INFO PAPUA

Bupati Dogiyai Akan Lantik 10 Kepala Distrik Baru

Last modified on 2014-03-27 17:16:25 GMT. 0 comments. Top.

20130814_124334_3512_l

Sabtu esok (1/3), Bupati Dogiyai, Thomas Tigi akan melantik 10 Kepala Distrik yang berada di wilayah kabupaten Dogiyai.

Hal ini dijelaskan Sekretaris Panitia Pelantikan, Paskalis Butu. Menurut Paskalis, paara kepala distrik itu akan dilantik di aula Bappeda Kabupaten Dogiyai pada pukul 10.00 wit pagi esok.

Menurut Paskalis, saat ini ada 10 Distrik yang segera akan diisi oleh para Kepala Distrik baru. Dalam pemerintahan, pelantikan pejabat baru itu hal biasa. Jadi, semua pihak mendukung pelantikan ini agar pemerintahan distrik dijalankan oleh kepada distrik baru dengan semangat baru.

Ia menjelaskan, “Bupati juga akan melantik pejabat lainnya tetapi dalam beberapa bulan ke depan. Pelantikan besok hanya kepala distrik, pejabat lainnya akan dilantik pada bulan-bulan ke depan. Tanggal pasti kami juga belum tahu,” tuturnya.

Aparat Brimob Baku Tembak Dengan KSB Pimpinan RO Di Angkaisera Yapen Papua

Last modified on 2014-03-27 17:16:30 GMT. 0 comments. Top.

img26052009182191

Aksi baku tembak terjadi di Kampung Angkaisera, Kabupaten Yapen. Dalam kejadian ini, tidak ada korban jiwa.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes (Pol) Sulistyo Pudjo Hartono membenarkan bahwa tadi siang di sekitar Polsek Angkaisera pada pukul 12.00 waktu Papua, terdengar bunyi tembakan.

“Dari informasi, kelompok dari RO yang lakukan tembakan,” kata Pudjo melalui pesan singkat telepon selulernya , Jumat (28/2).

Masih dari pesan singkat Pudjo, saat terdengar bunyi tembakan, Kapolsek Angkaisera langsung menghubungi Kapolres Yapen via telepon seluler dan melaporkan hal itu.

“Saat laksanakan patroli di daerah Kontinaen, Angkaisera, rombongan Brigade Mobil (Brimob) mendapatkan tembakan dari kelompok pimpinan RO dan Brimob melakukan tembakan balasan, tidak ada korban jiwa,” ujarnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 1709 Yapen Waropen, Letkol Inf Dedi Iswanto saat di konfirmasi via telepon selulernya mengatakan jika dirinya tidak bisa memberikan keterangan karena sedang berada di Jayapura.

“Memang ada seperti itu, anggota TNI tidak ada di situ saat kejadian. Tapi sebenarnya saya tidak bisa menjawab itu ya, karena bukan ranah saya,” kata Dedi.

Sebelumnya, dilaporkan oleh seorang warga bahwa situasi di Serui, Kepulauan Yapen cukup mencekam.
“Masyarakat yang berdomisi disekitar 5 kampung di Serui telah mengungsi ke hutan akibat penyisiran brutal oleh aparat gabungan TNI & Polri. Dikabarkan bahwa ada penambahan pasukan TNI/POLRI untuk mau kontak senjata degan TPN OPM.” demikian laporan warga tersebut.

Pelapor juga melaporkan masyarakat semakin takut dan mengalami kelaparan di hutan (tempat pengungsian). Banyak anak-anak putus sekolah.

Para Petinggi Di Papua Serukan Warga Papua Jangan Golput

Last modified on 2014-03-27 17:37:49 GMT. 0 comments. Top.

1

Pemerintah Provinsi Papua menyerukan ajakan kepada warga setempat untuk menggunakan hak pilihnya pada Pemilu Legislatif 9 April mendatang.

Ajakan diserukan Gubernur Papua, Lukas Enembe, Kapolda Papua, Tito Karnavian, Panglima Cenderawasih, Christian Zebua dan sejumlah kepala daerah dalam rapat koordinasi pemantapan penyelenggaraan pemilu di sebuah hotel di Jayapura, Kamis (27/2).

Isi ajakan diantaranya meminta warga terlibat aktif dalam menggunakan hak pilihnya dalam memilih anggota legislatif yang berpihak kepada kesejahteraan masyarakat Papua.

Ajakan tersebut akan disebarkan dalam bentuk pamflet, selebaran, spanduk, iklan di media cetak dan elektronik.

“Ingat, Pileg (Pemilu Legislatif, red.) ini menentukan masa depan bangsa dan negara. Ini juga untuk mengingatkan warga agar tak golput,” kata Gubernur Papua, Lukas Enembe.

Pemda setempat hingga ke aparat kampung siap mendukung agenda nasional Pemilu Legislatif, salah satunya dengan dukungan dana kepada KPU sebagai pelaksana dilapangan.

“KPU tetap harus independen. Sebab jika KPU sudah memihak satu pasangan calon, maka konflik bakal terjadi ditengah masyarakat yang notabene adalah pendukung masing-masing calon tersebut,” ujarnya.

Sementara, Panglima Kodam Cenderawasih, Christian Zebua mengakui masih akan ada indikasi gangguan keamanan dari kelompok sipil bersenjata dalam Pileg mendatang.

“Penanganan dan penanggulangan secara khusus kepada kelompok ini, perlu adanya kerja sama yang sinergis, terkoordinasi, dan koperatif yang melibatkan TNI/Polri, Pemda setempat dan Instansi terkait lainya. Pendekatan yang kami lakukan, bukan pendekatan keamanan, tetapi dengan menggunakan peningkatan perekonomian dan kesejahteraan,” katanya.

Sementara, Wakapolda Papua, Paulus Waterpauw dalam penyampaian singkatnya menyebutkan perlu adanya pembinaan wawasan negara bagi para calon legislatif.

“Ini dimaksudkan agar para caleg memahami adat budaya daerah setempat,” katanya.

Sekolah Di Pedalaman Papua Macet Karena Dana BOS Tidak Transparan

Last modified on 2014-03-27 17:37:53 GMT. 0 comments. Top.

20140226_235527_1860_l

Ketua Dewan Adat Wilayah Meepago, Ruben Edoway menilai penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada hakikatnya sangat membantu penyelenggaraan pendidikan, khususnya operasional sekolah dan siswa. Tetapi, di pedalaman Meepago justru terkesan memacetkan sekolah akibat kurang adanya transparansi pengelolaan dana BOS.

“Kepala sekolah pedalaman Meepago kebanyakan tidak transparan dalam kelola dana BOS dan dana lain di sekolah. Lalu, muncul kecemburuan antara staf guru dan kepala sekolah. Akibatnya, kebanyakan guru pergi ke kota, tinggalkan tugas dan para siswa terlantar,” katanya, Kamis, (27/02/13).

“Saya menyaksikan langsung di beberapa sekolah di pedalaman dan mendapatkan informasi soal ini. Jadi, ini ada kelemahan pengawasan dari dinas terkait. Dana disalurkan saja tanpa kontrol. Kalau ada kontrol mungkin akan baik,” tutur mantan pendidik itu.

“Memang, guru malas dan sekolah kosong ini tidak semua karena dana BOS. Masalah lain adalah penempatan oknum-oknum guru SD pada jabatan-jabatan di dinas. Kalau ada teman guru yang golongannya sama ditarik ke kantor, pasti teman gurunya cemburu dan jadi malas mengajar juga. Ini masalah lain,” tutur Ruben.

Ia menilai, kalau pemerintah di kabupaten-kabupaten wilayah Meepago tidak menata SD, maka anak-anak akan tinggalkan sekolah dan naik turun ke kota minum mabuk. “Kita akan rugi generasi, padahal kabupaten ini hadir untuk diisi oleh mereka di masa mendatang,” tuturnya.

Ruben berharap, pemerintah kabupaten wilayah Meepago tinggalkan kegiatan-kegiatan politik dan benahi SD yang ada sekaligus fokus membangun pendidikan anak usia dini di wilayah Meepago.

Menurut Ruben, kalau pemerintah di Papua tidak perbaiki SD yang ada sambil siapkan tenaga guru serta membangun pendidikan anak usia dini, maka Papua akan krisis di masa depan.

Diketahui, tahun 2014 Pemerintah Papua mendapat alokasi dana BOS sebesar Rp 700 miliar lebih  untuk SD, SMP. Dana tersebut akan dibagikan kepada seluruh sekolah-sekolah yang tersebar di Provinsi Papua.

Dikabarkan, dari 29 Kabupaten dan Kota, Kota Jayapura mendapat dana BOS terbesar, yakni sebesar Rp14 miliar untuk semester pertama dari total dana BOS dimaksud.

(Majalahselangkah)

Tes CPNS Belum Diumumkan, Peserta Tes Demo Di Kantor DPRP & MRP

Last modified on 2014-03-27 17:37:58 GMT. 0 comments. Top.

Hasil tes seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi 2013 di lingkup pemerintah Provinsi Papua Barat dan kabupaten/kota hingga sekarang belum juga diumumkan. Padahal, hasil seleksi dari provinsi dan kabupaten/kota lainnya di Indonesia sudah diumumkan.

Tak sabar menunggu, puluhan peserta tes CPNS menggelar aksi unjuk rasa secara marathon pada tiga lokasi yaitu di kantor Gubernur Papua Barat, DPR Papua Barat dan Kantor MRP Papua Barat, Rabu (26/2).

“Tes tertulis dilaksanakan 4 November 2013 lalu dan provinsi lain sudah umumkan, tapi kenapa  hasil dari Provinsi Papua Barat belum juga diumumkan. Torang (kami) sudah hampir empat bulan tunggu,” ujar Koordinator aksi, Erikson Mandacan.

Kamis pagi, (27/2), kembali massa peserta test CPNS ini mulai berkumpul di lapangan untuk berorasi sejak pagi.

Sambil membawa beberapa pamflet, massa kemudian bergerak ke kantor gubernur, melewati Jalan Bandung dan Jalan Siliwangi. Aksi ini menarik perhatian warga sekitar. Sejumlah personel Polres Manokwari dipimpin Kabag Ops Kompol Heru Hidayanto mengawal aksi longmarch dan demo damai ini.

Di Kantor gubernur, pengunjuk rasa diterima Asisten III Bidang Administrasi, Frans Kosamah. Di hadapan  massa, Asisten III tak banyak bicara, ia hanya mengatakan akan menyampaikan aspirasi desakan diumumkannya hasil test CPNS ini ke gubernur.

Dari kantor gubernur, massa beralih ke gedung DPRPB. Ketua Balegda (Badan Legislasi Daerah) DPRPB, Amos H May yang saat itu sedang menggelar rapat membahas Perdasus Pembagian Hasil Migas akhirnya menemui massa yang berunjuk rasa di gedung DPRPB.

Sama dengan Asisten III, Ketua Balegda DPRPB ini tak banyak menanggapi aspirasi para pengunjuk rasa. Alasannya, saat ini pimpinan DPRPB sedang berada di Jakarta terkait dengan pembahasan RUU (Rancangan Undang-Undang) Daerah Otonomi Baru (DOB) diantaranya calon Kota Manokwari, calon Provinsi Papua Barat Daya dan lainnya.

“Saya tidak bisa beri penjelasan banyak-banyak. Semua pimpinan sedang berada di Jakarta untuk bahas RUU pemekaran,” ujar politisi Partai Golkar ini.

Amos May menyarankan kepada para pengunjuk rasa untuk menyiapkan aspirasi secara tulis untuk diserahkan, Senin mendatang (3 Maret). “Tulis aspirasi yang rapih dan serahkan. Kami DPRD hanya bersifat menerima dan menampung aspirasi untuk diteruskan ke gubernur,” tambahnya.

Tak cukup berunjuk rasa di kantor gebernur dan DPRPB, massa melanjutkan aksi unjuk rasa ke kantor MRP PB di Jalan Rendani. Namun, massa kembali dibuat kecewa karena tak ada pimpinan dan anggota MRPB. Sempat terjadi berdebatan,bahkan massa mengancam akan memalang kantor lembaga cultural orang asli Papua ini.

OPM Tembaki Warga & Aparat Di Wuyuneri Puncak Jaya Papua

Last modified on 2014-03-27 17:38:03 GMT. 0 comments. Top.

Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali melakukan aksi teror mereka terhadap warga dan aparat keamanan yang sedang bertugas di papua. Kegiatan teror yang mereka lakukan kali ini di wilayah Wuyuneri Kabupaten Puncak Jaya Papua.

Menurut keterangan salah seorang petugas medis, pagi hari (27/2) sekitar pukul 10.30 WIT gerombolan OPM menembak seorang rakyat Papua, tetapi untungnya korban masih bisa diselamatkan dan larikan ke rumah sakit terdekat di wilayah Wuyunerioleh warga dan aparat keamanan setempat. Korban berjenis kelamin wanita ini mengalami luka tembak di bagian kaki sebelah kiri.

Ditambahkannya, korban masih bisa diselamatkan karena peluru yang berasal dari senjata api milik OPM hanya menyerempet betis kiri korban. Selain meneror warga Wuyuneri, gerombolan OPM ini juga sempat menembaki Pos milik TNI dari Yonif 753 yang saat itu bertugas memberikan bantuan keamanan kepada Polri.

Sampai berita ini diturunkan pihak aparat gabungan TNI/Polri masih melakukan pengejaran dan pendalaman lebih lanjut terhadap siapa pimpinan dan otak dari gerombolan OPM tersebut karena belum ada keterangan resmi dari pihak yang berwajib.

Seorang warga Wuyuneri yang saat itu turut juga membantu mengevakuasi korban mengatakan bahwa mereka merasa tidak tentram selama gerombolan OPM ini masih berkeliaran di wilayahnya. Mereka mempunyai harapan kepada aparat keamanan setempat agar dapat menangkap si pelaku penembakan tersebut yang telah membuat resah warga Wuyuneri Papua.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah Mengkoreksi Jumlah Korban Meninggal Longsor Jayapura Yaitu 8 Orang

Last modified on 2014-03-27 17:38:44 GMT. 1 comment. Top.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah mengkonfirmasi bahwa jumlah total korban meninggal yang ditemukan oleh Tim SAR Gabungan di Jayapura adalah sebanyak 8 orang, sedangkan masih ada 1 orang lagi yang jasadnya belum diketemukan. Setelah senin malam kemarin (22/2) BNPBD menyebut jumlah korban meninggal sebanyak 11 orang. Hal ini juga diamini oleh Tim SAR yang melakukan pencarian korban.

Hari ini Tim SAR gabungan yang melibatkan TNI dan Polri kembali menemukan 2  korban longsor di Jayapura, Papua yaitu Ronald Kobepa dan Alexander Kobepa. Korban ditemukan pukul 07.15 WIT, Selasa (25/2), di kawasan Dok V Kota Jayapura. Korban pun dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Jayapura. Selain itu 1 korban yang belum diketemukan bernama Nela Kobepa.

Longsor di Jayapura disebabkan oleh hujan yang turun dengan deras pada Sabtu (22/2). Hujan tersebut memicu banjir bandang yang menerjang sejumlah tanah tinggi di tiga distrik. Ketiga distrik itu, yakni Distrik Jayapura Utara, Distrik Abepura, dan Distrik Jayapura Selatan.

Selain korban jiwa, sebanyak 15 unit rumah rusak berat dan 40 unit lainnya rusak ringan akibat longsor tersebut.

Ruas Jalan Utama Kota Jayapura Masih Dibersihkan Dari Lumpur

Last modified on 2014-04-01 09:15:33 GMT. 0 comments. Top.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua saat ini masih berusaha membersihkan ruas jalan yang menjadi akses utama penghubung pusat kota Jayapura dan kawasan Dok V Jayapura, Papua. Selama dua hari terakhir ruas jalan ini lumpuh total karena terendam lumpur dan material batu akibat bencana banjir dan longsor. Bencana banjir dan longsor terjadi di kawasan APO, Yapis, dan Bhayangkara, pada Sabtu malam lalu.

Kepala BPBD Papua, Didik Suprihatno mengatakan, saat ini BPBD dibantu TNI dan Polri, mengerahkan seluruh kekuatan baik personil maupun kendaraan alat berat untuk membersihkan jalan. Hal ini dilakukan agar aktivitas masyarakat bisa kembali berjalan normal.

“Ini kan sebenarnya kalau dari sisi bencananya tidak terlalu besar tetapi karen aksebilitas kita tunggal, itu yang sulit pilihannya apa boleh buat akhirnya macet total betul. Begitu sudh teratasi pasti lancar. Hanya memang kita berikan dukungan ke pemerintah untuk lakukan tindakan kedaruratan. Memberikan peralatan alat berat dan apa saja yang diperlukan,”ungkap Didik di Jayapura, Senin (24/2).

Kepala BPDB Papua, Didik Suprihatno mengatakan pemerintah daerah sudah menyediakan lokasi pengungsian. Namun hingga kini, para korban yang rumahnya kebanjiran maupun rusak memilih mengungsi ke rumah keluarga. Sebagian warga ada juga yang pulang dan membersihkan sendiri rumah mereka.

Lokasi banjir terparah berada di kawasan APO Jayapura. Di lokasi ini setidaknya ada ratusan rumah yang terendam banjir akibat meluapnya kali APO. Banjir dan longsor menyebabkan enam orang tewas, empat orang luka berat, belasan rumah rusak berat dan sekitar 40 rumah rusak ringan.

Total Sudah 11 Orang Meninggal Akibat Longsor & Banjir Di Jayapura

Last modified on 2014-03-27 17:41:40 GMT. 0 comments. Top.

BhIhIsLCMAE842v

11 warga Kota Jayapura, Papua, tewas tertimbun saat banjir dan tanah longsor melanda kota tersebut, Sabtu (22/2/2014) malam.

“Banjir dan tanah longsor terjadi di Distrik Jayapura Utara, Abepura, dan Jayapura Selatan. Selain 11 orang meninggal, 2 warga lainnya masih dinyatakan hilang,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jayapura Bernard Lamia, Minggu (23/2/2014).

Ia mengatakan, peristiwa itu bermula saat air di tiga sungai kota tersebut meluap, Sabtu malam sekitar pukul 18.30 WIT.

Ketiga sungai yang dimaksud ialah Sungai Ato, Anapri, dan STM. Banjir bandang tersebut, juga membawa bebatuan dan benda padat lainnya sehingga mampu menghancurkan rumah-rumah penduduk.

“Setidaknya, dalam pendataan kami, ada 15 rumah yang rusak berat. dan puluhan rumah lainnya mengalami kerusakan ringan,” tuturnya.

Hingga kekinian, kata dia, BPBD dan TNI masih melakukan pencarian korban hilang. Tim gabungan juga tidak menutup kemungkinan adanya korban hilang maupun tewas lainnya.

Pangdam TPN-OPM : “Jangan Ganggu Kami TNI/Polri

Last modified on 2014-03-27 17:41:50 GMT. 0 comments. Top.

OPM

‘Pangdam’ TPN-OPM II Wilayah Saireri, Rudi Orarei menegaskan, penempatan pasukan TNI-Polri di Distrik Angkaisera merupakan tindakan yang keliru karena tidak tepat pada sasaran,  justru membuat trauma masyarakat.

Pasalnya pengamanan dan pemulihan tidak dilakukan di Sasawa, namun dialihkan ke Distrik Angkaisera yang kondisi Kamtibnasnya masih terbilang kondusif.

Di jelaskan Rudi Orarei bahwa kondisi keamanan di Wilayah Yapen sebenarnya sangat aman namun terkesan tidak kondusif karena kehadiran TNI-Polri yang menimbulkan trauma bagi masyarakat,  termasuk penempatan Pasukan di Distrik Angkaisera yang salah sasaran.

“ Kegiatan kemarin di Sasawa yang berujung pada insiden kontak tembak tersebut sebenarnya jika ditelusuri tidak ada masalah kalau TNI-Polri tidak menggangu kami. Itu hak kami yang juga telah tertuang di Undang-Undang Dasar 1945 yakni kemerdekaan ialah hak semua Bangsa, jadi ini hak saya untuk berjuang bagi bangsa saya, Bangsa Papua ,” tegasnya di Kawasan Distrik Angkaisera petang Kemarin (23/2).

Terkait dengan kondisi masyarakat yang memprihatinkan tersebut dirinya juga telah meminta kepada Bupati, Dandim dan Kapolres agar dapat membantu dirinya mengembalikan masyarakat yang mengungsi di hutan untuk kembali ke kampung halaman dan melakukan aktifitas seperti biasa,  namun dari ketiga pihak tersebut tak satupun yang ingin berkoordinasi langsung dengan dirinya.

Rudi Orarei pada kesempatan yang sama dengan tegas meminta kepada Bupati untuk melakukan penarikan pasukan TNI-Pori di daerah Yapen sekaligus mengimbau agar tidak mencari permasalahan dengan TPN-OPM,  karena TPN-OPM tidak pernah mencari masalah dengan TNI-Polri

“Kalau ingin cari masalah dengan kami, kami siap tapi jangan di tengah-tengah masyarakat karena akan meresahkan masyarakat, kalau mau kalian cari lokasi aman lalu kita baku tembak. Kami ini pasukan tempur jadi akan selalu siap meladeni kalian TNI-Polri dengan strategi tempur kami yang jauh melebihi kalian “tegasnya.

Dalam keterangannya tersebut Ia  juga menyinggung kinreja DPRD  Yapen yang hingga saat ini terkesan lamban menangani kondisi masyarakat Sasawa dan Angkaisera yang menjadi imbas pasca insiden penembakan. Pasalnya, hingga saat ini belum ada ketua dan anggota DPRD, bahkan Bupati yang turun langsung ke lapangan melihat kondisi Masyarakat yang masih trauma.

Menyangkut momen Pemilihan Umum kata Orarei, pihaknya akan membantu mengamankan proses pemilu asalkan tidak ada gerakan tambahan dari pihak TNI-Polri yang menggangu perjuangan Damai TPN-OPM. Sementara di akhir komentarnya ‘Pangdam’ TPN-OPM II Wilayah Saireri meminta secara damai kepada Pihak Kapolda untuk membebaskan 17 anak buahnya yang sementara di tahan sekaligus ia menjamin kondisi Kamtibnas Yapen akan tetap aman.

Sementara itu, di lapangan khususnya proses belajar mengajar di beberapa Sekolah di Distrik Angkaisera belum berjalan maksimal. Ini dikarenakan masih banyak warga masyarakat yang trauma. Hal serupa juga dibenarkan oleh salah seorang Tokoh masyarakat yang enggan menyebutkan namanya.

Silahkan Komentar

Komentar Anda

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184