INFO PAPUA

INFORMASI SEPUTAR PAPUA

Nilai Ekspor Papua Turun Tanpa Freeport

Last modified on 2014-09-01 17:47:51 GMT. 0 comments. Top.

FT

Nilai ekspor Provinsi Papua periode Januari-Juli 2014 turun drastis tanpa peran PT Freeport Indonesia yang menghentikan ekspor bijih tembaga dan konsentrat sejak awal Februari lalu.

“Total ekspor kumulatif Januari-Juli 2014 tercatat sebesar 204 juta dolar AS, atau berkurang sebesar 82,61 persen dibanding kumulatif Januari-Juli 2013 yang mencapai 1.173,2 juta dolar AS (ketika Freeport ekspor bijih tembaga dan konsentrat secara rutin),” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Didik Koesbianto, di Jayapura, Senin.

Ia mengatakan, dari nilai ekspor sebesar 204 juta dolar AS itu, ekspor bijih tambang dan konsentrat sebesar 111,44 juta dolar AS, sehingga ekspor komoditas non migas lainnya tidak sampai 100 juta dolar AS.

Komoditas ekspor non migas lainnya itu yakni kayu dan barang dari kayu, ikan dan hewan air lainnya, dan komoditi non migas lainnya.

“Selain nilai ekspor menurun drastis, kumulatif nilai ekspor Januari-Juli 2014 ke negara utama juga menurun signifikan yang mencapai 87,63 persen atau hanya 138,68 juta dolar AS, dibanding periode yang sama di 2013,” ujar Didik.

Negara utama tujuan ekspor itu yakni Spanyol, Jepang, Filipina, Korea Selatan, India, dan Tiongkok.

Namun, nilai ekspor ke negara lainnya seperti Arab saudi, Oman dan negara lainnya di Timur Tengah meningkat sebesar 25,76 persen pada eriode Januari-Juli 2014 yang mencapai 65,31 juta dolar AS.

Negara utama tujuan ekspor itu yang menjadi sasaran ekspor bijih tembaga dan konsentrat PT Freeport Indonesia.

Sedangkan negara lainnya seperti Arab Saudi dan Oman menjadi tujuan ekspor komoditas non migas lainnya, selain bijih tembaga dan konsentrat.

Khusus pada Juli 2014, nilai ekspor Papua sebesar 9,16 juta dolar As, atau meningkat sebesar 3,68 persen dibanding nilai ekspor pada Juni 2014.

Tetapi, nilai ekspor pada Juli itu hanya komoditas jenis kayu dan barang dari kayu senilai 7,5 juta dolar AS, dan ikan & hewan air lainnya senilai 1,5 juta dolar AS, dan ekspor golongan non migas lainnya sebesar 0,16 juta dolar AS.

“Jadi, jelas terasa penurunan nilai ekspor ketika Freeport tidak melakukan ekspor bijih tembaga dan konsentrat. Tapi mulai Agustus 2014, Freeport sudah kembali ekspor, dan diyakini jumlahnya lebih banyak karena meterial tambangnya menumpuk sejak Februari lalu, sehingga nilai ekspor Papua pada Agustus akan kembali meningkat tajam,” ujar Didik.

(Antara)

Silahkan Komentar

Komentar Anda

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213