INFO PAPUA

INFORMASI SEPUTAR PAPUA

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Meletakkan Batu Pertama Pembangunan RSUD Kabupaten Dogiyai

Last modified on 2016-08-23 16:27:38 GMT. 0 comments. Top.

kadinkes

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Drg. Aloysius Giyai, senin kemarin (22/08) melakukan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pratama tipe D di Ekimani, Distrik Kamuu Utara, kabupaten Dogiyai, Papua.

Dalam acara tersebut, Aloysius Giyai menjelaskan, peletakkan batu pertama RSUD di Dogiyai merupakan bagian dari program Gubernur Provinsi Papua. RSUD Pratama di Dogiyai adalah rumah sakit IPD ke tiga dari 29 Kabupaten Kota yang tersebar di Provinsi Papua.

“Tinggal dua kabupaten yang saya belum letakan batu pertama yaitu, Kabupaten Mamberamo Tengah dan Waropen. Sumber dana pembangunan RSUD Kabupaten Dogiyai, ditanggung dari Provinsi Papua,” kata Giyai.

Giyai berharap agar pembangunan rumah sakit dipercepat sehingga dapat diselesaikan dalam dua tahun seusai target dan bisa diresmikan.

“Target pemerintah Provinsi Papua rumah sakit di setiap daerah harus diselesaikan tahun 2018. Tujuan membangun rumah sakit untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada rakyat Kabupaten Dogiyai.Pasien yang sakit biasa di rujuk ke Nabire dan Paniai membuat pasien meninggal dunia di jalan maka, Dogiyai harus membuat rumah sakit sendiri agar segera di tangani,” terangnya.

Kata dia, keluhan masyarakat dan harapan masyarakat harus ada rumah sakit, sekarang telah hadir, maka masyarakat dogiyai harus mendukung pembangunan RSUD pratama Dogiyai ini.

Aloysius Giyai juga menghimbau pemerintah daerah, pelayan rumah sakit tingkat dasar sampai RSUD harus mendukung pembangunan rumah sakit karena ini kepentingan rakyat kabuputan Dogiyai.

(KRB)

Gubernur & Kapolda Papua Akan Terbitkan Surat Larangan Bawa Senjata Tradisional Saat Kampanye Pilkada 2017

Last modified on 2016-08-23 14:11:38 GMT. 0 comments. Top.

pilkada

Gubernur Papua Lukas Enembe dan Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw akan menerbitkan surat pelarangan membawa alat perang atau senjata tradisional saat kampanye maupun pencoblosan guna mewujudkan pilkada damai pada 2017.

“Keterlibatan masyarakat dalam menyukseskan pilkada juga sangat diperlukan, sebab yang akan menentukan langsung siapa pemimpin atau kepala daerah hingga lima tahun ke depan itu masyarakat langsung,” katanya di Jayapura, Selasa.

Lukas mengatakan, kebijakan tersebut dibutuhkan untuk mengamankan pilkada di Papua mengingat sejumlah tempat masih rawan konflik.

“Apalagi di wilayah pegunungan seperti Tolikara, Puncak Jaya dan Lanny Jaya, baik pada saat tahap pencalonan hingga penetapan pasangan calon terpilih,” ujarnya.

Dia berharap, pilkada serentak di bumi cenderawasaih pada 2017 dapat berjalan dengan baik, aman dan damai.

Ia menyakini, bila Komisi Pemilihan Umum di Papua dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan lancer, pilkada pun berjalan dengan aman.

Sementara itu, sebanyak 11 kabupaten di Provinsi Papua akan menggelar pilkada serentak pada 2017 di antaranya, Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Puncak Jaya, Lanny Jaya, Tolikara, Nduga, Mappi, Kepulauan Yapen, Kabupaten Dogiyai, Sarmi dan Intan Jaya.

(Antara)

Silahkan Komentar

Komentar Anda

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228