INFO PAPUA

Sampah Berubah Jadi Indah & Bernilai Ditangan Elizabeth Bonsapia

Last modified on 2014-11-29 19:23:02 GMT. 0 comments. Top.

Elisabeth-Bonsapia

Kemampuan seorang perempuan Papua asal pulau Numfor, Kabupaten Biak, Provinsi Papua yang selama ini menghabiskan waktunya di kampung Nuni, Distrik Manokwari Utara, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat patut diapresiasi.

Pasalnya, Elisabeth Bonsapia demikian nama lengkapnya, yang lokasi tempat tinggalnya berjarak lebih kurang 20 Km dari ibukota kabupaten, memiliki keahlian untuk mengubah sesuatu yang sudah menjadi sampah (tak bernilai-red) menjadi sesuatu yang indah dan bernilai.

Kru Dharapos.com pada Selasa (25/11), berkesempatan mengunjungi kampung Nuni, menggunakan kendaraan roda empat dengan menempuh perjalanan melewati empat kampung yang dikelilingi hutan.

Saat tiba di Nuni, kru Dharapos.com langsung menemui mama Elisabeth sebagaimana biasanya ia disapa keluarga maupun kerabatnya.

Ternyata, setiap harinya, mama Elisabeth hanya menghabiskan waktu di rumah untuk membuat kerajinan tangan.  Walaupun bahan-bahan yang ia gunakan hanyalah bahan yang sebenarnya sudah dibuang alias tidak terpakai lagi.

Namun, apa yang sudah dianggap sampah tersebut, oleh ibu empat orang anak ini mampu diubah menjadi suatu karya tangan yang indah dan bernilai harga.

“Saya kerja barang ini sudah berlangsung selama 5 tahun,” ungkapnya sambil menunjukkan berbagai buah karya yang telah dihasilkan.

Kemampuan yang dimilikinya, diakui mama Elisabeth, bukan merupakan keahlian turun temurun dari orang tua atau moyangnya.

“Tuhan yang kasih hikmat untuk saya bisa kerjakan semua ini,” terangnya

Berbagai aneka kerajinan yang dia buat diantaranya, tempat persembahan dari tempurung kelapa, pot bunga, tempat pena, rumah kaki saribu yang merupakan rumah adat suku Mea yang dibuat kayu atau rotan, bra dari kulit kayu, dan kapal layar dari tempurung kelapa.

Namun, diakui mama Elisabeth, hasil kerajinan tangan yang dia buat selam ini  tidak pernah di pasarkan karena selain tidak memiliki relasi yang dapat membantunya, sampai saat ini juga Pemerintah daerah setempat tidak memperhatikan atau minimal memberikan bantuan kepadanya.

Bahkan, dana yang di pakai untuk membeli alat-alat pendukung dalam membuat kerajinan, seperti gergaji, lem, paku, baut kecil, pernis, maupun cat adalah sisa dari hasil uang sayur yang ia jual sembari membantu suaminya mencukupi kebutuhan sehari-hari dan kelangsungan hidup keluarganya.

“Suami saya seorang sopir taksi,” sambungnya.

Selain kerajinan tangan, ternyata masih ada lagi keahlian lain yang dimiliki mama Elisabeth yang tidak kalah manfaatnya.

Ia juga pandai meramu minyak urut yang bahannya diambil dari tumbuhan yang tumbuh pada bebatuan di dasar laut yang merupakan ramuan tradisional adat Papua sejak dari leluhurnya.

“Dia (minyak-red) punya khasiat bisa untuk obat sakit gula, kaki patah, keseleo dan lain-lain,” jelasnya.

Mungkin potensi yang dimiliki mama Elisabeth, hanya satu contoh kecil yang mewakili puluhan, ratusan bahkan ribuan potensi lainnya yang selama ini terpendam, tersimpan, belum pernah terungkap, apalagi tersentuh tangan para penguasa di negeri ini.

Olehnya itu, diharapkan kepada Pemerintah Daerah untuk tidak hanya terpaku kepada kegiatan pembangunan infrastruktur, namun sudah saat untuk mulai menggali potensi-potensi yang dimiliki masyarakatnya sendiri.

Karena jika potensi-potensi ini dikelola dengan baik maka tentunya akan sangat berdampak bagi masyarakat sendiri. Yang intinya, dapat membantu, memperbaiki bahkan mendukung kehidupan masyarakat demi mencapai sejahtera.

(DP)

Pemda Dogiyai Diminta Mempertanggungjawabkan Dana Bansos

Last modified on 2014-11-29 19:20:07 GMT. 0 comments. Top.

MW

(Markus Waine Ketua Komisi C DPRD kabupaten Dogiyai)

Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Dogiyai diminta agar mempertanggungjawabkan dana bantuan sosial (bansos) tahun 2014 yang diduga digelapkan dan sedang diperiksa di pengadilan tindak pidana korupsi (tipikor).

“Apabila dalam sidang APBD besok tidak ada penjelasan secara detail, maka saya sebagai Ketua Komisi Pembangunan DPRD Dogiyai akan memimpin demo besar besaran setelah sidang APBD,” kata Markus Waine, Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Dogiyai melalui telepon Seluler, Jumat (28/11/2014).

Menurut dia, dana bansos sebanyak Rp 37 miliar yang diduga digelapkan itu adalah milik rakyat Dogiyai. Seharusnya dana tersebut diberikan kepada masyarakat untuk menjawab persoalan mereka.

Dana sebanyak itu sedianya untuk pembangunan masyarakat di bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan ekonomi kerakyatan.

“Bagaimana masyarakat Dogiyai mau bangkit, mandiri dan sejahtera jika pejabatnya yang dipercayakan melayani rakyat malah korupsi uang rakyat. Korupsi jelas membuat rakyat semakin menderita dan terbelakang,” ujarnya.

“Setelah Sidang Anggaran APBD Tahun 2014,kami siarkan dana bansos yang di gelapkan oleh Pemerintah Dogiyai,” lanjut anggota Komisi C DPRD periode 2014-2019 ini.

(Martinus Pigome/Nabire Net )

Kedatangan Menteri Yohana Di Manokwari Disambut Demo

Last modified on 2014-11-29 19:19:40 GMT. 0 comments. Top.

1

Saat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise menyambangi Manokwari dan Nabire beberapa waktu lalu dalam rangkaian kunjungan kerja perdananya ke Papua disambut meriah dengan tari – tarian adat, namun saat kunjungannya ke Jayapura kemarin malah di sambut oleh beberapa orang perempuan Papua yang menyuarakan penolakan terhadap sang Ibu Menteri tersebut.

Suara ketidakpuasan atas dipilihnya Yohana Yembise sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam Kabinet Jokowi – JK rupanya belum mereda, dimana sehari sebelum kunjungan Menteri Yohana ke Jayapura sekelompok orang yang mengatas namakan dirinya sebagai Relawan Bara JP kembali menyatakan penolakannya terhadap Yohana Yembise dan protes klaim bahwa Yohana Yembise diusung oleh Relawan Bara JP, padahal Relawan Bara JP Papua sebelumnya berjuang mati – matian untuk meloloskan “jagoannya” yang juga Ketua Relawan Bara JP Papua, Yakoba Lokbere, istri Bupati Jayawijaya yang juga terpilih menjadi anggota DPRP papua periode 2014 – 2019.

Bila melihat materi spanduk demo yang dibawa oleh 6 orang perempuan Papua yang diamankan oleh kepolisian di area Bandara kemarin, nampaknya demo tersebut terkait dengan ketidak puasan beberapa orang Relawan Bara JP karena “jagonya” di geser oleh Yohana Yembise.

Kepala Kepolisian Polda Papua,  Irjen (Pol) Yodje Mende, menegaskan akan mencari otak dibalik aksi unjuk rasa oleh sejumlah perempuan di kawasan bandara Sentani (27/11). Penyampaian pendapat yang tak berijin itu, menolak kedatangan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindugan anak, Yohana S Yembise, di Papua.

“Saya perintahkan  cari dan selidiki, siapa yang menyuruh melakukan demo. Pasti ada yang menyuruh mereka demo, yang menyuruh mereka akan kami proses.” Kata Kapolda Papua Irjen Pol Yotje Mende, disela-sela sosialisasi hukum, Kamis (17/11/2014) diruangan Rasta Samara Mapolda Papua.

Menurutnya, jika seseorang hendak menyampaikan pendapat dimuka umum harus melayangkan surat pemberitahuan terlebih dahulu. Dalam undang – undang nomor 9 tahun 1998,  itu sudah jelas. unjuk rasa itu kan menyampaikan pendapat ditempat umum harus harus ada surat pemberitahuan, setelah disetujui maka Kepolisian akan melakukan pengamanan.

”sampai detik tadi, saya tidak menerima pemberitahuan. Selain itu mereka memasuki daerah steril. Kalau mau unjuk rasa harus diluar sanalah. Paling tidak ada jarak 150 meter keluar dari daerah steril.” Kata Kapolda.

Selain itu, Kapolda menyatakan telah menginstruksikan kepada jajaran untuk melakukan pemeriksaan. kami akan periksa, walaupun mereka perempuan, yang menyuruh mereka demo akan ditindak tegas. Kami akan seret ke muka hukum karena Negara kita adalah Negara Hukum.
Lebih lanjut, Kapolda menuturkan, sebab para pengunjuk rasa tidak memiliki ijin dan masuk area steril maka kepolisian punya kewenangan untuk melakukan penangkapan.

”kami tangkap lima atau enam orang perempuan. Kami tangkap karena mereka tertangkap tangan melanggar, kami punya kewenangan untuk memeriksa 1×24 Jam. tapi tidak ditahan sebab tidak melanggar pidana. mereka hanya melanggar aturan atau hanya bisa di denda. Saya perintahkan untuk periksa sebelum 1×24 jam, setelah itu harus dibebaskan” Ujarnya.

Kapolda pun mempertanyakan, aksi unjuk rasa yang dilakukan sekolompok perempuan menolak kujungan menteri di Papua.

” Tujuan menteri ini kan untuk membangun papua. Dia (Yohana, Red) juga orang Papua. masa di spanduk tulisannya bukan orang Papua. orang Papua itu kategori mereka bagaimana?.” tanyanya.

Dalam lawatan perdananya kali ini, Menteri Yohana Yembise berencana meresmikan ratusan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Yahukimo, hari ini, Jumat (28/11/2014), namun sebelum bertolak ke Yahukimo, ia berencana menyambangi rumah pribadinya yang berlokasi di Buper Waena.

(SP)

TNI Pastikan Papua Aman Jelang 1 Desember

Last modified on 2014-11-27 15:43:54 GMT. 0 comments. Top.

bintang-kejora

Jelang peringatan ulang tahun Organisasi Papua Merdeka (OPM), pihak TNI, khususnya Kodam XVII/Cendrawasih, memastikan kondisi keamanan di seluruh wilayah Papua. TNI pun akan terus bekerja sama secara solid dengan pihak Polda Papua.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cendrawasih Kolonel Rikas Hidayatullah menyebutkan, hingga saat ini kondisi keamanan di Papua masih terkendali dan kondusif. Hal ini tidak terlepas dari kerja sama apik yang selama ini terjalin antara Kodam XVII/Cendrawasih dan Polda Papua.

Patroli gabungan antara TNI dan Polri pun terus dilakukan hampir setiap hari di wilayah Jayapura dan sekitarnya. “Intinya, kami akan terus berkerja sama dan mendukung Kapolda dalam mengamankan wilayah Papua,” tutur Rikas kepada Republika saat dihubungi, Kamis (27/11).

Kendati mengakui kondisi keamanan yang kondusif, tapi Rikas menegaskan, TNI selalu dalam kondisi siap siaga terutama jika ada potensi gangguan keamanan jelang ulang tahun OPM.

Bersama dengan Pemda dan Polda Papua, TNI pun selalu turut serta dalam upaya mengimbau masyarakat Papua untuk bisa ikut menjaga keamanan.

“Masyarakat di Papua sudah cerdas, mereka sudah bosan dengan konflik-konflik. Sekarang masyarakat Papua sudah ingin membangun wilayahnya,” lanjut Rikas.

Terkait tindakan yang akan diterapkan buat pihak-pihak yang kedapatan mengibarkan bendera Papua Merdeka, Bintang Kejora, Rikas mengungkapkan, pihaknya akan masih berpegang pada Undang-Undang.

Selain bakal menurunkan bendera tersebut, pelaku pengibaran bendera Bintang Kejora itu akan dikenakan pasal pidana. “Pelakunya akan dijerat dengan Pasal makar dan langsung dijebloskan ke penjara,” ujarnya.

Dalam KUHP, tepatnya pasal 106 ayat 1, setiap perbuatan makar memang bakal mendapat hukuman berat, yaitu ancaman hukuman penjara seumur hidup.

Rikas menambahkan, setiap kegiatan-kegiatan OPM akan dimasukan kategori sebagai kriminalitas bersenjata. Untuk itu, baik TNI dan Polri akan menindak tegas setiap kegiatan-kegiatan yang mengancam keamanan.

(Rep)

Temannya Meninggal, Mahasiswa Papua Di Makassar Tuntut Gubernur & Polda Sulsel Segera Selesaikan Kasus Tersebut, Jika Tidak Mereka Meminta Semua Warga Sulawesi Di Papua Dipulangkan

Last modified on 2014-11-26 12:15:39 GMT. 0 comments. Top.

4

Puluhan warga Papua mengamuk di halaman Rumah Sakit (RS) Faisal, Kecamatan Rappocini, Makassar. Aksi ini terjadi lantaran salah seorang warga Papua, Charles Sinumbi, tewas pasca perawatan selama dua hari sejak Minggu 23 November 2014.

Diketahui, korban Charles Sinumbi adalah korban penikaman dengan luka tikaman di bagian perut, saat bentrokan oleh kelompok tak dikenal.

Aksi sejumlah pria berambut gimbal dengan adat istiadat ciri khasnya itu, membuat para pengunjung dan pegawai panik lari ketakutan. Hingga saat ini belum diketahui korban atau kerusakan fasilitas rumah sakit.

Aksi ini pun mereda setelah petugas Polsekta Rappocini dan Resmob Polrestabes Makassar tiba di lokasi dengan membawa senjata lengkap. Pihak kepolisian melakukan negosiasi dengan para mahasiswa Papua yang sebagian kuliah di Kota Makassar.

Salah seorang mahasiswa Papua, Stefanus, meminta kematian rekannya itu diusut oleh pihak kepolisian dengan saksama. sebab, mereka menduga petugas tidak serius menangani peristiwa bentrokan yang terjadi dengan kelompok tak dikenal itu. Selain itu mereka minta Gubernur Sulses turun langsung menangani kasus ini, jika tidak, semua mahasiswa asal Papua akan pulang ke Papua dan mereka minta semua warga Sulawesi yang ada di Papua dipulangkan.

“Kami meminta Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo menemui kami untuk berdialog. Keberadaan kami selalu diteror dan didiskriminasikan,” kata mereka.

Gubernur Papua Keberatan Biaya Perjalanan Dinas Dipangkas

Last modified on 2014-11-25 19:24:39 GMT. 0 comments. Top.

1

Rencana Presiden Joko Widodo memangkas perjalanan dinas para pejabat membuat Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe sedikit khawatir. Ia berharap anggaran untuk wilayahnya tidak ikut dipangkas.

Kepada wartawan di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (24/11/2014), Lukas mengatakan, wilayahnya itu tidak bisa disamakan dengan wilayah lain, terutama dengan wilayah Indonesia bagian barat. Kata dia, di wilayah yang ia pimpin infrastrukturnya masih sangat minim dan banyak wilayah yang harus dikunjungi.

“Saya kalau mengunjungi bupati-bupati itu harus naik pesawat,” katanya.

Lukas mengaku tidak mengada-ada. Ia menegaskan bahwa biaya penerbangan di Papua tidaklah murah, dan jumlah pesawat yang beroperasi tidaklah banyak dengan jadwal yang juga tidak menentu. Menurut Lukas, sebagian besar perjalanannya adalah perjalanan dengan pesawat sewa.

“Kalau pesawat regulernya sedikit, jadwalnya tidak menentu, jadi mau tidak mau harus naik pesawat sewa,” ujarnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Presiden Jokowi telah memberikan instruksi untuk mengurangi biaya perjalanan dinas, dari Rp 41 triliun menjadi Rp 25 triliun.

Lukas sendiri setidaknya kini butuh Rp 50 juta untuk biaya perjalanan dirinya. Jika ia membawa staf dan harus mengunjungi sejumlah tempat maka sudah tentu ongkosnya membengkak.

(Kompas)

 

Gubernur Papua Adukan TIngginya Harga BBM Kepada Presiden

Last modified on 2014-11-24 16:10:55 GMT. 0 comments. Top.

bbm Naik-1412219034

Gubernur Papua Lukas Enembe mengadukan ihwal tingginya harga bahan bakar minyak di daerahnya kepada Presiden Joko Widodo. Menurutnya, kenaikan harga BBM eceran di Papua mencapai angka Rp 70 ribu per liter.

“Di agen resmi harganya Rp 60 ribu, sebelumnya itu harganya mencapai Rp 50 ribu,” kata Lukas usai bertemu Jokowi-JK dalam acara pertemuan Presiden dengan Gubernur seluruh Indonesia, Istana Bogor, Jawa Barat, Jakarta, Senin (24/11).

Pada kesempatan yang sama Lukas juga mengatakan bahwa harga ini termasuk normal untk 16 Kabupaten di Papua, “Hal yang biasa saja saya rasa, seperti yang sudah saya sampaikan,”katanya singkat.

Lebih jauh Lukas menambahkan kenaikan harga yang cukup tinggi ini ditopang karena penggunaan pesawat, “Kalau disana agen harus dengan pesawat, tapi mau bagaimana ? Mau tidak mau kan harus dibeli,” ucapnya.

Menanggapi aduan ini, Lukas mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo memberikan kewenangan penuh agar solusi masalah ini terpecahkan, “Kami sudah sampaikan solusinya, beliau beri kewenangan apalagi ini terkait dengan pengolahan potensi sumber daya alam,” katanya.

Di lain kesempatan, Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Provinsi Papua Rosiyati MH Thamrin menjelaskan ada beberapa solusi yang bisa diciptakan presiden agar harga BBM di Papua tidak sangat tinggi, Rosiyati mengusulkan agar dana otonomi khusus jangan dipakai untuk pembangunan infrastruktur, tetapi diperuntukkan kepada pendidikan dan kesehatan masyarakat Papua.

Selain itu, dia juga sangat mendukung usulan Jokowi mengenai tol laut. Dengan begitu, kata dia, harga kebutuhan pokok dan BBM di Papua akan turun.

Diakhir kesempatan Lukas pun menambahkan bahwa pencabutan dana subsidi bbm ini diharapkan bisa membangun infratstruktur di Papua,”Pembangunan pelabuhan saya rasa, akan sangat baik jika dimulai tahun depan,” katanya.

(CNNI)

Presiden Minta Pemprov Papua Sediakan 2000 Ha Lahan Pengolahan SDA

Last modified on 2014-11-24 16:09:06 GMT. 0 comments. Top.

jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Pemerintah Provinsi Papua untuk menyediakan lahan 2.000 hektar. Lahan ini akan digunakan untuk membangun tempat pengolahan sumber daya alam Papua.

“Lahan kita sudah siap, dia (Presiden) minta 2.000 hektar. Saya kira beliau bisa menggiring investor masuk ke sana,” kata Gubernur Papua Lukas Enembe di Istana Bogor, Senin (24/11/2014), seusai mengikuti pertemuan dengan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama dengan 33 gubernur lain.

Dalam pertemuan itu, Lukas meminta kepada Presiden agar Pemprov Papua diberi kesempatan mengolah sumber daya alam yang hasilnya akan dinikmati masyarakat lokal. Untuk itu, Pemprov Papua menginginkan agar dibangun industri pengolahan bahan mentah di sana.

“Daripada kita (jual) bahan mentah, kembali juga mahal, lebih bagus bangun integrasi industri, smelter, semen, pupuk, dan seterusnya,” ucap Lukas.

Atas gagasan tersebut, kata dia, Presiden Jokowi meminta agar Pemprov Papua membuat perencanaan yang matang. Ia juga meminta agar Pemprov segera menyediakan lokasi pembangunan industri pengolahan.

“Lokasinya di mana, kawasannya bagaimana, diselesaikan masalah tanah, itu harus siap semua, baru selesaikan, kita bicara masalah adat, kita sampaikan kawasan industri harus bangun di sini,” tutur Lukas.

Selebihnya mengenai proses pembebasan lahan untuk lokasi industri tersebut, Lukas menyampaikan bahwa pihaknya harus melakukan negosiasi terlebih dahulu dengan masyarakat setempat.

(Kompas)

Asrama Mahasiswa Papua Di Makassar Diserang OTK, Seorang Mahasiswa Ditikam

Last modified on 2014-11-23 20:29:20 GMT. 0 comments. Top.

rp_uploads-1-2012-12-Pengeroyokan1.jpg

Asrama mahasiswa Papua di Jalan Mappala, Kecamatan Rappocini, Makassar, diserang sejumlah orang tak dikenal, Minggu dinihari, 23 November 2014. Akibatnya, kaca jendela bagian depan asrama pecah dan satu penghuninya, Charles Sinumbi, 21 tahun, ditikam pada bagian perut kanan.

“Kawan kami ditikam saat keluar melihat pelaku penyerangan,” kata Monakosari, 22 tahun, saat ditemui di asrama. Menurut dia, luka Charles cukup parah sehingga langsung dilarikan ke Rumah Sakit Faisal.

Menurut Mahasiswa Universitas 45 ini, peristiwa berawal saat sejumlah mahasiswa berkeliling memantau situasi di sekitar asrama, sekitar pukul 02.30 WITA. Pemantauan ini dilakukan karena sering terjadi pencurian di asrama dalam sebulan terakhir.

Saat memantau situasi di sekitar asrama, sejumlah mahasiswa menghentikan dua pengendara sepeda motor yang melintas di depan Asrama Papua. Para mahasiswa itu, menurut Monakosari, memukuli pengendara sepeda motor karena mereka diduga memata-matai kondisi asrama. “Saat itu, kawan yang menghentikan pengendara langsung memukul karena dalam keadaan mabuk,” kata Monakosari.

Para pengendara sepeda motor itu tak terima dipukuli dan disandera sepeda motornya. Keduanya kemudian memanggil rekan-rekannya untuk menggeruduk Asrama Papua. Mereka menghancurkan asrama dengan menggunakan badik dan batu.

Akhirnya, kedua kubu bentrok hingga aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Rappocini tiba di asrama. “Sudah sebulan kami diteror terus oleh orang tidak dikenal. Kadang dilempari batu dan dicuri barang-barang didalam, tak tahu apa salah kami,” ujar Monokosari.

Dia menceritakan, awal November lalu sejumlah penghuni asrama kehilangan tiga unit lapotop dan telepon seluler. Kemudian pada pekan kedua terjadi pencurian sepeda motor. Bahkan, menurut Monakosari, kasus pencurian ini sudah sering dilaporkan ke polisi namun tak ada respon. “Jadi kami terpaksa bergerak sendiri,” ucapnya.

Kepala Kepolisian Sektor Rappocini, Komisaris Ade Hermanto, membenarkan penyerangan itu. “Kasus ini masih kami selidiki, apa motif penyerangan dan siapa pelakunya,” kata Ade. Ade menjelaskan, petugas masih memantau wilayah di sekitar Asrama Papua untuk mengantisipasi serangan susulan.

(Tempo)

Asean Economic Community 2015 Tantangan Berat Bagi OAP

Last modified on 2014-11-23 09:49:50 GMT. 0 comments. Top.

images

Malang Nabire Net . Mahasiswa yang Tergabung dalam Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Dogiyai ( IPMADO ) Se-Jawa dan Bali Kota Study Malang Kembali Menggelar Diskusi Dengan Thema “Tantangan Asean Economic Community 2015 Tantangan berat Bagi OAP” Diskusi Selanggrakan Kontrakan Dogiyai Langdunsari Indah,Kec Dau Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur,Sabtu 22/11/2014.

ASEAN, 0rganisasi regional yang menyatukan Negara-Negara di kawasan Asia Tenggara ini mengumumkan bahwa Asean Economic Community (AEC) akan diberlakukan pada tahun 2015. Tahun 2015 dapat menjadi tahun yang penuh tantangan bagi perkembangan ekonomi Indonesia. Pada umum di papua tantangan berat yang akan di hadapi orang asli papua.

Musa Pekey berpendapat melihat momentum Pasar Bebas ASEAN 2015 sebagai ancaman berat Bagi orang asli Papua . “Bila pasar bebas akan masuk di indonesia pastinya kekayaan alam papua Dikelolah oleh Indonesia ,jadi kita harus bersiap sebelum jauh ,jelasnya suatu negara maju dan tidak kembali ekonomi.”tegas Musa Pekey.

Selpianus Doo, Salah satu Mahasiswa Universitas Muhamadiyah Malang berpendapat bahwa,orang Papua asli harus punya Komitmen bahwa, saya juga siap menghadapi ekonomi bebas ASEAN 2015. Martinus Pigome , Menjabat sebagai Ketua IPMADO Sejawa dan bali berpendapat . Kita orang asli papua pentingnya penguasaan salah satu skill.

Mengapa keberadaanya mampu mempengaruhi kondisi perekonomian Indonesia Inti dari AEC adalah membuka luas pasar arus ekspor-import barang dan jasa ataupun investasi antarnegara ASEAN dimana permasalahan tarif dan non tarif sudah tidak diberlakukan kembali dan pastinya Indonesia akan harapkan pada kekayaan Papua.

Dengan diberikannya kemudahan untuk bertransaksi antar negara di Asia Tenggara, diyakini dapat menjadi peluang ataupun tantangan bagi perekenonomian masyarakat Indonesia lebih khususnya di papua apakah orang asli papua siap menghadapi tantangan AEC 2015?

Tantangan ekonomi bebas 2015 kita sebagai orang asli papua ( OAP) kita sendiri belum siap mengelolah kekayaan alam Kita jadi harapan saya kepada adik-adik selagi masih   Kuliah harus manfaatkan waktu dengan baik. kedepan kita sendiri jadi tuang Negeri sendiri . Kata Martinus Kogaa ,Sebagai senior.

Lanjut Kogaa . Ketika bergaul dengan seorang pengusaha maka kita juga akan berhasil .jadi selagi kita kuliah di tanah rantauan harus belajar banyak dan dimanfaatkan orang di sekitar yang bisa mengarahkan kita kejalan yang baik.

Natan Tebay ,pemimpin Diskusi sependapat , bahwa setiap orang asli Papua pada umumnya kita generasi mudah harus mulai mempersiapkan dirinya sendiri mulai saat ini.

Yusak , mahasiswa UNITRI menjelaskan, bahwa orang asli Papua melalui pemerintah Papua. Harus punya konsep untuk menghadapi Tantangn ekonomi bebas ASEAN.

 Harapan saya Kepada adik-adik itu otak masih segar jadi saya harap bahwa , adik banyak belajar dengan belajar banyak belajar   kita bisa membawa perubahan demi mewujudkan ekonomi yang kreatif dan mandiri .Harap Kogaa.

Jadi Kesimpulan   Diskusi “Tantangan Asean Economic Community 2015 Tantangan berat Bagi OAP” mengenai akan bergulirnya pasar bebas untuk kawasan ASEAN, dimana orang asli papua harus punya skill masing- masing untuk menghadapi Ekonomi bebas ASEAN pada Tahun 2015. perkuat pendidikan keahlian untuk penguasaan kemampuan dan ketrampilan teknis dan praktis yang berguna dan bermanfaat. Hal ini terutama menyangkut dasar-dasar berwirausaha dan praktek-praktek kewirausahaan.

(Martinus Pigome/Nabire Net)

Silahkan Komentar

Komentar Anda

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233