INFO PAPUA

Polres Jayapura Ringkus Anggota Kelompok HR Youweny

Last modified on 2014-08-13 04:37:24 GMT. 0 comments. Top.

1

Sebanyak 60 orang Tim Gabungan  yang terdiri dari Polda Papua, Polres Jayapura  dan juga pihak TNI, Senin (11/8) kemarin siang berhasil mengamankan 21 orang  dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang diduga dari kelompok Hans Richard Youweny.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Sulistyo Pudjo H mengatakan  bahwa 21 orang itu, turut serta dalam kegiatan pelantikan, pengesahan KODAP dan Rapat Koordinasi (Rakor) Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN-PB) di Kampung Beraf, Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura.

Selain mengamankan 21 orang anggota KKB ini, kata Kabid Humas Pudjo, tim juga mengamankan puluhan anak panah dengan sejumlah busur, bendera Bintang Kejora (BK) ukuran kecil sekitar 25×10 cm, baju loreng sebanyak 7 buah, jaket Brimob Mabes Polri, daftar nama-nama basis KNPB wilayah Sentani, kotak sumbangan KNPB, sejumlah sepatu PDL, mesin bubut buat laras panjang, tiga pucuk senjata api diantaranya adalah rakitan laras panjang dan roket anti tank.

Pada saat tanggal 31 Juli 2014 lalu juga berhasil mengamankan seperangkat dokumen perjuangan Papua Merdeka. Sedangkan pada tanggal 8 Agustus 2014 lalu berhasil mengamankan sejumlah barang bukti (BB) di rumah Zeth Demotekay, yakni amunis Angelux 6 butir, moser 4 butir, roket (pelontar) amunisi anti tank, magazine, baju loreng 7 buah, dokumen Zeth Demotekay. Sementara di rumah Zeth Manggu berhasil diamankan serbuk mesiu seberat 3 kg, kabel warna hitam. Di rumah Yordan Kapi berupa dokumen-dokumen.

Dan, pada tanggal 10 Agustus 2014 di Kampung Warombaim, Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura, kata Kabid Pudjo, bahwa pihaknya mengerahkan sebanyak 20 anggotanya untuk meringkus 21 orang delegasi dari berbagai daerah, seperti Nabire, Paniai dan Yalimo.

“Barang bukti yang kami amankan satu buah mobil truck, spanduk bertulisan pelantikan dan Rakor, tongkat komando, baju loreng dengan pangkat jenderal, satu koper perangkat alat medis, dokumen penuh, senjata tajam (Sajam) dan anak panah serta busur. Dan, dari 4 kali penyergapan kami telah menahan 1 orang atas nama Zeth Demotekay,” jelasnya ketika didampingi Irwasda Polda Papua, Kombes Pol Gde Sugianyar dan Kapolres Jayapura AKBP Sondang R. D. Siagian, S.Ik.

“60 orang ini adalah rekrutan baru dan telah dibacakan SK pelantikan saat itu langsung oleh pimpinan OPM Terianus Sato. Upacara pelantikan juga berlangsung singkat, hanya pembacaan SK, pengibaran Bendera Bintang Kejora dan ditutup dengan doa,” katanya, Senin (11/8/2014) di Rumah Perdamaian Mapolres Jayapura, Doyo, Kabupaten Jayapura.

Dalam aksi penangkapan itu juga sempat ada penembakan ke mobil Kapolsek Nimbokrang, Ipda Jerry K, yang memimpin penangkapan. Dirinya langsung meminta bantuan dari Polres Jayapura. “Anggota kami mendengar bunyi tembakan, sehingga diperkuat dengan bantuan dari Polres Jayapura, Brimob Polda Papua dan pihak TNI,” ujarnya.

Dalam penangkapan itu, sejumlah barang bukti yang diamankan adalah 5 buah sangkur, panah dan 2 busur panah, 30 stel pakaian PDL, 1 tongkat komando. Saat ini ke 21 orang tersebut diamankan di Polres Jayapura.

Pasca-penangkapan situasi di Nimbokrang kondusif, namun masih ada perkuatan 30-an personel dari Polres Jayapura dan Brimob Polda Papua.

(BP)

Upacara Kemerdekaan RI Ke 69 Di Papua Akan Digelar Pada Tanggal 18 Agustus

Last modified on 2014-08-12 16:31:54 GMT. 0 comments. Top.

69

Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-69 yang jatuh pada Minggu (17/8), membuat pemerintah Provinsi Papua harus menunda satu hari pelaksanaan upacara bendera . Hari minggu, masyarakat Papua yang beragama Nasrani harus beribadah di gereja.

“Hari ini kita sudah kirim radiogram kepada seluruh bupati dan Wali kota se-Papua, untuk penetapan pelaksanaan upacara pengibaran bendera dalam rangka HUT RI ke-69 pada 17 Agustus 2014. Jadi untuk Papua, pelaksanaan upacara bendera akan dilaksanakan pada senin (18/8),” kata Sekretaris Daerah Papua, Hery Dosinaen kepada wartawan, di Jayapura, Papua, Selasa (12/8).

Meski begitu, ujar Hery, seluruh kegiatan seperti tabur bunga, malam Taptu, dan pengukuhan pasukan pengibar bendera (Paskibra) untuk memeriahkan HUT RI ke-69 tetap dilaksanakan pada Sabtu (16/8). Sehingga pada Minggu tidak ada kegiatan karena semua konsentrasi pada ibadah di gereja.

“Jadi semua kabupaten/kota dan pemprov Papua akan melakukan upacara pada 18 Agustus. Sedangkan kegiatan-kegiatan lainnya tetap berjalan sesuai jadwal yang sudah ditetapkan,” ujarnya.

Dijelaskan Hery, penundaan upacara HUT RI ke-69 di Papua sudah dikoordinasikan dengan Dirjen Otda Kementerian Dalam Negeri. “Pak Dirjen sangat mengapresiasinya, dan kita hanya akan masukan surat pemberitahuan ke Presiden melalui Mendagri terkait penundaan upacara bendera tersebut,” tambahnya.

Hery menilai, penundaan upacara HUT RI di Papua tidak mengurangi makna dari HUT RI sendiri, yang terpenting kita semua di Papua tetap merayakan hari kemerdekaan ini dengan semeriah mungkin, dan tentunya semua kembali dari hati kita.

“Sangat disayangkan jika kita tetap akan melakukan upacara pada minggu, karena di wilayah pegunungan Papua akan terjadi benturan dengan masyarakat. Karena, hari minggu semua aktifitas di wilayah gunung dihentikan. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Papua mengambil sikap dan memberikan edaran kepada para pihak di Papua, pelaksanaan upacara HUT RI akan dilaksanakan pada Senin (18/8).

Secara terpisah, salah satu tokoh masyarakat Papua, Martinus J.T menilai, keputusan Pemerintah Provinsi Papua untuk menunda pelaksanaan upacara HUT RI karena jatuh pada hari Minggu (17/8) sangat bijaksana, apalagi penduduk Papua mayoritas memeluk agama Nasrani, sehingga hari Minggu semua masyarakat Papua harus menjalani ibadah di gereja.

“Tidak masalah jika upacara harus ditunda, yang penting kita tidak menghilangkan hikmah dari kemerdekaan itu,” kata Martinus.

(Jubi)

KPK Cegah Barnabas Suebu Ke Luar Negeri

Last modified on 2014-08-12 14:19:57 GMT. 0 comments. Top.

BS

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajukan pencegahan bepergian ke luar negeri ke pihak imigrasi untuk lima orang terkait penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan detailing engineering design Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Sungai Mamberano Tahun Anggaran 2009-2010.

“Ada pencegahan sejak 11 Agustus 2014 selama enam bulan terkait dugaan TPK (tindak pidana korupsi) di Sungai Mamberano, Papua,” ujar Juru Bicara KPK, Johan Budi, di Jakarta, Selasa (12/8/2014).

Mereka yang dicegah bepergian ke luar negeri, yakni mantan Gubernur Papua Barnabas Suebu, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Papua Jannes Johan Karubaba, dan Direktur Utama PT Konsultasi Pembangunan Irian Jaya (KPIJ) Lamusi Didi. Ketiganya sudah ditetapkan sebagai tersangka Selasa pekan lalu.

Dua orang lain yang dicegah, yakni General Manager PT Indra Karya (Persero) dan konsultan pada PT Portal Engineering Perkasa Geri Wicaksono Nugroho.

“Pencegahan dilakukan agar sewaktu-waktu pihak yang dicegah itu tidak sedang berada di luar negeri,” kata Johan.

Selasa (5/8/2014) lalu, KPK menetapkan mantan Gubernur Papua Barnabas Suebu, mantan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Papua Jannes Johan Karubaba, dan Direktur Utama PT Konsultasi Pembangunan Irian Jaya (KPIJ) Lamusi Didi, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan detailing engineering design Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Sungai Mamberano Tahun Anggaran 2009-2010.

KPK menemukan bukti dalam proyek senilai Rp 56 miliar tersebut terjadi penggelembungan harga (mark-up) dengan merugikan negara sekitar Rp 35 miliar.

(Tribunnews)

Saksi Prabowo-Hatta Keberatan Hasil Suara di 14 Kabupaten di Papua

Last modified on 2014-08-12 10:09:55 GMT. 0 comments. Top.

1

Mahkamah Konstitusi (MK) melanjutkan sidang keempat Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) presiden dan wakil presiden 2014, Selasa (12/8). Agenda sidang mendengarkan keterangan saksi pemohon berjumlah 25 orang.

Saksi Prabowo-Hatta tingkat provinsi dan Koordinator Tingkat Papua, Dadi Waluyo mengatakan pihaknya mengajukan keberatan ditetapkan rekapitulasi hasil suara pilpres di provinsi Papua. Karena tanpa menetapkan dua distrik, di Kabupaten Dogiyai, Mapia Barat dan Tengah.

“Ada rekomendasi di Bawaslu, Pemungutan Suara Ulang (PSU) di dua distrik tersebut. Selain itu, rekomendasi Panwaslu di distrik Wapoga di Kabupaten Nabire untuk PSU tidak dilaksanakan. Kesimpulan disahkan tanpa dua distrik tersebut. Saksi tidak setuju, karena itu meminta penangguhan,” ujar Dadi Waluyo kepada majelis sidang diruang sidang MK, Selasa (12/8).

Selain itu,ia menuturkan pihaknya keberatan pada 14 Kabupaten di wilayah pegunungan yang tidak dilaksanakan pemungutan suara sesuai tahapan UU. Serta tidak dilakukan dengan cara kearifan lokal (musyawarah mufakat).

“Hal itu dibuktikan tidak diadakan tahapan rekapitulasi di tingkat kampung, distrik (TPS, PPS, PPD) yang ada di Kabupaten. Saksi kami tidak mendapatkan forum musyawarah mufakat ditempat tersebut,” katanya.

Ia menuturkan rekapitulasi di tingkat kabupaten, saksi tidak mendapat C1,D1 dan DA1. “Dan Bawaslu tidak mendapatkan itu. Bahkan saksi nomor 2 mendapati hal yang sama,” ungkapnya.

Dadi mengatakan kedua distrik tersebut tidak dilakukan pemungutan suara disebabkan logistik tidak sampai ke distrik tersebut. “Saat itu, Bawaslu provinsi melakukan supervisi di distrik tersebut. Maka Bawaslu Provinsi melakukan rekomendasi harus melalukan PSU,” katanya.

Ia menuturkan untuk di Kabupaten Nabire, disampaikan panwaslu kabupaten dan KPU kabupaten, logistik tidak sampai ke distrik Wapoga. “KPU mengatakan tidak melakukan karena waktu dan sebagainya,” ungkapnya.

Berdasarkan data perolehan suara yang disampaikan Dadi Waluyo di 14 Kabupaten yang menjadi keberatan adalah Kabupaten Jayawijaya, Nomor urut 1 mendapat 33.262. Nomor urut 2, 177.483. Kabupaten Mamberamo Tengah, Nomor 1, 24.116. Nomor 2, 5.539. Kabupaten Nduga, Nomor 1 40.000. Nomor 2 10.674. Kab, Yalimo, Nomor 1, 17.812, Nomor 2, 50.050.

Kab, Yahukimo, Nomor 1 86.297. Nomor 2, 175.316. Kab, Pegunungan Bintang, Nomor 1, 5.502. Nomor 2. 84.149. Kabupaten Puncak, Nomor 1, 8.071, Nomor 2 149.096. Kab, Tolikara, Nomor 1 42.579, Nomor 2, 13.4800. Kab Puncak Jaya, Nomor 1. 78.797, Nomor 2 87.122. Kab, Deiyai Nomor 1, 5.628, Nomor 2, 41.970. Kab, Intan Jaya, Nomor 1, 13.765, Nomor 2 56.184.

Kab, Dogiyai Nomor urut 1 0, Nomor 2 89.536. Dikurangi dari Dua distrik. Kab, Paniai, Nomor 1, 7.662, Nomor 2, 82.970. Kab, Lanny Jaya, Nomor 1, 82.841, Nomor 2, 62.609.

Selain itu, Dadi mengatakan perolehan suara di dua distrik tersebut 0 persen. DPT Mafia barat, 6828, mafia tengah, 11.194, perolehan suara Mapia Barat Nomor urut 1 0. Nomor 2, 6828. Mapia Tengah Nomor urut 1, 0. Nomor 2 11.194. Sementara di distrik Wapoga, Nabire Jumlah DPT, 1.123, Suara Nomor 1 0. Nomor 2 1.123.

(Republika)

Tenaga Honorer Di Dogiyai & Deiyai Protes Hasil Seleksi CPNS Formasi 2013

Last modified on 2014-08-12 09:46:49 GMT. 0 comments. Top.

b

(Demo Tenaga Honorer di Deiyai/Dok.Jubi)

Hasil seleksi calon pegawai negeri sipil daerah (CPNSD) formasi 2013 dikabupaten Dogiyai telah diumumkan atau ditempelkan sekitar pukul 13.00 wit minggu kemarin (10/08/2014). Namun hasil seleksi tersebut banyak mendapat sorotan dari para tenaga honorer yang telah lama mengabdi di Dogiyai namun tidak lulus pada seleksi CPNSD formasi 2013 tersebut.

Tenaga honorer yang tidak lolos tersebut menuding pemerintah kabupaten Dogiyai tidak mengedepankan database honorer pada seleksi CPNSD formasi 2013 tetapi lebih mementingkan hal-hal non teknis lainnya.

Padahal banyak tenaga honorer yang sudah mengabdi bertahun-tahun di lingkungan pemerintahan kabupaten Dogiyai terutama guru-guru honorer ini. Padahal masyarakat sangat membutuhkan tenaga-tenaga pendidik dan tenaga medis tapi pemerintah tak mau memusingkan dengan kedua tenaga itu.

Selain itu, para tenaga honorer menilai pemerintah kabupaten Dogiyai juga tidak menjalankan dengan baik proses regenerasi generasi penerus di Dogiyai yang sudah disekolahkan keluar daerah tetapi saat ingin mengabdi di kampung sendiri tidak diperhatikan.

Selain di Dogiyai, Puluhan pegawai honorer di Sekertariat Daerah (Setda) Kabupaten Deiyai bersama pegawai honorer Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Deiyai berunjuk rasa di depan sejumlah kantor di pemerintah daerah Kabupaten Deiyai, terutama Kantor BKD dan ruangan Asisten III Kabupaten Deiyai, seperti dilansir oleh TabloidJubi.

Koordinator aksi unjuk rasa Ruben Mote menuturkan, berdasarkan isu yang berkembang, honorer yang sudah lama mengabdi di lingkungan Setda Kabupaten Deiyai tidak ada dalam daftar nama calon pegawai negeri sipil (CPNS), maka dirinya mengancam akan memalang Kantor Bupati Deiyai dan Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Deiyai.

“Isu ini sudah terbongkar sejak lama di masyarakat. Apabila isu benar-benar terjadi, maka para honorer akan bertindak sesuai prosedur yang ada. Tetapi, lebih secara kerasnya akan palang Kantor Bupati Deiyai dan Kantor BKD,” kata lelaki jebolan Kampus STISIPOL Jayapura, di halaman Kantor Bupati Deiyai, Selasa (12/8).

Ruben meminta agar pihak pemerintah daerah harus memberikan informasi pengangkatan data honorer, harus jelas dan berdasarkan honorer yang ada di kantor-kantor, maupun dinas yang ada di pemerintah daerah. Sebab pihaknya mendapat informasi data honorer yang diangkat adalah mereka non putra daerah. Sehingga pihaknya berharap hal itu jangan terjadi.

“Sebab pegawai honorer orang asli Deiyai sangat banyak di dinas-dinas maupun kantor yang ada di Deiyai. Apalagi Setda Kabupaten Deiyai yang jumlah pegawai honorernya melewati lima puluhan,” kata Ruben, yang juga sebagai Sekertaris KNPI Kabupaten Deiyai ini.

Salah satu pegawai honorer, Yanuarius Pekei memaparkan jika jumlah pegawai honorer yang bertugas di Setda Kabupaten Deiyai mencapai puluhan orang, salah satunya dirinya yang sudah enam tahun mengabdi sebagai pegawai honorer di Kantor Setda Deiyai.

“Setiap kali testing, nasib kami tidak pernah diperhatikan. Malah sekarang, rambut putih sudah bertumbuh. Kami malah bingung, nasib kami mengaduh kemana?” kata Yanuarius di ruangan Bagian Umum Setda Kabuaten Deiyai.

Berdasarkan data yang dihimpun para mengunjuk rasa mengklaim bahwa dalam peneriman CPNS formasi 2013 maupun kategori honorer, banyak ‘permainan’ oleh orang-orang tertentu.

“Jika pegawai honorer tak diangkat, maka Bupati Deiyai akan mediasi untuk membahas persoalan ini dan kami akan hadirkan mantan bupati carateker, Basilius Badii, mantan Sekda Warsono, Kepala BKD lama Frederik Awarawi dan Kepala BKD baru Elimerek Edowai,” tandas Yanuarius.

Asisten III Setda Kabupaten Deiyai, Frederik Awarawi tak memberikan komentar apapun dihadapan pegawai honorer. Mantan Kepala BKD Kabupaten Deiyai ini, hanya diam dan memperhatikan kegiatan ujuk rasa itu.

Diduga Terkait OPM, 21 Warga Warombaim Jayapura Diamankan Polres Jayapura

Last modified on 2014-08-11 14:50:44 GMT. 0 comments. Top.

b

(Kapolres Jayapura AKBP Sondang Siagian)

Kepolisian Resor (Polres) Jayapura, Papua mengamankan 21 orang warga Kampung Warombaim, Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, terkait dugaan keterlibatan dalam kelompok Tentara Pembebasan Nasional/Organisasirasi Papua Merdeka (TPN/OPM).

Kapolres Jayapura AKBP Sondang Siagian, membenarkan hal itu ketika dikonfirmasi wartawan, di Jayapura, Senin (11/08), namun masih enggan menjelaskan secara rinci.

Sondang berjanji akan menjelaskan hal itu dalam siaran pers yang dijadwalkan segera.

Sementara Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Sulistyo Pudjo mengaku belum menerima laporan terkait permasalahan tersebut.

“Saya belum terima laporan,” katanya.

Informasi yang dihimpun, sebanyak 21 orang warga itu diamankan pada Minggu (10/08) sore sekitar pukul 15.30 WIT, di Kampung Warombaim, Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura.

Sebanyak 21 orang yang diamankan itu terdiri dari 16 orang laki-laki dewasa, empat perempuan dewasa dan satu anak laki-laku berusia sembilan tahun.

Upaya pengamanan warga itu bermula dari penembakan yang dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK) terhadap mobil yang digunakan Kapolsek Nimbokrang saat melintas di Kampung Warombaim.

Kapolsek tersebut langsung meminta bantuan kepada anggota Polisi yang BKO di Polsek Nimbokrang, kemudian dilakukan pengejaran disekitar tempat kejadian perkara (TKP).

Saat itu didapat orang diduga TPN/OPM yang telah melaksanakan pelantikan pimpinan yang baru di Kam Brap, karena terdapat sejumlah barang bukti berupa sangkur lima buah, panah dan busur panah dua buah, pakaian PDL 30 stel dan tongkat komando satu buah.

Barang bukti dan 21 orang diduga kelompok TPN/OPM kemudian diamankan di Mapolres Jayapura.

Dua Jurnalis Asing Yang Ditangkap Polda Papua Diduga Berencana Barter Peluru Dengan OPM

Last modified on 2014-08-11 14:50:27 GMT. 0 comments. Top.

a

(Dua Jurnalis Asing yang ditangkap Polda Papua)

Tiga anggota dari kelompok kriminal bersenjata (KKB), Enden Wanimbo  yang ditangkap bersama dua jurnalis Asing di salah satu Hotel Wamena, Kabupaten Jayawijaya pada, Jumat (8/8) lalu, diduga rencana akan melakukan barter peluru dengan dua jurnalis asing tersebut.

Sayangnya, saat dilakukan penangkapan oleh Tim Anggota Polda Papua bersama tim Polres Jayawijaya sejak itu, polisi tidak menemukan peluru yang diduga akan dibarter, melainkan hanya Laptop, hasil transaksi telephone dan sejumlah dokumen lainnya dari kelompok OPM tersebut.

Sementara dua Jurnalis Asing masing Thomas Charles Tendies (40) yang bekerja di ARTE Televisi Perancis dan Valentine Burort yang bekerja sebagai salah satu Jurnalis di Media Online Perancis kini telah diserahkan ke Imigrasi untuk ditangani lebih lanjut atas pelanggaran imigrasi yang  mereka lakukukan.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Papua, Komisaris Besar Polisi Sulistyo Pudjo Hartono ketika dikonfirmasi Bintang Papua melalui via Telephone selulernya menyampaikan, dari hasil pemeriksaan memang mereka rencana akan melakukan barter peluru dengan dua jurnalis asing itu.

Namun pihaknya kepolisian, tidak bisa memastikan karena polisi tidak menemukan barang bukti peluru milik dari kelompok Enden Wanimbo tersebut. “Dari tiga orang itu ada dua orang yang melakukan barter, namun kami masih dalami atas pengakuan mereka itu,” kata Pudjo

Disinggung apakah ketiga orang tersebut akan dikenakan Undang-undang Darurat? Pudjo menjawab, bahwa ketiga orang  tersebut tidak bisa dikenakan undang-undang darurat karena tidak menemukan peluru. “Waktu kita sergap kan, tidak ada barang bukti peluru tersebut, sehingga kita sulit untuk menempatkan mereka UU darurat, tapi kita masih dalami,” katanya.

Sementara dua jurnalis Asing, itu, lanjut Pudjo, pihaknya telah menghubungi Kedutaan besar Perancis terkait penahanana kedu Jurnalis Asing yang bekerja di media ARTE TV Perancis. Dari hasil koordinasi itu, pihak Kedubes Perancis mengaku kesal terhadap kedua Jurnalis Asing itu, yang mana salah satu menggunakan paspor Dinas.

Kendati dua jurnalis sudah ditahan di Rumah Detensi Imigrasi, kata Pudjo bahwa Polda Papua terus mendampingi pihak Imigrasi untuk melakukan penyelidikan Valentine atas kepemilikan Paspor Dinas. “Valentine masih terus kami periksa terkait kepemilikan Paspor Dinas yang biasa digunakan aparat pemerintah,” katanya

Sementara itu, lajut Pudjo, kedatangan dua Jurnalis ada tiga faktor yakni, mereka datang ke Indonesia dengan modal identitas jurnalis dan datang sebagai turis. Kedua,  mereka datang melakukan kegiatan jurnalisme yang dikirim oleh ARTE TV yang memperkerjakan kontraktor n Agency.

Kemudian, ketiga mereka bekerjasama dengan warga  negara Australia  yang membantu menghubungkan  dengan kelompok KKB di Papua, dan salah satu dari dua jurnalis yakni, Valentine memegang Pasport Dinas Prancis. “Ini yang harus kita cari tau asalan dia menggunakan paspor dinas Perancis,” imbuhnya.

(BP)

Pemkab Paniai Gelar Lomba Yospan Sambut HUT RI Ke 69

Last modified on 2014-08-11 09:13:25 GMT. 0 comments. Top.

index

Dalam rangka menyambut HUT RI ke-69 pada 17 Agustus 2014, pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Paniai gelar lomba Tarian Yosim Pancar (Yospan) yang diikuti lima grup Yospan.

“Peserta yang ikut itu dari RSUD Paniai, Polres Paniai, Pemuda Gereja Betlehem Madi Paniai, Remaja SMP N 1 Paniai dan Remaja Sekertariat Kabupaten Paniai,” kata Marike Kayame, Koodinator lomba, Minggu (10/08/2014).

Menurut Marike yang juga Sekretaris Dinas Koperasi Kabupaten Paniai, kegiatan lomba Yospan dalam rangka penyambutan HUT RI ini terbagi dalam dua kategori, yaitu remaja dan umum, dimana kegiatan seperti ini rutin dilakukan setiap tahun dalam rangka tujuh belasan.

Marike berharap, setiap peserta grup yang mengikuti lomba akan diseleksi dan yang terpilih akan direkrut ke dalam grup kesenian Kabupaten Paniai untuk mewakili Kabupaten Paniai di ajang-ajang pertandingan tingkat provinsi nantinya. Terkait pendanaan, berasal dari dana Panitia HUT RI Ke-69 Kabupaten Paniai.

Masih terkait HUT RI Ke-69 di Kabupaten Paniai, Mince Youw, salah satu panitia mengatakan, selain kegiatan Yospan ada juga kegiatan lain yang dilombakan. Seperti perlombaan gerak jalan, pertandingan bola volly, lomba lari lima kilo meter dan beberapa perlombaan lainnya.

“Saya berharap, kegiatan berlangsung aman dan  damai tanpa gangguan apapun. Tidak ada yang rusuh dan konflik. Mari kita jaga keamanan sama-sama,” ungkap Mince.

(Jubi)

Sejumlah Kapal Asing Akan Meriahkan Sail Raja Ampat Papua

Last modified on 2014-08-11 08:00:40 GMT. 0 comments. Top.

1

Sejumlah kapal negara sahabat dikabarkan akan memeriahkan  parade dalam ajang Sail Raja Ampat, Papua Barat, 23 Agustus mendatang.

Komandan Lantamal X Jayapura, Brigadir Jenderal (Mar) Gatot Triswanto mengatakan, persiapan Sail Raja Ampat sudah mencapai 90 persen. Nantinya akan ada 20 kapal yang melakukan parade.

“Sejumlah kapal yang akan melakukan parade adalah kapal asing dari sejumlah ASEAN dan non ASEAN yakni Malaysia, Filipina, Singapura, Brunai Darussalam, Korea Selatan dan Amerika. Namun baru Australia dan Amerika yang menyatakan kesiapannya,” kata Gatot, Minggu (10/8).

Dikatakan, rencananya Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono akan hadir dan menginap di Ibukota Kabupaten Raja Ampat, Waisai bersama sejumlah rombongan kenegaraan.

“Keesokan harinya akan melakukan peresmian tugu masuknya Injil di Pulau Mansinam, Manokwari-Papua Barat. Selain itu kegiatan Sail Raja Ampat 2014 melibatkan beberapa Kementerian dan Lembaga sebagai anggota panitia, antara lain Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Pertahanan,TNI, serta pemerintah provinsi, kabupaten dan kota,” ujarnya.

Pihak Polda Papua renacananya  mengerahkan  700 an polisi untuk mengamankan Sail Raja Ampat. Kapolda Papua, Brigadir Jenderal (Pol) Yotje Mende mengatakan pergeseran pasukan akan dilakukan H-7.

“Sejumlah pasukan berasal dari Polres Raja Ampat, Manokwari dan Sorong. Tidak ada pergeseran pasukan dari Polda Papua. Semua anggota yang dikerahkan dalam pengamanan ini berasal dari Polres Raja Ampat, Sorong dan Manokwari,” kata Yotje.

Sail Raja Ampat merupakan sail yang ke-6 kalinya diselenggarakan di Indonesia setelah Sail Bunaken (2009), Sail Banda (2010), Sail Wakatobi Belitung (2011), Sail Morotai (2012), serta Sail Komodo di Nusa Tenggara Timur (2013).

(Jubi)

KP3U Sentani Gagalkan Penyelundupan 13 Pucuk Senjata Api

Last modified on 2014-08-11 07:55:29 GMT. 0 comments. Top.

2

Kesatuan Penjagaan dan Pengamanan Pelabuhan (KP3) Udara Sentani, Senin (11/8) berhasil menggagalkan penyelundupan 13 pucuk senjata api dari berbagai jenis yang akan dikirim ke Merauke dan Timika. Komandan KP 3 Udara Sentani Iptu (Polwan) Jubelina Wally kepada wartawan, mengatakan puluhan senpi itu ditemukan berkat kerja sama dengan petugas perhubungan di bandara Sentani.

Iptu Jubelima Wally mengatakan ke- 13 pucuk senpi itu ditemukan di Gudang Nayak setelah tiba dengan menggunakan cargo salah perusahaan penerbangan. Ada pun jenis dari senpi yang ditemukan antara lain jenis jerico 941 sebanyak enam pucuk, revolver, G 26, APS karibe, WG laras panjang dan seklerto.

Ketika ditanya pelaku pengirim senjata tersebut, Iptu (polwan) Wally mengaku belum diketahui dengan pasti.

“Kami masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus tersebut,” kata Iptu Wally, Senin (11/8).

 

Silahkan Komentar

Komentar Anda

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211