INFO PAPUA

INFORMASI SEPUTAR PAPUA

Gubernur Papua Himbau PNS Tidak Menambah Libur Lebaran

Last modified on 2014-07-30 06:27:02 GMT. 0 comments. Top.

LE

Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe melalui Sekertaris  Daerah (Sekda) Provinsi Papua, Herry Dosinaen menghimbau para pegawai negeri untuk tidak menambah masa libur Lebaran.

Dia juga meminta agar para pegawai dapat masuk kantor pada Tanggal 4 Agustus 2014, dengan harapan supaya pelayanan yang terhenti selama satu minggu berjalan dapat kembali berjalan sebagaimana mestinya. “Jadi, libur kita mulai tanggal 28 Juli dan masuk kerja kembali pada tanggal 4 Agustus 2014. Nah tanggal 1 Agustus nanti kan merupakan hari terjepit dan surat edaran dari pusat sudah kami terima dan sampaikan kepada seluruh instansi termasuk BUMD dan Perbankan”.

Tetapi yang jelas seluruh PNS aktif kerja kembali pada tanggal 4 Agustus dan dihimbau kepada seluruh pegawai untuk masuk kerja seperti biasa. Kita akan kontrol semua PNS, sesuai dengans urat Gubernur tanggal 4 sudah harus masuk kantor seperti biasa,” katanya kepada wartawan, usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) bahan pokok di pasar Hamadi, BBM (Bahan Bakar Minayk) di Pertamina dan bongkar muatan di Pelabuhan Laut Jayapura.

Sebelumnya, Pemerintah Pusat telah menetapkan cuti bersama Idul Fitri selama tiga hari setelah Hari Raya yaitu tanggal 30-31 Juli dan 1 Agustus 2014. Penetapan itu berdasarkan keputusan bersama Menteri Agama No 05 Tahun 2013, Menakertrans No 335 Tahun 2013 dan Menpan RB No 05/SKB/Menpan-RB/08/2013, tanggal 21 Agustus 2013 tentang hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2014. Sehubungan dengan hal tersebut, seluruh pimpinan instansi pemerintah diharapkan melaksanakan kewenangan dan memerintahkan kepada seluruh PNS, anggota TNI dan anggota POLRI untuk menaati hari atau jam kerja.

Anggota TNI Di Tingginambut Puncak Jaya Terluka Bukan Karena Baku Tembak, Tapi Terkena Serpihan Peluru Rekan Sendiri

Last modified on 2014-07-30 04:37:36 GMT. 0 comments. Top.

123

Tiga personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas di Pos Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, pada Selasa (28/7) siang terkena serpihan peluru dari rekannya yang hendak menembak kelompopk sipil bersenjata.

“Mereka terkena serpihan dari tabung pelontar yang ditembakkan oleh salah seorang rekannya,” kata Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Letkol Rijkas Hidayatullah dalam keterangan persnya di Jayapura, Papua, Selasa.

Ia mengatakan, peristiwa itu bermula dari personel di Pos Tingginambut melihat segerombolan orang di pepohonan atau semak-semak di ketinggian depan sebelah kanan pos berjarak sekitar 300 meter menggunanakan teropong.

Gerombolan itu diindikasikan sekelompok Gerakan Separatis Pengacau (GSP) atau Gerakan Separatis Bersenjata (GSB) yang beroperasi di daerah tersebut.

Oleh karena itu, salah seorang personel dari Batalyon 751/Raider bernama Prajurit Kepala (Praka) Fernando yang saat itu berada di box styling depan pos menembakkan tabung pelontar (TP) ke arah lokasi ketinggian.

“Akan tetapi, TP tersebut meledak kurang lebih 10 meter dari tempat personel yang menembak, dan efek ledakan itu berupa serpihan mengenai tiga rekannya,” kata Rijkas.

Ketiga anggota yang terkena serpihan itu adalah Prada Firman dari Yonif 751/R luka di bagian pelipis kiri, Praka Agus dari Yonif 751/R terluka di perut dan Serda Dedi Hartanto dari satuan perbantuan yang cedera di bagian dada kanan.

“Satu orang anggota bernama Praka Fernando dari Yonif 751/R mengalami gangguan pada telinga,” katanya.

Setelah mendapat laporan melalui radio, kata Rijkas, 20 personil anggota gabungan TNI/Polri yang dipimpin Mayor Inf Erin dengan menggunakan tiga unit mobil langsung bergerak dari Mulia, Ibu Kota Puncak Jaya menuju ke Pos Tingginambut guna mengevakuasi korban luka.

Sekitar pukul 13.00 WIT, tim evakuasi TNI/Polri yang membawa korban dari Pos Tingginambut tiba di RSUD Mulia dan korban langsung ditangani olh pihak dokter dan medis untuk diberikan perawatan.

“Siang itu juga korban di evakuasi menuju Jayapura dengan menggunakan pesawat Trigana Air. Dan selanjutnya di bawa menuju RS Marthin Indey Jayapura guna mendapatkan perawatan medis lebih lanjut,” katanya dan menambahkan kondisi para korban saat ini sudah stabil.

(AntaraNews)

Pemkab Paniai Sepakati Tarif Transportasi Udara Dari Nabire Ke Pertambangan Emas

Last modified on 2014-07-29 16:47:06 GMT. 0 comments. Top.

1234

Pemerintah Kabupaten Paniai bersama pengusaha Helikopter melakukan pertemuan membahas kesepakatan tarif angkutan transportasi udara dari Nabire ke pertambangan Emas Degewo, Paniai. Kesepakatan tersebut terlaksana dalam pertemuan di RM. Selera, belum lama ini.

Kadispenda Paniai, Drs. Weynand Antho, M.Si, pada kesempatan itu mengatakan, menyangkut tarif angkutan dengan tujuan penerbangan Nabire – Degewo saat ini dikelola sejumlah perusahaan diantaranya PT Satria Helikopter, PT Dimonim Air, PT Wira dan PT Gatari.

“Tarif yang kami (Pemkab Paniai) tentukan bersama pengusaha Helikoter yaitu sekali terbang ke degewo yakni Rp 300 ribu – Rp 600 ribu. Itu juga dilihat dari kapasitas muat Helikopter,”kata dia

Dikatakan Antho bahwa, tarif tersebut akan diberlakukan minggu ke dua dalam bulan ini dengan menugaskan beberapa staf yang akan bertugas di Nabire.

“Staf kami akan tugaskan di Nabire. Mereka akan bertugas memungut tarif angkutan heli pada hari Senin, Kamis dan Sabtu,”ucapnya.

Sementara itu, Pengusaha Helikopter PT Dimonim Air, Mulyadi mengatakan, mereka sepakat dengan tarif yang ditentukan oleh Pemkab Paniai.

“Kami sebagai pengusaha yang berada di Papua khusus yang melakukan usaha di Degewo, Paniai tetap dukung program pemerintah dalam melaksanakan pembangunan di wilayahnya,”tandasnya.

Puron Wenda cs Kuasai 2 Kampung Di Lanny Jaya

Last modified on 2014-07-29 15:30:47 GMT. 0 comments. Top.

123

Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya, Papua mengklaim kelompok kriminal bersenjata di bawah pimpinan Puron Wenda telah menguasai 2 kampung yakni Kampung Pirime Balinga dan Kampung Kwiyawagi, sebagai daerah kekuasaan kelompok tersebut.

2 Kampung itu juga dijadikan sebagai lokasi tempat tinggal dari kelompok Puron Wenda yang diduga memiliki anak buah sekitar 100-an orang.

Bupati Lanny Jaya, Befa Jigibalom mengatakan, pimpinan kelompok tersebut, Puron Wenda sebelumnya melakukan kriminalitas di Kabupaten Puncak Jaya. Puron lalu meninggalkan Puncak Jaya dan memilih bermarkas di Kabupaten Lanny Jaya.

Dia meminta aparat TNI/Polri untuk menindak tegas kelompok ini, karena meresahkan masyarakat setempat.

Befa mengatakan, pascainsiden penembakan yang menewaskan 2 anggota polisi, daerah Tiom, Ibukota Lanny Jaya kondusif, warga masih tetap menjalankan aktivitas seperti biasanya.

“Namun di Distrik Maki dan Pirime di daerah Kampung Indawa, aparat kepolisian bersiaga penuh, untuk dilakukan pengejaran. Kami terus berkoordinasi dengan kelompok ini dan meminta mereka bergabung untuk pembangunan Lanny Jaya yang lebih maju dan berkembang. Kami berharap mereka menyetujui ajakan ini,” ujar dia.

Sementara itu, sehari pasca-penembakan yang menewaskan anggota polisi, Wakapolda Papua Brigadir Jenderal Pol Paulus Waterpauw langsung terjun ke Tiom, Lanny Jaya.

2 Anggota Polres Lanny Jaya yang tewas tertembak oleh kelompok kriminal bersenjata di Kampung Nambume saat hendak melakukan pembinaan warga di sejumlah kampung, Senin 28 Juli.

2 Polisi yang tewas yaitu Bripda Zulkifly M Putra tertembak di bagian kepala dan Bripda Yoga Aksel Jetru Ginuni yang tertembak di bagian badannya. Sementara 2 anggota lain yang tertembak atas nama Bripda Alex Numberi tertembak di bagian tangan kanan dan dada serta Briptu Helskia Bonyadone tertembak di bagian perut.

Briptu Zulkifli telah dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Trikora,Waena, Jayapura, Selasa (29/7/2014) sore. Sementata Prayoga akan dimakamkan di kampung halamannya Semarang.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono menuturkan, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap kelompok sipil bersenjata di bawah pimpinan Puron Wenda yang diduga melakukan penembakan kepada anggota.

“Kegiatan bimbingan masyarakat dengan cara mengunjungi warga ke kampung-kampung, salah satunya untuk menjadikan desa sadar hukum dan memiliki masyarakat yang lebih cerdas dan mampu menghadapi perubahan jaman yang sangat cepat. Sementara untuk melakukan pengejaran, kami terus berkoordinasi dengan Asintel Kodam XVII/ Cenderawasih untuk back up dari kesatuan TNI yang terdekat,” kata Sulistyo.

(Liputan6)

Silahkan Komentar

Komentar Anda

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203