INFO PAPUA

Fida, Pramugari Garuda Asal Papua

Last modified on 2013-08-29 02:54:26 GMT. 0 comments. Top.

1

Jika anda naik pesawat Garuda Indonesia, akan terlihat seorang pramugari yang merupakan Putri Asli Papua. Pramugari tersebut bernama Fida J. O Taudufu yang biasa dipanggil Fida. Fida yang lahir pada 09 Juli 1989 merupakan anak dari Bapak Musa Taudufu, SH dan Ibu Yakoba Wero, Amd.Kep.

Menamatkan pendidikan di SMAN 1 Abepura dan melanjutkan kuliah di Universitas Cendrawasih dengan mengambil jurusan Hubungan Internasional, Fida bercita-cita untuk jadi konsulat. Pada bulan Februari 2012, ada informasi di koran bahwa Garuda Indonesia membuka kesempatan untuk menjadi pramugari, Fida mencoba mengirimkan lamaran dan ikut test. Setelah dinyatakan lulus gadis ini mengikuti pendidikan menjadi pramugari di Garuda Indonesia Training Centre. Pengalaman selama mengikuti pendidikan dirasakan berat, namun kalau dijalani secara ikhlas pasti bisa.

Saat ini Fida menjadi pramugari PT. Garuda Indonesia untuk tujuan domestik dan sudah sudah melanglang buana ke seluruh Indonesia. Selama penerbangan Jayapura-Jakarta, terlihat Fida sangat telaten dalam melayani setiap penumpang yang membutuhkan bantuannya. Saat di tanya pendapatnya mengenai Program Afirmasi di bidang Penerbangan untuk Putra-Putri Asli Papua, Fida mengatakan bahwa program ini sangat bagus dan harus bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Hal ini dikarenakan tes-nya berat dan jarang ada program yang seperti ini. Mengenakan Wing dengan nama di dada merupakan kebanggaan tersendiri bagi Fida. Dengan menjadi pramugari Fida ingin mengharumkan Papua ke seluruh dunia.

“Semua dimulai dari niat, kalau ada niat berkiprah di dunia penerbangan pasti ada jalan” katanya saat menutup pembicaraan. Semoga akan muncul Fida-Fida lain yang akan melayani penumpang pada berbagai maskapai yang mengarungi angkasa Indonesia.

Kapolda Papua Melakukan Pengecekan Motif Permintaan Pembatalan Mutasi Kapolsek Ilaga

Last modified on 2013-08-29 02:50:04 GMT. 0 comments. Top.

Kepolisian Daerah (Polda) Papua tengah melakukan cek untuk mengetahui motif terkait  permintaan agar Kapolda Papua Irjen (Pol) Drs. M. Tito Karnavian, M.A., PhD., membatalkan mutasi Kapolsek Ilaga/Gome Kabupaten Puncak, Ipda Judo Winardo ke Kabupaten Puncak Jaya,sebagaimana disampaikan  Kepala Distrik Distrik Gome, Zakeus Wakerkwa, S.Sos., kepada Bintang Papua, Selasa (27/8).

Pasalnya, Kepala Distrik khawatirkan pergantian Kapolsek di tengah tahapan upaya penyelesaian konflik yang belum tuntas ini, dapat memicu masalah baru.

“Saya masih cek apa motif permitaan tersebut,” ujar Kapolda usai diskusi bersama Tim Mabes Polri, terkait kasus Labora Sitorus di Aula Cenderawasih, Mapolda Papua, Jayapura, Rabu (28/8).

Sebelumnya Karo Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Papua Kombes (Pol) Drs. Sudarsono, S.H., M.H., ketika dikonfirmasi, Selasa (27/8) menuturkan, mutasi Kapolsek Ilaga Ipda Judo Winardountuk penyegaran dan pengembangan karier yang bersangkutan.

“Pak Judo Winardo sudah dua tahun bertugas di wilayah Ilaga, apalagi penggantinya juga orang yang  tepat, berkualitas dan berpengalaman,”  ujar Sudarsono, sembari menunjuk TR Pak Judo Winardo.

Sebagaimana diwartakan, masyarakat di dua distrik yang selama ini dilanda konflik Pilkada yaitu Distrik Ilaga dan Distrik Gome, Kabupaten Puncak, Papua menyatakan tidak setuju atas kebijakan petinggi Polda Papua yang memutasi Kapolsek Ilaga/Gome, Ipda Judo Winardo ke Kabupaten Puncak Jaya.

Penolakan masyarakat atas pergantian Kapolsek Ilaga dan Gome ini diungkapkan Kepala Distrik Gome, Zakeus Wakerkwa, S.Sos., kepada Bintang Papua, Senin (26/8) kemarin.

Harga Bawang Merah Melonjak Lagi Di Papua

Last modified on 2013-08-28 12:41:53 GMT. 0 comments. Top.

Minimnya stok bawang merahdi Papua dalam beberapa hari ini membuat harga bawang melonjak. Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Papua, Ellia Loupatty menegaskan, naiknya harga bawang merah di Papua disebabkan dua hal yakni produksi lokalnya yang terbatas dan pasokan dari luar Papua yang juga terbatas.

Menurutnya, berdasarkan hasil pantauan di sejumlah pasar tradisional dan supermarket yang ada di Kota Jayapura, komoditas bawang merah di pasaran cukup langka. Harganyapun mencapai Rp 130 ribu per kilogram atau naik hingga empat kali lipat dari harga biasanya yakni Rp 30 ribu perkilogram.

“Produksi bawang merah lokal kita sangat terbatas, yang kedua kiriman dari luar Papua juga terbatas karena kondisi yang ada. Itulah yang berakibat misalnya harga bawang merah cukup dan Indonesia rata rata memang bawang merah diatas Rp 90 ribu ke atas,” tutur Elia.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Papua, Ellia Loupatty berharap, para pedagang tidak menaikkan harga yang terlalu mahal. Sehingga tidak menyulitkan masyarakat yang membeli. Terutama masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi.

Ditanya soal alasan tidak digunakannya lahan pertanian yang cukup luas di Papua untuk memproduksi bawang merah, Elia mengaku kondisi lahan pertanian di Papua berbeda-beda di setiap wilayah. Ada beberapa daerah yang memang memproduksi bawang merah, namun tidak bisa bertahan lama. Sebab curah hujan yang tidak menentu kerap membuat gagal panen.

(Sumber : KBR68H)

BRI Siap Melayani Peserta Jamsostek Wilayah Papua Dan Papua Barat

Last modified on 2013-08-28 12:39:02 GMT. 0 comments. Top.

Wakil pimpinan bidang bisnis wilayah Bank Rakyat Indonesia (BRI) Jayapura Denny Rochman menegaskan bahwa pihaknya siap melayani peserta Jamsostek di wilayah Papua dan Papua Barat. “BRI sebagai perpanjangan tangan PT Jamsostek, siap memberikan pelayanan bagi pesertanya di Papua dan Papua Barat, dengan memberikan kemudahan kepada peserta Jamsostek maupun yang belum menjadi peserta untuk mendapatkan informasi tentang Jamsostek itu,” kata Denny, di Jayapura, Papua, Selasa (27/08/2013).

BRI telah melakukan perjanjian kerja sama untuk pelayanan Jamsostek Service Point Office (JPSO) beberapa waktu lalu. BRI juga telah menyiapkan 500 jaringan kantor se-Indonesia dalam menjalankan kerja sama tersebut. “Khusus di kantor BRI Wilayah Jayapura yang membawahi Papua dan Papua Barat, kurang lebih 50 jaringan kantor yang telah disiapkan BRI untuk melayani peserta Jamsostek,” katanya pula.

Denny menyatakan pihaknya siap memberikan pelayanan terbaik bagi peserta atau nasabah Jamsostek.”Pada prinsipnya, kami siap melayani peserta Jamsostek baik itu perusahaan maupun perorangan, untuk dapat semaksimal mungkin melayani peserta Jamsostek,” kata dia. Secara terpisah, Kepala Kantor PT Jamsostek Wilayah Maluku dan Papua Dadang Koesnadi mengatakan, alasan pihaknya memilih BRI sebagai perpanjangan tangan pelayanan Jamsostek karena BRI memiliki jaringan kantor yang cukup luas dan tersebar di seluruh Indonesia.

“Kami menilai BRI-lah yang cocok dan tepat untuk program JPSO ini, sehingga jumlah peserta Jamsostek akan meningkat dan yang terpenting para peserta yang terlindungi dalam Jamsostek dapat dengan mudah mendapatkan pelayanan Jamsostek tanpa harus ke kantor PT Jamsostek,” katanya pula. Dadang mengemukakan bahwa potensi di wilayah Maluku dan Papua untuk menjaring peserta Jamsostek cukup menjanjikan, hanya saja kesadaran dari perusahaan atau perorangan untuk mendapatkan manfaat Jamsostek masih sangat kurang. ”Kami punya harapan besar lewat kerja sama ini, sehingga sosialisasi kepada masyarakat bisa lebih luas lagi diketahui dan masyarakat Papua bisa mendapatkan manfaat Jamsostek,” kata dia lagi.

(Sumber : Bintangpapua.com)

Akibat Perang Di Nduga Wamena, Kegiatan Belajar Mengajar Sampai Saat ini Mash Terganggu

Last modified on 2013-08-28 12:36:06 GMT. 0 comments. Top.

Perang antar kelompok masyarakat Nduga sendiri  yang pecah pada awal Maret 2013 lalu memang sudah berakhir dengan perdamaian beberapa waktu lalu.  Namun imbas dari perang tersebut masih terasa hingga saat ini.

Akibat perang antar kelompok masyarakat tersebut kegiatan belajar mengajar tidak berjalan sama sekali alias lumpuh hingga saat ini. Kegiatan belajar tak berjalaan sebab guru-guru memilih meninggalkan tempat tugas dengan alasan keamanan. Mereka juga mengalami trauma.

“Mereka tidak mendapat jaminan keamanan untuk mengajar sehingga memilih meninggalkan tempat tugas,” ucap Kadis P dan P Kabupaten Nduga, Namia Gwijangge S.Pd,M.Si. kepada wartawan usai melakukan pertemuan dengan para guru di gedung sosial Soska Wamena, Senin (26/8) kemarin.

Namia mengaku sangat prihatin dan tidak bisa berbuat banyak dengan kondisi yang terjadi saat ini.

“Kita orang Nduga selama ini ketika para abdi masyarakat ini bertugas dikampung-kampung seperti para pegawai,mantri,dokter,pendeta dan guru ini, mereka bebas untuk melakukan aktifitas seperti biasa, masyarakat tidak ganggu mereka.”“Tapi perang yang terjadi sekarang ini, biar bupati maupun pejabat sekalipun ketemu langsung babat atau bunuh, itu yang membuat sampai guru-guru kita takut dan trauma,” ungkapnya.

Namun Namia mengatakan akan berupaya melakukan pendekatan dengan berbicara langsung kepada masyarakat agar dapat memberikan jaminan kepada guru-guru untuk kembali mengajar di sekolah-sekolah mulai dari tingkat PAUD hingga sekolah menengah atas (SMA).

Menurutnya, jika kondisi ini seperti ini terus berlangsung jelas  berpengaruh pada upaya untuk meningkatkan sumberdaya manusia lewat pendidikan di Kabupaten Nduga.

Namia mengakui dengan kondisi pasca perdamaian yang telah tercapai beberapa waktu lalu, para guru yang saat ini untuk kembali ke tempat tugas karena konflik yang terjadi saat ini sudah selesai dan sudah dilakukan perdamaian secara resmi diwamena didepan Muspida dan semua pihak. Sehingga tidak ada lagi alasan bagi guru untuk tidak ke tempat tugas.

(Sumber : Papuapos.com)

Puluhan Bendera Bintang Kejora Warnai Aksi Demo Kelompok NRFPB Di Manokwari

Last modified on 2013-08-28 02:34:15 GMT. 0 comments. Top.

3

Meski rencana kedatangan kapal Freedom Flotilla yang mengangkut sejumlah aktivis Papua Merdeka ke Papua, masih menuia pro kontra, namun kelompok yang menamakan diri  Negara Republik Federal Papua Barat (NRFPB) di Manokwari, mulai menyikapinya  dengan aksi demo, Selasa (27/8).

Menariknya, demo yang digelar NRFPB itu diwarnai pengibaran puluhan Bendera Bitang Kejora (BK) lambang separatis Papua. Demo yang diwarnai pengibaran BK itu dimulai dari kantor Dewan Adat Papua (DAP) yang beralamat di Jalan Pahlawan kegiatan yang berlangsung dari jam 10.00 Wit.

Yenu Wakil Gubernur NRFPB wilayah III dalam orasinya memintah dukungan semua orang Papua yang ada di kota Manokwari untuk menerimaKapal  Freedom flotilla dari Australia yang akan berlayar ke Papua Barat.

Aksi demo damai yang dilakukan oleh NRFPB dijaga ketat aparat kepolisian mulai dari kantor DAP  kemudian keliling Kota  Manokwari dengan membahwa selebaran yang bertuliskan kemerdekaan bangsa  Papua.
Sekalipun bendera Bintang Kejora terlihat di sana sini, namun  pihak keamanan tidak bisa berbuat apa-apa, aparat hanya mengawasi jalannya demo, tanpa melakukan penyitaan atas Bendera Bintang Kejora yang dibawa massa. Bahkan terkesan dibiarkan.

Seperti diketahui Kapal Freedom Flotilla yang berisi aktivis Papua Merdeka dan suku Aborigin (Australia) yang peduli tentang Papua, saat ini dikabarkan sudah berlayar dari Australia menuju perairan PNG. Selanjutnya dari PNG mereka akan melanjutkan pelayaran ke Papua,  tepatnya dibagian selatan yakni Merauke. Dijadwalkan mereka akan tiba awal September mendatang mereka sudah tiba.

Dua Orang Terluka Akibat Bentrok TNI VS Polri Di Fakfak

Last modified on 2013-08-28 02:35:48 GMT. 1 comment. Top.

Bentrok antara personil TNI dengan Polisi terjadi di Fakfak Papua Barat, Senin sekitar pukul 23.00 WIT mengakibatkan 2 orang mengalami luka-luka. 

Juru Bicara Kodam XVII/Cenderawasih Kolonel Lismer Lumban Siantar saat dikonfirmasi membenarkan hal itu. “Benar telah terjadi salahpaham, sehingga kemudian berbuntut aksi saling pukul antara anggota TNI dengan Polisi di Pelabuhan Fakfak, 2 anggota luka-luka,”ujarnya.

Mengenai kronologis kejadian, lanjutnya, bermula ketika Kapal Penumpang Nggapulu merapat di Pelabuhan Fakfak. Lalu anggota TNI dibawah pimpinan Kapten CBA Irman melaksanakan Korve terhadap logistik KodimFakfak yang dikirim dari Jayapura.

Saat salah satu anggotanya kemudian menurunkan barang dari atas kapal, anggota Polres Fakfak yang bertugas di Pelabuhan melakukan menggeledahan. “Saat barang yang dibawa Pratu Yohanes digeledah anggota Polisi, terjadi kesalahpahaman, Briptu John Numberi lalu memukul Pratu Yohanes dengan Gun Senter dibagian kepala hingga luka robek,”jelasnya.

Setelah kejadian itu anggota Polres Fakfak yang melakukan penggeledahan dan pemukulan kembali ke Markas Polres. “Sedangkan anggota Kodim yang mengetahui rekannya mendapat pukulan, berkumpul di Makodim Fakfak,”ucapnya.

Namun, disaat itu ojek melintas dan penumpangnya berteriak-teriak sehingga dihentikan anggota Kodim. Setelah diselidiki ternyata yang berteriak adalah anggota Polres Fakfak atas nama Akbar. Spontan anggota Kodim memukulinya hingga luka memar di kepala. “Anggota Polisi yang dipukuli dalam kondisi mabuk dan teriak-teriak sehingga anggota Kodim marah dan memukulinya,”tukasnya.

Namun, kata Lismer, situasi langsung dapat dikendalikan. “Kapolres dan Dandim langsung turun ke lapangan menghimbau anggota untuk tidak lagi saling pukul, dan semua sepakat, sehingga situasi sudah bisa kondusif,”paparnya.

Juru Bicara Polda Papua Kombes I Gede Sumerta Jaya juga membenarkan adanya aksi saling pukul itu. “Situasi sudah bisa dikendalikan, bahkan hari ini perdamaian akan dilakukan dengan acara halal bi halal antara Kodim dan Polres,”ucapnya.

Kombes I Gede Sumerta Jaya mengatakan kejadian aksi saling pukul itu akibat kesalahpahaman.  “Awal mulanya salah satu anggota TNI sedang menurunkan barang-barang  dari atas kapal, lalu barang tersebut jatuh tepat didepan Kabag Ops, atas peristiwa itu salah satu oknum anggota polri bertanya kepada anggota TNI, lantas terjadi adu mulut dan oknum anggota Polri memukul anggota TNI, sehingga memicu perkelahian,”paparnya. Yang pastinya situasi Fakfak saat ini sudah aman terkendali, dan sudah ada kesepakatan damai.

(Sumber : BintangPapua.com)

Silahkan Komentar

Komentar Anda

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216