INFO PAPUA

Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke 69 Di Dogiyai Papua, Yang Tidak Mengikuti Upacara, Gajinya Akan Ditahan

Last modified on 2014-08-17 12:14:53 GMT. 0 comments. Top.

index

Upacara Bendera Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945, ke-69 Tingkat Kabupaten Dogiyai berjalan aman dan kondusif, Walaupun dalam pelaksanaan detik-detik Proklamasi diguyur hujan sejak malam hari.

Pelaksanaan HUT Kemerdekan RI ke 69 tahun 2014 di Dogiyai juga dilaksanakan dalam suatu upacara bendera bertempat di lapangan sepakbola Kampung Ekemanida, Distrik Kamuu Kabupaten Dogiyai, dan Bertindak sebagai Pembina Upacara yaitu Bupati Kabupaten Dogiyai Drs Thomas Tigi.

Usai pelaksanaan Upacara Bendera HUT RI Ke-69 tingkat Kabupaten Dogiyai, kemarin,di Kapala Upacara bendera Kampung Ekemanida, Kepada sejumlah Wartawan, Bupati Kabupaten Dogiyai menjelaskan bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia tersebut diperoleh atas berkat dari Tuhan yang Maha kuasa serta melalui perjuangan yang panjang dari para patriot dan pejuang bangsa, yang berjuang tanpa pamrih dengan mengorbankan jiwa raga yang didasari atas keinginan luhur, untuk menjadi bangsa yang bebas, merdeka, dan berdaulat, sehingga sudah sepantasnya tanggal 17 agustus 1945 merupakan titik puncak perjuangan bangsa Indonesia, yang setiap tahunnya diperingati bersama.

Ditambahkan juga, Bupati Dogiyai meminta sebagai generasi penerus bangsa, hendaknya kita memaknai peringatan ini dalam kehidupan masing-masing, untuk melanjutkan cita-cta dan perjuangan para pendiri bangsa Indonesia serta mampu mempertahankan nilai-nilai luhur para pejuang bangsa Indonesia, dan menempatkan kepentingan bangsa diatas kepentingan pribadi maupun golongan.

Bupati juga mengajak seluruh warga masyarakat Kabupaten Dogiyai untuk bersama-sama mendoakan para pejuang bangsa yang telah gugur dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan bangsa sehingga mendapat tempat yang layak disisi Tuhan. Pada kesempatan yang sama, Bupati dogiyai juga mengajak segenap komponen masyarakat yang berada di dogiyai untuk mendukung seluruh program pemerintah daerah Dogiyai yang sedang dilaksanakan, demi terwujudnya masyarakat Dogiyai yang lebih berkeadilan, sejahtera, makmur dan mandiri.

Selain itu, Bupati Kabupaten Dogiyai secara tegas meminta Kepada masing-masing Kepala Badan, Kepala Dinas dan Kepala satuan Kerja Daerah agar dilakukan absensi bagi pegawai yang tidak mengikuti upacara bendera HUT.RI -69 Di dogiyai, dan kepada PNS yang tidak mengikuti upacara agar gaji dan uang kinerja ditahan hingga PNS yang bersangkutan buat pernyataan bahwa selalu ada di daerah,

“Saya minta agar dilakukan absen kepada pegawai, apabila yang tidak mengikuti upacara agar ditahan gaji dan uang kinerja, karena Upacara kali ini dihadiri hanya 10 sampai 50 PNS Saja,” tegas Bupati.

Hal yang sama juga, ditempat yang sama Wakil Bupati Kabupaten Dogiyai, Herman Auwe,S.sos juga menegaskan kepada PNS dan Pejabat yang tidak mengikuti upacara agar di tahan gajinya dan uang kinerja,

“Upacara bendera tidak hadir berarti PNS yang bersangkutan pemalas masuk kantor dan selalu ada di kota Nabire, maka kepada yang bersangkutan harus buat pernyataan baru diberikan gajinya,” Tegas Wakil Bupati. Selain itu, pembangunan yang sedang dilaksanakan pemerintah kabupaten Dogiyai juga perlu memperhatikan aspek pemerataan sehingga peningkatan kesejahteraan dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat baik di kampung maupun kota sesuai dengan misi pemerintah kabupaten Dogiyai.

Upacara peringatan Hut ke 69 Kemerdekaan RI di Dogiyai berlangsung dengan aman dan kondusif, juga diikuti para pelajar SD, SMP Sekota Dogiyai, SMU Negeri-2 Dogiyai, TNI POLRI, organisasi masyarakat, aparat kampung, BaMusKam, PKK, dan didukung oleh Paduan Suara dari SMP Negeri 1 Dogiyai, dan SMP St.Fransiskus Dogiyai, Upacara diawali dengan pembacaan Naskah Teks proklamasi oleh Bapak Bupati Dogiyai, dan Pembacaraan Teks Undang Undang Dasar 1945 oleh Ketua KNPI Dogiyai, Alexander Goo,S.sos,S.Ip.

Selanjutnya Bupati Dogiyai meminta kepada seluruh unsur untuk mendukung proses pembangunan selama masa kepemimpinannya, dia meminta agar masyarakat bersatu menuju Dogiyai yang mandiri dan sejahtera.

“Untuk ke depan, khususnya kepada para pejabat dan staf di Kabupaten Dogiyai, agar mampu menyesuaikan diri dengan tugas dan fungsi masing-masing bagian,” kata Thomas, yang juga mantan setwan Kabupaten Dogiyai.

Setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), kata Tigi, sudah harus berfungsi secara baik karena hampir seluruh jabatan sudah terisi. “Jabarkan program dan kegiatan secara terkoordinasi, kembangkan sikap transparansi dan tanamkan kepercayaan kepada staf tetapi tetap lakukan pengawasan secara berjenjang,” ungkap.

Thomas juga menghimbau kepada para kepala kampung, para tokoh masyarakat, para tokoh ada, parat tokoh pemuda dan para tokoh perempuan, agar lebih merapatkan barisan untuk bersama-sama membangun daerah ini menjadi lebih baik untuk menggapai Dogiyai Dou Enaa.”

(Herman Anouw)

Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke 69 Di Vanimo Papua New Guinea

Last modified on 2014-08-17 09:14:05 GMT. 0 comments. Top.

png

(Dok.Jubi/James Elvis Yoku)

Peringatan HUT RI ke-69 di Vanimo, Papua New Guinea (PNG), berlangsung dengan aman, dan lancar. “Kurang lebih 100 orang warga negara Indonesia menghadiri kegiatan ini,” kata salah satu pegawai honorer di Kantor Konsulat RI di Vanimo, PNG, James Elvis Yoku, Minggu (17/08).

Menurut James, mereka sangat antusias mengikuti upacara. Warga telah datang sejak pukul 07.00 waktu setempat. Padahal, upacara baru direncanakan akan berlangsung satu jam kemudian. Upacara dipimpin Defi Andri, sedangkan pembina upacara adalah Jahar Gultom selaku Konsulat RI di Vanimo, PNG.

“Dalam upacara itu turut diberikan penghargaan Satya Lencana Karya Satya bagi Allen Simarmata dan Sahid Nurkarim karena telah bekerja di Kementerian Luar Negeri selama dua puluh tahun,” tutur James.

Sulaiman, salah satu pengibar bendera dalam upacara kenegaraan ini, merasakan suasana dan kondisi yang sangat berbeda, apalagi di negara yang jarang WNI di sana mendengar lagu Indonesia Raya. Upacara ini bisa mengobati rasa rindu pada negeri sendiri sekaligus memupuk rasa cinta kepada tanah air. “Suatu kebanggaan bagi saya mendapatkan tugas sebagai pengibar bendera pada hari ini,” kata Sulaiman, Minggu (17/08).

(Jubi/Aprilia)

Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke 69 Di Deiyai Papua

Last modified on 2014-08-17 09:02:49 GMT. 0 comments. Top.

Dance-Takimai

(Bupati Deiyai Dance Takimai beserta istri pada Upacara Peringatan HUT RI ke 69/Dok.Jubi)

Bupati Kabupaten Deiyai, Dance Takimai mengatakan, dalam mendukung proses pembangunan selama masa kepemimpinannya, dia meminta agar masyarakat bersatu menuju Deiyai yang mandiri dan sejahtera.

“Masyarakat Deiyai agar berpartisipasi dalam setiap program yang telah disusun pemerintah daerah, agar ke depan tercipta kesejaterahaan selama lima tahun berjalan ini,” kata Dance dalam sambutannya di upacara peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-69, di Lapangan ‘Thomas Adii’ Wakeitei, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai, Papua, Minggu (17/8).

Menurut Dance, momentum HUT RI ke-69 ini juga pohaknya mengaku akan menggunakannya sebagai titik balik untuk melakukan perubahan dalam melaksanakan tugas pemerintahaan, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat Deiyai.

“Untuk ke depan, khususnya kepada para pejabat dan staf di Kabupaten Deiyai, agar mampu menyesuaikan diri dengan tugas dan fungsi masing-masing bagian,” kata Dance, yang juga mantan Kepala Bagian Umum Setda Kabupaten Deiyai ini.

Setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), kata Takimai, sudah harus berfungsi secara baik karena hampir seluruh jabatan sudah terisi. “Jabarkan program dan kegiatan secara terkoordinasi, kembangkan sikap transparansi dan tanamkan kepercayaan kepada staf tetapi tetap lakukan pengawasan secara berjenjang,” ungkap lelaki yang pernah menjabat sebagai Ketua KNPI Kabupaten Deiyai ini.

Dance juga menghimbau kepada para kepala kampung, para tokoh masyarakat, para tokoh ada, parat tokoh pemuda dan para tokoh perempuan, agar lebih merapatkan barisan untuk bersama-sama membangun daerah ini menjadi lebih baik.

“Fokus pembangunan kita sudah jelas. Kita memiliki agenda utama dengan focus pada peningkatan kesejaterahan rakyat. Demi menjungjung tinggi motto kabupaten Deiyai DOU, GAI dan EKOWAI,” imbuhnya.

Selain itu, kata Dance, peningkatan pendidikan di wilayah Kabupaten Deiyai merupakan prioritas utama yang harus diperhatikan secara serius oleh pihaknya. Sebab keberhasilan program pendidikan, sangat ditentukan juga oleh ketersediaan guru dalam jumlah distribusi dan kompetensi yang sesuai.

“Saya akan lakukan kebijakan yang bertujuan meningkatkan kualitas dan kesejaterahaan guru. Bagaiamanapun, pendidikan merupakan investasi jangka penjang yang harus dibenahi secara pertahap,” kata Dance.

Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Deiyai, Tino Mote mengatakan, pada dasarnya semua pihak harus mendukung visi dan misi bupati. Sehingga membuat terobosan baru di Kabupaten Deiyai adalah dukungan dari semua  warga yang ada di wilayah ini.

“Maju mundurnya suatu pembangunan, pada hakikatnya ada di tangan pemuda dan masyarakat. Jadi, semua pemuda yang ada di Kabupaten Deiyai agar benar-benar kawal program yang akan dicanangkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Deiyai,” jelas Tino.

HUT RI yang ke-69 di Kabupaten Deiyai dimeriahkan dengan sejumlah kegiatan. Diantaranya, panjat pinang, tarian yospan dan senam wayase dari ibu-ibu pembinaan kesejahteraan keluarga.

(Jubi)

Meski Diguyur Hujan, Upacara Peringatan Kemerdekaan RI Ke 69 Tetap berlangsung Di Fakfak Papua

Last modified on 2014-08-17 08:41:02 GMT. 0 comments. Top.

fakfak

(Suasana Upacara HUT RI ke 69 di Stadion 16 Fakfak yang diguyur hujan)

Meskipun kota Fakfak sejak pagi (17/08/2014) diguyur hujan deras, warga Fak Fak di Papua Barat tetap bersemangat menggelar upacara 17 Agustus. Proses ceremonial tetap berlangsung khidmat.

Upacara sendiri dipimpin langsung oleh Bupati Fakfak Muhammad Uswanas, di Stadion Sepakbola 16 Fakfak, yang diikuti ratusan warga baik dari para pelajar, pegawai negeri, hingga warga masyarakat umum.

fakfak2

Setelah upacara berakhir, peserta upacara langsung berteduh dari hujan di pinggir lapangan sepakbola.

Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke 69 Di Puncak Jaya Papua

Last modified on 2014-08-17 08:12:44 GMT. 0 comments. Top.

puncak

(Bupati Puncak Jaya Willem Wandik di sela-sela Upacara HUT RI k 69/Detik)

Kemeriahan perayaan peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus berlangsung meriah hampir di seluruh daerah di Indonesia. Tak terkecuali di wilayah timur Indonesia, lebih tepatnya di Kabupaten Puncak, Papua.

Masyarakat di Kabupaten Puncak, Pegunungan Tengah, Papua, yang berada 3.000 meter di atas permukaan laut, merayakan ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-69 dengan tari-tarian serta upacara kemerdekaan.

Tepat pukul 10.00 WIT, upacara kemerdekaan dan pengibaran bendera merah putih dilaksanakan oleh 39 orang paskibraka terbaik dari siswa-siswi SMK 1, SMA 1 dan SMP Negeri 1 Ilaga. Hampir seluruh masyarakat Kabupaten Puncak, pemerintah daerah, beserta tamu undangan mengikuti proses upacara kemerdekaan dengan khidmat di lapangan terbuka Ilaga.

Usai upacara, pesta kemerdekaan di kabupaten tertinggi di Indonesia tersebut dilanjutkan dengan mempersembahkan pentas tari-tarian. Dengan memakai pakaian tradisional Rumbai-rumbai Sali, mereka melakukan tarian Yosim Pancar, yaitu tarian ucapan syukur kepada Tuhan. Para pejabat maupun tamu undangan kemudian diajak menari bersama dengan masyarakat di tengah-tengah lapangan oleh para penari yosim pancar.

Dor! Saat tari-tarian usai, tiba-terdengar bunyi letusan senjata, tidak ada yang menyangka salah seorang pejabat Kabupaten Puncak yang sedang asyik mengikuti perayaan tiba-tiba diculik oleh kelompok orang tidak dikenal. Aksi saling tembak-pun terjadi.

Kelompok penculik melakukan perlawanan sengit, sehingga kejar-kejaran dengan menggunakan mobil dan motor-pun tidak dapat dihindarkan. Dengan sigap pasukan gabungan berhasil mengejar dan menyergap kelompok penculik tersebut serta mengamankan pejabat yang diculik. Suasana tegang.

Namun peristiwa tersebut hanyalah peragaan antiteror dari pasukan gabungan TNI-Polri Kabupaten Puncak untuk membuat acara ulangtahun kemerdekaan bertambah meriah. Peragaan ini pun langsung mendapat tepuk tangan dari masyarakat dan para tamu undangan yang antusias menyaksikan.

“Meski kami tinggal di pegunungan, kami bangga dan senang bisa memeriahkan bersama-sama pesta kemerdekaan bangsa Indonesia yang ke-69 dengan berbagai acara seperti tarian tradisional, musik ataupun peragaan simulasi antiteror dari tim gabungan TNI-Polri,” kata Bupati Puncak Papua, Willem Wandik, dalam siaran pers dari Pemkab Puncak yang diterima detikcom, Minggu (17/8/2014).

“Ini sangat luar biasa, masyarakat semua bersatu,” imbuhnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan berbagai macam hiburan seperti pagelaran musik, pembagian hadiah dari berbagai macam perlombaan dan pembagian makanan kepada seluruh masyarakat yang menjadi tradisi. Banyak masyarakat pendatang yang memanfaatkan momen perayaan ini untuk berfoto bersama dengan penari ataupun masyarakat Kabupaten Puncak.

Sementara itu untuk keamanan jalannya upacara dan perayaan kemerdekaan, Letnan Satu Wing 1 Paskhas Kabupaten Puncak, Fajar Kharisma mengatakan pasukan gabungan TNI Polri menerjunkan 1 kompi pasukan yang tersebar di 4 titik untuk menjaga keamanan agar upacara kemerdekaan berlangsung dengan lancar dan damai.

“Meski upacara berjalan dengan lancar, kami tetap waspada jika ada kelompok yang ingin mengganggu pesta kemerdekaan RI ke 69 di Kabupaten Puncak, Papua, ini. Kami ingin agar pesta kemerdekaan bisa dinikmati masyarakat dengan kondusif hingga selesai,” ujar Fajar Kharisma.

Namun perlu dicatat, meski sudah merdeka selama 69 tahun, masyarakat di Kabupaten Puncak Papua merasa belum merasakan kemerdekaan dengan nyata karena masih merasakan tingginya harga bahan pokok seperti semen yang Rp 1,5 juta per sak, air mineral ukuran sedang Rp 25 ribu perbotol serta bahan bakar premium Rp 50 ribu perliter. Tingginya bahan pokok ini dikarenakan tidak adanya jalur transportasi yang memadai sehingga masyarakat harus menggunakan pesawat kecil untuk mengangkut barang dari kabupaten lain.

(Detik)

Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke 69 Di Jayapura Papua

Last modified on 2014-08-17 08:08:33 GMT. 0 comments. Top.

ws

(Suasana pengibaran bendera merah putih di Stadion Mandala Jayapura/Dok.Detik)

Pelaksanaan upacara Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang ke-69 tingkat Provinsi Papua di Lapangan Mandala, Kota Jayapura, diwarnai atraksi bela diri militer dan tari bendera merah putih dari Batalyon Raider 751.

Pantauan Antara di lapangan, Minggu pagi hingga siang, upacara tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Lukas Enembe dengan pemimpin upacara AKBP Cholestra Siboru dari SPN Jayapura.

Upacara bendera tersebut berlangsung aman, lancar dan sempat diwarnai gerimis setelah pengibaran bendera merah putih oleh pasukan pengibar bendera.

Sebelum atraksi bela diri militer dari Batalyon 751 Raider, tampil sebanyak 27 penari bendera merah putih dengan celana loreng dan badan telanjang berhiaskan lukisan tubuh motif Papua.

Tarian bendera itu diiringi lagu Benderaku yang dipopulerkan oleh grup band Cokelat.

Setelah itu, satu pleton dari Batalyon 751 Raider yang terbagi beberapa kelompok mulai menunjukkan kebolehan bela diri militer dengan berbagai atraksi lompat melewati terjangan peluru dan berlari lompat melewati lingkaran api.

Atraksi tidak sampai di situ saja, kelompok berikutnya unjuk diri mematahkan sejumlah besi plat, batu bata dan yang paling heboh adalah atraksi potong buah semangka dan sayur terong oleh salah satu anggota Raider yang juga pelatih Merpati Putih Sertu Heri Purnomo yang sangat terlatih dengan cara menutup mata.

Atraksi lainnya adalah drama singkat tentang seorang perempuan dihadang oleh tiga orang mabuk namun dengan terlatih bisa melumpuhkan ketiga pemabuk itu.

Di akhir persembahan prajurit Batalyon 751 Raider dalam atraksi bela diri militer itu ditutup dengan atraksi tendangan melompat yang dilakukan oleh empat orang secara bergantian. Mereka menendang sebuah kendi yang berisi material ringan.

Setelah melakukan atraksi tendang kendi, empat prajurit itu kemudian membuka gulungan yang bertuliskan “Dirgahayu Republik Indonesia yang ke 69″
Aksi bela diri militer dari Batalyon 751 Raider itu langsung mendapatkan tepuk tangan meriah dari peserta upacara dan tamu undangan.

Informasi yang diterima Antara, dalam upacara HUT RI itu juga hadir Gubernur Provinsi Sandaun dan Menteri Pariwisata Papua New Guinea. Nampak juga Kasdam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Hinsa Siburian, perwakilan Polda Papua, Danlantamal serta Danlanud Jayapura. T. Susilo.

(Ant)

Parade Atraksi Tari Nusantara Semarakkan Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke 69 Di Biak

Last modified on 2014-08-17 08:03:33 GMT. 0 comments. Top.

dp-bbm-Dirgahayu-Republik-Indonesia-ke-69-hut-ri-17-agustus

Parade atraksi tari nusantara dari berbagai daerah Indonesia memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-69 pada 17 Agustus 2014 di Biak, Papua. Atraksi tarian nusantara tampil pukul 11.00 WIT setelah selesai puncak perayaan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI.

Parade tarian nusantara menampilkan tarian Tanah Toraja, Bugis/Makassar Sulsel, Bali, Maluku, Medan, Minahasa/Sulut, Nusa Tenggara Timur, Jawa Barat, tarian Papua, tari Jateng dan Jawa Timur.

Pada atraksi tari Bali tampak Kepala Kejaksaan Negeri Made Jaya Ardana ikut serta membawakan tarian adat perkawinan khas Bali.

Bahkan, saat tarian adat Medan, Sumatera Utara, tampil dibawakan gadis remaja Batak tampak warga memberikan uang “saweran” kepada penari.

Di antara pejabat Biak yang memberikan “saweran” yakni Ketua DPRD Nehemia Wospakrik, Kepala Badan Lingkungan Hidup Ricky Mailoa, Kadis Kependudukan Mangihut Sitinjak, Ketua Pengadilan Desmon Sembiring SH,MH serta Sekretaris Panitia HUT RI Yan Domeng.

Meski penari tampil kehujanan tetap saja perayaan berlangsung meriah.

“Penampilan tarian parade nusantara memberikan hiburan warga Biak saat menyaksikan peringatan detik-detik proklamasi ke-69, Minggu,” ujar Sekretaris Panpel Yan Domeng.

Hingga Minggu siang pukul 13.00 situasi kamtibmas di kota Biak sekitarnya tampak sangat kondusif karena berbagai aktivitas warga tetap berjalan normal seperti biasanya.

(Ant)

Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke 69 Di Intan Jaya Papua

Last modified on 2014-08-17 07:13:50 GMT. 0 comments. Top.

intanjaya

(Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni saat memimpin Upacara HUT kemerdekaan RI ke 69/Dok. Ronald.S)

Upacara peringatan HUT Kemerdekan RI ke 69 tahun 2013 dilaksanakan dalam suatu upacara di Sugapa Intan Jaya Papua.

Upacara yang dipusatkan di lapangan Yokatapa Sugapa Intan Jaya ini diikuti oleh satuan TNI/Polri, Satpol PP, para pelajar, Jajaran PNS, dan berbagai komponen masyarakat. Acara yang berjalan aman, tertib dan kondusif itu berkat kesiapan panitia.

intanjaya2

(Tim Paskibra Intan Jaya bersiap mengibarkan bendera merah putih/Dok. Ronald.S)

Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni S.S M.Si. Natalis Tabuni mengharapkan kepada seluruh komponen masyarakat di Intan Jaya, untuk senantiasa bersama-sama menciptakan situasi dan kondisi yang aman sehingga pembangunan dan peningkatan perekonomian di Inta Jaya tidak terhambat.

Bupati Natalis juga berharap agar bersama-sama meneruskan perjuangan kemerdekaan dengan mendukung program-program pembangunan yang telah dan akan berjalan.

Perayaan HUT RI ke 69 ini, dirayakan dengan tema, “Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, Kita Dukung Suksesi Kepemimpinan Nasional Hasil Pemilu 2014 Demi Kelanjutan Pembangunan Menuju Indonesia yang Makin Maju dan Sejahtera”.

Situasi kamtibmas di Intan Jaya tampak sangat kondusif karena berbagai aktivitas warga tetap berjalan normal seperti biasanya. Warga yang tidak mengikuti upacara tetap beribadah pada hari minggu Pagi.

 

Pengibaran Bendera Merah Putih Raksasa Di Puncak Gunung Pawa Papua

Last modified on 2014-08-16 13:46:36 GMT. 0 comments. Top.

1

Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Drs. Christian Zebua, M.M. melepas pasukan pengibar Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Pawa, Distrik Muara Tami dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-69, Kamis (14/08/2014).

Acara pengibaran bendera Merah Putih raksasa ini bukanlah inisiatif TNI, melainkan masyarakat yang datang meminta kepada TNI untuk memberikan ijin memasang bendera Merah Putih, sehingga Pangdam XVII/Cenderawasih sengaja datang untuk menyerahkan langsung Bendera Merah Putih secara simbolis kepada masyarakat bersama dengan TNI. Masyarakatlah yang akan memasang Bendera Merah Putih di tempat tertinggi di Gunung Pawa tersebut. Bendera Merah Putih berukuran 8 x 6 meter ini merupakan lambang kedaulatan negara di wilayah perbatasan. Perjalanan untuk memasang Bendera Merah Putih raksasa tersebut akan memakan waktu kurang lebih tiga hari dua malam, dengan titik start perjalanan dari pos TNI AD di perbatasan RI-PNG.

Terdapat 50 masyarakat bersama personel TNI dan yang berpartisipasi serta 35 personel dari LMR-RI (Lembaga Missi Reclasseering-Republik Indonesia)  yang akan melakukan perjalanan memasang Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Pawa tersebut. Masyarakat menginginkan Bendera Merah Putih selalu berkibar di Puncak Gunung Pawa perbatasan RI-PNG yang masuk ke dalam wilayah NKRI di tanah Papua tersebut.

Selain itu, Pangdam juga menegaskan bahwa Indonesia telah merdeka dari Sabang sampai Merauke. Oleh karena itu harus bangga menjadi warga negara Indonesia, meskipun terdapat beberapa kelompok yang berseberangan. TNI tidak pernah menjadikan mereka sebagai musuh, apabila mereka ingin bergabung dengan NKRI, silahkan untuk membangun Papua ke depan yang lebih baik.

Turut hadir dalam kunjungan Pandam XVII/Cenderawasih tersebut Asops Kasdam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Frengky E. Riupassa, S. Sos, Danrem 172/PWY Kolonel Inf Tri Yuniarto, Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Arh Rikas Hidayatulah, Dansatgas Pamtas Yonif 623/BWU Letkol Inf Singgih Pambudi, Wakil Bupati Kabupaten Keerom Muhammad Markum, Ketua LMR RI Provinsi Papua Imam Syafe’i, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dan tokoh daerah Distrik Muara Tami.

(KodamCenderawasih)

Kemenkumham Papua Selidiki Kasus Lapas Timika

Last modified on 2014-08-16 12:58:13 GMT. 0 comments. Top.

e

Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Papua dalam waktu secepatnya akan mengirimkan tim ke Timika untuk melakukan penyelidikan kasus berkeliarannya puluhan tahanan dan narapidana di luar Lapas Kelas IIB Timika belum lama ini.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Provinsi Papua, Johan Jarangga yang dihubungi dari Timika, Sabtu mengatakan tim investigasi sebenarnya sudah datang ke Timika untuk melakukan pemeriksaan petugas Lapas Kelas IIB Timika.

Namun tim memutuskan kembali ke Jayapura sebelum mulai bertugas lantaran situasi dan kondisi keamanan di wilayah itu belum kondusif.

“Karena kondisi di Timika kurang aman maka tim kembali ke Jayapura. Kalau situasi di Timika sudah aman maka tim ini akan berangkat kembali ke Timika,” jelas Jarangga.

Ia menegaskan, kasus berkeliarannya puluhan tahanan dan napi penghuni Lapas Kelas IIB Timika menjadi perhatian serius Kanwil Kemenkumham Provinsi Papua. Kasus tersebut juga telah dilaporkan secara resmi ke Kantor Kemenkumham RI di Jakarta.

“Dalam waktu dekat Kemenkumham akan mengirim tim ke Jayapra dan selanjutnya ke Timika untuk menindaklanjuti masalah ini karena berkeliarannya puluhan tahanan dan napi di luar Lapas melibatkan oknum petugas Lapas Timika,” jelas Jarangga.

Menurut dia, mengeluarkan seorang tahanan atau napi dari dalam Lapas harus berdasarkan permintaan keluarga untuk memberikan ahli waris, atau diminta menjadi wali nikah atau apabila orang tuanya meninggal atau anaknya meninggal atau istrinya meninggal.

Kanwil Kemenkumham Provinsi Papua, katanya, sejauh ini tidak mengetahui motif apa dibalik kebijakan pihak Lapas Kelas IIB Timika mengizinkan para tahanan dan napi bisa bebas keluar masuk Lapas.

Beberapa tahanan dan napi yang berkeliaran di luas Lapas Kelas IIB Timika merupakan tahanan dan napi kasus korupsi, napi kasus pemerkosaan anak di bawah umur dengan masa hukuman lebih dari tujuh tahun penjara dan sejumlah napi kasus kriminalitas tingkat berat seperti pembunuhan dan lainnya.

Pihak Kanwil Kemenkumham Provinsi Papua melansir terdapat 29 warga binaan yang selama ini berkeliaran di luar Lapas Kelas IIB Timika. Sebanyak 12 warga binaan dilaporkan telah kembali ke Lapas Timika, sedangkan 17 orang lainnya masih dalam pencarian petugas.

(Antara)

Silahkan Komentar

Komentar Anda

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213