-masing jurnalis, tetapi juga tempat kawan-kawan bekerja,” paparnya.

Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Papua, Ricardo Hutahaean yang ikut mengawal kasus ini memberikan dukungan terhadap pelaporan itu. Menurutnya, apa yang dituduhkan oleh oknum wartawan berinisial AAY itu, tidak hanya dilakukan pada kasus ini, sebab sebelumnya juga diduga telah  mencemarkan nama baik teman-teman jurnalis di Jayapura.

Melalui pesan singkatnya, AAY menuliskan: “Terkait dgn status fbku kemarin, sy tdk tujukan kepada siapapun. Sy tdk sebutkan nama2 jg di status itu. Hanya itu saja. Shngg sy sampaikan mhn maaf. Slmat sore”.

(K.P)

Sekjen PBB Terima Laporan Pelanggaran HAM Di Papua

Last modified on 2016-05-26 16:49:38 GMT. 0 comments. Top.

Untitled

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon menerima laporan pelanggaran hak asasi manusia di Papua.

Laporan West Papua Fact Finding Mission Report yang berjudul “We Will Lose Everything” diserahkan Ketua Asosiasi Lembaga Swadaya Masyarakat Kepulauan Pasifik (Pacific Islands Association for Non-Governmental Organisations/PIANGO) Emele Duituturaga di Istanbul, Turki, Selasa, 25 Mei 2016.

Duituturaga mempresentasikan laporan tersebut kepada Ban Ki-moon pada hari kedua KTT Kemanusiaan Dunia (WHS). Laporan itu kemudian diserahkan dan diterima asisten Sekretaris Jenderal PBB.

Di akhir KTT, Duituturaga sempat melakukan percakapan singkat dengan Ban Ki-moon. Penyerahan laporan tersebut dilakukan setelah pada pleno hari pertama WHS Duituturaga diizinkan meminta intervensi PBB tentang pelanggaran hak asasi manusia di Papua. “PIANGO memuji penutupan kamp Manus Pengungsi di Papua New Guinea. Kita prihatin tentang konflik di pusat penahanan Nauru, dan kami meminta intervensi PBB untuk pelanggaran hak asasi manusia di Papua Barat,” ucap Duituturaga, seperti dilansir laman berita Pina pada 25 Mei 2016.

Duituturaga menambahkan, PIANGO mewakili 21 LSM dari seluruh Pasifik yang telah berkomitmen menuntaskan masalah kemanusiaan.

WHS yang berlangsung pada Senin-Rabu, 23-25 Mei 2016, diikuti 9.000 peserta dari 173 negara, terdiri atas 55 kepala negara, ratusan perwakilan sektor swasta, serta ribuan orang dari masyarakat sipil dan organisasi non-pemerintah.

(Tempo)

Polda Papua Terjunkan 2 Pleton Brimob Untuk Antisipasi Bentrok Timika Meluas

Last modified on 2016-05-26 16:37:56 GMT. 0 comments. Top.

Untitled

(Dok.Okezone)

Mengantisipasi terjadinya bentrok antar warga di Timika, Mimika, Papua yang melibatkan dua kelompok dari Jalan Busiri, Jalan Pattimura dan Jalan Sam Ratulangi, Polda Papua menurunkan dua pleton Brimob Batalyon A dalam rangka membantu Polres Mimika serta satuan lain guna menjaga keamanan.

“Antisipasi konflik ini semakin melebar. Kita kembali turunkan dua peleton dari Brimob Batalyon A untuk membantu rekan-rekan anggota TNI dan Brimob yang sudah ada di lokasi kejadian sebelumnya,” kata Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw di Timika, Kamis (26/5/2016).

Paulus mengatakan, pasukan tersebut akan menambah jumlah personel pengamanan yang sudah ada di lokasi. Sebelumnya sudah ada tiga unit anggota Polres Mimika, dari satuan Sabhara termasuk kendaraan water cannon, Brimob Yon B Timika serta dari kesatuan lain seperti TNI.

“Sudah ada anggota Brimob yang didatangkan sebelumnya dari Polda, yang mana saat ini ditugaskan di Tembagapura dan Kwamki Lama. Namum sebagian telah diturunkan untuk pengamanan konflik yang terjadi di Jalan Busiri, Patimura dan Sam Ratulangi Timika,” katanya.

Menurut dia, pasukan yang diturunkan ini hanya untuk memback-up, termasuk jika terdapat aksi anarkis.

Paulus menjelaskan, dirinya belum bisa memastikan kapan anggotanya akan ditarik dari lokasi bentrokan.

Dari pantauan di lapangan, sejak kemarin anggota yang tiba di Polres Mimika, setelah melakukan apel secara langsung diturunkan pada titik yang dianggap rawan akan konflik.

Pembakaran Bendera Bintang Kejora & Bendera KNPB Oleh PKRI Di Jayapura

Last modified on 2016-05-25 14:27:06 GMT. 1 comment. Top.

d

Tokoh Pemuda, Tokoh Adat, Tokoh Agama dan seluruh Elemen pejuang pembebasan Irian Barat dalam Wadah Organisasi Persatuan Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia (PKRI) pada acara tatap muka yang digelar di rumah makan Bagus Pandang, Kelurahan Bhayangkara, Kota Jayapura, mengeluarkan beberapa pernyataan sikap, Rabu, (25/5).

Pernyataan sikap tersebut dibacakan oleh saudara Ronald yang merupakan anggota PKRI yang intinya menolak dengan tegas segala bentuk intervensi asing, ormas ataupun kelompok-kelompok tertentu yang ingin memecah persatuan NKRI.

Pembacaan pernyataan sikap tersebut dilakukan di depan Ketua Persatuan Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia (PPKRI) Stevanus Sebo Wetipo, Ketua Barisan Merah Putih (BMP) dan Ondoafi Suku Sentani, Ramses Ohee, Ketua Tokoh Adat Papua, Alex Silo Doga, Ketua Harian Pejuang Kemerdekaan Repeblik Indonesia (PKRI) dan Ketua Barisan pejuang Eks Merah Putih, Hotma Siregar.

Berikut adalah poin-poin dari pernyataan sikap tersebut:

  1. Menghormati, menjaga dan melindungi integritas kedaulatan Negara Republik Indonesia 17 Agustus 1945 dari Sabang sampai Merauke di tanah Papua.

  2. Bahwa kami menolak dengan tegas segala bentuk intervensi internaional yang menjadikan isu Papua sebagai komoditif politik untuk memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

  3. Bahwa kami menolak dengan tegas segala bentuk paham radikalisme, terorisme, dan Separatisme yang di bangun oleh kelompok – kelompok kepentingan tertentu yang bertujuan memecah belah persatuan dan kesatuan negara Indonesia di seluruh tanah Papua khususnya serta seluruh Indonesia pada umumnya.

  4. Bahwa kami menolak dengan tegas segala bentuk aspirasi yang berkedok demokrasi dan kebebasan berpendapat untuk membangun opini publik dalam menyebarkan berbagai paham radikalisme, terorisme dan separatisme di tanah Papua yang berdampak pada disintegrasi persatuan kesatuan kedaulatan bangsa Indonesia.

  5. Bahwa kami meminta kepada TNI/Polri sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk selalu bertindak konsisten dan terukur dalam menangani segala persoalan yang berkaitan dengan paham – paham radikalisme, terorisme dan separatisme di tanah Papua.

  6. Bahwa kami meminta kepada pemerintah Indonesia untuk segera mengambil langkah – langkah diplomasi internasional untuk menghambat upaya internasionalisasi isu Papua di forum – forum internasional terutama pada negara – negara yang memiliki potensi strategis dan penting dalam menangani isi Papua baik di kawasan pasifik maupun internasional.

  7. Bahwa kami meminta kepada seluruh kepala daerah Provinsi, Kabupaten/Kota di tanah Papua agar dapat lebih konsisten dan konsekuen dalam mengimplementasikan UU No 21 Tahun 2001 tentang Otsus Bagi Provinsi di Tanah Papua.

  8. Kami atas Nama Tokoh Pemuda, Tokoh Adat, Tokoh Agama dan seluruh Elemen pejuang pembebasan Irian Barat dalam wadah organisasi Persatuan Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia (PKRI) berkomitmen membantu pemerintah Republik Indonesia, turut menjaga dan melindungi integritas kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia sejak NKRI didirikan hingga saat ini dan sampai ke masa depan keabadian NKRI.

Dengan pernyataan sikap ini kami berharap agar seluruh masyarakat Papua dapat berjuang bersama mempertahankan kedaulatan dan keutuhan NKRI agar tidak dapat dipolitisir oleh negara lain yang menginginkan Papua lepas dari NKRI.

Masyarakat Papua juga diharapkan dapat mendukung pemerintah untuk mewujudkan pembangunan yang pesat karena tujuan Indonesia sangat mulia untuk membangun Papua dan tujuan pemerintah bukan hal yang mudah dan ini luar biasa.

Di akhir acara, beberapa anggota PKRI melakukan pembakaran bendera bintang kejora dan KNPB sebagai bentuk penolakan secara tegas dengan keberadaan kelompok atau ormas yang bertentangan dengan NKRI di tanah Papua.

(Papuanews)

Johan Kafiar Dicopot Dari Jabatan Dirut Bank Papua

Last modified on 2016-05-24 14:53:54 GMT. 0 comments. Top.

b

Dalam keputusan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dihelat di Hotel Sahid Jayapura selama dua hari lalu, Johan Kafiar resmi dipecat dari jabatan, selaku Direktur Utama Bank Papua.

Johan resmi digantikan oleh Sharly A. Parrangan sebagai pelaksana tugas sementara (Plt) Direktur Utama Bank Papua, yang juga menjabat sebagai Direktur Pemasaran Bank Papua.

Pergantian ini berdasarkan keputusan dan kesepakatan para pemegang saham, baik Gubernur Papua, para wali kota dan bupati di wilayah Papua dan Papua Barat.

Menurut, Plt. Direktur Utama Bank Papua, yang juga Direktur Pemasaran Bank Papua, Sharly A. Parrangan, pergantian itu berdasarkan kendala kinerja yang tak tercapai. “Sektor anggaran kurang, maka otomatis serapan keuangan juga kurang yang mengakibatkan pada nasabah yang tak maksimal,” jelasnya saat jumpa pers di Kantor Bank Papua, Kota Jayapura, Papua, Senin, 23 Mei 2016.

“Sementara ini saya akan lanjutkan tugas-tugas yang sudah dibuat dirut (Johan Kafiar) sebelumnya. Dan dilarang mengambil keputusan, kecuali ada persetujuan komosaris,” tambah Sharly kepada sejumlah wartawan yang hadir.

Diakui Sharly, dalam menjalankan tugas sebagai Direktrur Utama Bank Papua, pihaknya bersama dengan Direktur Kepatuhan betugas sebagai pengawas dan memastikan semua program sudah sesuai.

Disinggung pembagian laba Bank Papua tahun ini, dari target Rp736 miliar setelah pajak relisasi Rp522 setelah dipotong pajak menjadi Rp 383 miliar ada dua komponen pembagian, yaitu dividen 70 persen dan 30 persennya untuk modal di Bank Papua.

Menurut Sharly, pembagian sendiri dibagikan kepada para pemegang saham yang paling banyak sahamnya di Bank Papua adalah Gubernur Papua yang paling proporsional sesuai dengan dana yang masuk.

“Saham di Bank Papua mencapai 1 triliun lebih yang setiap lembarnya dijual Rp5 juta. Dari total akses tidak mencapai target dan tidak sesuai dengan yang diharapkan,” ujar Sharly.

(K.P)

Inilah 14 Orang Yang Lulus Seleksi Ujian Tertulis Panitia Pengawas Pemilih Kabupaten Dogiyai

Last modified on 2016-05-23 16:00:55 GMT. 0 comments. Top.

pilkada

Setelah melalui beberapa tahapan, akhirnya Tim Seleksi Calon Anggota Panitia Pengawas Pemilih (Panwaslih) kabupaten Dogiyai resmi menetapkan hasil tes tertulis calon anggota Panwaslih kabupaten Nabire.

Adapun ujian tes tertulis tersebut sudah digelar jumat lalu (20/05), di SD YPK Moanemani, Dogiyai Papua, yang diikuti oleh 33 orang peserta.

Setelah dilakukan penilaian tes tertulis kepada ke 33 orang peserta Panwaslih kabupaten Dogiyai, maka Panitia mengumumkan 14 orang nama-nama calon anggota Panwaslih kabupaten Dogiyai yang lulus ujian tes tertulis, berdasarkan penetapan pada rapat pleno, sebagai berikut :

  1. Melkias Dumupa S.Sos

  2. Neles Pigai S.Ip

  3. Feri Degei S.Kep

  4. Demison Degei SE

  5. Hengki Wakei SE

  6. Bernarda Nokuwo SE

  7. Elikus Pigai S.Kom

  8. Wondelmus Dogomo S.Sos

  9. Martha Boga S.Pd M.Si

  10. Yohanes Kamu S.Ip

  11. Yulius Makai S.Ip

  12. Agustinus Tigi S.Sos

  13. Agustina Tagi S.Pt

  14. Nataniel Auwe S.Pd ME

Selanjutna para peserta akan mengikuti tes wawancara yang akan dilaksanakan Panitia tanggal 26 mei 2016 bertempat di Aula Klasis Kamu kabupaten Dogiyai.

Silahkan Komentar

Komentar Anda

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264