INFO PAPUA

3 Pekan Disegel, Kantor DPRD Papua Barat Lumpuh Total

Last modified on 2013-08-14 06:50:17 GMT. 0 comments. Top.

Selama tiga pekan, tak ada aktivitas di kantor DPRD Papua Barat. Halaman kantor para wakil rakyat ini dibiarkan kotor. Sampah berserakan. Pintu pagar tertutup rapat dan tak ada yang berani membukanya.

Tidak adanya aktivitas di kantor Dewan yang hanya berseberangan jalan dengan kantor gubernur Papua Barat karena di segel warga. Penyegelan yang dilakukan sejak Kamis (25/7) lalu sebagai bentuk protes atas penahanan Ketua DPR Papua Barat, Yoseph Yohan Auri oleh jaksa.

Ratusan massa yang didukung anggota DPR Papua Barat berharap dari aksi ini, Yoseph segera dibebaskan. Jika tidak, penyegelan terus dilakukan hingga tuntutan pendukung Yoseph dipenuhi.

Radar Sorong (JPNN Group), Rabu (14/8) melaporkan, ruang sidang utama di kantor DPRD Papua Barat hingga kini masih tersegel. Pada dinding gedung masih menempel spanduk dan pamflet yang isinya menuntut pembebasan anggota DPRD Papua Barat yang ikut ditahan bersama Yoseph.

Yosef ditahan oleh Kejati Papua atas sangkaan dugaan kasus korupsi dana Rp 22 miliar. Kasus itu diduga melibatkan 44 anggota DPR Papua Barat. Yoseph tidak ditahan sendirian. Dia ditemani Direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Papua Doberai Mandiri, Mamad Suhadi yang juga menjadi tersangka kasus yang sama.

Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Provinsi Papua Barat, Hermus Indow berharap Pemerintah Daerah segera mencari solusi terbaik agar kantor Dewan dapat dibuka kembali. Kata dia, penyegelan yang sudah berlangsung tiga pekan ini jelas menganggu agenda pemerintahan dan pembangunan di Provinsi Papua Barat.

‘’Ini harus segera diatasi. Jelas,ini mengganggu pembangunan karena saat ini sudah  harus dilakukan pembahasan RAPBD Perubahan 2013,RAPBD 2014 maupun sejumlah Raperdasus non APBD,’’ kata Hermus.

Hermus menjelaskan penyelesaian pemalangan kantor DPRPB ini dapat dilakukan secara baik-baik. Sejumlah pihak terutama para anggota dan pimpinan DPRD Papua Barat harus duduk bersama sehingga tidak terjadi kekosongan.

(Sumber : fajar.co.id)

Pangdam Cenderawasih : Tak Ada Demo Besar Dukung Kantor OPM di Belanda

Last modified on 2013-08-13 14:53:47 GMT. 1 comment. Top.

Kodam Cenderawasih mengklaim tidak akan ada unjuk rasa besar-besaran Kamis lusa (15/8) guna mendukung pembentukan kantor perwakilan Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Belanda.

Panglima Kodam Cenderawasih, Christian Zebua menuturkan, pantauan intelejen di lapangan menyebutkan massa yang akan melakukan demo tidak cukup besar. Namun pihaknya tetap mewaspadai segala isu yang berkembang saat ini.

“Isu ada gerakan demostrasi dan sebagainya, tapi sampai saat ini hasil pantauan intelejen di lapangan gak ada massa besar-besaran. Kita coba mengkomunikasikan kepada semua pihak, gak perlu untuk apa besar-besaran, buat rakyat pusing aja. Kita punya tanggal 17 kita harus ceria, menyambut HUT kemerdekaan. Apapun itu yang terjadi kita harus siap, ga bisa kita sepelekan itu semua,” katanya.

Isu tentang rencana demo besar-besaran tanggal 15 Agustus mendatang memang telah tersebar di masayarakat setempat seminggu sebelumnya.

Kelompok massa yang akan melakukan unjuk rasa itu telah menyebarkan selebaran kepada warga setempat. Di dalam isi selebaran menyebutkan massa akan menduduki Kantor pemerintahan setempat, seperti Kantor Gubernur di Dok II Jayapura dan juga DPR Papua.

Pada tanggal 15 Agustus, rencananya Kantor Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Negara Kerajaan Belanda akan diresmikan.  Peresmian ini menyusul peresmian Kantor OPM di Oxford, London, 28 April 2013 lalu.

(Sumber : KBR68H)

Dua kapal pengangkut BBM Terbakar Di Merauke, Belasan ABK Alami Luka Bakar

Last modified on 2013-08-13 09:07:27 GMT. 0 comments. Top.

Dua kapal pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) yakni KM Sakila Jaya dan LCT Nurul Iksan, Selasa (13/8/2013) siang terbakar di Dermaga Pelabuhan Rakyat Kelapa Lima, Merauke.

Dua kapal pengangkut BBM ini diketahui mengangkut bahan bakar dalam jumlah banyak. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, KM Sakila Jaya memuat lima ton BBM. Sedangkan kapal LCT Nurul Iksan memuat 150 ton BBM.

“Kejadian kebakaran ini berlangsung sekira pukul 12.30 WIT, saya enggak tahu kenapa bisa terbakar,” jelas seorang Anak Buah Kapal (ABK) Aris, di lokasi kejadian, Selasa (13/8/2013).

Hingga kini, aparat pemadam kebakaran dari pemerintah daerah (Pemda) setempat masih terus melakukan pemadaman api yang terlihat terus membesar tersebut.

“Mobil pemadam lama datangnya, makanya api sangat cepat merambat dan membakar seluruh isi kapal,” jelas Aris.

Sementara ini, belum diketahui penyebab kapal tersebut bisa terbakar. Namun kerugian yang diderita diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

(Sumber : Sindonews.com)

852 Narapidana Se-Papua Terima Remisi HUT Kemerdekaan RI

Last modified on 2013-08-13 01:31:55 GMT. 0 comments. Top.

 

Sebanyak 852 narapidana (Napi) yang menjalani masa pidana di 8 Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan 1 cabang Rumah Tahanan (Rutan) yang ada di Provinsi Papua mendapat remisi umum 17 Agustus 2013.

Menurut Kepala Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Provinsi Papua, Demianus Rumbiak, S.H., melalui Kabid Registrasi Perawatan dan Bina Kasus Narkotika Anton Alijona, S.Sos., dari 852 narapidana yang mendapatkan remisi, sebanyak 34 orang narapidana mendapatkan remisi umum (RU) II atau langsung bebas setelah mendapat pengurangan masa pidana.

Disamping 34 orang narapidana yang mendapatkan RU II, menurut Demianus Rumbiak diwakili Anton Alijona, dalam pemberian remisi terkait peringatan HUT RI ke-68 tahun 2013 ini, sebanyak 718 orang narapidana mendapatkan remisi umum terkait Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2006. “Jadi sebanyak 718 orang narapidana yang mendapatkan remisi umum terkait PP Nomor 28 Tahun 2006 tersebut,” ungkapnya.

Bagi Napi yang terkait kasus illegal logging, illegal fishing, kasus tindak pidana korupsi, kasus makar dan kasus Narkotika atau yang dikenal dengan istilah narapidana dengan PP Nomor 99 itu diusulkan sebanyak 100 orang, yang mana terdiri dari pengurangan masa tahanan (RU I) sebanyak 97 orang dan bebas (RU II) 3 orang.

“Sedangkan yang terkait Peraturan Pemerintah Nomor 99 (PP 99) itu SK-nya nanti kami tunggu dari pusat,” pungkasnya.

Kata dia, pihaknya mengharapkan agar melalui pemberian remisi  terutama bagi  napi yang mendapat RU II(bebas-red) agar supaya jangan terulang lagi kasus -kasus kriminal. “Sedangkan bagi yang belum bebas dan masih menjalani masa hukuman agar dia harus berprilaku baik, jangan ada pikiran atau keinginan mungkin mau melarikan diri, atau perbuatan yang bertentangan dengan peraturan–peraturan yang diatur dalam pemasyarakatan,” pesannya.

Lapas Pemasyarakatan (Lapas) Abepura  10 orang
LP Narkotika 0
LP Nabire 4 orang
LP Serui 1 orang,
LP Merauke 7 Orang
LP Biak 6 orang,
LP Wamena 1 orang
LP Timika 5 orang dan cabang Rutan 0

(Sumber : BintangPapua.com)

Korban Tewas Bentrok Wamena Jadi 2 Orang

Last modified on 2013-08-13 01:16:02 GMT. 0 comments. Top.

Korban bentrok antarwarga di sekitar Gunung Susu, Kabupaten Wamena, Papua, bertambah dari sebelumnya satu menjadi dua orang.

Juru Bicara Kepolisian Papua I Gede Sumerta Jaya mengatakan, bentrok tersebut bermula dari tidak tuntasnya kasus asusila perempuan asal desa Lanu Jaya dan laki-laki dari Wamena. Menurut Gede Sumerta Jaya, keduanya memberikan keterangan berbeda sehingga menimbulkan pertikaian. Akibatnya,  warga Lanu Jaya mengamuk dan menikam laki-laki tersebut.

“Karena yang laki-laki ini tidak mengakui kalau ia berzinah, sementara pihak perempuan sudah mengakui. Sehingga dari pihak yang perempuan ini langsung menikam si laki-lakinya. Karena ini massa, jadi kita masih lakukan penyelidikan dulu. Ini di sana kan sudah Brimob. Jadi sudah ada Brimob yang Back Up, jadi memang pengamanan sudah cukup.” ujar I Gede.

Juru Bicara Kepolisian Papua I Gede Sumerta menambahkan, satu korban tewas sebelumnya berasal dari Desa Lanju Jaya atau desa asal perempuan. Untuk mencegah bentrok susulan, 100 polisi sudah di terjunkan ke lokasi bentrok. Polisi juga masih terus menyelidiki kasus ini sambil berusaha mendamaikan kedua desa tersebut.

(Sumber : KBR68H)

Hanya Ada 200 Orang PNS Yang Ikut Apel Pagi Di Kantor Pemprov Papua Barat

Last modified on 2013-08-12 10:54:02 GMT. 0 comments. Top.

Kebiasaan buruk para pegawai di hari pertama kerja juga terlihat di Manokwari papua barat. Dari sekitar seribu lebih pegawai yang ada di lingkungan kantor pemerintahan Manokwari Papua Barat, hanya ada 200 orang PNS yang ikut Apel pagi.

Apel pagi pada hari pertama kerja di kantor pemerintahan provinsi papua barat tampak tidak seramai Apel biasanya. Dalam Apel yang dipimpin sekretaris provinsi papua barat ishak hallatu jarak antar peserta sangat lengang. Padahal di hari pertama ini gubernur papua barat abraham oktovianus atururi turut mengikuti Apel tersebut.

Berdasarkan catatan badan kepegawaian pemprov papua barat Apel hanya diikuti kurang lebih 200 PNS padahal jumlah pegawai di jajaran pemprov papua barat hampir mencapai seribu lima ratus orang.

Meski terbilang sepi namun hampir semua pimpinan satuan perangkat kerja daerah provinsi papua barat hadir dalam Apel perdana ini.

1 Orang Tewas Akibat Bentrok Antar Warga di Wamena

Last modified on 2013-08-12 10:18:37 GMT. 0 comments. Top.

Satu warga tewas serta satu lainnya kritis saat terjadi bentrok antar warga di Gunung Susu Wamena Papua, Senin 12 Agustus sekitar pukul 14.00 WIT. Polisi berusaha mencegah bentrok ini tidak meluas.

“Kami masih di lokasi kejadian bersama sejumlah tokoh adat dan masyarakat. Kami mencoba meredam supaya bentrok tidak meluas,” kata Kapolres Jayawijaya, Johny Edison Isir.

Menurut Kapolres, pemicu bentrok antar warga itu adalah perzinahan. “Sudah coba diselesaikan di kampung, tapi tidak tuntas. Sehingga warga emosi dan baku tikam,” kata Johny.

Bentrok antar warga Kampung Waikama dan Wamaroma kian memanas saat satu warga diketahui tewas. “Warga yang tahu rekannya jadi korban tak terima dan berupaya menyerang kampung lain. Inilah yang kini sedang jaga di lapangan,” tutur Johny.

Menurut Kapolres, polisi sudah memediasi kedua belah pihak agar masalah perzinahan dan pidana lainnya diselesaikan secara hukum.

Kapolres juga menegaskan, bentrokan tidak ada kaitannya dengan pembukaan Festival Lembah Baliem yang hari ini secara resmi dibuka dan dihadiri para petinggi Papua. “Kasus ini berdiri sendiri,” kata Johny.

Silahkan Komentar

Komentar Anda

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203