INFO PAPUA

Perayaan Natal DPPKAD Kabupaten Intan Jaya

Last modified on 2014-12-17 15:41:30 GMT. 0 comments. Top.

2

Perayaan natal jajaran Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Intan Jaya yang digelar, Minggu (14/12) sore di aula Dinas PU Intan Jaya, berlangsung meriah. Perayaan natal yang digelar jajaran DPPKAD Intan Jaya ini merupakan perayaan pertama kalinya bagi jajaran SKPD di lingkungan pemerintah Kabupaten Intan Jaya. Ratusan warga memenuhi aula Dinas PU Intan Jaya yang sudah didekorasi begitu cantik oleh pihak panitia perayaan.

Saat pelaksanaan perayaan natal, acara perayaan natal terlihat dikemas dengan baik. Di awal rangkaian acara perayaan, sejumlah persembahan nyanyian vokal grup maupun solo baik dari jajaran DPPKAD Intan Jaya, sejumlah perwakilan dari gereja hingga dari anak-anak sekolah minggu, ditampilkan.

Antusiasme tamu undangan untuk mengikuti perayaan natal ini terlihat begitu tinggi. Hingga pihak panitia perayaan harus menambah kursi bagi tamu undangan yang terlihat sudah memenuhi aula Dinas PU Intan Jaya tersebut.

Ketua panitia perayaan natal, Silfester Rumbino kepada media ini mengatakan, suksesnya perayaan natal DPPKAD Intan Jaya ini merupakan buah dari kerja keras panitia. Selain itu, suksesnya pelaksanaan perayaan natal ini juga tidak terlepas dari dukungan dari Kepala DPPKAD Intan Jaya.

Disinggung soal persiapan panitia, kata Rumbino, tidak banyak waktu yang dimiliki panitia untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Namun dengan waktu yang singkat, keja keras seluruh panitia akhirnya bisa membuat perayaan ini berjalan dengan sukses.

“Panitia terbentuk di akhir bulan November, dengan waktu yang ada kita bekerja maksimal untuk mempersiapkan diri. Tugas dan tanggung jawab kita bagi kepada masing-masing seksi dalam kepanitiaan. Dan puji Tuhan, kita bisa menyelenggarakan perayaan ini dengan sukses,” tuturnya.

Rumbino mengakui, awalnya dirinya agak ragu dengan sempitnya waktu persiapan ditambah lagi dengan beban kerja di DPPKAD Intan Jaya yang sangat padat di akhir tahun. Namun keraguan itu sirna tatkala seluruh panitia bekerja dengan gigih mempersiapkan segala sesuatunya.

“Kita tahu bersama di akhir tahun ini beban kerja di DPPKAD Intan Jaya begitu sibuknya, kerja dari pagi dan lembur sampai tengah malam. Namun dengan solidnya panitia, akhirnya perayaan natal bisa kita selenggarakan dengan sukses,” pungkasnya.

(Papuaposnabire)

Gubernur Lukas Enembe : Natal Momentum Strategis Persatukan Orang Papua

Last modified on 2014-12-16 14:42:56 GMT. 0 comments. Top.

4

Gubernur Papua Lukas Enembe menekankan bahwa Natal merupakan momentum strategis bagi umat Nasrani, khususnya orang Papua dan masyarakat adat suku Mee untuk bersatu dalam damai.

“Persatuan sangat dibutuhkan sebab persatuan adalah kekuatan yang dapat menjadi perekat bagi kita semua,” kata Gubernur Lukas dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten I Setda Provinsi Papua Doren Wakerkwa, pada perayaan Natal masyarakat adat suku Mee, di Kota Jayapura, Papua, Senin.

Harapan itu, menurut Gubernur Lukas, tidak saja menjadi tanggung jawab pribadi ia selaku pemimpin di Papua, tetapi juga menjadi tanggungjawab kita semua.

“Papua adalah milik kita semua, karena itu kita semua bertanggungjawab terhadap kenyamanan di tanah Papua,” katanya.

“Karena itu, di hari yang berbahagia ini, saya mau katakan bahwa Natal adalah momentum yang strategis, penting dan baik untuk mempersatukan kita semua dalam kedamaian yang telah lahir dalam hati kita, meski ada kekerasan di Iaga, Kabupaten Puncak dan Enarotali, Kabupaten Paniai,” lanjutnya.

Untuk itu, Gubernur Lukas menekankan bahwa, momentum Natal baik untuk kita semua dalam menjalin dan membangun tali asih persaudaraan sebab semua pihak di daerah itu bertanggung jawab terhadap masa depan Papua.

“Semoga damai Natal memberikan kita sukacita yang penuh dan kegembiraan yang besar. Atas nama Pemerintaj Provinsi Papua dan pribadi, saya ucapkan selamat merayakan Natal 25 Desember 2014 dan menyongsong Tahun Baru 1 Januari 2015,” tambahnya.

Perayaan perdana Natal keluarga besar masyarakat adat suku Mee yang berdomisili di wilayah adat Mamberamo Tami yakni Kota Jayapura, Kabupaten Keerom dan Kabupaten Jayapura, mengangkat tema nasional, “Berjumpa dengan keluarga Allah.”

Sub tema, “Natal memotivasi kita bersatu menata hidup Suku Mee yang lebih baik menuju Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera.”

Ketua Panitia Natal Decky Degei mengklaim sebanyak 3.000 masyarakat adat suku Mee menghadiri perayaan ibadah natal yang diisi dengan lagu-lagu pujian, vokal grup, drama dan khotbah Natal.

(Antara)

Kawasan Teluk Cenderawasih Perlu Dua Bandara Besar Yaitu Biak & Nabire

Last modified on 2014-12-15 14:45:25 GMT. 0 comments. Top.

Kepala Dinas Perhubungan Papua, Yusuf Yambe Yabdi mengatakan kawasan Teluk Cenderawasih memerlukan dua bandara yang besar. Untuk itu, selain Biak pihaknya melihat Nabire bisa menjadi alternatif.

“Alternatif lain kami melihat Bandara Nabire, kedepan kami akan lihat untuk kawasan terluk cenderawasih memang perlu dua bandara yang besar,” kata Yusuf Yambe Yabdi kepada wartawan, di Jayapura, Papua.

Yusuf menilai, dari sisi kapasitas, Nabire bisa dikembangkan menjadi satu bandara komersil yang tidak kalah dengan Bandara Frans Kaisepo di Biak.

“Kami harapkan Biak bisa menjadi Bandara pertahanan dan keamanan. Ini yang dalam rencana besar kami, sementara kami terus mendorong Angkasa Pura Biak untuk membuat masterplan untuk bagaimana bandara Kaisepo ini jadi. Kalau untuk Nabire ini masih lama, mungkin 2018 baru bisa beropesai, tapi kami harapkan dari Wanggar kami bisa masuk untuk pegunungan wilayah Barat. Itu yang kami harapkan karena ada dermaga dan bandaranya,” kata Yusuf.

Diakui Yusuf, memang Bandara Biak lebih potensial, hanya yang menjadi persoalan sekarang ada di bawah Angkasa Pura.

“Aset yang ada di Kaisepo dibawah Angkasa Pura jadi dibawah kementerian BUMN. Jadi kalau mau ditingkatkan perlu ada kesepakatan atau kerjasama peningkatan menjadi internasional. Memang potensi untuk Biak besar dari sisi udara, namun dari sisi darat perlu ada penambahan lahan yang cukup luas,” katanya.

Sebelumnya. Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Papua, David Pagawak mengatakan pihaknya sangat mendukung rencana Pemerintah Provinsi Papua untuk aktifkan kembali penerbangan internasional di Bandara Frans Kaisepo, Kabupaten Biak.

“Pada dasaranya kami sangat mendukung. Mengingat Biak banyak terdapat potensi wisata yang sangat banyak, seperti Pulau Padaido, Goa Jepang, bangkai pesawat bekas perang dunia ke II dan lainnya,” kata David Pagawak.

Menurut Pagawak, Gubernur telah mengeluarkan dana cukup besar untuk melepas tanah hak ulayat di sekitar lapangan terbang, sehingga bupati setempat bisa membuat pagar untuk pengamanan bandara.

“Gubenrur sudah mengusulkan agar Bandara Biak dibuka kembali untuk jalur internasional. Dimana gubernur sudah keluarkan uang cukup besar untuk melepas tanah disekitar lapangan terbang, sehingga bupati sana bisa membuat pagar untuk pengamanan,” katanya.

(JB)

Tarif Baru Angkutan Di Biak Akan Diumumkan Minggu Ini

Last modified on 2014-12-15 14:45:00 GMT. 0 comments. Top.

1

Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Biak Numfor,Papua, Ottow P.M. Wanggai, mengatakan pada pekan depan, pihaknya akan mengeluarkan tarif angkutan umum kota dan pedesaan untuk digunakan pemilik kendaraan di Biak dan supior serta masyarakat (penumpang kendaraan umum) setelah di sahkan oleh Bupati Biak Numfor, Thomas Alfa Edison Ondy dalam surat keputusannya.

Wanggay mengatakan pihaknya lambat menetapkan tarif resmi karena masih menunggu radiogram Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe, yang memuat tarif angkutan umum dibayar per kilometer. Jadi kata Wanggai, yang dilakukan saat ini adalah melakukan survei ( menghitung ) jarak tempuh kendaraan di dalam kota hingga ke kampung-kampung.

“ Sehingga jika radio Gubenur, Lukas Enembe itu kita terima maka kita langsung menghitung dan menetapkan tarif dan selanjutnya mengumumkan kepada masyarakat untuk dipergunakan. Kita targetkan minggu depan,” kata Wanggai (13/12).

Penghitungan dan penetapan tarif nanti, pihaknya akan lebih berhati-hati, dengan maksud agar, mendapat tarif angkot yang benar-benar akurat berdasarkan jarak dan kesulitan medan yang dilalui serta tarif yang ditetapkan bisa diterima semua pihak dengan senang hati. Atau tidak membuat terjadi aksi protes oleh masyarakat dan mogok mengangkut penumpang oleh para supir angkot.

“Dan juga agar pemilik kendaraan dan supior tidak dirugikan dan tidak memberatkan masyarakat, jadi semua bisa senang dan tidak ada yang dirugikan,”ujar Wanggai. Tarifnya ditetapkan menurut jangkauan atau perkilometer.

Salah satu supir angkot dalam kota, Deky Faknik, berharap pihak Dinas Perhubungan dan Pemerintah Daerah Biak Numfor (Plt. Bupati Biak. Thomas Alfa Edison Ondy) dapat mengakomodir tarif sementara yang dipakai yakni 5000 rupiah per penumpang dari yang sebelumnya 4.000 rupiah sebab tarif tersebut sudah sangat pas untuk mereka.

(JB)

Jika Tidak Tegas Soal Tragedi Paniai, Untuk Apa Jokowi Natalan Di Papua ?

Last modified on 2014-12-13 21:42:54 GMT. 0 comments. Top.

Presiden Jokowi harus memperlihatkan sikap yang tegas atas tragedi penembakan warga sipil di Enarotali, Kabupaten Paniai, Papua. Ktegasan diperlukan mengingat adanya penolakan dari Gereja-Gereja di Papua terhadap rencana kedatangan Jokowi ke Jayapura, Papua, untuk mengikuti perayaan Natal pada 27 Desember mendatang.

“Saya melihat protes beberapa Gereja terhadap rencana kehadiran Jokowi itu berkaitan dengan belum adanya sikap, atau minimal pernyataan tegas, dari presiden atas kasus penembakan di Paniai. Penolakan itu kan baru datang dua hari lalu, sedangkan kasusnya sudah mengendap seminggu ini tanpa ada respon apapun dari presiden,” kata Sekretaris Eksekutif Bidang Diakonia  Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Jeirry Sumampow Sabtu (13/12)

Jeirry menegaskan bahwa perayaan Natal tidak bisa dikaitkan dengan situasi politik apapun. Namun, karena kasus tragedi kemanusiaan di Paniai berdekatan dengan rencana perayaan Natal, maka suara penolakan terdengar kuat. Apalagi, salah satu pesan Natal itu sendiri adalah perdamaian di bumi

“Kalau Jokowi masih mau tetap ke Papua, harus berikan sikap dulu. Saya kira itu prasyarat supaya bisa diterima lebih baik. Kalau rakyat Papua merayakan Natal tidak dalam suasana yang tidak lega dan damai, tidak ada artinya. Yang ada, kehadiran pemerintah di sana adalah seremonial belaka,” ujar Jeirry.

Selain itu, menurut Jeirry, kedatangan Jokowi ke Papua harus menjadi momentum menyatakan komitmen kepada rakyat Papua tentang penegakan hukum dan penegakan hak asasi manusia di Papua.

“Tapi, ini semua tidak boleh lagi dalam kata dan retorika, padahal slogan Jokowi adalah ‘kerja, kerja kerja’. Nah, sikap Jokowi ini yang belum dilihat rakyat Papua dan kita semua juga belum melihatnya,” tambah Jeirry.

(KF)

Olah TKP Penembakan Di Enarotali, Polisi Temukan Jerigen Bensin

Last modified on 2014-12-11 16:04:14 GMT. 0 comments. Top.

1

Mabes Polri dan Polda Papua masih melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) di sekitar peristiwa tertembaknya 12 orang dalam insiden di Paniai, Papua pada Senin (8/12) kemarin.

“Olah TKP di beberapa tempat seperti kantor KPUD yang juga dibakar. Disana bahkan ditemukan jerigen putih berisi bekas bahan bakar. Kemungkinan digunakan membakar kantor KPUD itu,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Boy Rafli Amar di Mabes Polri Kamis (11/12).

Selain itu, ada beberapa saksi yang diperiksa terkait perusakan mobil dinas milik Polres dan TNI.

“Sementara itu, anggota Polsek Paniai Timur juga masih dilakukan pemeriksaan oleh tim apakah mereka terkait dengan penembakan yang menimbulkan korban itu,” ujarnya.

Hingga kini, belum ada kesimpulan siapa yang melepaskan tembakan yang menyebabkan empat orang tewas dan delapan orang terluka tembak itu.

“Untuk empat jenazah telah dimakamkan kemarin pukul 16.00 WIT di Lapangan Karel Gobai, Paniai,” ujarnya.

Empat yang meninggal itu adalah Yulian Yeimo Lakis akibat luka tembak pada perut, Andreas Dogopia (23) luka tembak pada perut dan luka robek pada tangan kiri, dan Yulian Mote (36) luka robek pada kepala.

Korban meninggal yang lain adalah Yulius Tobay (37). Korban yang merupakan satpam RSUD itu menderita luka tembak pada bokong sebelah kanan tembus paha kiri.

Sedangkan, delapan orang yang luka-luka adalah Yeremias Kayame, (59) luka ringan pada tangan sebelah kanan, Naftali Neles Gobai (45) luka ringan pada tangan sebelah kiri, dan Halia Edowai (35) luka ringan pada tangan sebelah kanan.

Juga ada Jeri Gobai (13) luka robek pada kaki sebelah kanan, Agusta Degei (35) luka tusuk pada tangan sebelah kanan, Abernadus Bunai (10) luka ringan pada paha sebelah kanan, Noak Gobai (26) luka ringan pada tangan sebelah kanan, dan Oktopianus Gobai (13) luka robek pada tangan sebelah kanan.

Mabes Polri sebelumnya mengklaim insiden itu ditunggangi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) alias Organisasi Papua Merdeka.

(BS)

Penerimaan CPNS 2014 Untuk Papua & Papua Barat Ditunda

Last modified on 2014-12-10 18:09:51 GMT. 1 comment. Top.

Para pencari kerja khususnya  yang berharap  jadi  pegawai negeri sipil  di  Provinsi Papua dan Papua Barat  tampaknya harus ber­sabar.  Pasalnya, Panitia Seleksi Na­sional (Panselnas) Kementerian Pen­dayagunaan Aparatur dan Reforma­si Birokrasi RI, memutuskan untuk me­nunda penerimaan CPNS formasi tahun 2014 .

“Penerimaan CPNS formasi 2014, oleh Panselnas telah diputuskan bahwa untuk Papua dan Papua Barat ditunda penerimaannya,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Papua, Drs Nicolaus Wenda kepada Cenderawasih Pos di Badan Diklat Papua, Selasa (9/12). Penundaan penerimaan CPNS tahun 2014 untuk Papua dan Papua Barat ini, kata Kepala BKD Nico Wenda, panggilan akrabnya, pihaknya telah menerima surat resmi dari Panselnas Kementerian PAN & RB, Selasa (9/12).

“Surat resmi telah kami terima dari hasil keputusan Panselnas CPNS tahun 2014,” ujar Nico Wenda.  Terkait penundaan penerimaan CPNS formasi tahun 2014 ini, jelas Nico Wenda, lantaran banyak masalah yang belum selesai di Papua dan Papua Barat, diantaranya penerimaan CPNS tahun 2013 di Papua dan Papua Barat ada yang belum diumumkan, penyelesaian administrasi bagi mereka yang lolos baik itu dari honorer K2, honorer K1 dan formasi umum yang belum dibuka aplikasinya dalam penyelesaian administrasi.

Apakah penundaan peneri­maan CPNS tahun 2014 ini tidak merugikan daerah? Kepala BKD Nico Wenda belum mengetahui dampaknya secara pasti.  “Ya, saya kurang tahu, tapi itulah jawaba dari Menpan seperti itu. Tapi, menurut saya itu baik, bahwa sejumlah masalah yang ada akan kami tuntaskan terlebih dahulu, baru kami masuk pada masalah yang baru,” ujarnya.

Sampai kapan penundaan pene­rimaan CPNS tahun 2014 ini? Nico Wenda mengakui belum ada batas waktunya. “Ya, saya belum tahu, termasuk apakah kuota CPNS tahun 2014 itu bisa diakomodir dalam penerimaan nantinya,” katanya.

Namun yang jelas, kata Nico Wenda, dengan adanya penundaan itu, maka kuota penerimaan CPNS tahun 2014 untuk Provinsi Papua tidak akan berpengaruh. “Itu hanya ditunda saja. Tapi, saya pikir jika tahun depan ada penerimaan pasti ada penambahan,” katanya.

Dikatakan, sesuai dengan permintaan Gubernur Papua agar pelaksanaan penerimaan CPNS dengan menggunakan sistem manual atau Lembar Jawaban Komputer (LJK), namun tidak diterima, sehingga ke depan jika ada penerimaan CPNS maka akan menggunakan sistem Computer Analisis Test (CAT), sehingga menjadi PR bagi Pemprov Papua untuk mempersiapkan infrastruktur yang ada untuk menjawab pene­rimaan CPNS berikutnya.

Diakui, sebenarnya untuk menggelar test CPNS dengan menggunakan sistem CAT itu, di Provinsi Papua belum siap.  “Yang ada di sini, hanya beberapa tempat seperti BKN, LPMP Papua dan Kominfo. Itu saja yang lain belum, sehingga tidak mungkin bisa menggelar test itu. Bahkan, BKD sendiri belum siapkan, sehingga kami siapkan dulu perangkat-perangkatnya,” pungkasnya.

Kapolda Papua Akan Tindak Tegas Oknum Yang Bermain Di Balik Peristiwa Enarotali

Last modified on 2014-12-10 18:07:37 GMT. 0 comments. Top.

b

Kapolda Papua Irjen Pol Yotje Mende akan menindak tegas oknum-oknum yang bermain di balik peristiwa di Enarotali, Paniai. “Saya akan tindak tegas jika ada gerakan-gerakan yang memperkeruh situasi keamanan di Enarotali, Paniai, pasca peristiwa terjadinya penembakan terhadap warga masyarakat setempat,” kata Kapolda.

Bahkan Kapolda mengatakan, jika ada keterlibatan oknum-oknum dalam kasus ini yang dilakukan tidak sesuai prosedur pengamanan akan dilakukan tidakan. “ Saya akan melakukan tindakan tegas kepada anggota, jika memang melakukan pengamanan tidak sesui prosedur,” ujarnya kepada wartawan usai acara Coffee morning, Selasa (9/12) di Mapolda.

Disinggung apakah kemungkinan ada keterlibatan Kelompok criminal bersenjata (KKB) dalam kejadi di Enarotali, Paniai, Kapolda mengatakan pihaknya masih selidiki. “ Informasi yang masuk, ketika terjadi penyerangan secara memdadak dengan jumlah yang begitu besar sampai dua ratusan warga menyerang Polsek dan Koramil, kemungkinan ada kelompok kriminal bersenjata atau kelompok-kelompok tertentu yang memanfaatkan situasi agara Papua atau Paniai itu kacau,” ungkapnya.

Dikatakan, Dalam pengamanan Polri sudah memiliki ketentuan dalam Pertaturan Kapolri nomor 1 tahun 2009 dan Pertaturan Kapolri Nomor 1 tahun 2010 yaitu ketentuan tentang bagaimanan menangani unjuk rasa dan bagaimana menangani tidakan anarkis, misalnya terjadi penyerangan dengan melempar komando, itu sudah ada aturan, pertama tembakan

peringatan, kedua kalau dia menembak sasaran harus terbidik dengan tidak mematikan dan menggunakan peluruh karet, kemudian ada muncul peluru tajam, berti ada kesalahan prosedur.

“ Kalau memang anggota Polri melakukan kesalahan, saya akan tindak tegas karena terjadi kesalahan prosedur,”ujarnya.

Mengenai peluru yang mengenai warga menurut Kapolda , pihaknya akan selidiki awal terjadinya tembakan. ” Itu kita akan selidiki sekarang, karena disana ada TNI ada Polri bahkan ada tembakan mengawali itu kita akan selidiki,” terangnya.

Dikatakan, dirinya telah menurunkan tim ke paniai yang melibatkan Lapfor, tim Inafis untuk menyelidiki kasus yang terjadi, ungtuk itu Kapolda berharap masyarakat khususnya di daerah kejadian untuk sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban yang selama ini sudah terjaga sangat baik.

“Permasalahan terjadinya bentrok fisik ini, perlu kita waspadai karena kemungkinan ada oknum-oknum yang sengaja memperkeruh situasi ini, oleh karena itu harapan saya kepada masyarakat di daerah paniai kususnya dan Papua secara menyeluruh,marilah kita jaga papua ini tetap aman,” harapnya.

(PP)

Panglima TNI Akan Menambah KODAM Di Papua ?

Last modified on 2014-12-10 11:14:41 GMT. 0 comments. Top.

2

Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko mengatakan, untuk memperkuat pertahanan dan mempermudah koordinasi, TNI berencana menambah Komando Daerah Militer (Kodam) di Papua.

“Penembahan Kodam di Papua, sesuai rencana strategi (renstra) sudah siapkan. Harapan kita untuk Papua tahun 2015 sudah bisa dijalankan,” ujar Moeldoko di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (10/12/2014), seperti dikutip Antara.

Panglima TNI menjelaskan, alasan pembentukan Kodam baru karena luasnya wilayah, sehingga menyulitkan rentang kendali bagi seorang pemimpin di mana Pangdam harus mengendalikan seluruh prajuritnya yang sangat jauh.

“Ini menyulitkan. Rentang kendali itu dipenuhi dengan membangun Kodam baru. Ada beberapa pilihan lokasi, di antaranya di Sorong dan masih ada pilihan-pilihan,” jelasnya.

Mantan Pangdam Siliwangi ini menegaskan, tidak ada kepentingan politik dan maksud apapun dalam pembangunan Kodam baru di Papua.

“Tidak sama sekali. Ini murni untuk kepentingan pertahanan. Tidak punya maksud apapun. TNI hanya ingin aspek pertahanan bisa terpenuhi di wilayah itu, sehingga apabila terjadi situasi yang tidak kita inginkan kendali operasi itu betul-betul bisa dijaga dengan baik,” tukasnya.

(Antara)

Warga Sepakat Kubur Jenasah Korban Penembakan Di Lapangan Karel Gobai

Last modified on 2014-12-10 10:52:07 GMT. 0 comments. Top.

statement warga paniai

Enarotali, Paniai–Warga korban dan masyarakat Paniai sepakat kubur 4 Jenazah korban di lapangan Karel Gobai, Enarotali. Penguburan direncanakan tepat persis di bawah tiang bendera lapangan tersebut. (10/122014)

Salah satu warga. Abraham mengatakan, warga bersisih keras untuk menguburkan keempat jenasah tersebut di bawah tiang bendera karena mereka tidak menerima insiden kemarin yang menelan korban jiwa.

“Saat ini warga telah menggali liang kubur pas dibawa tiang bendera. Dan juga warga lainnya sendang membeli semen untuk mengecor liang dari keempat jenazah itu”. ucapnya

Padahal kata abraham, awalnya Bupati telah menyampaikan kepada warga korban untuk membawa pulang keempat jenazah. Namun, warga bersisih keras untuk menguburkan keempat jenazah itu di lapangan Karel Gobai. Meski demikian, Bupati Hengki telah meminta warga untuk kubur di pinggir lapangan. Namun, warga tetap bersisih 4 jenazah di bawah tiang bendera.

“Sebenarnya apa yang disampaikan bapak Bupati ini juga benar karena lapangan tersebut selalu di pakai untuk kepentingan umum”. Ujarnya

(Humas Pemda Paniai dok/NP)

Silahkan Komentar

Komentar Anda

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236