INFO PAPUA

INFORMASI SEPUTAR PAPUA

Citilink Buka Jalur Penerbangan ke Papua

Last modified on 2014-10-23 16:13:59 GMT. 0 comments. Top.

3

Citilink siap buka penerbangan tujuan Papua awal 2015. Maskapai penerbangan berbiaya murah (LCC) Citilink mendukung gelaran Jakarta Tourism Expo (JTE) 2014 di Makassar dan Jayapura serta menargetkan untuk membuka penerbangan ke Papua pada semester pertama tahun 2015.

“Citilink sendiri sudah mengantongi  izin rute untuk ke Jayapura, seiring dengan penambahan armada pesawat yang akan berjumlah 32 Airbus A320 pada akhir 2014, kami akan melakukan kalkulasi terkait penambahan beberapa rute terutama ke kawasan timur Indonesia,” kata Vice President Corporate Communications Citilink Indonesia Benny S Butarbutar dalam keterangan tertulisnya, Kamis (23/10/2014).

Benny memaparkan bahwa wilayah Indonesia timur merupakan salah satu dari sasaran ekspansi bisnis Citilink ke depannya dengan beberapa kota yang menjadi target adalah Palu, Manado, dan Jayapura. Terkait pelaksanaan Jakarta Tourism Expo 2014 di Papua, Benny mengatakan bahwa Citilink selalu setia mendukung ajang tahunan tersebut sejak 2010, yang sejalan dengan program pemerintah provinsi DKI Jakarta untuk menciptakan ajang promosi bersama dengan tujuan saling meningkatkan pertumbuhan industri pariwisata antar daerah.

Adapun kegiatan Jakarta Tourism Expo akan mempertemukan para seller dari Jakarta dan para buyer dari bumi Papua (Table Top). Peserta yang hadir merupakan  para travel agent dari Papua sedangkan dari Jakarta memboyong kalangan industri pariwisata seperti airline, perhotelan, dan tempat-tempat wisata.

Pertemuan tersebut digagas oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta yang bertujuan untuk mempromosikan Jakarta sebagai destinasi wisata sekaligus meningkatkan angka rata-rata pertumbuhan wisatawan ke Jakarta yang mencapai 7-10 persen per tahun.

Citilink juga akan berpartisipasi dalam table top yang melibatkan sedikitnya 100 travel agen, hotel dan resor dari DKI Jakarta dan Papua dengan tujuan mempertemukan keinginan masyarakat dan pelaku industri pariwisata sehingga bisa menghasilkan paket-paket wisata perjalanan yang atraktif dan diminati masyarakat. Selain Jayapura, JTE 2014 sebelumnya telah menyambangi kota Pangkal Pinang, Palembang, Balikpapan, Pontianak, Manado, Malang dan Solo.

(OZ)

Mahasiswa Manado Demo Di Depan Kantor Gubernur

Last modified on 2014-10-22 11:03:43 GMT. 0 comments. Top.

gubernur-dan-pendemo-dari-papua

Ratusan mahasiswa dari Provinsi Papua yang kuliah di Manado dan sekitarnya melakukan aksi damai di depan Kantor Gubernur Sulut, (21/10). Mereka meminta pemerintah provinsi menyelesaikan persoalan yang ada sehingga proses bermasyarakat berjalan normal.

“Aksi damai ini adalah aksi bisu. Kami minta tidak minta apa-apa kami hanya minta tidak ada diskriminasi bagi kami orang Papua di Manado, Sulawesi Utara. Kami ingin ada perlindungan dari pemerintah supaya semua aman, nyaman dan damai semua. Sebab kami datang untuk menempuh pendidikan di sini,” kata Hizkia Maege, Ketua Komite Nasional Papua Barat, Konsulat Indonesia Timur kepada Tribun Manado.

Ada beberapa mahasiswa yang berganti-gantian melakukan orasi. Mereka berulang- ulang meminta agar rekan-rekan mereka di Tondano juga mendapat perlindungan aparat. Begitu juga pengiriman jenazah korban rusuh di Desa Tataaran, Tondano agar difasilitasi aparat polisi dan TNI supaya berjalan dengan baik. “Kami datang ke kantor Pemerintah Sulut, hanya untuk mengutarakan kesedihan kami atas meninggalnya salah satu Mahasiswa Papua dalam konflik di Tataaran. Kami menegaskan kami adalah korban, bukan pelaku sebagaimana yang dikabarkan sejumlah media massa, kami ingin damai karena kami tau masyarakat Sulut dengan masyarakat Papua, Torang Samua Basudara,” ujar Permenar Wolom, selaku koordinator aksi lapangan.

Aksi ini juga meminta pemerintah provinsi agar melindungi dan membebaskan ratusan mahasiswa Papua yang masih berada di asrama Papua Kamasan dan Cendrawasi Tondano untuk dibebaskan. “Jangan menahan rekan-rekan kami yang di Asrama Papua Tondano, kami minta mereka dibebaskan,” pintanya.

Aksi mereka berlangsung dari pagi start di Malalayang hingga sore. Mereka tak mau bubar dari depan Kantor Gubernur Sulut sebelum ada jaminan kepastian jenazah korban rekan mereka sudah akan dikirimkan kembali ke tanah kelahirannya, Papua.

Akhirnya, sekitar tiga jam menunggu, Gubernur Sulawesi Utara DR Sinyo Harry Sarundajang (SHS) berkenan menanggapi aspirasi mereka. SHS menyatakan akan menjamin keamanan mahasiswa Papua yang ada di Sulawesi Utara. Sarundajang juga meminta kepada mahasiswa papua untuk tetap tenang. “Tidak ada diantara kita yang menghendaki ini terjadi, termasuk saya. kejadian seperti ini bisa terjadi dimana-mana, dan kejadian seperti ini yang harus kita hindari,” ujar Sarundajang

Gubernur memohon agar semua mahasiswa Papua di Sulut tetap tenang, karena peristiwa seperti yang terjadi tidak dikehendaki oleh semua pihak, siapapun itu. Gubernur menyampaikan telah melakukan koordinasi dengan unsur Forkopimda yakni Polisi, TNI dan pihak Universitas Manado guna mengantisipasi hal lain yang tidak diinginginkan bersama. Sarundajang juga menghimbau kepada ribuan mahasiswa Papua untuk tidak berhenti kuliah dan kembali ke tempat tinggal masing-masing. Diapun berharap agar para mahasiswa Papua tetap berkuliah dengan baik, tetap belajar di Sulut, belajar budaya yang baik. “Setelah berhasil menimbah ilmu barulah kembali ke tanah Papua dan membangun tanah yang dicintai bersama,” kata mantan Gubernur Maluku yang berhasil meredam konflik SARA di Ambon ini.

Sementara itu, upaya damai terus ditempuh berbagai pihak untuk menyelesaikan persoalan antara warga Tataaran II Kecamatan Tondano Selatan dan Mahasiswa Papua tak berlarut-larut. Banyak pihak pula mendukung agar permasalahan tersebut segera dituntaskan.
Dampak pecahnya bentrok kedua kubu tersebut, Minggu (19/10) dini hari itu tak kecil. Pasca peristiwa tersebut, Tataaran yang biasanya merupakan daerah ramai, langsung berubah 180 derajat. Sunyi, sepi, warung-warung makan yang biasanya ramai pengunjung, bahkan tak buka. Lalulintas yang biasanya padat merayap, langsung berubah menjadi kesunyian.

Tak hanya itu, trauma mendalam juga dirasakan para mahasiswa Unima. Kampus sunyi, meski perkuliahan tetap jalan. Jangankan mahasiswa, dosen pun tak menampakkan batang hidungnya di kampus. Kos-kosan yang biasanya telah dipenuhi mahasiswa, sunyi. Bahkan banyak yang masih tinggal di kampung halaman. Kalau pun ada yang tinggal di kos-kosan, mereka tak berani keluar kamar.
Pihak kepolisian dan TNI yang telah bekerja keras sejak awal terus meyakinkan warga, bahwa sebagai aparat keamanan, mereka menjaminkan keamanan di wilayah tersebut. Tak ada penyerangan, tak ada yang dilepas, semua dalam kendali mereka dengan penjagaan super ketat.

“Isu yang macam-macam beredar, padahal pada kenyataan tak demikian. Kami TNI dan Polri melakukan penjagaan berlapis. Mahasiswa Papua minta perlindungan, kami jamin. Juga semua keperluan mereka. Pun demikian dengan warga Tataaran, keamanan dan kenyamanan kami jamin. Sehingga kami minta jangan pernah termakan isu-isu yang memprovokasi,” ujar Letkol Teguh Heri Susanto, Dandim 1302 Minahasa.

Dikatakannya, upaya perdamaian pasti ditempuh pihaknya. Hanya saja, mereka masih menunggu waktu yang tepat untuk itu. Menunggu situasi yang sempat memanas, kembali kondusif. “Kita pasti tempuh itu, tapi sampai kondisi kembali dingin. Sebelumnya juga TNI dan Polri, bersama pihak pemerintah telah mengadakan pertemuan dengan tokoh-tokoh masyarakat. Bagaimana seharusnya ke depan,” jelasnya.

Letkol Teguh pun tak henti-hentinya meminta semua kalangan masyarakat agar tenang. Jangan termakan dengan isu-isu provokasi yang sengaja ingin memperkeruh situasi. “Masyarakat tetap tenang, jangan termakan isu. Kita TNI dan Polri telah bekerja semaksimal mungkin untuk persoalan ini. Kita bisa beri keamanan untuk semua,” pintanya.

Senada juga dilakukan oleh pihak Rektorat Unima. Upaya mendamaikan kedua belah pihak terus dilakukan pihaknya. Dan itu pun, tentu bekerjasama dengan pihak-pihak terkait lainnya. “Pak Rektor mengatakan, Rektorat pasti berupaya keras untuk menciptakan situasi damai. Namun itu tentu butuh proses, apalagi dampak dari kisruh tertsebut lumayan besar karena ada korban jiwa,” ujar Humas Unima Jonly Tendean.

Menurut instruksi Rektor, kata dia, aktivitas perkuliahan tetap jalan. Soalnya kabar yang beredar bahwa rektoran memberikan libur, itu tak benar. “Pak Rektor menginstruksikan perkuliahan tetap jalan. Apalagi ada beberapa jurusan yang sedang mid semester. Mungkin kalau ada yang bilang libur, itu interen dosen mata kuliah masing-masing,” tuturnya.
Niat untuk berdamai pun datang dari mahasiswa Papua. Nico Demus Rembe Ketua Ikatan Mahasiswa Indonesia Papua (IMIPA) Cabang Tondano menuturkan semua mahasiswa Papua mengharapkan kasus tersebut secepatnya selesai, agar suasana kembali harmonis dan kondusif.

(MTN)

Pembuatan Peta Rawan Bencana Oleh BPBD, Jajaran Kepala Distrik & Instansi Terkait Di Dogiyai

Last modified on 2014-10-22 10:49:50 GMT. 0 comments. Top.

BPBD

Sebanyak 40 orang aparat Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Kepala-Kepala Distrik, dan aparat dari Instansi-Instansi terkait di Distrik Kamu kabupaten Dogiyai, hari ini (selasa (21/10) melakukan kegiatan pembuatan peta rawan bencana di Aula Distrik Kamu Dogiyai.

Dalam sambutan Bupati Dogiyai, Thomas Tigi, yang dibacakan oleh Asisten Setda Semuel Rihi, dikatakan, pembuatan peta rencana tersebut sangat diperlukan untuk memetakan dan mengetahui lokasi rawan bencana, dan juga bisa digunakan sebagai referensi dasar dalam penanggulangan bencana dan perencanaan pembagunan berkelanjutan.

Pada kegiatan ini, dibuat peta resiko banjir, peta resko longsor, dan dokumen resiko bencana di kabupaten Dogiyai yang dilakukan oleh 40 orang.

Ke 40 orang peserta tersebut terdiri dari aparat BPBD, Jajaran Kepala Distrik, tenaga ahli dari GIZ Jakarta, dan LSM Kompak Nabire.

Setelah kegiatan pembuatan peta bencana selesai, aan dilanjutkan dengan praktek pemetaan di lapangan yang akan diikuti oleh ke 40 orang tersebut dibagi dalam 5 kelompok.

Mama-Mama Papua Rela Habis Modal Dagang Demi Bertemu Jokowi

Last modified on 2014-10-21 06:40:02 GMT. 0 comments. Top.

3

(Josephine Monica, siswi kelas 3 SMA yang meraih medali emas dalam kejuaraan Olimpiade Fisika Internasional atau International Physics Olympiad (IPho) di Astana Kazakhstan pada Juli 2014 lalu mendapat tumpeng kehormatan dari Jokowi )

Tiga mama-mama Papua yang sehari-hari berjualan di pasar tradisional Mama Papua di Kota Jayapura, mendapat potongan tumpeng ‘Syukuran Rakyat’ Pelantikan Joko Widodo-Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden di Monas, Jakarta, Senin (20/10/2014) malam.

Yuliana Pigay, Miriam Awarawi dan Dolfiance Sraun bekerja keras menjadi tulang punggung keluarga dan penggerak ekonomi bersama 1.200 ibu pedagang lainnya di Pasar Mama Papua. Keseharian mereka berdagang ternak dan hasil pertanian di pasar tersebut.

“Kami, mama-mama Papua bekerja keras untuk kebutuhan sehari-hari. Tidak mengharapkan pemberian orang lain. Kami tidak pernah diberi modal oleh pemerintah di sana. Pasar saja tidak dibangun, akhirnya mama-mama Papua susah berjualan. Saya berjualan sejak 2001 tidak ada tempat berjualan. Di Pasar Mama-mama Papua ada sekitar 1.200 mama-mama,” ujar Ketua Pedagang Mama-mama Papua, Yuliana Pigay.

Ketiganya mengaku rela terbang jauh dari Papua dengan menghabiskan modal dagang masing-masing Rp 8 juta untuk ongkos pesawat dan penginapan di Jakarta. Semua pengorbanan itu dilakukan ketiga mama Papua demi bertatap muka dan menyampaikan harapan kepada sang idola, Presiden Jokowi.

“Kami tidak dibiayai, uang kami sendiri. Pemerintah tidak pernah perhatikan kami, apalagi kami mau ke sini. Dari panitia juga tidak dapat biaya. Kami tinggal di hotel, tapi tidak tahu hotelnya di daerah mana, karena kami baru pertama di Jakarta,” kata Yuliana.

“Biar uang kami habis, tapi kami bisa bersyukur Jokowi naik jadi presiden dan bisa bertemu. Nanti, kami berharap Jokowi ke Papua dan bangun pasar dan mal di sana. Karena sejak saya lahir, saya ingin dibangun mal untuk mama-mama Papua,” imbuh perempuan yang menjadi Ketua Pedagang Mama-mama Papua.

Yah, permintaan ketiga mama Papua kepada Jokowi hanya satu, yakni penyedian fasilitas berdagang khusus dan layak untuk mama-mama Papua.

Menurut Yuliana, permintaan sekaligus harapannya ini sudah diupayakan kepada pemerintah setempat sejak 2001. Namun, hingga kini belum terwujud dan tertinggal janji semata.

“Pak Jokowi, tolong bangun pasar dan mal-mal di Papua. Tolong, bangun pasar dan mal di sana seperti di Jakarta. Kami minta ini ke Jokowi karena pemerintah di Papua tidak memperhatikan mama-mama Papua,” pinta Yuliana yang berasal dari Kabupaten Nabire Dogiyai itu.

Yuliana mengaku bangga bisa bertemu dan satu panggung dengan Jokowi pada hari pertama menjabat sebagai presiden. Namun, kebanggaan itu akan terkikis jika Jokowi juga tidak mampu membangun fasilitas berdagang untuk mama-mama Papua.

Selain kepada mama-mama Papua, Presiden Jokowi juga menyerahkan potongan tumpeng ‘Syukuran Rakyat’ kepada seorang ibu yang menjadi sopir taksi demi membiayai pendidikan dua anaknya, Siti Bugiah.

Kerja keras dan tujuan baik Siti Bugiah itu dianggap sebagai simbol pentingnya revolusi mental untuk membangun negeri ini.

Sementara, potongan tumpeng lainnya diberikan Jokowi untuk siswi peraih medali emas Olimpiade Fisika Internasional, Josephine Monica.

Josephine Monica yang kini kuliah di Nanyang University Singapore itu layak mendapat tumpeng kehormatan dari Jokowi karena dinilai menjadi simbol komitmen pendorong anak-anak untuk berprestasi di internasional dan bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

(TN)

Pemkab Paniai Gelar Lomba Sambut HUT Paniai Yang Ke 18

Last modified on 2014-10-20 11:30:50 GMT. 0 comments. Top.

Wabup Paniai. Yohanis You, Saat Menarik Busur tarik Anak Panah Tanda Membuka Perlombaan Hut Paniai Ke 18

Wakil Bupati Kabupaten Paniai, Papua Yohanes You, S.Ag.M.Hum membuka secara resmi beberapa perlombaan dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun HUT Paniai yang ke 18. Pembukaan tersebut dilakukan hari ini pada Senin, 20 Oktober 2014 di Gedung serba guna Uwata Wogi Yogi, Enarotali Paniai.

Wakil Bupati Paniai, Yohanes You,mengatakan, dalam rangka menyambut Hut Paniai yang ke 18 tahun ini, Pemkab akan memeriahkan beberapa perlombaan yakni lomba Paduan Suara, Vokal Grup, Panahan, Tarik Tambang dan Yosim Pancar. Kata Wabup Yohanes, Kegiatan tersebut akan diikuti oleh warga 10 distrik yang ada di daerah ini yaitu Paniai Barat, Paniai Timur, Kebo, Yatamo, Bibida, Agadide, Ekadide, Bogobaida, Siriwo dan Duma Dama.

“Iven ini juga digelar untuk meningkatkan potensi warga agar dapat termembina trus talenta atau bakat yang telah dimiliki.” Ucapnya

Wabup Yohanes yang juga selaku Panitia Hut Paniai berharap, Perlombaan dalam rangka Hut tersebut agar dapat berjalan dengan baik. Dia meminta, agar warga menjaga keamanan dan ketertiban bersama sama dalam kegiatan lomba yang akan ditandingkan.

“ini juga dilakukan untuk meningkatakan tali persaudaraan warga yang ada di tingkat kampung, distrik dan yang ada juga di Ibukota kabupaten Paniai, Enarotali.” paparnya

Wakil Bupati Yohanes mengatakan, perlombaan tersebut akan dilaksanakan selama 4 hari yakni dari selasa hingga sabtu besok, 21-24 Oktober 2014. Kata dia, untuk perlombaan yang pertama dilombakan hari esok adalah lomba Panahan dan Tarik Tambang.

(Natan Pigai)

Petani Di Paniai Kecewa Hasil Taninya Kurang Laku Di Pasaran

Last modified on 2014-10-20 11:26:48 GMT. 0 comments. Top.

Kepala BP4K2P Paniai. John Nicolas Pigome bersama Kepala Distrik Yatamo Yuliana You dan Kepala Kampung Uwebutu saat foto bersama dengan warga Bunani di Uwebutu Distik Yatamo Kabupaten Paniai

(Kepala BP4K2P Paniai, John Nicolas Pigome bersama Kepala Distrik Yatamo Yuliana You & Kepala Kampung Uwebutu saat foto bersama dengan warga Bunani di Uwebutu Distik Yatam Kabupaten Paniai)

“Minimnya pembeli, membuat para Petani di Paniai kecewa karena hasil produksi seperti sayur manyur, umbi umbian, kacang kacanagan yang banyak di hasilkan tak laku dijual.” .

Hal tersebut merupakan ungkapan warga tani yang berada di distrik Yatamo, Kabupaten Paniai, saat monitoring ke lapangan yang dilakukan oleh Badan Pelaksana, Penyuluh Pertanian, Perikanan, Kehutanan dan Ketahanan Pangan BP4K2P Paniai baru baru ini disana.

Mereka kesulitan untuk memasarkan hasil bumi ke pasar pasar trasional karena tak ada pembeli. Padahal, kata seorang petani di Kapung Uwebutu, Oktovianus Madai, hasil tani seperti kacang buncis, wortel, kol, ubi ubian, sangat banyak di hasilkan di kampungnya namun, tak ada pembeli disana.

“Terkadang kami jual ke pasar pasar tradisional lainnya seperti di Enarotali, dan Waghete namun hasilnya sangat tak memuaskankarena kurangnya pembeli. jika hasil tani ada keuntungannya kamipun akan produksi lebih banyak lagi..” Tuturnya

Kepala Distrik Yatamo. Yuliana You, S.Sos menyatakan, untuk memaksimalkan petani guna memberikan semangat agar tetap memproduksi hasil tani semaksimal mungkin, distrik setempat pernah gelar Panen Raya Ubi Jalar yang dilakukan secara langsung oleh Bupati Henggki Kayame, SH.MH dan Wakil Bupati Paniai. YohanisYou, S.Ag.M.Hum serta para pejabat yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Paniai.

“Panen raya Ubi jalar telah kami gelar pertengahan maret 2014. Dikala itu, Bupati Hengki sendiri yang memanen hasil tani para petani yang ada di kampung tersebut. Ucapanya

Yuliana menambahkan, Bupati Hengki juga saat memberikan bantuan dana sebesar 300 juta. Hal Itu dilakukan bupati semata mata hanya untuk memberikan gairah kepada petani di kampung tersebut.

“Saat ini para petani yang ada di wilayah saya telah memaksimalkan produksi hasil tani yang cukup signifikan. Sehingga dirinya telah melakukan koordinasi dengan beberapa perusahaan serperti tahu dan tempe yang ada di Enarotali dan di Nabire agar dari hasil kacangan kacangan yang dilakungan oleh para petani dapat di jual di perusaahan perusahaan tersebut.”  

Kepala BP4K2P Paniai. John Nicolas Pigome, S.Sos.MM mengakui akan persoalan tersebut dan memberikan penjelasan kepada warga tani yang ada di Distrik Yatamo agar tetap menghasilkan lebih banyak lagi hasil pertanian mereka. Jhon Pigome meyakinkan kepada masyarakat yang ada di sana, bahwa Pemkab Paniai melalui Badan penyuluh akan mengusahakan pemasaran hasil tani bagi warga tani yang ada disana.

“Sebagai Pemerintah, dibawah kepemimpinan Bupati Hengki Kayame, SH.MH dan Wakil Bupati Yohanis You, S.Ag.M.Hum, itulah kewajiban kami. Dan kami akan mengupayakan pemasaran hasil produksi tani di dalam dan diluar daerah.” Jelasnya

John berpesan, kepada warga tani yang ada di Yatamo bahkan di seluruh wilayah Kabupaten baik di tingkat Kabupaten, Distrik maupun di kampung kampung agar tetap menjaga produktivitas sebagai petani yang tangguh.

“Monitoring yang kami lakukan adalah memberikan semangat bagi para petani agar menjaga ketahanan pangan petani yang ada di 70 kampung dari 10 distrik yang ada di Kabupaten Paniai.

Jhon Pigome mengatakan, sosialisasi serta monitoring kami sering lakukan tiap bualannya agar menjaga sumberdaya ketahanan pangan lokal yang ada. Dikatakan, terlebih dari itu guna memacu petani agar tidak tergantung pade prodak prodak makanan yang didatang dari luar. Dia mencontohkan sepeti beras, makan makan kemasan seperti biskuit dan segala makanan yang berbahan kimia.

(Natan Pigai)

Resmi Jadi Presiden Indonesia Ke 7, Jokowi Janji Akan Lebih Perhatikan Papua

Last modified on 2014-10-20 05:58:18 GMT. 0 comments. Top.

1

Dilantiknya Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia sepertinya merupakan harapan baru bagi Papua. “Saya ingin memberikan perhatian khusus kepada Papua ” Kata Jokowi.

“Setiap hari kelompok dari Papua datang ke sini dan menjelaskan tentang bagaimana masalah yang terjadi di sana. Mereka mengeluh tentang banyak hal. Sekarang saya tahu 100 persen apa masalah di Papua,” ucap Jokowi.

Dilansir dari The Sydney Morning Herald pada 19 Oktober 2014, Jokowi akan fokus pada penyediaan layanan publik, seperti rumah sakit dan sekolah. Masalah tentang diskriminasi ekonomi akan menjadi fokus selanjutnya.

Beberapa aktivis Papua menyambut baik kehadiran Jokowi sebagai bagian perbaikan sistem di Indonesia. Pendeta Socratez Yoman, Kepala Gereja Baptis di Papua, mengatakan bahwa Jokowi akan gagal, kecuali ia menyentuh politik di Papua.

“Masalah inti di Papua Barat adalah politik. Sebelum Anda berbicara ekonomi dan pembangunan, hal pertama yang harus dilakukan adalah dialog tentang sistem dan perdamaian,” ucap Yoman.

Sedangkan untuk Australia, diharapkan negara ini berperan lebih kuat terhadap pelanggaran yang terjadi di Papua Barat dan perubahan demografis.

Menurut Frederika Korain, salah satu aktivis perempuan di Papua Barat, sekelompok aktivis Papua telah menyarankan pemerintah Indonesia mengatur sebuah badan khusus di bawah presiden untuk mengatur tentang tiga hal penting: dialog politik, HAM, dan pembangunan.

Mahasiswa UNIMA Asal Papua Tewas Dibacok Orang Di Minahasa Sulawesi Utara

Last modified on 2014-10-19 16:09:35 GMT. 0 comments. Top.

1

(Aparat keamanan menggelar pertemuan antara mahasiwa Unima asal Papua dan warga Tataaran Minahasa untuk mencegah konflik berlanjut, Minggu (19/10), Dok Tribunnews)

Bentrok antara mahasiswa Universitas Negeri Manado asal Papua dengan warga Tataaran Minahasa tak bisa dihindari. Kejadian bermula ketika mahasiswa Unima asal Papua Sabtu malam (18/10/2014) menggelar acara pesta syukuran wisuda di Asrama Mahasiswa di Kelurahan Tataaran Patar Minahasa. Mahasiswa yang menghadiri syukuran bukan hanya mahasiswa Unima asal Papua tapi juga ada teman-teman mereka yang lain termasuk mahasiswa dari Politeknik Manado.

Usai syukuran, sekitar pukul 3 pagi, Minggu (19/10/2014), sejumlah mahasiswa yang sudah dipengaruhi minuman keras saat melintas di kawasan pertokoan Tataaran kemudian melempari kios-kios yang ada dengan batu, mengakibatkan kaca pecah berserakan.

Tak terima dengan perlakuan mahasiwa ini, warga kemudian keluar rumah dan melakukan perlawanan. Bentrokan pun tak bisa dihindari.

Akibat bentrokan ini satu mahasiwa asal Politeknik Negeri Manado, Petius Tabuni, meninggal karena luka bacok, dan sejumlah mahasiwa dan warga luka-luka.

Saat ini, jenazah mahasiswa bersangkutan telah dibawa ke Manado.

Aparat kemanan dari Polres Minahasa dan Kodim 1302 Minahasa langsung bergerak cepat untuk mengamankan lokasi bentrokan. Tampak juga dari pemerintah Kabupaten Minahasa dalam hal ini Asisten III Hetty Rumagit, Camat Tondano Barat dan Tondano Selatan ikut turun ke lokasi kejadian.

Sejumlah mahasiwa yang terlibat bentrokan langsung diamankan untuk mencegah bentrokan kian meluas.
Sementara itu, hingga Minggu siang ini, aparat keamanan terlihat masih menjaga ketat lokasi kejadian termasuk Asrama Mahasiswa Papua di Tataaran Patar.

Aparat langsung menggelar pertemuan antara warga dan mahasiswa untuk meredam agar konflik tak berlanjut.

Sementara itu, beberapa mahasiswa asal Papua sudah meminta izin pada Polisi dan TNI untuk turun ke Manado menghadiri ibadah penghiburan rekannya yang tewas, namun belum diizinkan. Para mahasiswa telah kumpulkan uang iuran agar bisa ke Manado namun Polisi dan TNI hanya mengizinkan perwakilan saja yang berangkat.

(TN)

Festival Seni Kreasi Papua (FSKP) Ke XV Di Biak, Sepi Pengunjung

Last modified on 2014-10-18 20:43:00 GMT. 0 comments. Top.

5

Lomba penataan pameran yang diikuti 11 Kabupaten  di Provinsi Papua dalam Festival Seni Kreasi Papua (FSKP) ke XV yang diselenggarakan di hanggar Lanud Manuhua Biak dinilai minim mendapatkan perhatian dari pengunjung alias sepi.
Sehingga beberapa pengunjung pameran menuturkan pelaksanaan FSKP ke XV yang digelar di Biak kurang mendapatkan perhatian dari panitia bidang publikasi, padahal event seni budaya ini merupakan event provinsi yang telah dianggarkan tidak sedikit.

Sergius Wabiser warga Biak menuturkan pelaksanaan FSKP ke XV ini kurang mendapat publikasi yang baik. Sehingga hampir semua masyarakat yang berada di dalam kota ini saja tidak mengetahui adanya kegiatan ini. Apalagi yang berada di kampung-kampung.

Contohnya lomba pameran yang mengandung nilai seni dan budaya Papua yang tinggi agar masyarakat bisa mengenal budaya daerah lain, sangat sepi dari pengunjung.

“Pameran seni budaya ini sangat penting tapi kenyataannya sepi dari pengunjung, kami sangat sayangkan karena kemungkinan lemahnya publikasi padahal ini event provinsi,” kata Sergius saat ditemui dilokasi FSKP ke XV di Biak, Jumat (17/10/2014).

Musa Aso salah seorang pengrajin seni yang ditemui di stand pameran kabupaten Jayawijaya juga mengeluh dengan sepinya pengunjung. Sehingga ia berharap panitia harus lebih gencar lagi dalam melakukan publikasi, sebab event pariwisata jika tanpa didukung oleh publikasi yang baik maka sia-sialah upaya memajukan seni dan budaya Papua.

“Saya juga heran pengunjung sangat sedikit, padahal apa yang kami pamerkan ini kita jauh-jauh bawa dari Jayawijaya untuk dikenal oleh semua orang,” ujarnya.

Selain itu, seniman asal Biak, Yoris Sroyer dalam temu budaya bersama Dewan Kesenian Papua yang digelar dilokasi FSKP ke XV mengusulkan sebaiknya pelaksanaan FSKP mendatang tidak usah lagi dilakukan di Biak. Sebab berturu-turut pada event sebelumnya juga kurang mendapatkan perhatian dari masyarakat.

Padahal FSKP telah ditetapkan oleh pemerintah provinsi Papua untuk dilaksanakan setiap tahun di kabupaten Biak Numfor.

“Sebaiknya event ini kedepan dipindahkan saja ke daerah lain,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kepulauan Yapen, Wilem Bonai mengatakan sebaiknya kegiatan FSKP kedepannya ditangani oleh event organizer (EO) sehingga penanganannya lebih professional.

“Ya kalau bisa untuk panitia jangan disikat habis oleh orang-orang di dinas, sebaiknya ditangani oleh EO secara komersil agar kondisinya tidak sepi seperti saat ini,” ujarnya.

Silahkan Komentar

Komentar Anda

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223