INFO PAPUA

9 Orang Meninggal Akibat Kecelakaan Truk Di Waena Jayapura

Last modified on 2015-01-12 14:15:03 GMT. 0 comments. Top.

1

Peristiwa kecelakaan truk terjadi Jayapura, Papua. Dalam kecelakaan itu, sembilan orang tewas. Kecelakaan maut bermula saat truk pengangkut pasir bernomor polisi DS 9675 terjun ke jurang di Jembatan Kali Campwalker, Waena, Kota Jayapura, Papua, Minggu (1/11/2015).

Kapolres Jayapura Kota AKBP Alfred Papare menuturkan, para korban merupakan warga Jalan Pipa, Kelurahan Argapura, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Papua. Mereka tewas akibat terkena benturan keras setelah truk terjun ke dalam jurang. Diduga, truk mengalami rem blong hingga menyebabkan sopir tidak dapat mengendalikan kendaraan.

“Saat ini sopir truk yaitu M Naim Sokku dan 21 penumpang lainnya sudah dievakuasi ke rumah sakit, karena mereka mengalami luka-luka, sedangkan sembilan penumpang yang duduk di belakang truk tewas,” kata Alfred.

Kata dia, truk tersebut sudah berhasil diangkat dari jurang yang memiliki kedalaman enam meter itu. Polisi membawa truk itu ke Polsek Abepura. Identitas korban tewas dalam kecelakaan itu adalah Otis Takage (20), Selly Mote ( 10), Marsa Mote (20), John Fery Takege (15), Noviana Takege (15), Jumaiko Badi (12), Salomo Gobay (4), Greace Keya (14), dan Theresia Kotouki (9).

“Truk sudah kita keluarkan dari jurang, dan kita bawa ke Mapolsek Abepura,” pungkasnya.

Twin Otter Milik Trigana Air Tergelincir Di Bandara Enaro Paniai

Last modified on 2015-01-11 15:02:22 GMT. 0 comments. Top.

2

Pesawat udara milik PT Trigana Air Service jenis twin otter DHC-6 PK-YRU tergelincir di Bandara Enarotali, Paniai, Papua, saat akan mendarat, Minggu (11/1) pukul 13.30 WIT.

“Pesawat crash landing akibat angin kencang, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut,’’ terang John Rettob, Kabid Perhubungan Udara Kabupaten Mimika, Papua, saat dihubungi, Minggu (11/1/2015).

Menurut John, pesawat tidak membawa penumpang, hanya ada pilot Kapten Robert Runtu dan Kopilot FO Jihad. Pesawat terbang dari Timika hendak menjemput penumpang di Enarotali yang baru saja selesai liburan Natal.

‘’Pesawat tidak membawa penumpang, karena akan menjemput penumpang yang ada di sana,” ujarnya.

Akibat crash landing, pesawat mengalami kerusakan di bagian depan, roda serta baling-baling patah. ‘’Saat insiden tersebut cuaca di Enarotali cerah, hanya karena faktor angin yang bertiup kencang saja. Akibat kerusakan, pesawat harus diservice terlebih dulu kemudian digunakan lagi,’’ jelasnya.

(Ant)

Apel Gabungan Awal Bulan PNS, TNI/Polri Di Dogiyai

Last modified on 2015-01-10 12:20:40 GMT. 0 comments. Top.

tt

Keberhasilan dalam mengembangkan budaya organisasi di lingkungan pemerintah kabupaten Dogiyai, sangat dipengaruhi oleh Pimpinan di Tim kerja masing-masing, karena pimpinan dianggap cakap dalam melaksanakan tugas sebagai agen perubahan yang memberikan kontribusi yang signifikan kepada perubahan.

Hal tersebut diutarakan Bupati Dogiyai, Drs. Thomas Tigi, melalui sambuta tertulisnya yang dibacakan oleh Asisten I Setda Dogiyai, Drs Semuel Rihi M.Si, pada apel gabungan awal januari 2015 untuk PNS/TNI/Polri, di halaman aula Pemda Dogiyai, jumat 9 januari 2015.

Dikatakan Bupati Dogiyai, dalam kepemimpinannya, budaya kerja di lingkungan pemda Dogiyai dapat dikenal sebagai unggulan dalam menjawab tantangan dan perubahan, peningkatan kinerja, sehingga impian Dogiyai Douw Ena dapat menjadi kenyataan.

Bupati Thomas Tigi juga mengatakan bahwa salah satu tujuan dari Apel Gabungan awal bulan ini adalah untuk menanamkan rasa kebersamaan dan menanamkan kedispilinan bagi aparatur pemerintah sehingga tercipta birokrasi dan pemerintahn yang profesional.

Kapolda Papua Barat Akan Bentuk 9 Polres Baru

Last modified on 2015-01-10 06:13:53 GMT. 0 comments. Top.

1

Tugas pertama Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Paulus Waterpauw adalah membentuk Polres. Polda itu baru diresmikan pada 19 Desember 2014 lalu, hasil pemekaran dari Polda Papua.

Kapolda Papua itu baru dilantik oleh Kapolri Jenderal Sutarman di Mabes Polri, Jakarta, Jumat 19 Januari 2015.

Ada sembilan polres yang akan dibentuk. Yakni, Manokwari, Fakfak, Sorong, Kabupaten Sorong Kota, Sorong Selatan, Teluk Wondama, Teluk Bintuni, Raja Ampat, dan Kaimana.

Paulus sebelumnya menjabat Wakapolda Papua. Dalam menjalankan tugas barunya itu, dia didampingi Kombes Pol Imam Margono sebagai Wakapolda Papua Barat.

Imam, sebelumnya menjabat Kasat Brimob Polda Metro Jaya dan Kapolrestabes Medan.

Selain membentuk polres baru, misi yang pertama-tama akan diemban oleh Paulus, adalah mengamankan wilayah Raja Ampat yang terkenal sering dikunjungi oleh para wisatawan.

“Pesisir Papua Barat akan menjadi prioritas pertimbangan,” kata Paulus.

Gabungan TNI/Polri Ringkus 13 Anggota OPM Setelah Baku Tembak Di Timika

Last modified on 2015-01-08 15:19:21 GMT. 0 comments. Top.

radartimika

Aparat gabungan TNI dan Polri baku tembak dengan kelompok kriminal bersenjata yang diduga kelompok separatis OPM pimpinan Ayub Waker di Utikini sekitar areal Freeport Tembagapura Timika, Rabu 7 Januari 2015. Setelah terjadi penembakan, 13 anggota OPM kemudian berhasil diringkus.

Kapolda Papua Irjen Pol Yotje Mende mengatakan, pengejaran dan aksi baku tembak terjadi sejak 1 Januari lalu, Pasca tewasnya 2 anggota Brimob dan satu security Freeport yang diduga ditembak kelompok Ayub Waker. “Pengejaran terhadap kelompok ini sudah dilakukan setelah 2 brimob dan 1 security tewas,” ujar Kapolda.

Dalam aksi baku tembak itu, salah satu anggota kelompok kriminal bersenjata terluka. “Saat ini dia dirawat di RS Timika,” paparnya.

Sementara anggota kelompok kriminal bersenjata lainnya, saat ini sudah ditahan dan sedang menjalani pemeriksaan. “Mereka yang ditangkap diantaranya berinisial KW, DT, JK, MW, PM, AW, BW, MW, OM serta dua berjenis kelamin perempuan yakni SM dan MW,” jelas Kapolda.

Kapolda mengaku mengerahkan kekuatan penuh mengejar kelompok Ayub Waker, pasca tewasnya anggota Brimob dan security perusahaan, “Tantangan medan yang sulit membuat kami menurunkan kekuatan penuh,” ujarnya.

Dalam aksi baku tembak dengan sekitar 50 anggota KKB, sambungnya, terlihat diantara mereka ada yang membawa senjata api FN dan Stayer milik anggota Brimob yang mereka rampas. “Mereka juga menggunakan senjata milik anggota Brimob yang dirampas,” katanya.

Sementara itu dari hasil penyelidikan Mabes Polri, terkait peluru yang digunakan untuk menembak dua anggota Brimob dan security Freeport, adalah dari senjata jenis FN. “Ada 13 selongsongan peluru senpi FN yang ditemukan di TKP, dan penembakan dilakukan dalam jarak dekat,” paparnya.

BMKG Biak Mengeluarkan Peringatan Dini Cuaca Hujan Disertai Angin Kencang & Ombak Setinggi 2-3 Meter Hingga Beberapa Hari Kedepan

Last modified on 2015-01-07 13:26:08 GMT. 0 comments. Top.

cuaca

Cuaca hujan yang disertai angin kencang dan disertai tinggi gelombang di perairan Biak setinggi 2-3 Meter beberapa hari belakangan ini, maka BMKG Biak mengeluarkan peringatan dini kepada para nelayan agar untuk sementara tidak melakukan aktivitas melaut.

Prakirawan BMKG Biak, Bambang Hermanto mengatakan, kondisi ini akan terjadi hingga tanggal 11 januari 2015 nanti, dan akan terjadi di perairan biak atau Teluk Cenderawasih meliputi perairan utara Nabire, Wasior, dan Ransiki.

Disarankan kepada para nelayan agar menanyakan terlebih dahulu kondisi cuaca kepada BMKG atau mendengarkan informasi cuaca yang disiarkan oleh RRI Pro 1 Biak.

Tujuh Kabupaten Di Papua Barat Rawan Bencana Alam

Last modified on 2015-01-07 05:34:58 GMT. 0 comments. Top.

pb

Sebanyak tujuh dari sebelas Kabupaten di Provinsi Papua Barat ternyata rawan bencana alam gempa bumi, banjir bandang dan Tsunami.

Ketujuh daerah Papua Barat yang rawan bencana alam itu, menurut Indeks resiko bencana nasional, yakni Kabupaten Manokwari, Kabupaten Raja Ampat, Kabupaten Teluk Bintuni, Kabupaten Teluk Wondama, Kabupaten Sorong, Kabupaten Sorong Selatan dan Kabupaten Maybrat,  kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Papua Barat Derek Ampnir di Manokwari, Rabu.

Pada 2014, tiga dari tujuh daerah tersebut mengalami bencana alam yakni Kabupaten Maybrat, Kabupaten Manokwari dan Kabupaten Teluk Wondama.

“Gempa berkekuatan 5,3 skala Richter merusak 113 rumah warga Kabupaten Maybrat, banjir melanda Kabupaten Manokwari dan dan Kabupaten Teluk Wondama yang merusak sarana umum dan rumah warga,” katanya.

Untuk mengantisipasi kemungkinan bencana di tujuh daerah rawan itu pada 2015, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Papua Barat memfasilitasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah tingkat Kabupaten terkait dengan menggelar upaya tanggap siaga dan tanggap darurat penanganan bencana.

“Tahun ini kami memfasilitasi BPBD tingkat Kabupaten di Papua Barat terutama tujuh Kabupaten yang rawan bencana guna melakukan berbagai kegiatan simulasi penanggulangan bencana di masing-masing Kabupaten,” ujarnya.

Selain simulasi, lanjut dia, koordinasi antara BPBD tingkat Provinsi dan tingkat Kabupaten serta instansi terkait lebih ditingkatkan agar dapat berperan menangani korban bencana.

(Ant)

Kapolda Papua : Sampai Ke Neraka Akan Saya Kejar Jika Tidak Serahkan Diri

Last modified on 2015-01-07 05:33:41 GMT. 0 comments. Top.

kapolda

Sebanyak 114 orang yang diduga pengikut kelompok Ayub Waker diamankan setelah tim gabungan kepolisian berhasil menguasai markas kelompok tersebut di wilayah perbukitan sekitar 2 kilometer dari Kampung Utikini, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Selasa (6/1/2015).

Selain mengamankan 114 orang yang memiliki kartu West Papua, kepolisian juga menyita ratusan senjata tajam, busur dan anak panah, serta parang.

Sebelumnya, tim gabungan kepolisian dari Brimob Detasemen B Timika dan Polres Mimika yang dipimpin Kaden Brimob Detasemen B Kompol IGA Nugraha sempat terlibat kontak tembak dengan kelompok Ayub Waker. Walau berhasil menguasai 3 tenda yang menjadi markas kelompok bersenjata ini, Ayub Waker berhasil meloloskan diri.

Aparat kepolisian memburu Ayub Waker yang menjadi dalang penyerangan mobil patroli QRF PT Freeport Indonesia, yang menewaskan 2 anggota Brimob anggota Satgas Amole dan seorang anggota sekuriti Freeport, Kamis (1/1/2015) lalu.

Selain itu, Ayub Waker dan pengikutnya juga membawa lari dua senjata laras panjang Steyr AUG bersama amunisinya.

Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Polisi Yotje Mende, seusai meninjau ke Kampung Utikini, Tembagapura, mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pengejaran hingga pelaku tertangkap.

“Mereka boleh kucing-kucingan, silakan, tetapi kami akan kejar sampai ketemu. Saya ultimatum untuk menyerahkan diri. Kalau tidak, ke mana pun mereka pergi, bahkan ke neraka sekalipun, akan kami kejar,” tekan Mende kepada wartawan di Timika, Selasa malam.

Guna pengejaran Ayub Waker beserta pengikutnya, mantan Kapolda Kepulauan Riau tersebut mengatakan sudah meminta bantuan pihak TNI untuk mem-back up kepolisian. Dalam kasus ini, satu orang, M, sudah ditetapkan sebagai tersangka. Mende menjelaskan, M ditangkap saat penyisiran, beberapa saat setelah kejadian.

“Dari penyelidikan lebih lanjut diketahui, KTP milik M sempat disita salah satu korban penyerangan. Saat ini, (KTP) ada di dompet almarhum Bripda Rian yang terbawa ke Palembang. M kemungkinan pelaku dan juga mata-mata,” ungkap Mende.

(KMP)

 

Natalis Tabuni : Ada Lawan Politik Yang Terus Provokasi

Last modified on 2015-01-06 15:00:37 GMT. 0 comments. Top.

Bupati-Intan-Jaya-Natalis-Tabuni-480x374

Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni, menegaskan, ada sejumlah lawan politik yang hingga kini terus memprovokasi masyarakat untuk menghambat berbagai pembangunan, terutama pembangunan Kantor Bupati baru yang sebelumnya telah dibakar sejak awal tahun 2013 lalu.

“Terkait pemberitaan di media yang menyebutkan saya tidak melakukan pembangunan, saya kira itu keliru, karena yang terjadi adalah para lawan politik saya terus memprovokasi masyarakat untuk menghambat pembangunan, termasuk memalang lokasi pembangunan kantor Bupati,” ujar Natalis Tabuni, Senin (5/01/2014) malam.

Natalis mencontohkan, pembangunan Kantor Bupati telah dianggarkan berturut-turut dalam dua tahun anggaran, namun gagal terlaksana karena Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Irenius Sondegau, bersama sejumlah tokoh masyarakat yang merupakan lawan politik terus memprovokasi masyarakat untuk melakukan pemalangan.

“Saya ini orang mengerti hak asasi manusia, saya tidak mau ada benturan fisik, saya tidak mau menggerakan aparat, kalau saya tidak peduli, bisa saja saya bayar aparat keamanan untuk melakukan pengamangan, tapi saya tidak mau jatuhnya korban, karena itu saya menahan diri sampai sekarang,” ujarnya.

Terkati pembayaran hak ulayat, menurut Bupati lulusan Universitas Gadja Mada Jogjakarta ini, ia telah menyiapkan anggaran untuk membayar para tokoh masyarakat, termasuk mengatur rencana pembangunan, namun hingga saat ini terus dihambat.

“Karena itu saya minta mohon perhatian rekan-rekan saya yang lawan politik, jika sama-sama ingin membangun daerah, mari tunjukan dengan nyata, jangan terus memprovokasi masyarakat, karena kita ingin daerah maju,” katanya.

Natalis juga menegaskan, selama dua tahun pemerintahannya, ia juga telah melakukan pembangunan sejumlah jembatan dan jalan raya yang menghubungkan sejumlah Distrik dan Kampung, karena itu tidak benar jika dikatakan tidak ada pembangunan.

“Coba datang ke Intan Jaya, dan lihat, ada sejumlah jembatan dan jalan raya yang dibangun di era pemerintahan saya, sejumlah alat berat juga telah diturunkan ke setiap lokasi dan sedang membuka jalan antar Distrik, dan termasuk jalan ke Paniai, saya bekerja dan membangun daerah,” ujarnya.

Terkait pernyataan seorang kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang menyatakan ia tidak sering di Intan Jaya, menurut Natalis, ia beberapa kali ke Jayapura, dan Jakarta untuk mengurus anggaran, dan proyek-proyek pembangunan untuk daerah.

“Saya kira ada sejumlah pimpinan SKPD di Intan Jaya yang kepala batu, kalau saya turun ke Jayapura, nanti semua ikut turun dan bersih dari Intan Jaya, bahkan ada yang hampir tiga bulan tidak masuk kantor, watak para PNS harus berubah dulu, terutama anak-anak daerah,” tegas Natalis.

Selain itu, menurut Natalis, sejumlah lawan politik selama ini meminta apa yang diluar dari kewenangannya, sehingga ia tak bisa mengabulkan, dan buntutnya para lawan politik memprovokasi masyarakat untuk melumpuhkan pembangunan.

“Saya kasi contoh, dalam Pileg kemarin, Ketua DPRD Intan Jaya saat ini tidak meraih suara sama sekali, tapi dia ngotot harus jadi DPRD lagi di periode 2015-2020, ini jelas-jelas tidak bisa saya kabulkan, karena berdasarkan pleno Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) sejak awal nama dia tidak ada.”

“Saya juga sudah berusaha lobi-lobi ke Provinsi, tapi memang tidak bisa, ini tabrak semua aturan dan undang-undang, tapi saya sudah carikan jalan untuk selesaikan persoalan ini, tapi yang bersangkutan masih juga keras kepala, dan ini yang buat pembangunan terus dihambat,” tegas Natalis.

Bupati juga menegaskan, jika lawan-lawan politik terus menghambat pembangunan kantor Bupati yang baru, maka langkah yang akan diambil adalah memindahkan lokasi pembangunan, agar dapat terealisasi di tahun 2015 ini.

“Saya tidak mau karena kepentingan satu dua orang, pembangunan kantor Bupati ini terhambat, kalau ada yang masih kepala batu, maka saya pasti akan pindahkan pembangunannya ke lokasi lain, tapi saya akan naik ke Intan Jaya bicara lagi dulu,” tegasnya lagi.

Tabuni juga menghimbau para SKPD untuk tidak terus menuntut haknya kepada Bupati, sedangkan kewajiban untuk mengabdi kepada masyarakat Intan Jaya terus diabaikan.

“Jadi saya minta para pimpinan SKPD jangan berlebihan menilai saya, mereka harus pahami tugas masing-masing, saya tidak ada di Intan Jaya bukan berarti aktivitas kantor tidak jalan, makanya dalam waktu dekat saya akan tertibkan semua SKPD,” kata Bupati lulusan Sekolah Tinggi Filsafat Fajar Timur Abepura ini.

Sebelumnya, seperti dilansir media JUBI, Kepala Dinas Pertambangan Kabupaten Intan Jaya, Piter Tabuni, mengatakan, sudah beberapa bulan belakangan ini Bupati tidak berada di tempat, sehingga pekerjaan di tiap SKPD mengalami hambatan.

“Kami jadi bingung dan tidak bisa buat apa-apa karena semua-semuanya diambil alih oleh bupati sehingga kami tidak bisa membuat apa-apa sesuai dengan tugas dan fungsi pokok kami masing-masing,” ungkap Piter.

(SP)

Konferensi II Masyarakat Adat Papua Wilayah Mee-Pago Akan Digelar Bulan Ini

Last modified on 2015-01-05 14:16:48 GMT. 0 comments. Top.

R.E

(Ketua DAP Mee-Pago, Ruben Edoway/Dok.Majalahselangkah)

Masa jabatan kepengurusan Dewan Adat Papua (DAP)  Wilayah Mee-Pago telah berakhir pada bulan Desember 2014. Konfrensi II Masyarakat Adat Papua Wilayah Mee-Pago akan digelar dalam bulan Januari 2015 untuk memilih pengurus wilayah adat yang baru.

Hal ini dijelaskan ketua DAP Mee-Pago saat ini, Ruben Edowai, Sabtu (03/01/15), kemarin. “Kami sudah membentuk panitia pada beberapa bulan lalu untuk mengkordinir dan menyiapkan kegiatan ini,” ungkap Ruben Edowai.

Edowai menjelaskan, telah mendapat rekomendasi dari DAP untuk membentuk panitia Konfrensi Masyarakat Adat Papua Wilayah Mee-Pago dan menyelenggarakan pemilihan kepengurusan baru.

“Panitia yang terbentuk sedang menyiapkan kegiatan ini untuk dilaksanakan dalam bulan ini, tanggal 23 hingga 24 Januari,” jelas Edowai.

Sementara itu, Marko Okto Pekei selaku Ketua Panitia Konfrensi membenarkan rencana kegiatan di atas. “Memang benar Konfrensi Masyarakat Adat Wilayah Mee-Pago rencana digelar di Nabire dalam bulan ini,” jelas Pekey.

Kata Pekei, dalam konfrensi ini akan diundang para Ketua Dewan Adat Daerah wilayah Mee-Pago, yakni Paniai, Nabire, Deiyai, Dogiyai dan Intan Jaya, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, tokoh agama, akademisi, LSM dan para aktivis kemanusiaan.

“Panitia akan memfasilitasi semua komponen hadir dalam kegiatan ini untuk menyaksikan pemilihan kepengurusan Dewan Adat Wilayah Mee-Pago oleh para Ketua Dewan Adat Daerah,” jelas Pekey.

(MS)

Silahkan Komentar

Komentar Anda

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239