INFO PAPUA

INFORMASI SEPUTAR PAPUA

Rapat Koordinasi Panitia Seminar Nasional IMASEPA Jawa Barat

Last modified on 2016-06-27 05:11:03 GMT. 0 comments. Top.

PANITIA SEMINAR NASIONAL

Demi menggenapi massa kepengurusan, Badan Pengurus Harian Ikatan Mahasiswa Se-Tanah Papua Jawa Barat akan menggelar beberapa kegiatan diantaranya; Diskusi Publik, Malam Keakraban, Pentas Seni dan Budaya serta Konser Musik. Selain itu, Seminar Nasional dan Temu IMAPA juga akan digelar.

Tema Seminar Nasional yang diusung adalah “Membangun Papua dalam Tungku Budaya”. Tema itu disampaikan pada Rapat Kordinasi oleh Ketua Panitia Seminar Nasional 2016 IMASEPA JABAR, Fransisco A. Yassie didampingi panitia lainnya, Pembina Organisasi, serta Mewakili BPH IMASEPA JABAR Leonardus O. Magai selaku Sekretaris Jenderal. Minggu, (26/6/2016, Kemarin, di Bandung.

Lebih lanjut, Ketua Panitia Seminar Nasional Fransisco A. Yassie, meminta agar seluruh panitia siap menyukseskan kegiatan tersebut. Ujarnya.

Ketua Panitia Seminar Nasional IMASEPA JABAR Meminta agar seluruh Mahasiswa Papua yang bernaung dibawah Payung Hukum IMASEPA JABAR untuk turut ambil bagian sehingga kegiatan berlangsung dengan baik dan penuh hikmat, Imbuhnya.

Ia juga Meminta kepada Pemerintah Provinsi Papua dan Papua Barat menjadi Sponsor utama selain PT. Freeport Indonesia bisa berpartisipasi dalam kegiatan bahkan bersedia menjadi Pemateri, Katanya.

Selain itu, Sekretaris IMASEPA JABAR Leonardus O. Magai menambahkan Seminar Nasional yang rencananya akan dihelat pada tanggal 9-11 September 2016 di Grand Hotel Lembang Kabupaten Bandung Barat tersebut dalam waktu dekat kami akan mencari Sponsor melalui proposal sehingga besar harapannya bisa menyalurkan Bantuan dari Bapak/Ibu dapat disalurkan melalui Panitia Seminar Nasional.

Laki-Laki yang sering disapa Leo itu membeberkan bahwa Kegiatan ini akan digelar dengan tujuan dapat meningkatkan Potensi Mahasiswa Papua sebelum terjun ke Dunia Kerja dan dapat mengevaluasi Kepemimpinan selama Kepengurusan kami di IMASEPA JABAR Periode 2014-2016. Ia Mengakui bahwa Massa Kepemimpinan banyak kekurangan terutama dalam menyukeskan kegiatan Seminar ini Namun, kegiatan ini tetap berjalan sesuai komitmen kami.

Seusai Rapat Kordinasi, diakhiri dengan lagu-lagu dari Papua sambil foto bersama dan ramah-tamah di lingkungan Mahasiswa Papua Bandung dan Sekitarnya.

(Leonardo Magai)

Nabire Dapat Jatah 10 Unit Rumah Khusus Program Kementerian PUPR

Last modified on 2016-06-26 11:59:59 GMT. 0 comments. Top.

rumah khusus

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan resmikan 100 unit rumah khusus yang tersebar di 100 lokasi Provinsi Papua.

“Rumah khusus adalah program Kementerian PUPR yang dibangun untuk daerah-daerah perbatasan, para nelayan, guru, tenaga medis, daerah tertinggal, pulau terluar, masyarakat nelayan dan pemuka agama seperti yang kita serahkan ini,” ungkap Menteri PUPR, Basuki Hadi Mulyono dalam keterangan pers, Minggu (26/6/2016).

Pembangunan Rumah khusus di Papua ini sesuai dengan Nawacita Agenda III: Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Agenda Prioritas III tersebut, mengarus-utamakan upaya pemerataan pembangunan antar wilayah terutama desa pada kawasan timur Indonesia dan kawasan perbatasan.

Pengajuan 100 unit rumah khusus ini adalah melalui pengusulan oleh Majelis Rakyat Papua (MRP) yang merupakan sebuah lembaga di Provinsi Papua yang beranggotakan para putera asli tanah Papua.

Lokasi rumah tersebar di Kota Jayapura sebanyak 20 unit, serta 8 kabupaten lain yang masing-masing mendapatkan 10 unit, yakni Keerom, Nabire, Yapen, Tolikara, Jayawijaya, Yalimo, Paniai, dan Biak Numfor, dengan peruntukkan khususnya bagi pimpinan keagamaan, para kepala suku, kaum perempuan dan masyarakat lintas batas/pengungsi.

Berdasarkan laporan Direktur Rumah Khusus Kementerian PUPR, Lukman Hakim, utuk tahun anggaran 2016, di Provinsi Papua saat ini sedang proses pembangunan rumah khusus sebanyak 1.246 unit di 1 Kota dan 18 Kabupaten. Sedang di Papua Barat sedang dibangun 784 unit rumah khusus yang berlokasi di 7 Kabupaten. Sehingga total terdapat 20.30 unit atau lebih dari 34 persen dari total yang dibangun pada tahun anggaran 2016.

(Oke)

Marak Demo, Polda Papua Akan Keluarkan Maklumat Penyampaian Pendapat Di Muka Umum

Last modified on 2016-06-26 11:41:19 GMT. 0 comments. Top.

kapolda papua

Kepolisian Daerah Papua akan segera keluarkan Maklumat terkait kemerdekaan penyampaian pendapat di muka umum (demo), terkait maraknya aksi demo yang dilakukan di Papua baik oleh organisasi yang berseberangan dengan pemerintah Indonesia maupun oleh para Mahasiswa.

Hal ini ditegaskan Kapolda Papua, Irjen Pol. Paulus Waterpauw, jumat malam (24/06), seperti dilansir Detik.

Dikatakan Kapolda Papua, Paulus Waterpauw, kemerdekaan atau kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum dijamin oleh negara, sesuai dengan deklarasi universal of human right pasal 9. Namun penyampaian pendapat itu ada aturan yang harus dipenuhi, yakni tidak mengganggu kepentingan umum dan tidak melanggar terhadap konstitusi negara.

Maklumat Kapolda Papua itu sudah dibawa ke Mabes Polri dan sudah dibahas di bidang hukum dengan pihak-pihak pakar hukum.

Menurutnya, negara memberikan ruang kepada semua warga negara menyampaikan pendapat dimuka umum, tetapi ada norma-norma yang harus di pedomani.

“Ada aturan hukum UU No. 9 tahun 1998 tentang pelarangan manghasut masyarakat dengan menggunakan simbol separatis, maka kelompok KNPB, OPM dan ULWDP dilarang keberadaannya. Jika tidak diindahkan akan ditindak dan akan masuk dalam daftar Surat Keterangan Catatan Kriminal (SKCK),” tegasnya.

Khusus kepada kelompok yang berseberangan, bahwa keberadaan kelompok ini tidak resmi dan bersifat separatisme karena itu Kapolda berpendapat, bagi setiap kasus pelanggaran hukum dikenakan ketentuan dalam KUHP.

Namun sebelum maklumat itu dikeluarkan, Kapolda Papua akan melakukan sosialisasi kepada Gubernur Papua, DPR Papua dan Majelis Rakyat Papua dan jajarannya serta kepada seluruh masyarakat di tanah Papua.

(Detik)

Jayapura, Mimika & Nabire Tempati Urutan Pertama Sampai Ketiga Data Angka Penderita HIV/AIDS Per Maret 2016

Last modified on 2016-06-24 05:50:14 GMT. 0 comments. Top.

Dinas Kesehatan Provinsi Papua merilis daftar angka penderita HIV/AIDS di Provinsi Papua pada triwulan pertama per 31 Maret 2016. Data itu menyebutkan penderita HIV/AIDS terbanyak terdapat di kabupaten Jayawijaya.

Data yang ditandatangani Kepala Dinas Provinsi Papua, drg. Aloisius Giay itu menyebutkan penderita HIV di Jayawijaya 1484 dan AIDS 3809. Jumlah penderita, 5293 dan meninggal 400 orang.

Urutan kedua kabupaten Mimika dengan jumlah penderita HIV/AIDS 4524 disusul Kabupaten Nabire, 4162 dan kota Jayapura, 1813 dan disusul kabupaten lain.

“Penderita kebanyakan memang ada di wilayah pedalaman Papua,” ujar Giay dalam wawancara dengan jurnalis beberapa waktu lalu di kantornya, Kotaraja, Kota Jayapura, Papua.

Kata Giay, penularan terbanyak berada di wilayah pedalaman akibat suami-suami yang tidak setia. “Suami-suami yang pergi kota, pulang kampung menjadi penyebabnya,” ujarnya.

Kepala rumah singgah Surya Kasih, Waena, Kota Jayapura mengatakan kebanyakan pasien HIV/AIDS yang dirawatnya berasal dari wilayah pedalaman, terutama Kabupaten Jayawijaya dan wilayah pemekarannya.

Kata ia, penyebabnya adalah terutama pria yang kawin lebih dari satu wanita (bukan poligami). Terutama dari setelah suaminya meninggal atau istrinya.

“Kawin lepas itu salah satu penyebabnya,” ujar Agust.

(JB)

Warga Blokir Jalan, Jayapura-Sentani Lumpuh

Last modified on 2016-06-24 05:29:17 GMT. 0 comments. Top.

1

Pagi tadi, sekitar pukul 06.00 WIT warga di sekitar Kampung Netar Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura memblokade jalan utama satu-satunya akses penghubung Kota Sentani dan Waena Distrik Heram di Kota Jayapura, Papua, Jumat (24/06)

Warga melakukan pemblokadean jalan di sekitar jalan menikung Kampung Netar yang sering disebut ‘tikungan hati hilang’ oleh masyarakat setempat dengan menggunakan batang pohon, pagar besi dan balok kayu. Beberapa warga pun menduduki ruas jalan tersebut.

“Masyarakat ada palang jalan dekat tikungan hati hilang, orang-orang bilang gara-gara tadi malam ada ribut akhirnya pagi tadi mereka palang jalan,” kata Markus yang saat itu berada di lokasi.

Menurutnya, pemblokadean jalan tersebut diawali oleh peristiwa keributan yang terjadi sejak Kamis malam(22/6) hingga dini hari tadi dan berujung pada pemblokiran jalan tersebut karena tidak terimanya salah satu kelompok masyarakat. Masyarakat tersebut menuntut agar pihak kepolisian dapat segera menangkap pemicu keributan di kampung mereka.

“Mereka tidak terima karena tadi malam ada yang bikin kacau di dalam kampung, baru sampe sekarang Polisi belum dapat orang itu,” kata Markus.

Ruas jalan poros Jayapura – Sentani yang diblokade oleh massa ini pun lumpuh dan menyebabkan antrian panjang kendaraan yang ingin melintas.

Satu Peleton Anggota Polres Jayapura yang meluncur ke lokasi kejadian akhirnya dapat menenangkan masyarakat yang melakukan pemblokadean jalan dan saat ini ruas jalan tersebut sudah dapat digunakan kembali.

(Papuanews)

Beberapa Wilayah Di Jayapura Tergenang Banjir

Last modified on 2016-06-22 16:22:44 GMT. 0 comments. Top.

ryanlongor

Sejumlah kawasan di Kota Jayapura, Ibu Kota Provinsi Papua, seperti di wilayah Entrop, Kotaraja, Abepura dan Padang Bulan tergenang banjir akibat hujan deras sejak Rabu (22/6) pagi.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Kota Jayapura Bernard Lamia kepada Antara, mengakui, sejumlah kawasan terendam banjir akibat hujan deras lebih dari 10 jam yang melanda kota Jayapura dan sekitarnya.

Adapun kawasan yang tergenang luapan air yakni wilayah PTC, Entrop dan jalan raya Abepura, perkantoran di Kotaraja, Pasar Yotefa, Abepura dan Padang Bulan dengan tinggi air mencapai 40 sentimeter.

“Khusus untuk air yang meluap di jalan raya Abepura diduga akibat gorong-gorong atau saluran air tidak mampu menampung aliran air dari kawasan perbukitan yang ada disekitarnya,” ujar Lamia.

Menurutnya, selain kawasan itu ada sejumlah wilayah yang dikhawatirkan terendam  akibat hujan deras yakni perumahan Organda.

“Para petugas masih terus memantau situasi kota Jayapura dan sekitarnya termasuk kawasan yang rawan longsor,” ujar Bernard Lamia.

Ketika ditanya apakah ada warga yang mengungsi, Lamia mengaku belum mendapat laporan. “Belum ada laporan warga yang mengungsi dan korban jiwa,” kata Lamia.

(Antara)

Silahkan Komentar

Komentar Anda

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229